Terapi kanker hati Selective Internal Radiation Therapy (SIRT) Y-90 kini telah tersedia di Indonesia melalui RS Mandaya Royal Puri. Sejak pertama kali diperkenalkan pada Mei 2026, terapi yang menggunakan partikel radioaktif Yttrium-90 ini telah diberikan kepada setidaknya 5 pasien kanker hati di Mandaya.
Dari pasien yang telah menjalani evaluasi pascatindakan, dua di antaranya sudah menunjukkan hasil yang dapat diamati melalui pemeriksaan lanjutan. Pada salah satu pasien, pemeriksaan terbaru menunjukkan penurunan area tumor yang menyerap kontras (enhancement). Temuan ini mengindikasikan berkurangnya aliran darah menuju tumor dan mulai tidak aktifnya jaringan tumor.

Perubahan tersebut juga terlihat dari ukuran massa tumor yang sebelumnya mencapai 8,8 x 10,4 cm, kemudian mengecil menjadi 6,8 x 6,7 cm. Selain perubahan pada hasil pencitraan, kondisi pasien juga menunjukkan perkembangan secara klinis dengan keluhan yang sebelumnya dirasakan mulai mereda.
Sementara itu, pada pasien lainnya, hasil pencitraan menunjukkan lesi di hati sudah tidak memperlihatkan tanda-tanda aktivitas sel tumor. Kondisi tersebut disebut sebagai non-viable tumor, yang berarti jaringan tumor sudah tidak aktif atau sel-sel tumornya telah mati sehingga tidak lagi memiliki kemampuan untuk tumbuh, membelah diri, maupun menyebar.
Public Relations Manager Mandaya Hospital Group, Erwin Suyanto, mengungkapkan bahwa perkembangan ini menjadi bukti nyata manfaat SIRT Y-90 bagi pasien kanker hati di Indonesia.
“Melihat perkembangan pasien yang sudah menjalani SIRT Y-90 di RS Mandaya Royal Puri, kami semakin yakin bahwa terapi ini mampu memberikan harapan baru bagi pasien kanker hati di Indonesia. Beberapa pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan, mulai dari tumor yang mengecil dan gejala yang mereda. Kehadiran terapi Y-90 juga menjadi bagian dari inovasi dalam pengobatan kanker hati, khususnya bagi pasien yang membutuhkan pilihan terapi yang lebih terarah dan memiliki kondisi yang tidak mudah ditangani dengan operasi,” ujar Erwin.
Bagaimana SIRT Y-90 Bekerja untuk Menangani Kanker Hati?
SIRT Y-90 merupakan terapi yang menggunakan Yttrium-90, yaitu partikel radioaktif yang diarahkan langsung ke tumor di hati melalui pembuluh darah. Prosedurnya dilakukan dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah di area paha, kemudian mengarahkannya menuju pembuluh darah yang memasok tumor.
Setelah mencapai area tumor, partikel Y-90 akan memancarkan radiasi dari jarak yang sangat dekat dengan jaringan kanker. Pendekatan ini memungkinkan radiasi diberikan secara lebih terarah pada area tumor, dengan tetap mempertimbangkan jaringan hati sehat di sekitarnya.
SIRT Y-90 dapat digunakan untuk menangani kanker hati primer maupun kanker yang telah menyebar (metastasis) ke hati. Terapi ini juga dapat dipertimbangkan pada pasien dengan tumor yang sulit ditangani melalui operasi, termasuk ketika lokasi tumor berdekatan dengan pembuluh darah besar.
Terapi Y-90 juga dapat digunakan untuk membantu mengecilkan ukuran tumor. Perubahan tersebut dapat menjadi bagian dari rangkaian penanganan berikutnya, termasuk membuka kemungkinan dilakukannya tindakan operasi atau transplantasi hati berdasarkan evaluasi tim dokter.
“Sebagian besar pasien yang mendapatkan terapi Y-90 adalah pasien kanker hati yang sudah advanced atau lanjut dan tidak memungkinkan untuk dioperasi. Dengan adanya terapi ini, setelah tumornya mengecil dan jaringan hati yang sehat membesar, hal tersebut memberikan peluang untuk memotong dan mengangkat keseluruhan tumor di hati sehingga disisakan hati yang sehat. Tentunya dengan berharap pasien dapat dinyatakan remisi dari kanker hati. Ini sebuah lompatan dalam dunia medis yang sangat menggembirakan, dari yang tadinya tidak memiliki harapan menjadi mungkin seorang pasien kanker hati stadium lanjut mungkin disembuhkan,” lanjut Erwin.
Didukung Ekosistem Penanganan Kanker Hati di Mandaya
Pelaksanaan SIRT Y-90 di RS Mandaya Royal Puri merupakan bagian dari layanan penanganan kanker hati yang terintegrasi dan komprehensif, mulai dari diagnosis hingga berbagai pilihan terapi. Setelah mendapatkan SIRT Y-90, kondisi pasien dapat dievaluasi kembali untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya sesuai dengan respons terhadap terapi.
Mandaya Royal Hospital Puri juga memiliki teknologi robotik Da Vinci Xi yang dapat digunakan dalam prosedur reseksi hati dengan sayatan minimal. Selain itu, Mandaya telah memiliki lisensi untuk melakukan transplantasi hati apabila tindakan tersebut menjadi bagian dari rencana penanganan pasien berdasarkan hasil evaluasi tim medis.
Tindakan SIRT Y-90 di RS Mandaya Royal Puri dilakukan oleh dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI, dokter spesialis radiologi intervensi, dengan dukungan tim dokter spesialis kedokteran nuklir RS Mandaya Royal Puri yang bertanggung jawab dalam penyiapan partikel Yttrium-90.
Hingga saat ini, sebanyak 5 pasien telah menjalani terapi SIRT Y-90 di RS Mandaya Royal Puri, dengan hasil pascatindakan yang masih terus dipantau melalui pemeriksaan dan evaluasi klinis. Kehadiran terapi ini menambah pilihan penanganan bagi pasien kanker hati di Indonesia, khususnya dalam kasus yang memerlukan pendekatan terapi yang terarah dan minimal invasif.

