Kasus tumor otak berukuran besar kembali berhasil ditangani di Mandaya Royal Hospital Puri. Seorang pasien wanita berusia 51 tahun asal Karawang menjalani operasi pengangkatan tumor otak jenis glioblastoma dengan ukuran lebih dari 5 cm oleh Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS alias Dr. Joy. Tindakan dilakukan menggunakan teknik microsurgery yang bertujuan mengangkat tumor secara maksimal sekaligus menjaga fungsi penting otak.
“Habis dioperasi Rabu, Kamisnya bisa melihat. Bisa melihat ada TV, mata sudah kembali lagi. Tangan sama kaki sudah alhamdulillah sudah bisa jalan-jalan. Jumatnya sudah normal kembali. Tadinya sama sekali tidak bisa. Alhamdulillah dioperasi sama Dr. Joy sekarang normal kembali.,” kata pasien.
Contents
Keluhan dan gejala awal yang perlu diwaspadai
Gejala awal yang dialami pasien bermula dari keluhan sakit kepala setelah beraktivitas di rumah. Awalnya kondisi tersebut dianggap sebagai keluhan biasa dan diatasi dengan obat sakit kepala. Namun, dalam waktu singkat, pasien mengalami kejang yang menjadi tanda adanya gangguan serius pada otak.
Pasien kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat, namun kejang kembali terjadi saat tiba di IGD. Setelah mendapatkan penanganan awal dan kondisi sempat membaik, keluhan serupa kembali muncul sekitar satu bulan kemudian. Pemeriksaan lanjutan melalui CT scan akhirnya menemukan adanya benjolan di otak.
Seiring waktu, kondisi pasien terus memburuk. Gangguan penglihatan mulai muncul, disertai kelemahan pada tangan dan kaki, serta penurunan fungsi kognitif seperti mudah lupa dan kesulitan mengenali orang. Meskipun telah disarankan untuk menjalani operasi, keputusan tersebut sempat tertunda karena kekhawatiran terhadap tindakan di area otak.
Baca juga: 14 Gejala Tumor Otak yang Sering Disepelekan
Kondisi pasien saat tiba di tumah sakit
Menurut Dr. Joy, banyak gejala tumor otak yang sering tidak disadari karena menyerupai keluhan sehari-hari. Sakit kepala berkepanjangan, gangguan penglihatan, hingga perubahan kemampuan berpikir dan berbahasa merupakan tanda yang tidak boleh diabaikan.
Saat datang ke Mandaya Royal Hospital Puri, kondisi pasien sudah cukup berat. Pasien mengalami kejang, penurunan kesadaran, serta kelemahan pada sisi kanan tubuh yang menyebabkan tangan dan kaki sulit digerakkan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya tumor otak berukuran lebih dari 5 cm. Ukuran tumor yang besar ini menyebabkan tekanan pada area otak yang berperan dalam fungsi bicara, motorik, dan penglihatan, sehingga menimbulkan berbagai gejala yang dialami pasien.
Penanganan dengan teknik microsurgery dan perkembangan pascaoperasi

Dr. Joy dan tim kemudian memutuskan untuk segera melakukan tindakan operasi. Prosedurnya dilakukan menggunakan teknik microsurgery dengan bantuan intraoperative monitoring (IONM) untuk menjaga fungsi neurologis selama operasi berlangsung.
Pendekatan ini memungkinkan pengangkatan tumor secara presisi sekaligus meminimalkan risiko kerusakan pada jaringan otak yang sehat. Berkat teknik ini, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang sangat cepat setelah operasi.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, kemampuan penglihatan dan kekuatan motorik pasien mengalami peningkatan signifikan. Bahkan, beberapa jam setelah operasi, pasien sudah sadar, mampu berinteraksi, serta mulai melakukan aktivitas ringan.
Proses pemulihan juga berlangsung relatif singkat. Dalam beberapa hari setelah tindakan, pasien sudah dapat kembali beraktivitas dan diperbolehkan pulang ke rumah. Hasil ini menunjukkan bahwa penanganan yang cepat, tepat, dan didukung teknologi modern dapat memberikan harapan besar bagi pasien dengan tumor otak, bahkan dalam kondisi yang sudah cukup berat.
Profil keahlian dan jadwal praktek Dr. Joy di RS Mandaya Royal Puri

Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS merupakan dokter spesialis bedah saraf dengan subspesialisasi di bidang penyakit pembuluh darah otak. Ia menempuh pendidikan doktoral di University of Helsinki dengan fokus riset pada aneurisma otak, yang semakin memperkuat kompetensinya dalam menangani kasus-kasus neurologi kompleks.
Selain menjalankan praktik klinis, Dr. Joy juga aktif di dunia akademik. Ia telah menulis buku berjudul Memahami Aneurisma Otak yang mengulas secara komprehensif mengenai kondisi tersebut, mulai dari penyebab hingga penanganannya.
Dalam praktik sehari-hari, Dr. Joy menangani berbagai gangguan pada sistem saraf, di antaranya aneurisma otak, penyempitan pembuluh darah otak, perdarahan otak, tumor otak, hingga kanker otak. Berbekal pengalaman klinis yang luas serta pelatihan bertaraf internasional, ia dikenal sebagai salah satu dokter bedah saraf yang memiliki kompetensi tinggi di Indonesia.
Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: by appointment
- Selasa: 14.00 – 17.00 WIB
- Rabu: by appointment
- Kamis: 08.00 – 12.00 WIB
- Jumat: 14.00 – 17.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 12.00 WIB
Untuk mempermudah proses kunjungan ke RS Mandaya Royal Puri, pasien dapat menggunakan fitur Chat melalui WhatsApp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang tersedia di Google Play dan App Store. Melalui layanan ini, pasien dapat mengatur jadwal konsultasi, melihat nomor antrean, serta memperoleh berbagai informasi penting terkait layanan rumah sakit.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

