Transplantasi Ginjal Bisa Bertahan Berapa Lama? Kenali Penjelasannya Ini

Transplantasi Ginjal Bisa Bertahan Berapa Lama? Kenali Penjelasannya Ini

Transplantasi ginjal adalah prosedur operasi untuk mengganti fungsi ginjal yang tidak lagi bekerja dengan baik menggunakan ginjal sehat dari donor hidup atau donor yang telah meninggal dunia. Ginjal merupakan dua organ berbentuk seperti kacang yang terletak di kedua sisi tulang belakang, tepat di bawah tulang rusuk, dengan ukuran masing-masing kira-kira sebesar kepalan tangan.

Ginjal berfungsi menyaring darah untuk membuang limbah, mineral berlebih, dan cairan dari tubuh melalui urine. Ketika kemampuan penyaringan ginjal menurun, limbah dan cairan dapat menumpuk hingga menyebabkan peningkatan tekanan darah dan gagal ginjal. Kondisi gagal ginjal tahap akhir terjadi ketika fungsi ginjal telah menurun sekitar 90%.

Lantas, transplantasi ginjal bisa bertahan berapa lama? Ketahanan ginjal hasil transplantasi dapat berbeda-beda pada setiap pasien, bergantung pada sejumlah faktor, termasuk jenis donor, usia donor dan penerima, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Konsultasi dokter

Transplantasi ginjal bisa bertahan berapa lama?

Ginjal hasil transplantasi dapat bertahan selama bertahun-tahun, bahkan hingga puluhan tahun. Namun, lama ketahanannya dapat berbeda pada setiap pasien, bergantung pada apakah ginjal berasal dari donor hidup atau donor yang telah meninggal dunia.

Secara rata-rata, ginjal hasil transplantasi memiliki perkiraan ketahanan sebagai berikut:

  • Ginjal dari donor hidup: Dapat bertahan sekitar 20–25 tahun.
  • Ginjal dari donor yang telah meninggal dunia: Dapat bertahan sekitar 15–20 tahun.

Meski demikian, angka tersebut merupakan perkiraan rata-rata, bukan jaminan bahwa ginjal hasil transplantasi akan bertahan selama periode tersebut. Usia donor dan penerima, kondisi kesehatan, serta masalah medis lain dapat memengaruhi ketahanan ginjal setelah transplantasi. Oleh karena itu, pasien sebaiknya berkonsultasi dengan tim medis yang menangani penyakit ginjal untuk mendapatkan perkiraan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Jika fungsi ginjal hasil transplantasi menurun atau ginjal tidak lagi bekerja dengan baik, sebagian pasien masih dapat menjalani transplantasi ginjal kembali apabila memenuhi kriteria medis. Pemantauan kesehatan secara rutin dan mengikuti anjuran dokter tetap penting untuk menjaga fungsi ginjal hasil transplantasi selama mungkin.

Baca juga: Seperti Apa Proses Transplantasi Ginjal? Ini Tahapan dan Hasilnya

Perbedaan donor hidup dan donor yang sudah meninggal dunia untuk transplantasi ginjal 

1. Transplantasi ginjal dari donor hidup

Donor hidup adalah seseorang yang mendonorkan ginjalnya saat masih hidup dan memiliki ginjal yang sehat. Donor dapat berasal dari anggota keluarga dekat, pasangan, atau teman, tetapi pada prinsipnya, donor bisa berasal dari orang lain yang memenuhi persyaratan medis.

Transplantasi ginjal dari donor hidup umumnya memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi, sejumlah keuntungan, serta risiko penolakan organ yang lebih rendah. 

Calon donor harus berusia di atas 18 tahun, dalam kondisi sehat tanpa masalah medis serius, serta menjalani evaluasi medis dan psikososial sebelum dinyatakan layak mendonorkan ginjal.

2. Transplantasi ginjal dari donor yang telah meninggal dunia

Donor meninggal adalah seseorang yang ginjalnya didonorkan setelah meninggal dunia akibat kondisi yang tidak memengaruhi fungsi ginjal. Seseorang dapat menyatakan keinginannya untuk menjadi donor organ saat masih hidup. 

Di beberapa negara, sistem donor organ juga menerapkan mekanisme opt–out, yaitu seseorang dianggap bersedia menjadi donor kecuali menyatakan tidak bersedia. Persetujuan donor juga dapat diberikan oleh keluarga setelah orang tersebut meninggal dunia, sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Kapan Harus Transplantasi Ginjal?

