Bengkak Setelah Operasi Tidak Kunjung Hilang, Ini Sebabnya

Bengkak Setelah Operasi Tidak Kunjung Hilang, Ini Sebabnya

Bengkak setelah operasi sebenarnya merupakan kondisi yang umum terjadi sebagai bagian dari proses pemulihan tubuh. Pembengkakan ini biasanya akan berangsur membaik dalam beberapa hari atau minggu, tergantung jenis operasi yang dijalani. Namun, jika bengkak tidak kunjung hilang, bahkan semakin membesar atau terasa berat, kondisi ini bisa menjadi tanda limfedema. Limfedema adalah kondisi pembengkakan yang terjadi akibat gangguan pada sistem limfatik, yaitu jaringan pembuluh dan kelenjar yang berfungsi mengalirkan cairan limfa serta membantu menjaga daya tahan tubuh. Kondisi ini dapat muncul setelah operasi kanker payudara, operasi ortopedi, cedera, trauma, maupun tindakan medis lain yang memengaruhi saluran limfatik.

Ilustrasi limfedema. 

Limfedema tidak boleh dianggap sepele karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi bila tidak ditangani dengan tepat. Penumpukan cairan limfa yang berlangsung lama bisa menyebabkan area tubuh terasa berat, nyeri, kaku, hingga sulit digerakkan. Selain itu, kulit pada area yang bengkak juga lebih rentan mengalami infeksi berulang, luka, penebalan kulit, hingga perubahan bentuk anggota tubuh. Pada beberapa kasus, limfedema yang tidak tertangani dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup pasien.

Jika Anda mengalami bengkak setelah operasi yang tidak kunjung membaik, Anda bisa berkonsultasi ke Limfedema Center di RS Mandaya Royal Puri. Pusat layanan ini menyediakan berbagai metode penanganan limfedema, mulai dari operasi bypass limfatik, rehabilitasi menggunakan compression device, hingga manual lymphatic drainage (MLD). Penanganannya juga didukung oleh tim dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dengan subspesialis rekonstruksi bedah mikro dan onkoplasti, dokter rehabilitasi medis, serta perawat tersertifikasi yang berpengalaman dalam menangani limfedema secara komprehensif.

Konsultasi dokter

Kapan harus ke dokter jika bengkak tidak kunjung hilang setelah operasi?

Bengkak setelah operasi memang dapat membaik dengan sendirinya seiring proses pemulihan tubuh. Namun, Anda perlu waspada jika pembengkakan berlangsung lama, semakin membesar, atau disertai keluhan lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini bisa menjadi tanda limfedema yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala-gejala limfedema sejak dini agar penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi bertambah parah.

Gejala limfedema yang paling umum adalah pembengkakan. Pembengkakan ini dapat berkembang secara perlahan sehingga pada tahap awal sering kali tidak disadari. Namun, pada beberapa kasus, pembengkakan akibat limfedema juga bisa muncul secara tiba-tiba. Selain itu, beberapa gejala limfedema lain yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Pembuluh darah vena atau tendon pada tangan dan kaki menjadi sulit terlihat atau dirasakan
  • Ukuran lengan atau tungkai tampak sedikit berbeda satu sama lain
  • Sendi terasa lebih kaku atau sulit digerakkan
  • Kulit terlihat bengkak atau kemerahan
  • Terjadi pembengkakan pada lengan, tungkai, atau area tubuh lainnya
  • Lengan, tungkai, atau bagian tubuh tertentu terasa berat dan penuh
  • Pakaian atau perhiasan terasa lebih sempit dari biasanya
  • Muncul sensasi terbakar atau gatal pada kulit
  • Kulit menjadi lebih tebal dari biasanya.

Segera buat janji dengan dokter jika Anda mengalami pembengkakan yang menetap pada lengan atau tungkai. Jika Anda sudah didiagnosis mengalami limfedema, segera periksakan diri apabila terjadi peningkatan ukuran lengan atau tungkai yang membengkak secara tiba-tiba dan signifikan.

Anda juga dapat berkonsultasi dengan dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K), dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dengan subspesialis rekonstruksi bedah mikro dan onkoplasti RS Mandaya Royal Puri, untuk mengetahui kondisi limfedema yang Anda alami. Nantinya, dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh dan menentukan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi Anda. 

Baca juga: RS Mandaya Puri Hadirkan Limfedema Center untuk Pasien Bengkak Pasca Operasi

Penyebab bengkak setelah operasi tidak kunjung hilang

Berikut beberapa penyebab limfedema yang umum terjadi:

1. Operasi kanker payudara

Operasi kanker payudara dapat menyebabkan limfedema, terutama jika prosedurnya melibatkan pengangkatan kelenjar getah bening di area ketiak. Tindakan ini berpotensi mengganggu aliran cairan limfa dari lengan menuju tubuh sehingga cairan menumpuk dan menyebabkan pembengkakan. Selain operasi, terapi tambahan seperti radioterapi juga dapat meningkatkan risiko kerusakan sistem limfatik.

2. Operasi ginekologi

Operasi ginekologi, seperti operasi kanker rahim atau kanker serviks, juga dapat memicu limfedema. Hal ini karena prosedur operasi kanker sering kali melibatkan pengangkatan kelenjar getah bening di area panggul. Akibatnya, aliran cairan limfa dari tungkai menuju tubuh menjadi terhambat dan menyebabkan pembengkakan pada kaki atau area panggul.

3. Operasi ortopedi

Beberapa prosedur ortopedi, seperti operasi patah tulang atau operasi penggantian lutut, dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh limfatik di sekitar area operasi. Proses peradangan dan pembentukan jaringan parut setelah operasi juga bisa menghambat aliran cairan limfa sehingga pembengkakan berlangsung lebih lama dan berisiko berkembang menjadi limfedema.

4. Trauma atau cedera

Cedera atau trauma pada tubuh juga dapat merusak sistem limfatik. Misalnya, benturan keras, luka berat, atau kecelakaan dapat menyebabkan kerusakan pembuluh limfa sehingga cairan tidak dapat mengalir dengan normal. Akibatnya, cairan menumpuk pada area tertentu dan menimbulkan pembengkakan yang menetap.

Konsultasi dokter

Baca juga: Rekomendasi Dokter Limfedema di Jakarta dan Tangerang

Penanganan limfedema di Limfedema Center RS Mandaya Royal Puri

Penanganan limfedema di Limfedema Center RS Mandaya Royal Puri dilakukan secara menyeluruh untuk membantu mengurangi pembengkakan sekaligus memperbaiki aliran cairan limfa yang terganggu. 

1. Prosedur bypass limfatik

Salah satu metode penanganan limfedema yang tersedia di RS Mandaya Royal Puri adalah prosedur bypass limfatik atau Lymphaticovenular Anastomosis (LVA). Tindakan ini dilakukan untuk membantu mengatasi penumpukan cairan limfa yang menyebabkan pembengkakan pada area tubuh tertentu.

Pada prosedur LVA, dokter akan membuat jalur baru dengan menghubungkan pembuluh limfatik yang mengalami gangguan ke pembuluh darah kecil bernama venula. Dengan teknik ini, cairan limfa dapat dialirkan langsung ke sistem vena sehingga membantu mengurangi penumpukan cairan dan meredakan pembengkakan.

Sumber: Memorial Sloan Kettering Cancer Center
Sumber: Memorial Sloan Kettering Cancer Center

Tindakan bypass limfatik dilakukan menggunakan teknik supermicrosurgery yang membutuhkan ketelitian sangat tinggi karena melibatkan pembuluh berukuran sangat kecil. Untuk mendukung akurasi tindakan, dokter menggunakan mikroskop bedah canggih Kinevo 900 yang dapat membantu visualisasi pembuluh limfatik dan pembuluh darah secara lebih detail.

Sebelum prosedur dilakukan, dokter terlebih dahulu memetakan aliran pembuluh limfatik menggunakan zat kontras untuk mengetahui lokasi saluran yang mengalami gangguan. Setelah area yang bermasalah teridentifikasi, dokter kemudian melakukan penyambungan pembuluh limfatik ke venula secara presisi.

2. Rehabilitasi dengan compression devices

Setelah menjalani prosedur bypass limfatik, pasien juga dapat melanjutkan terapi rehabilitasi medis untuk membantu memaksimalkan hasil pengobatan dan menjaga kelancaran aliran cairan limfa.

Salah satu terapi yang digunakan adalah compression devices, yaitu alat berupa pompa pneumatik yang bekerja dengan memberikan tekanan bergantian pada area tubuh yang mengalami pembengkakan. Alat ini terhubung dengan sleeve khusus yang dipasang pada lengan atau tungkai pasien.

Tekanan yang dihasilkan oleh alat tersebut membantu mendorong cairan limfa tetap mengalir melalui pembuluh limfatik dan vena sehingga dapat mengurangi penumpukan cairan. Selain membantu meredakan bengkak, terapi compression devices juga dapat membantu menurunkan risiko komplikasi limfedema dan mendukung proses pemulihan pasien.

3. Manual lymph drainage (MLD)

Layanan penanganan limfedema di RS Mandaya Royal Puri juga didukung oleh fisioterapis tersertifikasi yang berpengalaman melakukan manual lymph drainage (MLD). MLD merupakan teknik terapi khusus yang bertujuan membantu mengurangi pembengkakan dengan mengarahkan cairan limfa berlebih dari area yang bengkak menuju area tubuh lain yang masih memiliki sistem limfatik sehat.

