Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Salah satu bentuk penyakit jantung yang paling sering terjadi adalah penyakit jantung koroner, yaitu kondisi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke otot jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan. Kabar baiknya, perkembangan dunia medis telah menghadirkan berbagai pilihan penanganan untuk membantu mengembalikan aliran darah ke jantung dan menurunkan risiko serangan jantung. Dua prosedur yang umum digunakan adalah pemasangan ring jantung (stent) dan operasi bypass jantung.
Meskipun sama-sama bertujuan memperbaiki aliran darah ke otot jantung, pemasangan ring dan operasi bypass memiliki perbedaan dalam metode tindakan, proses pemulihan, hingga hasil jangka panjang. Karena itu, memilih antara prosedur pemasangan ring yang minimal invasif dan operasi bypass jantung yang lebih kompleks dapat menjadi keputusan yang tidak mudah bagi pasien. Lantas, mana yang lebih sesuai untuk mengatasi sumbatan pada jantung?
Contents
Mengenal ring jantung dan operasi bypass jantung
Sebelum menentukan apakah pasien membutuhkan pemasangan ring jantung atau operasi bypass jantung, penting untuk memahami bahwa kedua prosedur ini memiliki cara kerja dan indikasi yang berbeda. pe
Pilihan prosedur tidak hanya ditentukan oleh tingkat penyumbatan, tetapi juga mempertimbangkan jumlah pembuluh darah yang mengalami penyempitan, lokasi sumbatan, kondisi kesehatan pasien, serta hasil pemeriksaan jantung.
1. Ring jantung
Penumpukan plak di dalam pembuluh darah koroner dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga aliran darah menuju otot jantung berkurang. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti nyeri dada. Jika terbentuk bekuan darah pada area pembuluh darah yang sudah menyempit hingga menyebabkan sumbatan total, kondisi tersebut dapat memicu serangan jantung.
Pemasangan ring jantung atau stent dilakukan dengan menempatkan tabung kecil berbentuk jaring dari kawat di dalam pembuluh darah koroner yang menyempit. Alat ini berfungsi menjaga pembuluh darah tetap terbuka sehingga aliran darah menuju jantung dapat kembali lebih lancar. Pada kondisi tertentu, misalnya ketika penyumbatan mencapai sekitar 70%, dokter dapat mempertimbangkan pemasangan stent untuk membantu membuka pembuluh darah, meningkatkan aliran darah, dan mengurangi keluhan seperti nyeri dada. Sebagian besar stent dirancang untuk tetap berada di dalam pembuluh darah secara permanen dan dapat membantu menurunkan risiko terjadinya serangan jantung.
2. Operasi bypass jantung
Berbeda dengan pemasangan ring yang membuka bagian pembuluh darah yang menyempit, operasi bypass jantung membuat jalur baru agar aliran darah dapat melewati bagian pembuluh darah koroner yang tersumbat atau menyempit. Dalam prosedur ini, dokter menggunakan pembuluh darah sehat dari bagian tubuh lainnya sebagai graft atau cangkok pembuluh darah.
Pembuluh darah yang digunakan dapat berasal dari vena di kaki, arteri di dada, atau dalam kondisi tertentu arteri dari pergelangan tangan. Dokter kemudian menghubungkan salah satu ujung graft pada pembuluh darah di atas lokasi sumbatan dan ujung lainnya di bawah lokasi sumbatan. Dengan demikian, darah dapat mengalir melalui jalur baru tersebut untuk mencapai otot jantung tanpa harus melewati bagian pembuluh darah yang tersumbat. Prosedur inilah yang dikenal sebagai operasi bypass arteri koroner atau coronary artery bypass grafting (CABG).
Perbedaan ring jantung dan operasi bypass jantung
Meskipun sama-sama bertujuan mengembalikan aliran darah ke otot jantung, pemasangan ring dan operasi bypass memiliki perbedaan yang cukup signifikan, mulai dari cara prosedur dilakukan, lama pemulihan, hingga efektivitasnya pada kondisi penyumbatan tertentu. Berikut beberapa perbedaan yang perlu diketahui:
- Tingkat invasivitas: Pemasangan ring jantung dilakukan menggunakan kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah, sehingga hanya membutuhkan akses atau sayatan kecil. Sementara itu, operasi bypass merupakan prosedur pembedahan yang lebih kompleks karena pada metode konvensional membutuhkan akses melalui dada.
- Waktu pemulihan: Pasien yang menjalani pemasangan ring umumnya dapat kembali beraktivitas dalam beberapa hari hingga sekitar satu minggu, tergantung kondisi masing-masing. Sementara itu, pemulihan setelah operasi bypass biasanya membutuhkan waktu lebih lama, yaitu beberapa minggu hingga beberapa bulan.
