Kandung kemih terlalu aktif atau overactive bladder (OAB) merupakan kondisi yang dapat membuat seseorang lebih sering buang air kecil dan merasakan dorongan untuk berkemih yang kuat dan sulit ditahan. Keluhan juga dapat muncul pada malam hari, bahkan pada sebagian orang disertai kebocoran urine (ngompol). Kondisi ini dapat berkaitan dengan berbagai faktor, seperti infeksi, gangguan saraf, cedera pada area perut, penggunaan obat-obatan tertentu, maupun konsumsi jenis minuman tertentu. Penanganannya dapat disesuaikan dengan penyebab dan kondisi pasien, mulai dari perubahan kebiasaan, pemberian obat, hingga terapi stimulasi saraf.

Untuk membantu menangani kondisi tersebut, dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS, dokter spesialis urologi konsultan fungsional, perempuan, dan neuro-urologi di RS Mandaya Royal Puri, baru-baru ini melakukan tindakan suntik Botox pada kandung kemih. Terapi ini merupakan salah satu pilihan penanganan untuk kandung kemih terlalu aktif, terutama pada kondisi tertentu ketika terapi lainnya belum memberikan hasil yang optimal.
Contents
Penjelasan tindakan suntik Botox untuk kandung kemih terlalu aktif oleh dr. Andika
Menurut dr. Andika, Botox atau botulinum toxin selama ini lebih dikenal dalam dunia estetika untuk membantu mengurangi keriput dan membuat otot wajah menjadi lebih rileks. Namun, secara medis, Botox juga dapat digunakan untuk mengurangi aktivitas saraf dan otot yang berlebihan. Mekanisme inilah yang dimanfaatkan dalam penanganan kandung kemih terlalu aktif atau kandung kemih yang hipersensitif.
Pada pasien dengan kondisi tersebut, kandung kemih dapat berkontraksi secara berlebihan sehingga menimbulkan keluhan seperti sering buang air kecil dan rasa ingin berkemih yang sulit ditahan. Suntik Botox ke dalam otot kandung kemih dapat membantu mengurangi aktivitas berlebihan tersebut, sehingga sensitivitas kandung kemih menurun dan pasien dapat memiliki kontrol berkemih yang lebih baik.
Tindakan suntik Botox pada kandung kemih yang dilakukan oleh dr. Andika menggunakan 200 unit Botox yang diberikan ke dalam kandung kemih pasien. Setelah tindakan selesai, pasien menjalani observasi selama sekitar 1–2 jam untuk memastikan kondisi tetap baik, termasuk memastikan pasien dapat buang air kecil dengan normal. Jika tidak terdapat masalah, pasien dapat langsung pulang pada hari yang sama sehingga tindakan ini dapat dilakukan dengan konsep one day care.
Efek Botox tidak langsung mencapai hasil maksimal setelah tindakan. Efek terapi umumnya mulai dirasakan dan berkembang dalam beberapa hari hingga minggu, dengan efek maksimal yang diharapkan sekitar 2–3 minggu setelah tindakan. Pada periode tersebut, frekuensi buang air kecil diharapkan dapat berkurang dan kemampuan pasien untuk menahan keinginan berkemih dapat menjadi lebih baik.
Meski demikian, efek Botox bersifat sementara sehingga tindakan dapat perlu diulang apabila keluhan kembali muncul. Jarak pengulangan tindakan dapat berbeda pada setiap pasien, dan pada beberapa kondisi dapat dilakukan sekitar 6–8 bulan sekali, tergantung pada respons terhadap terapi serta muncul atau tidaknya kembali gejala kandung kemih terlalu aktif.
Baca juga: Suntik Botox untuk Kandung Kemih yang Terlalu Aktif: Prosedur dan Tujuannya
Manfaat suntik Botox untuk kandung kemih terlalu aktif
Jika terapi Botox pada kandung kemih berhasil, beberapa manfaat yang dapat dirasakan pasien antara lain:
- Mengurangi atau menghilangkan episode kebocoran urine atau inkontinensia urine.
- Mengurangi atau menghilangkan rasa ingin buang air kecil yang sangat kuat dan sulit ditahan.
- Mengurangi frekuensi buang air kecil, baik pada siang maupun malam hari.
