Gangguan menelan atau disfagia merupakan salah satu komplikasi yang cukup sering dialami oleh pasien setelah mengalami stroke. Kondisi ini terjadi karena stroke dapat mengganggu fungsi otot dan saraf yang berperan dalam proses menelan, sehingga penderita dapat mengalami kesulitan saat makan atau minum. Jika tidak dikenali dan ditangani dengan tepat, disfagia pasca stroke dapat meningkatkan risiko kekurangan gizi, dehidrasi, tersedak, pneumonia akibat makanan atau minuman yang masuk ke saluran napas, hingga menghambat proses pemulihan pasien.
Kabar baiknya, RS Mandaya Royal Puri menyediakan berbagai pilihan terapi untuk membantu mengatasi susah menelan pasca stroke. Mulai dari pemeriksaan Flexible Endoscopic Evaluation of Swallowing (FEES) untuk menilai kemampuan menelan pasien, Terapi Magnet Transcranial Magnetic Stimulation (TMS), hingga terapi wicara (speech therapy) yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
Contents
Pilihan terapi susah menelan pasca stroke di RS Mandaya Royal Puri
Berikut adalah beberapa pilihan terapi susah menelan untuk pasien pasca stroke di RS Mandaya Royal Puri:
1. Flexible Endoscopic Evaluation of Swallowing (FEES)
Flexible Endoscopic Evaluation of Swallowing (FEES) merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai kemampuan menelan pada pasien, termasuk pasien yang mengalami stroke. Pemeriksaan ini menggunakan selang kecil dan lentur yang dilengkapi kamera (endoskop), kemudian dimasukkan secara perlahan melalui hidung untuk melihat secara langsung kondisi tenggorokan serta proses menelan saat pasien mengonsumsi makanan atau minuman dengan berbagai tekstur.
Pemeriksaan FEES penting dilakukan karena banyak pasien stroke mengalami gangguan menelan (disfagia), bahkan sebagian di antaranya tidak menyadari adanya masalah tersebut. Melalui pemeriksaan ini, dokter dan terapis dapat mengetahui apakah makanan atau minuman masuk ke saluran yang benar atau justru berisiko masuk ke saluran napas (aspirasi), yang dapat menyebabkan tersedak hingga pneumonia.
Hasil pemeriksaan FEES juga membantu tim medis menentukan penanganan yang paling tepat, mulai dari latihan menelan, penyesuaian tekstur makanan, hingga terapi lanjutan agar proses makan dan minum menjadi lebih aman selama masa pemulihan pasca stroke.
2. Transcranial Magnetic Stimulation (TMS)
Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) merupakan terapi noninvasif yang memanfaatkan gelombang magnet untuk merangsang sel-sel saraf di otak tanpa memerlukan tindakan operasi maupun sayatan. Terapi ini tidak menimbulkan rasa nyeri dan telah digunakan untuk membantu penanganan berbagai kondisi, seperti depresi, obsessive-compulsive disorder (OCD), migrain tertentu, serta rehabilitasi pasien dengan gangguan saraf, termasuk pemulihan pasca stroke.

Cara kerja TMS meliputi:
- Dokter menempatkan kumparan magnet (coil) pada area kepala yang sesuai dengan bagian otak yang akan dirangsang.
- Kumparan tersebut menghasilkan denyut magnet yang dapat menembus tulang tengkorak tanpa memerlukan operasi atau sayatan.
- Denyut magnet kemudian memicu impuls listrik berintensitas rendah pada sel-sel saraf di area otak yang ditargetkan.
- Pola dan intensitas stimulasi disesuaikan dengan tujuan terapi, baik untuk meningkatkan aktivitas pada area otak yang kurang aktif maupun menurunkan aktivitas pada area yang terlalu aktif.
- Stimulasi ini membantu memperbaiki fungsi jaringan saraf sehingga dapat mendukung proses pemulihan fungsi otak, termasuk kemampuan menelan pada sebagian pasien pasca stroke yang mengalami gangguan akibat kerusakan saraf.
Baca juga: 5 Keunggulan Transcranial Magnetic Stimulation (TMS), Harapan Baru Pasien Stroke
3. Terapi wicara (speech therapy)
Terapi wicara (speech therapy) merupakan salah satu metode penanganan yang dapat membantu mengatasi gangguan menelan pada pasien pasca stroke.
Di RS Mandaya Royal Puri, terapi ini dilakukan oleh terapis wicara yang bekerja sama dengan dokter rehab untuk menyusun program rehabilitasi sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. Jenis latihan yang diberikan akan disesuaikan dengan bagian proses menelan yang mengalami gangguan, sehingga terapi dapat membantu meningkatkan kemampuan menelan secara bertahap sekaligus mengurangi risiko tersedak maupun aspirasi saat makan dan minum.
Baca juga: 7 Jenis Terapi Stroke yang Bisa Bantu Pemulihan
Dokter spesialis rehab medik di RS Mandaya Royal Puri
1. dr. Andre Sugiyono, Sp.KFR

Salah satu dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi yang dapat Anda temui di RS Mandaya Royal Puri adalah dr. Andre Sugiyono, Sp.KFR.
dr. Andre menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Katolik Atma Jaya, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Universitas Indonesia.
Beliau memiliki kompetensi dalam berbagai layanan rehabilitasi medik, di antaranya:
- Elektroterapi
- Fisioterapi
- Hidroterapi
- Rehabilitasi pascastroke.
dr. Andre Sugiyono, Sp.KFR melayani konsultasi di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal berikut:
- Senin: 08.30–15.30 WIB
- Selasa: 08.30–15.30 WIB
- Rabu: 08.30–15.30 WIB
- Kamis: 08.30–15.30 WIB
- Jumat: 08.30–15.30 WIB
- Sabtu: 14.30–19.00 WIB.
2. dr. Eugene Nathania, Sp.KFR

dr. Eugene Nathania, Sp.KFR merupakan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi medik yang menempuh pendidikan dokter umum serta spesialis di Universitas Indonesia.
Beliau memiliki keahlian dalam berbagai bidang rehabilitasi, seperti rehabilitasi obstetri, manual therapy, taping, hingga dry needling. Selain itu, dr. Eugene juga menangani berbagai keluhan nyeri muskuloskeletal serta membantu pasien mengembalikan fungsi gerak dan mobilitas tubuh.
Jadwal praktik dr. Eugene Nathania, Sp.KFR di RS Mandaya Royal Puri adalah:
- Senin: 08.00–14.00 WIB
- Selasa: 08.00–14.00 WIB
- Rabu: 08.00–14.00 WIB
- Kamis: 08.00–14.00 WIB
- Jumat: 08.00–14.00 WIB
- Sabtu: 08.00–14.00 WIB.
3. dr. Johanes Putra, Sp.KFR

Rekomendasi dokter rehabilitasi medik lainnya di RS Mandaya Royal Puri adalah dr. Johanes Putra, Sp.KFR.
Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, kemudian meraih gelar spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dari Universitas Indonesia.
Fokus praktik dr. Johanes meliputi penanganan gangguan muskuloskeletal yang melibatkan otot, tulang, dan sendi. Selain itu, beliau juga memiliki kompetensi dalam melakukan manajemen nyeri intervensi untuk membantu mengurangi keluhan nyeri dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
dr. Johanes Putra, Sp.KFR membuka praktik di RS Mandaya Royal Puri pada jadwal berikut:
- Senin: 14.30–20.00 WIB
- Selasa: 14.30–20.00 WIB
- Rabu: 14.30–20.00 WIB
- Kamis: 14.30–20.00 WIB
- Jumat: 14.30–20.00 WIB
- Sabtu: 08.00–14.00 WIB.
Baca juga: Rumah Sakit Rehabilitasi Medik di Jakarta Barat dan Tangerang, RS Mandaya Puri
Dokter saraf ahli terapi TMS pascastroke di RS Mandaya Royal Puri

Selain dokter spesialis rehab, Mandaya Royal Hospital Puri juga punya dokter spesialis saraf ahli terapi TMS yang dapat Anda temui di RS Mandaya Royal Puri adalah Dr. dr. Yetty Ramli, Sp.N(K). Beliau memiliki fokus keahlian di bidang neurorestorasi, neurobehavior, dan neurotrauma untuk pasien anak maupun dewasa.
Dr. Yetty berpengalaman dalam menangani berbagai gangguan neurologis, seperti penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, terapi pascastroke, hingga autisme pada anak. Selain itu, beliau juga memiliki kompetensi dalam terapi neuromodulasi menggunakan Transcranial Direct Current Stimulation (tDCS), pemeriksaan Electroencephalography (EEG), serta berbagai pendekatan neurorestorasi untuk membantu memulihkan fungsi sistem saraf.
Beliau menyelesaikan pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, kemudian meraih gelar spesialis neurologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dr. Yetty juga memperoleh gelar Ph.D. di bidang Biomedik Veteriner dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Untuk memperdalam keahliannya, beliau mengikuti berbagai program fellowship di bidang Neuropediatri di Sydney Children’s Hospital, serta fellowship Neurobehavior, Neurorestorasi, dan Neurotrauma, sehingga memiliki kompetensi yang komprehensif dalam menangani berbagai penyakit dan gangguan sistem saraf.
Jadwal praktik Dr. dr. Yetty Ramli, Sp.N(K) di RS Mandaya Royal Puri:
- Senin: 16.00–20.00 WIB
- Rabu: 16.00–20.00 WIB
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