- Efektivitas: Operasi bypass dapat menjadi pilihan pada kasus penyakit arteri koroner yang lebih kompleks, termasuk ketika terdapat penyumbatan pada beberapa pembuluh darah. Sementara itu, pemasangan ring umumnya dapat digunakan untuk menangani penyumbatan yang lebih terlokalisasi atau kondisi yang sesuai untuk intervensi kateter.
- Ketahanan hasil: Pada kondisi tertentu, operasi bypass dapat memberikan hasil yang lebih tahan lama dibandingkan pemasangan ring. CABG juga dapat memberikan manfaat pada kelompok pasien tertentu, termasuk pasien dengan diabetes atau penyumbatan pada beberapa pembuluh darah. Namun, pilihan terapi tetap perlu ditentukan berdasarkan kondisi dan hasil pemeriksaan setiap pasien.
Pilih pasang ring jantung atau operasi bypass jantung?
Pemilihan antara pemasangan ring jantung dan operasi bypass jantung bergantung pada beberapa faktor, termasuk:
- Jumlah pembuluh darah yang mengalami penyumbatan
- Lokasi sumbatan
- Kondisi kesehatan secara keseluruhan
- Tingkat keparahan gejala yang dialami pasien.
Pemasangan ring jantung merupakan prosedur yang lebih minimal invasif, membutuhkan waktu rawat inap yang lebih singkat, dan umumnya memungkinkan pemulihan lebih cepat. Prosedur ini sering kali sesuai untuk pasien dengan satu atau dua pembuluh darah yang mengalami penyumbatan, tergantung pada kondisi dan hasil pemeriksaan.
Sementara itu, operasi bypass jantung umumnya dapat direkomendasikan pada pasien dengan beberapa penyumbatan, penyakit pada left main coronary artery (arteri koroner utama kiri), atau pasien dengan diabetes dalam kondisi tertentu. Meskipun masa pemulihannya cenderung lebih panjang, operasi bypass dapat memberikan hasil yang lebih tahan lama dan manfaat kelangsungan hidup jangka panjang yang lebih baik pada kasus penyakit jantung koroner yang kompleks.
Oleh karena itu, keputusan mengenai prosedur yang paling sesuai sebaiknya dilakukan melalui diskusi dan evaluasi menyeluruh bersama dokter spesialis jantung, dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan setiap pasien.
Pilihan penanganan sumbatan jantung di RS Mandaya Royal Puri
RS Mandaya Royal Puri menyediakan layanan penanganan penyakit jantung koroner, termasuk pemasangan ring jantung dan operasi bypass jantung atau. Kedua prosedur tersebut memiliki indikasi dan metode yang berbeda, sehingga dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan pilihan terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. Tindakan pemasangan ring jantung di RS Mandaya Royal Puri dilakukan oleh tim dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan kualifikasi khusus kardiologi intervensi.
Selain operasi bypass jantung konvensional, RS Mandaya Royal Puri juga menyediakan Minimally Invasive Coronary Artery Bypass Grafting (MICS CABG). Metode ini memungkinkan operasi bypass dilakukan melalui sayatan yang lebih kecil dan tanpa membelah tulang dada (sternum), sehingga dapat mengurangi trauma pembedahan dan mendukung proses pemulihan pasien. Pada pasien yang memenuhi kriteria, prosedur MICS CABG juga dapat dilakukan dengan bantuan teknologi robotik Da Vinci Xi, yang membantu dokter melakukan tindakan secara lebih presisi. Tindakannya dilakukan oleh dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular subspesialis bedah jantung dewasa.
Dengan tersedianya pilihan pemasangan ring, CABG, hingga MICS CABG dengan dukungan teknologi robotik, pasien dapat memperoleh pilihan penanganan yang disesuaikan dengan kompleksitas penyumbatan, kondisi kesehatan, dan hasil evaluasi dokter. Konsultasi dengan dokter spesialis jantung dan bedah jantung diperlukan untuk menentukan prosedur yang paling tepat.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Gleneagles Hospitals. Heart Stents vs. Bypass Surgery: Which Option Is Right for You? (https://gleneagles.com.my/health-digest/heart-stents-vs-bypass-surgery-options). Diakses pada 27 Agustus 2026.
- American Heart Association. Stent. (https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/treatment-of-a-heart-attack/stent). Diakses pada 27 Agustus 2026.
- Johns Hopkins Medicine. Coronary Artery Bypass Graft Surgery. (https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/coronary-artery-bypass-graft-surgery). Diakses pada 27 Agustus 2026.

