Tangan Sakit? Kenali 7 Penyebab dan Dokter Ortopedi yang Bisa Menanganinya

Tangan Sakit? Kenali 7 Penyebab dan Dokter Ortopedi yang Bisa Menanganinya

Tangan sakit merupakan keluhan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari mengetik, menggenggam benda, hingga menggerakkan jari. Rasa sakit ini bisa muncul secara tiba-tiba akibat cedera atau berkembang secara perlahan karena kondisi tertentu yang memengaruhi tulang, sendi, tendon, maupun saraf pada tangan.

Ada berbagai penyebab tangan sakit yang perlu dikenali, mulai dari carpal tunnel syndrome (CTS), trigger finger, patah tulang tangan, radang sendi (arthritis), hingga kista ganglion. Penanganannya perlu disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Jika keluhan tidak kunjung membaik atau mengganggu aktivitas, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi, termasuk konsultan bedah tangan dan bedah mikro, untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Konsultasi dokter

Penyebab tangan sakit yang perlu diwaspadai

Berikut adalah beberapa penyebab tangan sakit yang perlu Anda waspadai:

1. Carpal tunnel syndrome (CTS)

Carpal tunnel syndrome (CTS) merupakan salah satu gangguan saraf yang paling umum terjadi pada tangan. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri pada beberapa bagian, seperti:

  • Telapak tangan dan beberapa jari tangan
  • Pergelangan tangan
  • Lengan bawah.

Nyeri akibat CTS sering kali terasa lebih parah pada malam hari dibandingkan siang hari. Kondisi ini juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti:

  • Kelemahan pada tangan
  • Kesemutan
  • Mati rasa atau kebas.

Gejala tersebut biasanya lebih terasa pada ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah. Akibatnya, penderita dapat mengalami kesulitan saat menggenggam atau memegang benda.

CTS terjadi ketika pembengkakan atau peradangan menekan saraf median (median nerve) di pergelangan tangan. Saraf ini berperan dalam menghantarkan sensasi dan mengendalikan impuls otot pada ibu jari serta sebagian besar jari tangan, kecuali jari kelingking dan separuh jari manis yang berada di sisi kelingking.

Saraf median melewati terowongan karpal (carpal tunnel), yaitu saluran sempit yang terbentuk dari tulang dan jaringan ikat di pangkal tangan. Pada ruang yang terbatas ini, saraf median dapat terjepit akibat peradangan atau iritasi pada tendon maupun pembengkakan jaringan di sekitarnya.

2. Patah tulang tangan

Patah tulang atau fraktur merupakan kondisi ketika tulang mengalami retak atau patah yang dapat menyebabkan nyeri pada tangan. Selain rasa sakit, patah tulang tangan juga dapat menimbulkan beberapa gejala berikut:

  • Kekakuan pada tangan atau jari
  • Pembengkakan
  • Keterbatasan gerakan
  • Sendi terasa tidak stabil
  • Posisi jari saling tumpang tindih
  • Mati rasa pada jari tangan.

Sebagai contoh, jika mengalami patah tulang pada jari, Anda mungkin tidak dapat menggerakkannya secara penuh. Jari yang mengalami cedera juga bisa terlihat sedikit lebih pendek dibandingkan ukuran normalnya.

3. Arthritis (radang sendi)

Arthritis atau radang sendi merupakan salah satu penyebab umum tangan sakit. Kondisi ini dapat terjadi ketika tulang rawan, yaitu jaringan kuat yang melapisi ujung tulang dan membantu sendi bergerak dengan lancar, mulai mengalami kerusakan. Akibatnya, tulang dapat bergesekan satu sama lain sehingga memicu pembengkakan, iritasi, dan nyeri.

Pada tangan, radang sendi paling sering terjadi di beberapa area berikut:

  • Pangkal ibu jari
  • Sendi tengah pada satu atau beberapa jari
  • Sendi ujung jari yang paling dekat dengan ujung jari.

Jenis radang sendi yang paling umum adalah osteoarthritis. Kondisi ini dapat berkembang seiring bertambahnya usia atau setelah cedera, seperti patah tulang maupun dislokasi sendi. Jika terjadi pada tangan, osteoarthritis dapat menimbulkan gejala berupa:

  • Nyeri pada tangan
  • Pembengkakan
  • Kekakuan pada sendi.

Selain itu, benjolan tulang dapat terbentuk pada sendi tengah atau sendi ujung jari. Osteoarthritis juga dapat menyebabkan nyeri tumpul yang terasa dalam di pangkal ibu jari. Seiring waktu, kekuatan tangan dapat berkurang sehingga aktivitas sehari-hari, seperti menggenggam benda atau membuka tutup wadah, menjadi lebih sulit dilakukan.

4. Trigger finger

Trigger finger adalah kondisi ketika jari tangan tersangkut dalam posisi menekuk dan tiba-tiba dapat kembali lurus disertai sensasi seperti sentakan. Kondisi yang juga dikenal sebagai stenosing tenosynovitis ini paling sering memengaruhi jari manis dan ibu jari, tetapi dapat terjadi pada jari lainnya.

Trigger finger terjadi ketika tendon yang mengendalikan gerakan jari tidak dapat bergerak dengan lancar melalui selubung tendon (tendon sheath) yang mengelilinginya. Hal ini dapat disebabkan oleh pembengkakan pada bagian selubung tendon atau terbentuknya benjolan kecil pada tendon.

