Nyeri sendi merupakan keluhan yang dapat memengaruhi satu atau lebih sendi di tubuh. Sendi adalah bagian tubuh tempat dua atau lebih tulang bertemu dan memungkinkan tubuh bergerak, contohnya sendi panggul yang menghubungkan tulang paha dengan panggul.
Keluhan ini cukup umum dan dapat dirasakan pada berbagai bagian tubuh, terutama tangan, kaki, pinggul, lutut, maupun tulang belakang. Rasa nyeri dapat muncul terus-menerus atau hilang timbul, disertai sensasi kaku, pegal, ngilu, berdenyut, terbakar, hingga seperti ada gesekan pada sendi. Pada sebagian orang, sendi terasa lebih kaku pada pagi hari dan kemudian membaik setelah mulai bergerak atau beraktivitas. Namun, aktivitas yang terlalu berat justru dapat memperburuk nyeri.
Nyeri sendi tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat mengganggu fungsi sendi dan membatasi aktivitas sehari-hari. Jika nyeri terasa berat, kondisi ini bahkan dapat memengaruhi kualitas hidup. Karena itu, penanganan nyeri sendi tidak semata-mata bertujuan mengurangi rasa sakit, tetapi juga membantu mengembalikan fungsi sendi agar seseorang dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan optimal.
Contents
Apa penyebab nyeri sendi?
Nyeri sendi dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari gangguan pada sendi hingga cedera. Beberapa penyebab nyeri sendi yang paling umum meliputi:
1. Osteoarthritis
Osteoarthritis merupakan salah satu jenis radang sendi yang umum terjadi akibat proses pemakaian dan kerusakan sendi secara bertahap. Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan, yaitu jaringan yang berfungsi sebagai bantalan pelindung di antara tulang, mengalami kerusakan atau menipis. Akibatnya, sendi dapat terasa nyeri dan kaku. Osteoarthritis biasanya berkembang secara perlahan dan lebih sering terjadi setelah usia 45 tahun.
2. Rheumatoid arthritis (RA)
Rheumatoid arthritis adalah penyakit kronis yang menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan nyeri pada sendi. Seiring waktu, kondisi ini dapat menyebabkan perubahan bentuk atau kerusakan sendi, terutama pada jari tangan dan pergelangan tangan.
3. Asam urat
Asam urat merupakan kondisi yang dapat menyebabkan nyeri hebat pada sendi akibat penumpukan kristal asam urat. Kristal tersebut dapat memicu peradangan, pembengkakan, dan rasa sakit yang intens. Kondisi ini sering kali menyerang sendi pada ibu jari kaki.
4. Bursitis
Bursitis terjadi ketika bursa, yaitu kantung kecil berisi cairan yang berfungsi mengurangi gesekan di sekitar sendi, mengalami peradangan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh penggunaan sendi secara berlebihan dan sering terjadi pada pinggul, lutut, siku, atau bahu.
5. Tendinitis
Tendinitis adalah peradangan pada tendon, yaitu jaringan lentur yang menghubungkan otot dengan tulang. Kondisi ini dapat terjadi akibat penggunaan tendon secara berlebihan dan sering ditemukan pada siku, tumit, atau bahu.
Selain kondisi tersebut, infeksi virus, ruam kulit, atau demam juga dapat membuat pergerakan sendi terasa nyeri. Cedera, seperti patah tulang atau keseleo, juga dapat menjadi penyebab nyeri pada sendi.
Faktor risiko nyeri sendi
Nyeri sendi lebih berisiko dialami oleh seseorang yang memiliki kondisi atau faktor tertentu, seperti:
- Arthritis atau penyakit kronis lainnya.
- Pernah mengalami cedera pada sendi.
- Sering menggunakan atau memberikan beban berlebihan pada otot.
- Mengalami depresi, kecemasan, dan/atau stres.
- Kelebihan berat badan atau obesitas. Kelebihan berat badan umumnya ditandai dengan indeks massa tubuh (BMI) lebih dari 25, sedangkan obesitas memiliki BMI lebih dari 30.
Usia juga dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi munculnya nyeri dan kekakuan sendi. Setelah digunakan selama bertahun-tahun, sendi dapat mengalami perubahan akibat proses keausan. Karena itu, masalah pada sendi lebih mungkin muncul setelah seseorang memasuki usia 45 tahun.
Baca juga: Nyeri Pergelangan Tangan? Kenali 7 Penyebabnya dan Pengobatannya
Kapan harus ke dokter?
Nyeri sendi jarang menjadi kondisi darurat. Nyeri sendi ringan sering kali dapat ditangani di rumah dengan perawatan sederhana. Namun, sebaiknya Anda membuat janji dengan dokter jika nyeri sendi disertai:
- Pembengkakan.
- Kemerahan.
- Nyeri saat disentuh atau area di sekitar sendi terasa hangat.
- Demam.
Anda juga perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika nyeri sendi terjadi setelah mengalami cedera dan disertai kondisi berikut:
- Bentuk atau posisi sendi terlihat tidak normal.
- Tidak dapat menggerakkan atau menggunakan sendi.
- Nyeri terasa sangat berat.
- Terjadi pembengkakan secara tiba-tiba.
Baca juga: 7 Penyebab Lutut Sakit Saat Ditekuk
Bagaimana cara dokter mencari tahu penyebab nyeri sendi?

Jika nyeri sendi mulai mengganggu aktivitas sehari-hari atau disertai gejala seperti pembengkakan, kemerahan, area sendi terasa hangat, dan demam, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Untuk mengetahui penyebabnya, dokter akan melakukan evaluasi melalui wawancara medis dan pemeriksaan fisik.
Dokter biasanya akan menanyakan beberapa hal, seperti:
- Di bagian mana nyeri dirasakan?
- Menurut Anda, apa yang mungkin menyebabkan nyeri tersebut?
- Kapan nyeri mulai muncul?
- Seperti apa rasa nyerinya?
- Apakah ada gejala lain yang menyertai?
Selanjutnya, dokter akan memeriksa kondisi sendi untuk mengetahui apakah terasa nyeri saat digerakkan atau terdapat keterbatasan dalam rentang geraknya. Jika diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan penunjang seperti rontgen, MRI, atau CT scan untuk melihat kemungkinan kerusakan pada tulang maupun jaringan di sekitar sendi. Pemeriksaan darah atau pengambilan cairan dari dalam sendi juga dapat dilakukan untuk membantu mendeteksi radang sendi, infeksi, dan kondisi lain yang dapat menyebabkan nyeri sendi.
Baca juga: Paket Pemeriksaan MRI Cedera Sendi 2026 – Mandaya Royal Hospital Puri
Bagaimana cara mengobati nyeri sendi?
Pengobatan nyeri sendi bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Pada beberapa kasus, nyeri sendi dapat membaik dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan khusus. Namun, jika nyeri menetap atau disebabkan oleh kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan beberapa pilihan penanganan, seperti:
- Obat pereda nyeri untuk membantu mengurangi rasa sakit, terutama jika nyeri cukup berat.
- Antibiotik jika nyeri sendi disebabkan oleh infeksi.
- Fisioterapi untuk membantu meningkatkan kekuatan, kelenturan, dan fungsi sendi.
- Suntikan steroid untuk membantu mengurangi peradangan dan nyeri pada kondisi tertentu.
- Pemeriksaan dan penanganan oleh dokter spesialis, termasuk pemeriksaan rontgen atau pemindaian lain untuk mengetahui kondisi sendi secara lebih detail. Pada kasus tertentu, dokter dapat merekomendasikan tindakan seperti operasi.
- Perubahan gaya hidup, seperti meningkatkan aktivitas fisik atau melakukan olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh untuk membantu menjaga fungsi dan kesehatan sendi.
Apakah nyeri sendi perlu dioperasi?
Operasi dapat menjadi pilihan jika nyeri sendi berlangsung lama dan tidak membaik dengan obat-obatan, fisioterapi, maupun olahraga. Beberapa prosedur yang dapat dilakukan meliputi:
- Artroskopi: Prosedur minimal invasif dengan membuat beberapa sayatan kecil untuk memasukkan alat bernama artroskop ke dalam sendi. Tindakan ini dapat digunakan untuk memperbaiki tulang rawan atau mengangkat serpihan tulang di sekitar sendi.
- Fusi sendi: Prosedur untuk menyatukan ujung tulang sehingga pergerakan pada sendi tersebut dihentikan. Tindakan ini paling sering dilakukan pada sendi tangan, pergelangan kaki, dan tulang belakang.
- Osteotomi: Prosedur untuk mengubah bentuk atau posisi tulang pada lengan maupun tungkai sehingga tekanan pada bagian sendi yang rusak dapat dikurangi. Tindakan ini dapat membantu meredakan nyeri sekaligus meningkatkan pergerakan sendi.
- Penggantian sendi: Prosedur untuk mengganti bagian sendi yang rusak dengan sendi buatan, terutama pada pinggul, lutut, atau bahu. Operasi ini umumnya dipertimbangkan ketika tulang rawan telah mengalami kerusakan berat dan penanganan lain tidak memberikan hasil yang cukup.
Pusat Ortopedi Mandaya, didukung dokter dengan beragam keahlian
Mandaya menyediakan layanan ortopedi dengan dukungan dokter spesialis ortopedi yang memiliki keahlian di berbagai bidang, mulai dari masalah tangan, cedera olahraga, hingga gangguan pada panggul dan lutut. Pendekatan ini memungkinkan pasien mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi dan area sendi yang mengalami masalah.
Dokter Ortopedi Ahli Tangan
- dr. Ameria Pribadi, Sp.OT
- dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K
- dr. Troydimas Panjaitan, Sp.OT (K).
Dokter Ortopedi dengan Keahlian Khusus Cedera Olahraga
Dokter Ortopedi Ahli Panggul dan Lutut
- dr. Ardi Setiawan, Sp.OT (K) Hip & Knee
- dr. Paulus Ronald Hibono, Sp.OT (K) Hip & Knee
- dr. Rahendra Pratama, SpOT (K) Hip & Knee
- dr. William Chandra, SpOT (K) Hip & Knee.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Joint Pain. (https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/17752-joint-pain). Diakses pada 9 September 2026.
- Mayo Clinic. Joint Pain. (https://www.mayoclinic.org/symptoms/joint-pain/basics/causes/sym-20050668). Diakses pada 9 September 2026.
- WebMD. Joint Pain. (https://www.webmd.com/pain-management/joint-pain). Diakses pada 9 September 2026.
- NHS. Joint Pain. (https://www.nhs.uk/symptoms/joint-pain/). Diakses pada 9 September 2026.

