Open reduction and internal fixation (ORIF) merupakan prosedur operasi untuk memperbaiki tulang yang patah atau mengalami fraktur. Dalam tindakan ini, dokter ortopedi mengembalikan posisi tulang ke posisi yang seharusnya, kemudian menahannya menggunakan alat fiksasi seperti pen agar tulang dapat menyatu dan pulih dengan baik.
Pada operasi tertentu, ORIF dapat dilakukan menggunakan teknik Wide Awake Local Anesthesia No Tourniquet (WALANT). Teknik ini menggunakan anestesi lokal untuk membuat area yang akan dioperasi mati rasa, sehingga pasien tidak perlu menjalani bius total dan tetap dalam kondisi sadar selama tindakan.
WALANT dapat digunakan untuk menangani sejumlah cedera pada tangan dan pergelangan tangan. Salah satu keunggulannya adalah pasien tetap dapat berkomunikasi dengan dokter selama operasi. Pada kondisi tertentu, pasien bahkan dapat diminta menggerakkan jari atau tangannya sehingga dokter dapat menilai fungsi dan pergerakan tangan secara langsung selama prosedur.

Baru-baru ini, seorang pasien yang mengalami gangguan pada tangan hingga tidak dapat menggenggam menjalani operasi ORIF dengan teknik WALANT di RS Mandaya Royal Puri bersama dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K. Selama operasi berlangsung, pasien tetap sadar dan dapat berkomunikasi dengan dokter.
Contents
Penjelasan prosedur ORIF dengan teknik WALANT oleh dr. Jecky
Menurut dr. Jecky, operasi ORIF dengan teknik WALANT memungkinkan pasien tetap sadar sejak awal hingga akhir prosedur. Kondisi ini memberikan kesempatan bagi dokter untuk melakukan evaluasi fungsi dan gerakan tangan secara langsung selama operasi.
Pada kasus ini, dokter melakukan operasi untuk memperbaiki tulang pada jari tangan yang mengalami patah sekaligus memasang implan untuk mempertahankan posisi tulang. Karena pasien tidak dibuat tertidur dengan anestesi umum, dokter dapat meminta pasien menggerakkan jarinya selama prosedur berlangsung.
Pasien dapat diminta meluruskan jari, menggenggam, dan kembali meluruskan tangan. Gerakan tersebut kemudian dapat diamati langsung oleh dokter untuk memastikan fungsi dan posisi jari setelah dilakukan tindakan.
Evaluasi secara langsung ini menjadi salah satu keunggulan WALANT pada operasi tangan. Dokter dapat menilai hasil tindakan saat operasi masih berlangsung, sekaligus membantu menentukan koreksi yang diperlukan untuk mendapatkan fungsi gerak tangan yang optimal. Dengan demikian, diharapkan risiko perlunya tindakan operasi ulang dapat diminimalkan.
Bagaimana prosedur WALANT dilakukan?
Teknik WALANT menggunakan anestesi lokal untuk membuat area yang akan dioperasi mati rasa, tanpa memerlukan bius umum. Sesuai namanya, prosedur ini juga dilakukan tanpa menggunakan tourniquet atau alat pembendung aliran darah yang biasanya dipasang pada lengan selama operasi.
Dalam teknik WALANT, dokter menggunakan kombinasi obat lidokain, epinefrin, dan sodium bikarbonat. Lidokain berfungsi mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri, epinefrin membantu mengurangi perdarahan selama operasi, sedangkan sodium bikarbonat membantu membuat larutan anestesi terasa lebih nyaman saat disuntikkan.
Sebelum tindakan, area yang akan dioperasi dibuat mati rasa dan dibersihkan secara menyeluruh dengan cairan antiseptik. Pasien tetap dalam kondisi sadar dan dapat duduk dengan nyaman selama prosedur. Setelah area operasi dipastikan tidak terasa nyeri, dokter kemudian melakukan tindakan operasi yang diperlukan.
Karena tidak menggunakan bius umum, pasien juga dapat pulang pada hari yang sama atau keesokan harinya setelah kondisi dinilai memungkinkan dan mengikuti instruksi pemulihan dari dokter.
Apa saja keunggulan teknik WALANT?
Salah satu keunggulan utama WALANT adalah tidak membutuhkan bius total. Hal ini dapat memberikan sejumlah manfaat bagi pasien, antara lain:
- Pemulihan lebih cepat, karena pasien tidak mengalami efek mengantuk atau rasa lemas yang dapat muncul setelah anestesi umum.
- Tidak perlu berpuasa sebelum tindakan seperti pada prosedur yang menggunakan bius total, sesuai dengan kondisi dan instruksi dokter.
- Mengurangi efek samping terkait anestesi umum (bius total) atau sedasi, seperti mual, pusing, atau rasa tidak nyaman setelah tindakan.
- Tidak memerlukan evaluasi khusus terkait toleransi anestesi umum sebelum prosedur dalam kondisi yang sesuai.
- Waktu tindakan dapat lebih efisien, karena tidak selalu membutuhkan persiapan seperti pada operasi dengan anestesi umum.
- Lebih minim rasa tidak nyaman setelah operasi, karena WALANT dilakukan tanpa tourniquet dan umumnya tanpa pemasangan infus untuk anestesi umum.
Selain itu, pada operasi tangan, pasien yang tetap sadar memungkinkan dokter menilai gerakan jari dan fungsi tangan secara langsung selama prosedur. Hal inilah yang menjadi salah satu keunggulan WALANT dalam membantu dokter mengevaluasi hasil tindakan secara real time.
Kondisi yang umum ditangani dengan teknik WALANT
Teknik WALANT dapat diterapkan pada sejumlah tindakan ortopedi, terutama untuk kondisi yang menyerang tangan dan pergelangan tangan. Beberapa kondisi yang dapat ditangani dengan teknik ini antara lain:
- Carpal tunnel syndrome, yaitu gangguan akibat adanya tekanan pada saraf medianus di pergelangan tangan.
- Trigger finger, yang membuat jari terasa kaku, sulit digerakkan, atau seperti terkunci ketika ditekuk maupun diluruskan.
- Kista atau ganglion, termasuk prosedur untuk mengangkat benjolan yang tumbuh di area tangan atau pergelangan tangan.
- Kontraktur Dupuytren, kondisi ketika jaringan di bawah kulit telapak tangan menebal sehingga jari perlahan tertarik ke arah telapak tangan.
- De Quervain’s tenosynovitis, yaitu peradangan pada tendon yang berada di sisi ibu jari dekat pergelangan tangan.
- Pengangkatan massa atau benjolan, terutama pada jenis massa tertentu yang ditemukan di tangan dan pergelangan tangan.
Meski dapat digunakan untuk berbagai kondisi, tidak semua operasi tangan dapat dilakukan dengan teknik WALANT. Dokter akan menentukan apakah teknik ini sesuai berdasarkan kondisi pasien, jenis kelainan, prosedur yang dibutuhkan, serta hasil pemeriksaan sebelum operasi.
Operasi tangan dengan teknik WALANT di RS Mandaya Royal Puri

Pasien dengan gangguan pada tangan dan pergelangan tangan yang membutuhkan tindakan menggunakan teknik WALANT dapat berkonsultasi dengan dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K di RS Mandaya Royal Puri. Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi sekaligus konsultan ini memiliki kompetensi dalam menangani berbagai masalah pada jari, tangan, siku, dan bahu, termasuk prosedur pada ekstremitas atas dengan teknik WALANT.
dr. Jecky menempuh pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, kemudian melanjutkan pendidikan Magister Kesehatan (S2) di Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Pendidikan spesialisnya di bidang Ortopedi dan Traumatologi juga diselesaikan di Universitas Hasanuddin, Makassar.
Untuk memperluas keahliannya, dr. Jecky mengikuti Comprehensive Course in Musculoskeletal Pain Intervention and Regeneration di Precursor, Universitas Padjadjaran, Bandung. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Subspesialis/Konsultan Hand, Upper Limb and Microsurgery di RSUD dr. Soetomo/Universitas Airlangga, Surabaya.
Di samping kompetensinya di bidang ortopedi dan ekstremitas atas, dr. Jecky juga memiliki keahlian dalam penanganan nyeri. Ia telah menyelesaikan sertifikasi nasional di bidang fisiologi olahraga dan memperoleh gelar AIFO-K (Ahli Ilmu Faal Olahraga Klinis). Ia juga memegang sertifikasi internasional CIPS (Certified Interventional Pain Sonologist) dari World Institute of Pain (WIP), yang diperoleh melalui ujian sertifikasi di Budapest, Hungaria.
Pasien yang ingin berkonsultasi mengenai masalah pada jari, tangan, pergelangan tangan, siku, atau bahu, termasuk untuk mengetahui apakah kondisi tertentu dapat ditangani dengan teknik WALANT, dapat menemui dr. Jecky Chandra di RS Mandaya Royal Puri pada jadwal berikut:
Jadwal praktik dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K di RS Mandaya Royal Puri:
- Senin: 08.00–12.00 WIB
- Selasa: 08.00–12.00 WIB
- Rabu: 13.00–17.00 WIB
- Kamis: 13.00–17.00 WIB
- Jumat: 08.00–12.00 WIB
- Sabtu: 17.00–20.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Open Reduction and Internal Fixation (ORIF). (https://my.clevelandclinic.org/health/procedures/open-reduction-and-internal-fixation-orif). Diakses pada 14 Agustus 2026.
- Washington University in St. Louis. WALANT Hand Surgery. (https://plasticsurgery.wustl.edu/patient-care/hand-surgery/walant-hand-surgery/). Diakses pada 14 Agustus 2026.
- University Orthopedic Associates. Understanding the Benefits of WALANT Surgery. (https://uoanj.com/understanding-benefits-walant-surgery/). Diakses pada 14 Agustus 2026.
- Orthopaedic Associates of Manhasset. What Is WALANT? (https://www.orthopaedicassociatesmanhasset.com/blog/what-is-walant/). Diakses pada 14 Agustus 2026.