- Mengurangi atau menghilangkan kebutuhan menggunakan pembalut khusus untuk menahan kebocoran urine.
- Meningkatkan kualitas hidup pasien.
Sekitar 70–75% pasien mengalami penurunan gejala yang signifikan serta peningkatan kualitas hidup setelah menjalani terapi Botox pada kandung kemih.
Bagaimana prosedur injeksi suntik Botox untuk kandung kemih terlalu aktif?
Suntik Botox pada kandung kemih umumnya dilakukan sebagai prosedur rawat jalan dengan tahapan sebagai berikut:
- Pasien akan diberikan anestesi lokal untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman selama tindakan.
- Gel anestesi lokal dioleskan atau dimasukkan ke dalam uretra, yaitu saluran tempat keluarnya urine.
- Dokter kemudian memasukkan alat berbentuk selang kecil berkamera untuk melihat kondisi bagian dalam kandung kemih. Prosedur ini disebut sistoskopi.
- Setelah kandung kemih diperiksa, Botox disuntikkan menggunakan jarum khusus ke beberapa area pada dinding kandung kemih.
Setelah tindakan selesai, pasien dapat menjalani masa observasi terlebih dahulu sebelum diperbolehkan pulang.
Mengenal dr. Andika, dokter spesialis urologi konsultan fungsional, perempuan, dan neuro-urologi di RS Mandaya Puri

dr. Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS merupakan dokter spesialis urologi dengan keahlian sebagai konsultan urologi fungsional, perempuan, dan neuro-urologi. Beliau berfokus pada diagnosis dan penanganan berbagai gangguan fungsi saluran kemih, masalah urologi pada perempuan, serta gangguan berkemih yang berkaitan dengan kelainan sistem saraf (neurourologi).
Beliau menempuh pendidikan dokter umum di Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 2008. Selanjutnya, dr. Andika melanjutkan pendidikan Dokter Spesialis Urologi di Universitas Indonesia hingga menyelesaikannya pada tahun 2020.
Untuk memperdalam kompetensinya, dr. Andika kemudian menempuh pendidikan Konsultan Urologi Fungsional, Perempuan, dan Neurourologi di Kolegium Urologi Indonesia yang diselesaikan pada tahun 2022. Dengan keahlian tersebut, beliau menangani berbagai kelainan fungsi saluran kemih, gangguan urologi pada perempuan, serta gangguan berkemih akibat kelainan saraf.
Apa saja keahlian dr. Andika?
dr. Andika memiliki kompetensi dalam menangani berbagai gangguan urologi, khususnya yang berkaitan dengan fungsi saluran kemih, kesehatan urologi perempuan, dan neurourologi, antara lain:
- Gangguan saluran kemih pada wanita, termasuk infeksi saluran kemih (ISK) yang berulang.
- Gangguan berkemih, seperti sulit buang air kecil, aliran urine lemah, atau kandung kemih yang tidak dapat dikosongkan secara optimal.
- Inkontinensia urine atau tidak mampu menahan buang air kecil (ngompol) pada orang dewasa maupun lanjut usia.
- Gangguan fungsi kandung kemih akibat kelainan sistem saraf (neurourologi), misalnya pada pasien pascastroke atau diabetes.
- Berbagai kelainan fungsi saluran kemih yang memerlukan evaluasi dan penanganan oleh dokter urologi subspesialis fungsional, perempuan, dan neuro-urologi.
Jadwal dr. Andika di RS Mandaya Royal Puri
- Andika Afriansyah, Sp.U, Subsp. FFN (K), MARS bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 16.00 – 20.00
- Kamis: 16.00 – 20.00
- Sabtu: 09.00 – 16.00.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Overactive Bladder (OAB): Causes, Symptoms & Treatment. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14248-overactive-bladder). Diakses pada 15 September 2026.
- UCLA Health. Botox for Overactive Bladder. (https://www.uclahealth.org/medical-services/womens-pelvic-health/diagnostic-testing-office-services/botox-overactive-bladder). Diakses pada 15 September 2026.
- Maidstone and Tunbridge Wells NHS Trust. Botox Injections for the Treatment of an Overactive Bladder. (https://www.mkuh.nhs.uk/patient-information-leaflet/botox-injections-for-the-treatment-of-an-overactive-bladder-2). Diakses pada 15 September 2026.

