Tumor Otak Vestibular Schwannoma: Kenali Gejala dan Bahayanya, Ini Penjelasan Dr. Joy dari RS Mandaya Puri

Tumor Otak Vestibular Schwannoma: Kenali Gejala dan Bahayanya dari Penjelasan Dr. Joy di RS Mandaya Puri

Vestibular schwannoma adalah tumor yang berkembang pada saraf utama yang menghubungkan telinga bagian dalam dengan otak. Tumor ini termasuk jinak, artinya bukan kanker dan tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Saraf yang terkena disebut saraf vestibulokoklear, yang terdapat di kedua sisi kepala.

Saraf vestibulokoklear berperan penting dalam mengatur keseimbangan dan pendengaran. Pertumbuhan vestibular schwannoma dapat mengganggu fungsi saraf tersebut dan menyebabkan berbagai gejala, seperti gangguan pendengaran, telinga berdenging (tinnitus), dan masalah keseimbangan.

Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS

Baru-baru ini, Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS alias Dr. Joy, dokter bedah saraf RS Mandaya Royal Puri, berhasil mengangkatan tumor otak vestibular schwannoma. Sekitar 2 hari pascaoperasi, pasien sudah hampir bisa beraktivitas seperti biasa. 

Kalau ini tidak ada sakit, jadi kalau jalan sudah tidak goyang lagi, sudah enak,” kata pasien.

Konsultasi dokter

Penjelasan vestibular schwannoma oleh Dr. Joy

Menurut Dr. Joy, vestibular schwannoma merupakan salah satu jenis tumor otak yang dapat berada di dekat batang otak dan berpotensi menimbulkan gangguan serius apabila ukurannya semakin besar.

“Vestibular Schwannoma adalah salah satu jenis tumor otak yang berada di dekat batang otak. Dan kalau tumor ini besar, akan menyebabkan gangguan batang otak seperti kelumpuhan, gangguan menelan, gangguan untuk bersuara, dan juga bahkan ini bisa mengganggu kesadaran pasien.”

“Dan bila dia menekan cairan otak, bisa menyebabkan kebutaan juga. Nah, tumor ini adalah tumor yang sangat berbahaya yang harus dilakukan tindakan medis.”

Pada tahap awal, vestibular schwannoma dapat tidak menimbulkan gejala yang jelas. Gejalanya biasanya berkembang secara bertahap dan dapat berbeda-beda pada setiap pasien. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Gangguan pendengaran, yang biasanya hanya terjadi pada salah satu telinga.
  • Tinnitus, yaitu mendengar suara seperti denging atau suara lain yang berasal dari dalam telinga.
  • Vertigo, yaitu sensasi seolah-olah tubuh sedang bergerak atau berputar.

Pada vestibular schwannoma yang berukuran besar, gejala lain juga dapat muncul, seperti:

  • Sakit kepala yang terus-menerus.
  • Penglihatan kabur atau penglihatan ganda yang dapat terjadi sementara.
  • Mati rasa, nyeri, atau kelemahan pada salah satu sisi wajah.
  • Gangguan koordinasi anggota tubuh (ataksia) pada salah satu sisi tubuh.
  • Perubahan suara atau kesulitan menelan (disfagia).

Baca juga: Mengenal Tumor Otak: Jenis, Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Tumor otak vestibular schwannoma berhasil diatasi oleh Dr. Joy di RS Mandaya Royal Puri

Di RS Mandaya Royal Puri, tindakan pengangkatan vestibular schwannoma dilakukan dengan dukungan teknologi medis canggih untuk membantu dokter mengidentifikasi lokasi dan batas tumor serta struktur saraf penting di sekitarnya. Beberapa teknologi dan teknik yang digunakan dalam tindakan ini meliputi:

  • 3D Brain Neuronavigation atau GPS Otak

Teknologi Pemetaan Otak 3D Bantu Dr. Joy Angkat Tumor Otak Tanpa Sisa (Sumber: Brainlab)

Teknologi ini membantu dokter menentukan lokasi tumor dan memandu tindakan operasi secara lebih akurat berdasarkan gambaran anatomi otak pasien.

  • Mikroskop KINEVO 900S yang terintegrasi dengan 3D Brain Neuronavigation

Mikroskop bedah membantu memberikan visualisasi area operasi dengan pembesaran dan detail yang tinggi. Integrasi dengan sistem neuronavigasi membantu dokter mendapatkan panduan selama proses pengangkatan tumor.

  • Intraoperative Neuromonitoring (IONM)

Intraoperative Neuromonitoring (IONM)

IONM digunakan untuk memantau fungsi saraf selama operasi. Dengan pemantauan ini, dokter dapat mengetahui kondisi saraf penting secara langsung selama proses pengangkatan tumor.

  • Teknik microsurgery

Teknik bedah mikro memungkinkan dokter melakukan pengangkatan tumor dengan bantuan visualisasi beresolusi tinggi dan instrumen khusus, dengan tujuan mengangkat tumor sekaligus menjaga struktur penting di sekitarnya.

Dr. Joy menjelaskan bahwa penggunaan berbagai teknologi tersebut membantu tim medis melakukan pengangkatan tumor dengan lebih terarah sekaligus memantau fungsi saraf selama prosedur.

“Oleh karena itu, kita lakukan tindakan medis yang kita sebut sebagai microsurgery tumor removal, dengan panduan 3D Brain Neuronavigation dan juga sistem mikroskop sehingga kita betul-betul bisa melakukan demarkasi batas tumor, terus kemudian bisa mengangkat tumor dengan aman, dan satu lagi yang paling penting kita memiliki sistem Intraoperative Neuromonitoring di mana pada saat kita mengangkat tumor, kita bisa mengidentifikasi saraf nomor 7, saraf nomor 8, saraf nomor 9, dan juga saraf nomor 5. Sehingga semua fungsi saraf itu stabil dan aman pascaoperasi.”

2 hari pascaoperasi, pasien sudah bisa hampir beraktivitas seperti biasa

Salah satu hal yang menjadi perhatian setelah operasi tumor otak adalah proses pemulihan pasien. Pada kasus ini, hari kedua setelah operasi, pasien sudah dapat melakukan aktivitas hampir seperti biasa. Kondisi tersebut memungkinkan pasien untuk dipulangkan pada hari ketiga setelah operasi.

Pasien juga merasakan perubahan positif setelah menjalani tindakan. Ia mengatakan:

“Kalau ini tidak ada sakit, jadi kalau jalan sudah tidak goyang lagi, sudah enak,” kata pasien.

Profil dan keahlian Dr. Joy, dokter bedah saraf ahli tumor otak di RS Mandaya Royal Puri

Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS

Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS, atau yang dikenal sebagai Dr. Joy, merupakan dokter spesialis bedah saraf dengan keahlian khusus dalam bidang bedah saraf vaskular, terutama dalam penanganan penyakit yang berkaitan dengan pembuluh darah otak. Beliau menempuh pendidikan doktoral di University of Helsinki, Finlandia, dengan fokus penelitian pada aneurisma otak, termasuk aspek ilmiah dan pengembangan strategi penanganannya secara klinis.

Selain aktif menangani pasien, Dr. Joy juga memiliki kiprah di bidang akademik dan edukasi. Beliau merupakan penulis buku Memahami Aneurisma Otak yang telah diterbitkan dalam dua edisi. Buku tersebut membahas aneurisma otak secara komprehensif, mulai dari faktor penyebab, mekanisme terjadinya penyakit, proses diagnosis, hingga pilihan terapi yang tersedia.

Dalam praktik klinisnya, Dr. Joy menangani berbagai kasus bedah saraf, termasuk:

Dengan pengalaman klinis yang luas, latar belakang akademik, serta pelatihan di berbagai pusat bedah saraf terkemuka di dunia, Dr. Joy memiliki kompetensi dalam menangani beragam kasus bedah saraf kompleks. Keahliannya mencakup penanganan gangguan pembuluh darah otak hingga berbagai jenis tumor otak yang membutuhkan tindakan bedah dengan tingkat presisi tinggi.

Jadwal praktek Dr. Joy di Mandaya Royal Hospital Puri

Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS bisa ditemui di Mandaya Royal Hospital Puri pada:

  • Senin: On appointment
  • Selasa: 14.00 – 17.00 WIB
  • Rabu: On appointment
  • Kamis: 08.00 – 12.00 WIB
  • Jumat: 14.00 – 17.00 WIB
  • Sabtu: 08.00 – 12.00 WIB. 

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Mayo Clinic. Acoustic Neuroma: Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acoustic-neuroma/symptoms-causes/syc-20356127). Diakses pada 10 Agustus 2026.
  2. NHS. Acoustic Neuroma. (https://www.nhs.uk/conditions/acoustic-neuroma/). Diakses pada 10 Agustus 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes