Siku Sakit Setelah Gym, Kenali Penanganan dan Rekomendasi Dokter Cedera Olahraga yang Menanganinya

Siku Sakit Setelah Gym, Kenali Penanganan dan Rekomendasi Dokter Cedera Olahraga yang Menanganinya

Siku sakit setelah gym dapat menjadi tanda cedera akibat penggunaan berlebihan atau overuse injury. Kondisi yang secara medis dikenal sebagai triceps tendonitis ini menyebabkan nyeri pada sendi siku akibat peradangan pada tendon trisep, yaitu jaringan yang menghubungkan otot trisep dengan sendi siku. 

Cedera akibat penggunaan berlebihan dapat terjadi karena gerakan yang dilakukan secara berulang dan memberikan tekanan pada siku serta otot trisep, seperti bench press, push-up, dips, dan shoulder press. Selain gerakan yang berulang, teknik latihan yang kurang tepat, waktu pemulihan yang tidak cukup, serta penggunaan beban yang terlalu berat juga dapat meningkatkan risiko terjadinya lifter’s elbow. 

Konsultasi dokter

Kapan harus ke dokter jika siku sakit setelah gym?

Jika siku sakit setelah gym disertai gejala-gejala berikut ini, segeralah datang ke dokter untuk memeriksakan diri:

  • Nyeri atau sensasi terbakar pada siku saat berolahraga, dengan intensitas yang dapat bervariasi mulai dari rasa tidak nyaman ringan hingga nyeri yang cukup tajam.
  • Siku tetap terasa nyeri atau pegal setelah latihan selesai, terutama jika aktivitas sebelumnya memberikan banyak tekanan pada otot trisep dan sendi siku.
  • Kekuatan genggaman tangan berkurang saat berolahraga, sehingga aktivitas yang membutuhkan tenaga untuk menggenggam atau mendorong beban dapat terasa lebih sulit.
  • Siku terasa kaku atau tegang ketika ditekuk dan diluruskan, sehingga rentang gerak siku dapat terasa lebih terbatas atau tidak nyaman.

Baca juga: 5 Jenis Cedera Akibat Padel yang Perlu Diwaspadai

Tips mengatasi siku sakit setelah gym di rumah

Jika mengalami siku sakit setelah gym, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mencoba penanganan di rumah atau kembali berolahraga. Memaksakan latihan saat siku belum pulih justru dapat memperparah cedera dan memperpanjang waktu pemulihan. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan keluhan:

1. Istirahatkan siku

Cara sederhana yang dapat dilakukan adalah mengistirahatkan siku dan menggunakannya hanya ketika diperlukan. Setelah mengalami cedera, tubuh membutuhkan waktu untuk memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan. Lama waktu istirahat dapat berbeda-beda, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan cedera.

Jika nyeri siku berlangsung cukup lama atau tidak kunjung membaik, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

2. Kompres dengan es

Gunakan kompres es selama sekitar 20 menit setiap kali pemakaian dan lakukan beberapa kali dalam sehari. Kompres dingin dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa tidak nyaman pada siku.

Jangan menempelkan es secara langsung ke kulit. Bungkus es atau ice pack dengan kain atau handuk tipis terlebih dahulu untuk membantu melindungi kulit.

3. Gunakan perban kompresi

Perban kompresi dapat digunakan pada siku yang mengalami cedera untuk membantu mengurangi pembengkakan dan memberikan dukungan pada sendi. Pada awalnya, tekanan dari perban mungkin terasa kurang nyaman, sehingga pastikan penggunaannya tidak terlalu ketat.

4. Konsumsi obat pereda nyeri

Jika nyeri terasa mengganggu, obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol atau ibuprofen, dapat membantu meredakan gejala. Namun, penggunaannya sebaiknya tetap berdasarkan anjuran dokter atau tenaga kesehatan. Jika tidak yakin mengenai jenis obat atau dosis yang sesuai, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Baca juga: Suka Main Padel? Waspadai Padel Elbow, RS Mandaya Puri Punya Dokter yang Ahli Menanganinya

Bagaimana cara mencegah siku sakit setelah gym?

Cedera tidak selalu dapat sepenuhnya dicegah, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko siku sakit setelah gym, terutama saat melakukan latihan angkat beban.

  • Lakukan peregangan. Melakukan peregangan sebelum dan setelah berolahraga dapat membantu mempersiapkan sekaligus melemaskan otot. Jika siku atau tendon trisep terasa kaku, lakukan peregangan pada area persendian di sekitar siku, termasuk bahu dan pergelangan tangan, untuk membantu meningkatkan fleksibilitas dan rentang gerak.
  • Lakukan pijat atau pelemasan otot. Penggunaan massage ball atau foam roller dapat membantu mengurangi kekakuan pada otot dan jaringan di sekitar siku. Dengan begitu, persendian dapat bergerak lebih bebas selama melakukan aktivitas.
  • Perhatikan teknik latihan. Menggunakan teknik atau form yang benar sangat penting untuk mengurangi risiko cedera sekaligus membantu membangun otot secara optimal. Hindari melakukan gerakan dengan posisi tubuh yang salah atau beban yang terlalu berat.
  • Berikan waktu untuk beristirahat. Rasa pegal setelah sesi latihan merupakan hal yang umum. Namun, jika siku terus terasa nyeri atau kaku, terutama saat ditekuk maupun diluruskan, kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri.

Rekomendasi dokter ortopedi yang bisa tangani siku sakit setelah gym

1. dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP

dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP
dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP

Jika siku sakit setelah gym atau aktivitas olahraga lainnya tidak kunjung membaik, Anda dapat berkonsultasi dengan dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP di RS Mandaya Royal Puri. Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi dengan keahlian di bidang sports injury ini menangani berbagai masalah muskuloskeletal, termasuk cedera pada tendon, otot, ligamen, dan sendi.

dr. Venansius memiliki gelar CF-Sports Injury dan AIFO-K, serta sertifikasi CIPS dan FIPP yang mendukung kompetensinya dalam penanganan cedera olahraga dan nyeri muskuloskeletal. Ia menempuh pendidikan kedokteran dan spesialis ortopedi di Universitas Padjadjaran serta mengikuti pelatihan ortopedi di Semmelweis University, Budapest, Hungaria.

Jadwal praktik dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP di RS Mandaya Royal Puri:

  • Selasa: 10.00–12.00 WIB
  • Rabu: 16.00–20.00 WIB
  • Jumat: 16.00–20.00 WIB
  • Sabtu: 16.00–20.00 WIB.

2. dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K

dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K

Anda dapat berkonsultasi dengan dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K di RS Mandaya Royal Puri. Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi sekaligus konsultan ini memiliki keahlian dalam menangani berbagai gangguan pada ekstremitas atas, termasuk siku, bahu, tangan, dan jari.

dr. Jecky menempuh pendidikan dokter, magister kesehatan, serta spesialis ortopedi dan traumatologi di Universitas Hasanuddin. Ia juga menyelesaikan pendidikan Subspesialis/Konsultan Hand, Upper Limb and Microsurgery di RSUD dr. Soetomo/Universitas Airlangga. Kompetensinya didukung sertifikasi AIFO-K di bidang fisiologi olahraga serta CIPS (Certified Interventional Pain Sonologist) dari World Institute of Pain (WIP).

Jadwal praktik dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K di RS Mandaya Royal Puri:

  • Senin: 08.00–12.00 WIB
  • Selasa: 08.00–12.00 WIB
  • Rabu: 13.00–17.00 WIB
  • Kamis: 13.00–17.00 WIB
  • Jumat: 08.00–12.00 WIB
  • Sabtu: 17.00–20.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Midwest Sports and Spine Physicians. Weightlifter’s Elbow. (https://msspc.org/weightlifters-elbow/). Diakses pada 14 Agustus 2026.
  2. Village Gym. Elbow Pain After Gym: Why It Happens & What To Do. (https://www.villagegym.co.uk/blog/elbow-pain-after-gym-why-it-happens-what-to-do/). Diakses pada 14 Agustus 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes