Urine sering keluar sendiri tanpa disadari atau sulit ditahan? Kondisi ini dapat menjadi tanda inkontinensia urine, yaitu ketika seseorang kehilangan kendali terhadap kandung kemih sehingga urine keluar tanpa disengaja. Keluhan ini dapat terjadi pada siapa saja dan bukan hanya dialami oleh orang lanjut usia, meskipun risikonya memang dapat meningkat seiring bertambahnya usia.
Sistem kemih terdiri dari berbagai organ yang bekerja sama untuk menyaring, menyimpan, dan mengeluarkan urine dari tubuh. Jika salah satu bagian tidak bekerja sebagaimana mestinya, urine dapat keluar tanpa terkendali. Penyebabnya pun beragam sehingga pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui gangguan yang mendasarinya. Salah satunya adalah pemeriksaan urodinamik, yang dapat membantu dokter spesialis urologi mengevaluasi fungsi kandung kemih dan saluran kemih serta menentukan penanganan yang sesuai.
Contents
Cari tahu penyebab urine sering keluar sendiri dengan pemeriksaan urodinamik
Pemeriksaan urodinamik merupakan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui seberapa baik fungsi bagian-bagian saluran kemih bagian bawah, termasuk kandung kemih, sfingter, dan uretra, dalam menyimpan serta mengeluarkan urine. Sebagian besar pemeriksaan urodinamik berfokus pada kemampuan kandung kemih untuk menampung dan mengosongkan urine.
Pemeriksaan ini juga dapat membantu mengetahui apakah kandung kemih berkontraksi pada waktu yang tidak seharusnya sehingga menyebabkan urine keluar tanpa disadari. Dengan demikian, pemeriksaan urodinamik dapat membantu dokter menemukan gangguan pada saluran kemih bagian bawah yang mungkin menjadi penyebab keluhan.
Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan urodinamik jika Anda mengalami:
- Urine sering keluar sendiri atau sulit menahan buang air kecil.
- Sering buang air kecil.
- Nyeri saat buang air kecil.
- Rasa ingin buang air kecil yang tiba-tiba dan sangat kuat.
- Kesulitan memulai buang air kecil.
- Kandung kemih terasa belum kosong sepenuhnya setelah buang air kecil.
- Infeksi saluran kemih yang berulang.
Kapan dokter merekomendasikan pemeriksaan urodinamik?
Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan urodinamik untuk membantu mengetahui penyebab gangguan pada fungsi kandung kemih dan saluran kemih. Pemeriksaan ini umumnya dilakukan ketika terdapat keluhan tertentu yang belum dapat diketahui penyebabnya melalui pemeriksaan awal atau ketika penanganan sebelumnya belum memberikan hasil yang diharapkan.
Beberapa kondisi yang dapat menjadi pertimbangan dokter untuk melakukan pemeriksaan urodinamik meliputi:
- Mengalami gejala inkontinensia urine, seperti urine yang keluar tanpa disengaja.
- Penanganan awal belum berhasil mengatasi inkontinensia urine, sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.
- Perlu menentukan apakah tindakan operasi diperlukan untuk mengatasi gangguan pada kandung kemih atau saluran kemih.
- Mengalami gangguan kandung kemih setelah menjalani operasi, sehingga dokter perlu mengevaluasi kembali fungsi kandung kemih dan saluran kemih.
Jenis pemeriksaan urodinamik
Setiap jenis pemeriksaan urodinamik memiliki cara kerja yang sedikit berbeda. Dalam beberapa kondisi, dokter dapat melakukan beberapa jenis pemeriksaan sekaligus untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai fungsi kandung kemih dan sistem kemih Anda.
Beberapa jenis pemeriksaan urodinamik meliputi:
- Sistometri (cystometry), yaitu pemeriksaan untuk mengukur tekanan di dalam kandung kemih saat kandung kemih diisi dengan cairan.
- Elektromiografi (electromyography), yaitu pemeriksaan untuk mengukur aktivitas otot dasar panggul.
- Pemeriksaan tekanan dan aliran urine (pressure flow study), yaitu pemeriksaan yang secara bersamaan mengukur tekanan di dalam kandung kemih dan aliran urine saat buang air kecil.
- Uroflowmetri (uroflowmetry), yaitu pemeriksaan untuk mengukur kecepatan dan aliran urine saat buang air kecil.
- Pengukuran sisa urine setelah buang air kecil (postvoid residual), yaitu pemeriksaan untuk mengetahui jumlah urine yang masih tersisa di dalam kandung kemih setelah berkemih.
- Pemeriksaan urodinamik video (video urodynamic tests), yaitu pemeriksaan urodinamik yang dilengkapi dengan pencitraan untuk membantu melihat fungsi kandung kemih dan saluran kemih secara lebih menyeluruh.
Dokter urologi ahli pemeriksaan urodinamik di RS Mandaya Royal Puri

dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS merupakan dokter spesialis urologi yang memiliki kompetensi sebagai konsultan urologi fungsional, perempuan, dan neuro-urologi. Beliau menangani berbagai masalah pada fungsi saluran kemih, gangguan urologi pada perempuan, serta masalah berkemih yang berkaitan dengan gangguan sistem saraf atau neurourologi.
dr. Andika menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Indonesia pada 2008, kemudian melanjutkan pendidikan Dokter Spesialis Urologi di universitas yang sama hingga lulus pada 2020. Untuk memperdalam keahliannya, beliau kemudian mengikuti pendidikan Konsultan Urologi Fungsional, Perempuan, dan Neurourologi di Kolegium Urologi Indonesia yang diselesaikan pada 2022.
Dengan kompetensi tersebut, dr. Andika menangani berbagai gangguan fungsi saluran kemih, termasuk melakukan pemeriksaan urodinamik untuk membantu mencari tahu penyebab inkontinensia urine. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter menilai bagaimana kandung kemih dan saluran kemih bekerja, sehingga penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi pasien.
Apa saja keahlian dr. Andika?
Sebagai konsultan urologi fungsional, perempuan, dan neuro-urologi, dr. Andika memiliki kompetensi dalam menangani berbagai kondisi yang berkaitan dengan fungsi saluran kemih, di antaranya:
- Gangguan saluran kemih pada perempuan, termasuk infeksi saluran kemih (ISK) yang terjadi berulang.
- Gangguan berkemih, seperti sulit buang air kecil, aliran urine lemah, hingga kondisi ketika kandung kemih tidak dapat dikosongkan dengan optimal.
- Inkontinensia urine atau kesulitan menahan buang air kecil yang dapat menyebabkan ngompol, baik pada orang dewasa maupun lanjut usia.
- Gangguan fungsi kandung kemih yang berkaitan dengan kelainan sistem saraf (neurourologi), termasuk yang dapat terjadi pada pasien pascastroke atau penderita diabetes.
- Berbagai gangguan fungsi saluran kemih yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut, termasuk melalui pemeriksaan urodinamik untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.
Jadwal dr. Andika di RS Mandaya Royal Puri
dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS melayani pasien di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal berikut:
- Selasa: 16.00–20.00
- Kamis: 16.00–20.00
- Sabtu: 09.00–16.00.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Urinary Incontinence. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17596-urinary-incontinence). Diakses pada 25 September 2026.
- National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Urodynamic Testing. (https://www.niddk.nih.gov/health-information/diagnostic-tests/urodynamic-testing). Diakses pada 25 September 2026.
- Health New Zealand. Urodynamics Bladder Test. (https://www.healthnz.govt.nz/health-topics/tests-and-treatments/surgery/urodynamics-bladder-test). Diakses pada 25 September 2026.