Gejala trigger finger dapat berkembang dari ringan hingga berat, meliputi:

  • Jari terasa kaku, terutama pada pagi hari.
  • Muncul sensasi seperti bunyi letupan atau klik saat jari digerakkan.
  • Nyeri saat disentuh atau muncul benjolan pada telapak tangan di pangkal jari yang terdampak.
  • Jari tersangkut atau terkunci dalam posisi menekuk, kemudian tiba-tiba kembali lurus.
  • Jari terkunci dalam posisi menekuk dan sulit diluruskan.

Trigger finger dapat memengaruhi jari mana pun, termasuk ibu jari. Kondisi ini juga dapat terjadi pada lebih dari satu jari sekaligus dan melibatkan kedua tangan. Gejalanya biasanya terasa lebih parah pada pagi hari.

5. Kista Ganglion

Kista ganglion adalah benjolan kecil berisi cairan yang terbentuk tepat di bawah permukaan kulit. Benjolan ini dapat muncul setelah terjadi cedera pada tendon atau sendi. Cedera tersebut dapat menyebabkan sebagian jaringan menonjol, terisi cairan, lalu membentuk kantung kecil. 

Kista ganglion paling sering muncul di sekitar sendi tertentu, meliputi:

  • Pergelangan tangan: Benjolan dapat muncul di sisi depan maupun belakang pergelangan tangan.
  • Jari tangan: Benjolan dapat terbentuk di sekitar sendi jari, terutama di dekat pangkal jari pada telapak tangan atau di dekat kuku.
  • Kaki: Benjolan dapat muncul di dekat pergelangan kaki atau jari-jari kaki.

6. Kontraktur Dupuytren

Kontraktur Dupuytren adalah kondisi ketika jaringan ikat di telapak tangan menebal dan mengencang secara bertahap. Seiring waktu, kondisi ini dapat menarik satu atau beberapa jari hingga terus-menerus berada dalam posisi menekuk dan sulit diluruskan.

Kondisi ini sering kali diawali dengan munculnya benjolan kecil yang tidak terasa nyeri di telapak tangan, kemudian berkembang secara bertahap. Kontraktur Dupuytren lebih sering terjadi pada pria berusia di atas 50 tahun, terutama mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.

7. Diabetes dan penyakit sistemik lainnya

Tangan sakit tidak selalu disebabkan oleh masalah pada tangan itu sendiri. Penyakit tertentu, seperti diabetes, dapat merusak saraf yang mengatur fungsi tangan. Kondisi ini dikenal sebagai neuropati fokal (focal neuropathy) dan dapat menimbulkan gejala yang mirip dengan CTS. Penderita diabetes juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami saraf terjepit, termasuk CTS, dibandingkan orang yang tidak menderita diabetes.

Selain diabetes, gangguan tiroid dan lupus juga dapat berkontribusi terhadap munculnya nyeri dan kekakuan pada tangan. Oleh karena itu, jika keluhan tangan sakit berlangsung terus-menerus, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.

Rekomendasi dokter ortopedi untuk menangani tangan sakit

dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K
dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K

dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K merupakan dokter spesialis ortopedi konsultan yang memiliki kompetensi dalam menangani berbagai masalah pada tulang, sendi, otot, serta jaringan yang berperan dalam sistem gerak. Keahliannya mencakup penanganan gangguan pada tangan dan jari, seperti nyeri akibat cedera, gangguan tendon, serta kondisi lain yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Salah satu teknik yang dapat digunakan dalam tindakan tertentu pada tangan adalah WALANT (Wide Awake Local Anesthesia No Tourniquet). Teknik ini menggunakan anestesi lokal tanpa pemasangan tourniquet atau alat penekan aliran darah. Dengan metode ini, pasien tetap sadar selama tindakan, sehingga dokter dapat menilai pergerakan tangan atau jari secara langsung pada prosedur tertentu. Penggunaan WALANT disesuaikan dengan jenis kondisi dan kebutuhan medis pasien.

Pemilihan penanganan, baik melalui terapi konservatif maupun tindakan bedah, akan disesuaikan dengan penyebab tangan sakit dan tingkat keparahan kondisi pasien. Konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi konsultan bedah tangan dan bedah mikro dapat membantu menentukan pilihan penanganan yang tepat.

dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 08.00 – 12.00 WIB
  • Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
  • Rabu: 13.00 – 17.00 WIB
  • Kamis: 13.00 – 17.00 WIB
  • Jumat: 08.00 – 12.00 WIB
  • Sabtu: 17.00 – 20.00 WIB.

Fasilitas pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri

Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pasien yang berasal dari luar kota maupun luar negeri:

  • Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan nyaman yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
  • Penjemputan ambulans medis: Penjemputan khusus bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari titik kedatangan (bandara/stasiun/pelabuhan) yang dilengkapi peralatan medis dan pendampingan tenaga kesehatan profesional.
  • Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Fasilitas penginapan nyaman bagi keluarga yang mendampingi pasien, terletak langsung di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta opsi apartemen terdekat.
  • Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan khusus bagi pasien luar negeri untuk pengurusan koordinasi medis, penerjemah, hingga administrasi. Untuk informasi dan bantuan International Patient Relation, Anda dapat menghubungi 021 5092 8888 atau email ke [email protected].

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. WebMD. Hand Pain: Causes. (https://www.webmd.com/pain-management/hand-pain-causes). Diakses pada 26 Oktober 2026.
  2. Mayo Clinic. Trigger finger – Symptoms and causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/trigger-finger/symptoms-causes/syc-20365100). Diakses pada 26 Oktober 2026.
  3. Cleveland Clinic. Ganglion Cyst. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/ganglion-cyst). Diakses pada 26 Oktober 2026.
  4. OrthoTOC. Why Does My Hand Hurt? (https://orthotoc.com/why-does-my-hand-hurt/). Diakses pada 26 Oktober 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes