Kanker hati merupakan pertumbuhan sel ganas yang terjadi di organ hati. Penyakit ini termasuk kondisi serius yang dapat mengancam nyawa karena hati memiliki peran vital dalam tubuh, seperti menyaring racun, membantu proses pencernaan, menyimpan energi, serta menjalankan berbagai fungsi metabolisme penting. Oleh karena itu, penanganan tumor hati perlu dilakukan sedini mungkin agar peluang keberhasilan terapi menjadi lebih baik.
Namun, tidak semua tumor ganas di hati dapat ditangani dengan operasi maupun ablasi. Pada beberapa pasien, letak tumor berada sangat dekat dengan organ atau struktur vital di sekitarnya, seperti jantung. Kondisi ini membuat tindakan operasi maupun ablasi berisiko lebih tinggi karena dapat merusak organ penting di sekitarnya atau menimbulkan komplikasi selama prosedur. Dalam situasi seperti ini, dokter akan mempertimbangkan pilihan terapi lain yang lebih aman dan tetap efektif sesuai dengan kondisi pasien.

Salah satu kasus tersebut belum lama ini ditangani oleh dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K) RI, dokter spesialis radiologi intervensi di RS Mandaya Royal Puri. Beliau berhasil menangani pasien dengan tumor hati berukuran sekitar 2 cm yang letaknya sangat dekat dengan dinding jantung. Karena lokasi tumor yang berisiko tinggi untuk dioperasi maupun diablasi, pasien akhirnya menjalani Selective Internal Radiation Therapy (SIRT) Y-90, yaitu terapi minimal invasif yang dapat menghantarkan radiasi secara langsung ke jaringan tumor melalui pembuluh darah sehingga membantu menghancurkan sel kanker dengan kerusakan minimal pada jaringan sehat di sekitarnya.
Contents
Apa itu SIRT Y-90 untuk kanker hati?
SIRT Y-90 merupakan jenis terapi radiasi untuk menangani kanker hati. Prosedur ini menggunakan zat radioaktif bernama Yttrium-90 (Y-90) yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah yang memasok aliran darah ke tumor. Melalui prosedur ini, butiran-butiran mikroskopis yang mengandung Y-90 akan diarahkan hingga mencapai lokasi tumor.
Setelah berada di dalam tumor, butiran Y-90 akan melepaskan radiasi dosis tinggi yang bekerja menghancurkan sel-sel kanker secara langsung. Karena radiasi terfokus pada area tumor, jaringan hati yang sehat di sekitarnya dapat tetap terlindungi sehingga risiko kerusakan jaringan normal menjadi lebih kecil dibandingkan terapi radiasi konvensional.
Terapi SIRT Y-90 dapat membantu mengecilkan ukuran tumor, menghambat pertumbuhan kanker, mengurangi gejala, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Terapi ini juga dikenal dengan Transarterial Radioembolization (TARE) Y-90.
Baca juga: 7 Keunggulan SIRT Y-90 dalam Pengobatan Kanker Hati
Penjelasan kondisi pasien dan prosedur SIRT Y-90 oleh dr. Sugianto

Menurut dr. Sugianto, dokter spesialis radiologi intervensi di RS Mandaya Royal Puri, pasien yang menjalani prosedur SIRT Y-90 kali ini merupakan seorang pria berusia sekitar 60 tahun dengan tumor hati berukuran sekitar 2 cm. Meskipun ukurannya relatif kecil, lokasi tumor berada di permukaan lobus kiri hati dan sangat dekat dengan dinding jantung, sehingga memerlukan pertimbangan khusus dalam menentukan metode pengobatan.
Ia menjelaskan bahwa SIRT Y-90 bekerja dengan prinsip yang menyerupai operasi pengangkatan tumor, tetapi tanpa sayatan. Prosedur ini dikenal juga sebagai radiation segmentectomy, yaitu terapi yang menghancurkan jaringan tumor menggunakan radiasi yang dihantarkan langsung melalui pembuluh darah menuju lokasi kanker. Karena bersifat minimal invasif, masa pemulihan pasien juga lebih cepat. Jika kondisi pasien stabil dan tidak mengalami keluhan setelah tindakan, pasien umumnya sudah diperbolehkan pulang keesokan harinya.
dr. Sugianto juga menambahkan bahwa partikel radioaktif Yttrium-90 (Y-90) dapat terus bekerja di dalam tubuh hingga sekitar enam bulan setelah prosedur. Meski demikian, pasien tidak perlu khawatir karena radiasi yang dipancarkan memiliki jangkauan yang sangat pendek, yakni hanya sekitar 1,1–2 cm, sehingga tetap terlokalisasi di area tumor dan tidak membahayakan orang-orang di sekitarnya.
Baca juga: Cara Kerja Terapi SIRT Y-90 Tangani Kanker Hati Tanpa Operasi
Keunggulan SIRT Y-90 untuk pengobatan kanker hati
Berikut beberapa keunggulan terapi SIRT Y-90 dalam menangani kanker hati:
1. Menargetkan tumor secara presisi
Radiasi dihantarkan langsung ke tumor melalui pembuluh darah sehingga paparan pada jaringan sehat di sekitarnya lebih minim.
2. Mengurangi kerusakan jaringan sehat
Radiasi terfokus pada area tumor, sehingga terapi dapat bekerja lebih efektif dengan risiko kerusakan jaringan normal yang lebih rendah.
3. Prosedur minimal invasif
Tindakan dilakukan tanpa operasi besar karena menggunakan kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah.
4. Pemulihan lebih cepat
Pasien umumnya dapat pulih lebih cepat dan tidak memerlukan masa rawat inap yang lama.
5. Membantu memperpanjang harapan hidup
Terapi ini dapat menjadi pilihan bagi pasien yang tidak dapat menjalani operasi dan berpotensi meningkatkan angka harapan hidup.
6. Meningkatkan kualitas hidup
SIRT Y-90 dapat membantu mengendalikan pertumbuhan tumor sekaligus mengurangi gejala yang dialami pasien.
7. Dapat menjadi terapi sebelum operasi
Pada kondisi tertentu, terapi ini digunakan untuk mengecilkan tumor sehingga pasien berpeluang menjalani tindakan kuratif seperti operasi di kemudian hari.
Siapa yang mapat menjalani terapi SIRT Y-90?
Terapi SIRT Y-90 dapat menjadi pilihan bagi pasien dengan kondisi berikut:
- Mengalami kanker hati primer yang berasal dari organ hati.
- Mengalami kanker yang telah menyebar (metastasis) ke hati dari organ lain.
- Menderita jenis kanker tertentu pada saluran empedu.
- Tidak memungkinkan menjalani operasi karena kondisi medis atau lokasi tumor.
- Memiliki tumor yang berdekatan dengan pembuluh darah besar atau organ vital, sehingga tindakan operasi maupun ablasi berisiko tinggi.
- Membutuhkan terapi untuk mengendalikan pertumbuhan tumor sekaligus mempertahankan fungsi hati.
- Dipersiapkan untuk terapi lanjutan, seperti operasi atau transplantasi hati, setelah ukuran tumor berhasil diperkecil melalui SIRT Y-90.
Terapi SIRT Y-90 di RS Mandaya Puri ditangani oleh dr. Sugianto yang berpengalaman

dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI merupakan dokter spesialis radiologi dengan subspesialisasi radiologi intervensi yang berpengalaman dalam berbagai prosedur minimal invasif berbasis teknologi pencitraan modern. Beliau menempuh pendidikan kedokteran umum di Universitas Kristen Maranatha, Bandung, dan melanjutkan pendidikan spesialis radiologi di Universitas Indonesia.
Sebagai dokter radiologi intervensi, dr. Sugianto Santoso menangani berbagai kondisi medis tanpa memerlukan operasi terbuka, termasuk terapi kanker hati dan penyakit kompleks lainnya. Adapun bidang keahlian yang dikuasai meliputi:
- Radiofrequency Ablation (RFA) untuk penanganan nodul tiroid
- Microwave Ablation (MWA) sebagai terapi tumor dan kanker hati
- Transarterial Chemoembolization (TACE) untuk pengobatan kanker hati
- Cryoablation untuk penanganan nodul dan tumor
- Digital Subtraction Angiography (DSA) untuk diagnosis dan terapi aneurisma otak
- Penanganan aneurisma otak dengan teknik coiling, flow diverter, serta pemasangan stent
Dengan dukungan teknologi medis terkini dan keahlian dalam prosedur minimal invasif, dr. Sugi menghadirkan pilihan terapi kanker hati yang lebih aman, presisi, dan efektif di RS Mandaya Royal Puri, termasuk melalui metode TARE Y-90 serta berbagai terapi intervensi lainnya.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Liver Cancer: Symptoms, Signs, Causes & Treatment. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9418-liver-cancer). Direvisi terakhir 18 Maret 2025. Diakses pada 23 Juli 2026.
- Cleveland Clinic. Y-90 Treatment (Radioembolization). (https://my.clevelandclinic.org/health/procedures/y90-treatment-radioembolization). Direvisi terakhir 1 Mei 2025. Diakses pada 23 Juli 2026.