Cara menjaga kesehatan ginjal setelah transplantasi

Setelah menjalani transplantasi ginjal, pasien perlu menerapkan pola hidup sehat dan mengikuti anjuran tim medis untuk membantu menjaga fungsi ginjal hasil transplantasi. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.

1. Konsumsi makanan bergizi seimbang

Perbanyak buah, sayuran, dan makanan tinggi serat seperti biji-bijian utuh. Batasi konsumsi gula, lemak jenuh, dan garam. Ikuti pula anjuran dokter mengenai kebutuhan cairan harian dan konsumsi alkohol.

2. Rutin berolahraga

Mulailah dengan berjalan kaki ringan sesuai kemampuan, kemudian tingkatkan aktivitas secara bertahap seiring pemulihan. Olahraga seperti berenang, bersepeda, atau joging dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dokter. Hindari olahraga kontak fisik yang berisiko mencederai ginjal hasil transplantasi.

3. Jaga berat badan ideal

Berat badan dapat meningkat setelah transplantasi, antara lain akibat efek samping obat atau perubahan nafsu makan. Menjaga pola makan dan rutin beraktivitas fisik membantu mengontrol berat badan serta mengurangi risiko gangguan jantung dan pembuluh darah.

4. Lindungi kulit dari paparan sinar matahari

Pasien transplantasi ginjal memiliki risiko kanker kulit yang lebih tinggi, terutama karena penggunaan obat imunosupresan. Gunakan tabir surya SPF 50, kenakan pakaian berlengan panjang dan topi, serta hindari paparan sinar matahari berlebihan. Ikuti juga jadwal pemeriksaan skrining kanker sesuai anjuran dokter.

5. Pantau tekanan darah

Tekanan darah perlu dijaga melalui pola makan seimbang, olahraga, dan pengendalian berat badan. Konsumsi obat tekanan darah sesuai resep dokter jika diperlukan.

6. Jaga kesehatan tulang

Olahraga teratur dapat membantu menjaga kekuatan tulang. Dokter mungkin menyarankan pemeriksaan kepadatan tulang atau pengobatan tertentu jika ditemukan risiko pengeroposan tulang.

7. Berhenti merokok

Merokok meningkatkan risiko stroke serta gangguan jantung dan paru-paru. Berhenti merokok dapat membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan setelah transplantasi.

Selain menerapkan pola hidup sehat, pasien perlu minum obat imunosupresan sesuai resep, menjalani pemeriksaan rutin, dan berkonsultasi dengan tim transplantasi sebelum mengubah pola makan, aktivitas, atau pengobatan. Langkah-langkah ini penting untuk membantu menjaga fungsi ginjal hasil transplantasi dalam jangka panjang.

Fasilitas pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri

Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pasien yang berasal dari luar kota maupun luar negeri:

  • Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan nyaman yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
  • Penjemputan ambulans medis: Penjemputan khusus bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari titik kedatangan (bandara/stasiun/pelabuhan) yang dilengkapi peralatan medis dan pendampingan tenaga kesehatan profesional.
  • Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Fasilitas penginapan nyaman bagi keluarga yang mendampingi pasien, terletak langsung di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta opsi apartemen terdekat.
  • Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan khusus bagi pasien luar negeri untuk pengurusan koordinasi medis, penerjemah, hingga administrasi. Untuk informasi dan bantuan International Patient Relation, Anda dapat menghubungi 021 5092 8888 atau email ke [email protected].

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Mayo Clinic. Kidney Transplant. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/kidney-transplant/about/pac-20384777. Diakses pada 20 Oktober 2026.
  2. NHS Blood and Transplant. Kidney Transplant FAQs. https://www.nhsbt.nhs.uk/organ-transplantation/kidney/is-a-kidney-transplant-right-for-you/kidney-transplant-faqs/. Diakses pada 20 Oktober 2026.
  3. Cleveland Clinic. Kidney Transplant. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/22537-kidney-transplant. Diakses pada 20 Oktober 2026.
  4. NHS Blood and Transplant. Staying Healthy After a Kidney Transplant. https://www.nhsbt.nhs.uk/organ-transplantation/kidney/living-with-a-kidney-transplant/staying-healthy-after-a-kidney-transplant/. Diakses pada 20 Oktober 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes