Benjolan pada payudara dapat menimbulkan kekhawatiran, terutama karena kondisi ini sering dikaitkan dengan kanker payudara. Namun, tidak semua benjolan payudara merupakan kanker. Benjolan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari perubahan jaringan payudara yang bersifat jinak hingga kondisi yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Lantas, periksa payudara ke dokter spesialis apa jika ada benjolan? Pemeriksaan dapat dilakukan oleh dokter spesialis bedah onkologi (B. Onk) yang memiliki kompetensi dalam mengevaluasi dan menangani berbagai kelainan atau benjolan pada payudara. Pemeriksaan sejak dini membantu dokter mengetahui penyebab benjolan dan menentukan langkah pemeriksaan maupun penanganan yang sesuai.
RS Mandaya Royal Puri memiliki tim dokter spesialis bedah onkologi yang berpengalaman dalam melakukan pemeriksaan benjolan payudara, seperti dr. Abdul Rahman, SpB, Subsp.Onk (K) dan dr. Enos H. Siburian, Sp.B (K) Onk.
Contents
Periksa payudara ke dokter spesialis apa jika ada benjolan?
Benjolan payudara adalah area jaringan yang terasa berbeda dari jaringan di sekitarnya, misalnya lebih keras, padat, atau menonjol saat diraba. Tidak semua benjolan payudara merupakan kanker. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti perubahan hormonal, kista, fibroadenoma, infeksi, atau perubahan jaringan payudara lainnya. Namun, beberapa benjolan juga dapat berkaitan dengan kanker payudara sehingga perlu diperiksa untuk memastikan penyebabnya.
Untuk mengetahui penyebab benjolan, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan, bila diperlukan, pemeriksaan penunjang seperti USG payudara, mammografi, atau biopsi. Dokter spesialis bedah onkologi dapat membantu mengevaluasi benjolan dan menentukan langkah pemeriksaan maupun penanganan selanjutnya.
Dokter spesialis bedah onkologi memiliki keahlian dalam mengevaluasi dan menangani berbagai benjolan atau kelainan yang dicurigai berkaitan dengan kanker, termasuk pada payudara. Beberapa peran dokter bedah onkologi antara lain:
- Mengevaluasi benjolan payudara untuk membantu mengetahui apakah benjolan tersebut bersifat jinak atau memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
- Melakukan biopsi apabila diperlukan untuk mengetahui apakah jaringan atau benjolan merupakan tumor kanker, sekaligus menjelaskan hasil pemeriksaannya.
- Menentukan stadium kanker apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kanker.
- Menyusun rencana pengobatan bersama tim dokter lainnya, seperti dokter spesialis onkologi medik dan onkologi radiasi.
- Menjelaskan pilihan operasi, termasuk manfaat, risiko, serta hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum tindakan.
- Memantau pemulihan setelah operasi dan menangani komplikasi yang mungkin terjadi.
- Melakukan tindakan paliatif apabila diperlukan untuk membantu mengurangi gejala yang disebabkan oleh kanker.
Baca juga: 7 Jenis Kanker Payudara yang Perlu Dikenali
Jenis pemeriksaan payudara yang bisa dilakukan di RS Mandaya Puri
1. Mammografi
Mammografi adalah pemeriksaan payudara menggunakan sinar-X. Bagi banyak wanita, mammogram merupakan salah satu cara terbaik untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini, ketika kanker masih lebih mudah ditangani. Mammogram dapat menemukan kanker sebelum ukurannya cukup besar untuk dirasakan sebagai benjolan atau menimbulkan gejala.
Melakukan mammogram secara rutin dapat menurunkan risiko kematian akibat kanker payudara. Saat ini, mammogram merupakan metode terbaik untuk mendeteksi kanker payudara pada sebagian besar wanita yang berada dalam usia skrining.
2. Magnetic resonance imaging (MRI) payudara
MRI payudara menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambaran payudara. Pemeriksaan ini digunakan bersama mammogram untuk melakukan skrining pada wanita yang memiliki risiko tinggi mengalami kanker payudara.
Namun, MRI payudara dapat menunjukkan hasil yang tampak tidak normal meskipun sebenarnya tidak terdapat kanker. Karena itu, pemeriksaan ini tidak digunakan sebagai pemeriksaan skrining rutin pada wanita dengan risiko kanker payudara rata-rata.
3. USG payudara
USG payudara adalah pemeriksaan pencitraan yang menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran bagian dalam payudara. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter melihat area tertentu pada payudara secara lebih detail.
USG payudara dapat dilakukan setelah mammogram untuk memeriksa lebih lanjut perubahan yang ditemukan, atau digunakan sebagai pemeriksaan tambahan bersama mammogram dalam proses skrining kanker payudara.
Pemeriksaan lainnya
- Pemeriksaan payudara klinis: Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter atau perawat dengan menggunakan tangan untuk meraba payudara dan mencari adanya benjolan atau perubahan lainnya.
- Mengenali kondisi payudara sendiri: Memahami seperti apa bentuk dan kondisi payudara secara normal dapat membantu Anda mengenali perubahan, seperti munculnya benjolan, nyeri, atau perubahan ukuran payudara yang perlu diperhatikan. Perubahan tersebut juga dapat ditemukan saat melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Jika menemukan perubahan apa pun, sebaiknya segera sampaikan kepada dokter atau tenaga kesehatan.
Baca juga: 5 Gejala Kanker Payudara Stadium Awal
Tim dokter spesialis bedah onkologi di RS Mandaya Royal Puri
1. dr. Abdul Rachman, Sp.B (K) Onk

dr. Abdul Rachman menyelesaikan pendidikan Dokter Umum di Universitas Trisakti, kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Bedah Umum dan Spesialis Bedah Onkologi di Universitas Indonesia. Beliau juga memiliki pengalaman mengikuti berbagai courses dan training di bidang bedah dan onkologi, termasuk Workshop Minimal Invasive Surgery, RFA and VABB di Dharmais National Cancer Hospital, Workshop Oncoplasty, Microsurgery in Management of Cancer di RS Dharmais, serta pelatihan Laparoscopic in Breast Cancer dan Reconstruction with Implant di National Cheng Kung University Hospital.
Dengan kompetensi di bidang bedah onkologi, dr. Abdul Rachman dapat membantu mengevaluasi berbagai kelainan atau benjolan pada payudara serta menentukan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.
- Abdul Rachman, Sp.B (K) Onk dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 06.00–18.00 WIB
- Kamis: 06.00–18.00 WIB
- Sabtu: 09.00–12.00 WIB.
2. dr. Enos H. Siburian, Sp.B (K) Onk

dr. Enos H. Siburian menyelesaikan pendidikan Dokter Umum di Universitas Kristen Indonesia dan pendidikan Spesialis Bedah di Universitas Sam Ratulangi, Manado. Beliau menangani berbagai kondisi kanker yang membutuhkan penanganan melalui pembedahan, termasuk kanker payudara, kanker usus besar, kanker tiroid, kanker perut, kanker paru, kanker melanoma dan kulit, kanker pankreas, serta jenis kanker lainnya.
Dalam praktiknya, dr. Enos juga menangani prosedur bedah invasif maupun teknik minimal invasif, seperti laparoskopi. Untuk keluhan berupa benjolan payudara, pemeriksaan oleh dokter bedah onkologi dapat membantu menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut atau penanganan tertentu.
dr. Enos H. Siburian, Sp.B (K) Onk dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Rabu: 13.00–15.00 WIB
- Kamis: 09.00–11.00 WIB
- Jumat: 13.00–15.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Surgical Oncologist. (https://my.clevelandclinic.org/health/articles/surgical-oncologist). Diakses pada 10 September 2026.
- Cleveland Clinic. Breast Ultrasound. (https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/21496-breast-ultrasound). Diakses pada 10 September 2026.
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Breast Cancer Screening. (https://www.cdc.gov/breast-cancer/screening/index.html). Diakses pada 10 September 2026.