Melalui teknik ini, cairan limfa dapat lebih mudah diproses dan dikeluarkan secara alami oleh tubuh. Selain membantu memperlancar aliran cairan limfatik, terapi manual lymph drainage juga dapat meningkatkan kenyamanan pasien selama proses pemulihan limfedema.

Baca juga: Penanganan Tangan Bengkak Setelah Operasi Kanker Payudara di RS Mandaya Puri

Tim dokter Limfedema Center RS Mandaya Royal Puri

Tidak hanya didukung teknologi dan metode terapi yang lengkap, Limfedema Center di RS Mandaya Royal Puri juga memiliki tim dokter multidisiplin yang berpengalaman dalam menangani limfedema secara komprehensif. Penanganan dilakukan secara terpadu untuk membantu mengurangi pembengkakan, memperbaiki fungsi tubuh, hingga meningkatkan kualitas hidup pasien. Berikut tim dokter yang tergabung dalam layanan Limfedema Center RS Mandaya Royal Puri:

1. dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K)

dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K) merupakan dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik dengan subspesialis rekonstruksi bedah mikro dan onkoplasti. Beliau menangani berbagai prosedur rekonstruksi untuk membantu memulihkan fungsi sekaligus bentuk tubuh pasien setelah menjalani pengobatan atau mengalami kondisi medis tertentu.

Tindakan yang ditangani meliputi rekonstruksi pasca operasi kanker, perbaikan jaringan akibat trauma atau cedera, penanganan luka bakar, hingga koreksi kelainan bawaan. Dengan dukungan teknik bedah mikro yang presisi, dr. Sara dapat membantu memperbaiki struktur tubuh serta memindahkan jaringan dengan tingkat akurasi tinggi.

dr. Sara Ester Triatmoko, Sp.B.P.R.E., Subsp.M.O. (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 17.00 – 19.30 WIB
  • Kamis: 17.00 – 19.30 WIB.

2. dr. Andre Sugiyono, Sp.KFR

dr. Andre Sugiyono, Sp.KFR adalah dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang menempuh pendidikan dokter umum di Universitas Katolik Atma Jaya dan pendidikan spesialis di Universitas Indonesia.

Dalam praktik sehari-hari, beliau menangani berbagai program rehabilitasi untuk membantu pasien memulihkan fungsi tubuh setelah mengalami gangguan kesehatan tertentu. Kompetensinya mencakup elektroterapi, fisioterapi, hidroterapi, hingga rehabilitasi pasca stroke.

dr. Andre Sugiyono,Sp.KFR bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 08.30 – 15.30 WIB
  • Selasa: 08.30 – 15.30 WIB
  • Rabu: 08.30 – 15.30 WIB
  • Kamis: 08.30 – 15.30 WIB
  • Jumat: 08.30 – 15.30 WIB
  • Sabtu: 14.30 – 19.00 WIB.

3. dr. Eugene Nathania, Sp.KFR

dr. Eugene Nathania, Sp.KFR merupakan dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik yang menyelesaikan pendidikan dokter umum dan spesialis di Universitas Indonesia.

Beliau memiliki kompetensi dalam berbagai terapi rehabilitasi, seperti rehabilitasi obstetri, taping, manual therapy, hingga dry needling. Selain itu, dr. Eugene juga berpengalaman menangani nyeri muskuloskeletal serta membantu pasien memulihkan fungsi gerak dan mobilitas tubuh setelah cedera maupun kondisi medis tertentu.

dr. Eugene Nathania, Sp.KFR bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 08.00 – 14.00 WIB
  • Selasa: 08.00 – 14.00 WIB
  • Rabu: 08.00 – 14.00 WIB
  • Kamis: 08.00 – 14.00 WIB
  • Jumat: 08.00 – 14.00 WIB
  • Sabtu: 08.00 – 14.00 WIB.

4. dr. Johanes Putra, Sp.KFR

dr. Johanes Putra, Sp.KFR adalah dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik yang menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Atma Jaya dan pendidikan spesialis di Universitas Indonesia.

Beliau memiliki keahlian dalam rehabilitasi muskuloskeletal, khususnya untuk menangani gangguan pada otot, tulang, dan sendi. Selain itu, dr. Johanes juga kompeten dalam tindakan manajemen nyeri intervensi guna membantu mengurangi keluhan pasien secara lebih optimal.

dr. Johanes Putra, Sp.KFR bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 14.30 – 20.00 WIB
  • Selasa: 14.30 – 20.00 WIB
  • Rabu: 14.30 – 20.00 WIB
  • Kamis: 14.30 – 20.00 WIB
  • Jumat: 14.30 – 20.00 WIB
  • Sabtu: 08.00 – 14.00 WIB.

Penanganan limfedema di RS Mandaya Royal Puri dilakukan secara multidisiplin dengan melibatkan dokter spesialis dari berbagai bidang serta dukungan tim perawat terlatih dan berpengalaman. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan penanganan limfedema yang lebih optimal sesuai kondisi masing-masing pasien.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes