Tendon Achilles Putus: Kenali Gejala, Penyebab, hingga Pengobatannya

Tendon Achilles Putus: Kenali Gejala, Penyebab, hingga Pengobatannya

Cedera tendon Achilles putus merupakan kondisi ketika tendon Achilles, yaitu jaringan kuat yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit, mengalami robekan sebagian atau seluruhnya. Kondisi ini paling sering terjadi saat melakukan aktivitas olahraga, terutama olahraga yang melibatkan gerakan melompat, tetapi juga dapat dialami oleh siapa saja.

Tendon Achilles berperan penting dalam menggerakkan kaki, seperti mengarahkan telapak kaki ke bawah, berdiri atau berjalan dengan bertumpu pada ujung jari kaki, serta mendorong kaki saat berjalan. Karena digunakan hampir setiap kali kaki bergerak, cedera pada tendon ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Saat tendon Achilles mengalami ruptur atau putus, penderita dapat merasakan atau mendengar bunyi seperti “pop”, diikuti nyeri tajam pada bagian belakang pergelangan kaki hingga tungkai bawah. Kondisi ini juga dapat membuat seseorang sulit berjalan. Penanganannya dapat dilakukan melalui operasi maupun metode nonoperasi, tergantung pada kondisi dan tingkat keparahan cedera.

Konsultasi dokter

Gejala tendon Achilles putus

Salah satu tanda khas tendon Achilles yang mengalami putus atau ruptur adalah munculnya sensasi atau bunyi seperti “pop” atau “snap” di bagian belakang pergelangan kaki. Sebagian orang bahkan mengira ada sesuatu yang mengenai atau menendang bagian belakang kakinya, padahal sensasi tersebut berasal dari tendon yang robek.

Gejala lain yang dapat muncul meliputi:

  • Nyeri tajam dan tiba-tiba di bagian belakang pergelangan kaki, terutama di dekat tumit.
  • Pembengkakan dan memar di bagian belakang pergelangan kaki.
  • Nyeri saat berjalan, terutama ketika menaiki tangga atau berjalan menanjak.
  • Nyeri saat ditekan atau disentuh pada area tempat tendon mengalami robekan.

Baca juga: 8 Jenis Cedera Olahraga yang Perlu Diwaspadai, Kenali Juga Penanganannya

Apa yang menyebabkan tendon Achilles putus?

Putus atau robeknya tendon Achilles dapat terjadi ketika kualitas tendon menurun sehingga menjadi lebih rentan terhadap cedera, kemudian menerima beban atau tekanan yang melebihi kemampuannya. Beberapa penyebab dan faktor yang dapat meningkatkan risiko meliputi:

  • Tendinopati: perubahan atau kerusakan pada tendon akibat proses penggunaan, perbaikan, dan degenerasi yang berlangsung berulang.
  • Gerakan olahraga yang tiba-tiba: seperti melompat dengan kuat, berputar secara mendadak, atau melakukan akselerasi saat berlari sehingga menyebabkan cedera olahraga.
  • Beban berlebihan pada tendon: tekanan yang terlalu besar secara tiba-tiba dapat menyebabkan tendon mengalami robekan.
  • Jatuh atau tersandung: benturan atau gerakan mendadak akibat kehilangan keseimbangan juga dapat menyebabkan tendon Achilles ruptur.
  • Kondisi medis tertentu: beberapa penyakit, termasuk kondisi reumatologis, dapat menyebabkan tendon menjadi lebih lemah dan mudah mengalami robekan.
  • Penggunaan obat tertentu: penggunaan steroid dalam jangka panjang atau beberapa jenis antibiotik dapat meningkatkan risiko tendon Achilles mengalami ruptur.

Baca juga: Penanganan Cedera Olahraga: Mulai dari Istirahat hingga Operasi

Pengobatan tendon Achilles putus

Sebelum mendapatkan penanganan medis, nyeri dan pembengkakan pada tendon Achilles yang cedera dapat dikurangi dengan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation), yaitu:

  • Rest (Istirahat): hindari menumpukan beban pada kaki yang mengalami cedera.
  • Ice (Es): kompres area yang cedera menggunakan es untuk membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan.
  • Compression (Kompresi): balut area pergelangan kaki dengan perban untuk memberikan tekanan dan membantu mencegah pembengkakan bertambah.
  • Elevation (Elevasi): posisikan kaki sejajar atau lebih tinggi dari jantung untuk membantu mengurangi pembengkakan.

Proses penyembuhan tendon Achilles yang robek umumnya membutuhkan waktu sekitar 4–6 bulan. Penanganan medis dapat meliputi:

  • Brace atau gips berjalan: Penanganan tanpa operasi dilakukan dengan membatasi pergerakan kaki dan pergelangan kaki yang cedera. Kaki, pergelangan kaki, dan betis akan diposisikan menggunakan brace atau gips dengan telapak kaki mengarah ke bawah agar tendon dapat menyatu selama proses penyembuhan.
  • Operasi: Pada pasien yang aktif, terutama usia paruh baya atau lebih muda, dokter dapat merekomendasikan operasi untuk memperbaiki tendon yang robek. Prosedur dilakukan dengan menyatukan kembali kedua ujung tendon menggunakan jahitan. Setelah operasi, kaki bagian bawah biasanya perlu menggunakan gips untuk menjaga tendon tetap tidak bergerak selama masa pemulihan.
  • Fisioterapi: Fisioterapi diperlukan untuk membantu mengembalikan kekuatan, fleksibilitas, dan kemampuan bergerak tendon Achilles, baik setelah menjalani operasi maupun dengan penanganan tanpa operasi.

Cara mencegah tendon Achilles putus

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko cedera tendon Achilles:

  • Lakukan peregangan dan penguatan otot betis secara rutin, tanpa memaksakan hingga terasa nyeri.
  • Variasikan jenis olahraga, misalnya mengombinasikan olahraga berdampak tinggi seperti lari dengan aktivitas berdampak rendah seperti berjalan, bersepeda, atau berenang.
  • Gunakan permukaan olahraga yang lebih aman dan sepatu olahraga yang nyaman serta memiliki bantalan yang baik.
  • Tingkatkan intensitas latihan secara bertahap, dengan menambah durasi, jarak, atau intensitas latihan tidak lebih dari sekitar 10% per minggu.

Penanganan tendon Achilles putus oleh dokter ortopedi yang ahli cedera olahraga di RS Mandaya Puri

dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP
dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP

Pasien laki-laki berusia 37 tahun mengalami ruptur tendon Achilles saat bermain sepak bola, ditandai dengan bunyi seperti “pop” pada betis dan kesulitan berjalan. Pemeriksaan dilakukan dengan memberikan tekanan pada otot betis sambil mengamati pergerakan pergelangan kaki. Tidak adanya pergerakan pergelangan kaki dapat menjadi tanda adanya ruptur tendon Achilles.

Pasien kemudian menjalani operasi perbaikan tendon Achilles dengan teknik minimal invasif oleh dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP. Prosedur dilakukan melalui sayatan sekitar 3 cm untuk mempertemukan dan mengikat kembali bagian tendon yang putus. Setelah operasi, kaki diimobilisasi dan pasien menjalani fisioterapi bertahap untuk membantu mengembalikan kekuatan serta fungsi kaki.

Berikut adalah profil dr. Venan, dokter ortopedi dengan keahlian di bidang cedera olahraga:

Educational Background

  • Dokter Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran
  • Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi, Universitas Padjadjaran
  • Overseas Orthopaedic Training Program, Semmelweis University, Budapest, Hungaria.

Courses & Trainings

  • Advanced Trauma Life Support (ATLS), Jakarta
  • Advanced Cardiac Life Support (ACLS), Jakarta
  • Update of Practical Medical Treatment for General Practitioner, Bandung
  • Workshop “OA Management: The Role of Viscosupplement”, Bandung
  • COE 61st: Management of the Cruciate Patella and Osteoarthritis, Bali
  • The 12th Annual Scientific Meeting of the Indonesian Spine Society, Banjarmasin
  • AO Trauma Course, Jakarta.

Jadwal praktik dr. Venan di RS Mandaya Royal Puri

dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 10.00 – 12.00 WIB
  • Rabu: 16.00 – 20.00 WIB
  • Jumat: 16.00 – 20.00 WIB
  • Sabtu: 16.00 – 20.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Cleveland Clinic. Achilles Tendon Rupture. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21703-achilles-tendon-rupture). Diakses pada 3 September 2026.
  2. Mayo Clinic. Achilles Tendon Rupture – Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/achilles-tendon-rupture/symptoms-causes/syc-20353234). Diakses pada 3 September 2026.
  3. NHS Fife. Achilles Tendon Rupture. (https://www.nhsfife.org/services/all-services/patient-advice/achilles-tendon-rupture/). Diakses pada 3 September 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes