Stadium Kanker Serviks: Dari 1 hingga 4 dan Pengobatannya

Stadium Kanker Serviks: Dari 1 hingga 4 dan Pengobatannya

Kanker serviks adalah kanker yang bermula dari sel-sel di leher rahim, yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Kanker ini umumnya berkembang secara perlahan, diawali dengan perubahan abnormal pada sel-sel leher rahim yang dapat berkembang menjadi sel kanker. Jika tidak terdeteksi dan ditangani, sel kanker dapat tumbuh lebih dalam dan menyebar ke jaringan di sekitarnya hingga bagian tubuh lainnya. 

Luas penyebaran kanker tersebut menentukan stadium kanker serviks, yang dibagi menjadi stadium 1 hingga 4 berdasarkan lokasi dan sejauh mana kanker telah menyebar.

Konsultasi dokter

Penjelasan stadium kanker serviks: dari 1 hingga 4

Stadium kanker menggambarkan sejauh mana kanker telah berkembang dan menyebar dari lokasi awal kemunculannya ke bagian tubuh lain. Mengetahui stadium kanker serviks penting untuk membantu dokter menentukan pengobatan yang paling sesuai dengan kondisi pasien.

1. Stadium 1

Pada stadium 1, kanker hanya ditemukan di leher rahim dan belum menyebar ke jaringan di sekitarnya. Stadium ini dibagi menjadi stadium IA dan IB berdasarkan ukuran tumor serta kedalaman sel kanker menembus jaringan leher rahim.

  • Stadium IA1: Sel kanker hanya dapat dilihat melalui mikroskop dan telah menembus jaringan leher rahim dengan kedalaman maksimal 3 mm.
  • Stadium IA2: Sel kanker hanya dapat dilihat melalui mikroskop dan telah menembus jaringan leher rahim dengan kedalaman lebih dari 3 mm hingga maksimal 5 mm.
  • Stadium IB1: Tumor berukuran maksimal 2 cm dan telah menembus jaringan leher rahim dengan kedalaman lebih dari 5 mm.
  • Stadium IB2: Tumor berukuran lebih dari 2 cm hingga maksimal 4 cm.
  • Stadium IB3: Tumor berukuran lebih dari 4 cm.

Baca juga: Kenali 10 Gejala Kanker Serviks: Pentingnya Deteksi Dini

2. Stadium 2

Pada stadium 2, kanker telah menyebar dari leher rahim ke dua pertiga bagian atas vagina atau jaringan di sekitar rahim, tetapi belum mencapai dinding panggul maupun sepertiga bagian bawah vagina.

Stadium ini dibagi menjadi beberapa substadium berdasarkan lokasi penyebaran dan ukuran tumor.

  • Stadium IIA1: Kanker telah menyebar ke dua pertiga bagian atas vagina, tetapi belum mencapai jaringan di sekitar rahim. Ukuran tumor maksimal 4 cm.
  • Stadium IIA2: Kanker telah menyebar ke dua pertiga bagian atas vagina, tetapi belum mencapai jaringan di sekitar rahim. Ukuran tumor lebih dari 4 cm.
  • Stadium IIB: Kanker telah menyebar ke jaringan di sekitar rahim, tetapi belum mencapai dinding panggul.

3. Stadium 3

Pada stadium 3, kanker serviks telah menyebar lebih jauh, yaitu ke sepertiga bagian bawah vagina atau dinding panggul. Kanker juga dapat menyebabkan gangguan pada ginjal atau menyebar ke kelenjar getah bening.

Stadium ini dibagi menjadi tiga substadium:

  • Stadium IIIA: Kanker telah menyebar ke sepertiga bagian bawah vagina, tetapi belum mencapai dinding panggul.
  • Stadium IIIB: Kanker telah menyebar ke dinding panggul dan/atau menyumbat salah satu atau kedua saluran yang mengalirkan urine dari ginjal ke kandung kemih (ureter). Penyumbatan ini dapat menyebabkan ginjal membesar atau tidak berfungsi dengan baik.
  • Stadium IIIC: Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening. Stadium ini dibagi menjadi IIIC1 jika penyebaran mencapai kelenjar getah bening panggul dan IIIC2 jika mencapai kelenjar getah bening di sekitar pembuluh darah besar dekat ginjal (paraaorta).

4. Stadium 4

Kanker serviks stadium 4 menandakan bahwa kanker telah menyebar ke luar panggul, mencapai lapisan dalam kandung kemih atau rektum (bagian akhir usus besar), maupun menyebar ke organ yang lebih jauh. Stadium ini dibagi menjadi dua substadium.

  • Stadium IVA: Kanker telah menyebar ke organ panggul di dekat leher rahim, seperti kandung kemih atau rektum.
  • Stadium IVB: Kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang lebih jauh, seperti hati, paru-paru, tulang, atau kelenjar getah bening yang jauh dari lokasi awal kanker.

Stadium IV juga dikenal sebagai kanker metastatik. Kondisi ini terjadi ketika sel kanker menyebar melalui sistem getah bening atau aliran darah, kemudian membentuk tumor di organ lain. Meskipun ditemukan di organ yang berbeda, sel kanker tersebut tetap berasal dari kanker serviks. Sebagai contoh, jika kanker serviks menyebar ke paru-paru, sel kanker yang tumbuh di paru-paru tetap merupakan sel kanker serviks, bukan kanker paru-paru.

Bagaimana pengobatan kanker serviks dilakukan?

Pengobatan kanker serviks ditentukan berdasarkan beberapa faktor, termasuk stadium kanker, usia, kondisi kesehatan secara keseluruhan, serta keinginan pasien untuk memiliki anak di masa depan.

Berikut beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan untuk menangani kanker serviks:

  • Operasi: Pada kanker serviks berukuran sangat kecil, dokter dapat mengangkat jaringan yang mengandung sel kanker saja. Pada kondisi tertentu, operasi dapat dilakukan dengan mengangkat leher rahim (trakelektomi), rahim beserta leher rahim (histerektomi), atau organ-organ lain di panggul melalui prosedur pelvic exenteration.
  • Radioterapi: Metode ini menggunakan radiasi berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker. Radioterapi dapat dilakukan dari luar tubuh melalui external beam radiation therapy (EBRT) atau dengan menempatkan sumber radiasi di dalam atau dekat area kanker melalui brakiterapi.
  • Kemoterapi: Pengobatan ini menggunakan obat-obatan yang bekerja melalui aliran darah untuk menghancurkan sel kanker di dalam tubuh.
  • Terapi target: Metode ini menggunakan obat-obatan yang menargetkan karakteristik tertentu pada sel kanker untuk menghambat pertumbuhan atau menghancurkannya, dengan tujuan meminimalkan kerusakan pada sel sehat.
  • Imunoterapi: Pengobatan ini membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan sel kanker.
  • Uji klinis: Pasien dapat berpartisipasi dalam penelitian medis untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas metode pengobatan baru bagi kanker serviks.
  • Perawatan paliatif: Perawatan ini bertujuan meredakan gejala, mengurangi rasa tidak nyaman, serta memberikan dukungan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien selama menjalani pengobatan.

Apakah kanker serviks bisa disembuhkan?

Ya, kanker serviks dapat disembuhkan, terutama jika ditemukan pada stadium awal. Dokter juga dapat menggunakan istilah remisi untuk menggambarkan kondisi ketika tanda-tanda kanker telah menghilang atau tidak lagi terdeteksi melalui pemeriksaan. Meski demikian, kanker serviks masih berpotensi kambuh sehingga pasien tetap perlu menjalani pemeriksaan dan pemantauan sesuai anjuran dokter.

Pengobatan kanker serviks di Mandaya Royal Hospital Puri

Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan layanan penanganan kanker serviks secara menyeluruh, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis, hingga pengobatan sesuai stadium dan kondisi pasien. Proses penanganan didukung oleh tim dokter spesialis multidisiplin serta fasilitas diagnostik modern untuk membantu mengevaluasi kondisi kanker dan menentukan rencana perawatan yang sesuai.

Pilihan pengobatan kanker serviks di Mandaya Royal Hospital Puri meliputi operasi, kemoterapi, radioterapi, dan terapi lainnya sesuai indikasi medis. Setiap rencana perawatan disusun berdasarkan hasil pemeriksaan, stadium kanker, kondisi kesehatan, serta kebutuhan pasien. Dengan layanan yang terintegrasi, pasien dapat memperoleh pendampingan medis sejak tahap diagnosis hingga menjalani pengobatan dan pemantauan lanjutan.

Fasilitas pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri

Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pasien yang berasal dari luar kota maupun luar negeri:

  • Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan nyaman yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
  • Penjemputan ambulans medis: Penjemputan khusus bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari titik kedatangan (bandara/stasiun/pelabuhan) yang dilengkapi peralatan medis dan pendampingan tenaga kesehatan profesional.
  • Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Fasilitas penginapan nyaman bagi keluarga yang mendampingi pasien, terletak langsung di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta opsi apartemen terdekat.
  • Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan khusus bagi pasien luar negeri untuk pengurusan koordinasi medis, penerjemah, hingga administrasi. Untuk informasi dan bantuan International Patient Relation, Anda dapat menghubungi 021 5092 8888 atau email ke [email protected].

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. National Cancer Institute. Cervical Cancer. (https://www.cancer.gov/types/cervical). Diakses pada 19 Oktober 2026.
  2. National Cancer Institute. Cervical Cancer Stages. (https://www.cancer.gov/types/cervical/stages). Diakses pada 19 Oktober 2026.
  3. Cleveland Clinic. Cervical Cancer. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12216-cervical-cancer). Diakses pada 19 Oktober 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes