Penjelasan Gejala Penyakit Katup Jantung oleh dr. Wirya Sp.BTKV, Subsp. JD(K) dari RS Mandaya Puri

Penjelasan Gejala Penyakit Katup Jantung oleh dr. Wirya Sp.BTKV, Subsp. JD(K) dari RS Mandaya Puri

Penyakit katup jantung adalah kondisi ketika satu atau lebih katup jantung mengalami gangguan sehingga aliran darah di dalam jantung tidak dapat berjalan secara optimal. Kondisi ini dapat terjadi akibat penyempitan katup (stenosis), kebocoran katup (regurgitasi), maupun gangguan lainnya yang memengaruhi fungsi katup jantung. Jika tidak ditangani, penyakit katup jantung dapat membuat jantung bekerja lebih keras dan berisiko menyebabkan komplikasi seperti gagal jantung.

Sayangnya, gejala penyakit katup jantung sering kali berkembang secara perlahan sehingga kerap tidak disadari pada tahap awal. Banyak pasien baru memeriksakan diri ketika keluhan sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Menurut dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa di RS Mandaya Royal Puri, terdapat beberapa gejala khas yang perlu diwaspadai karena dapat menjadi tanda adanya gangguan pada katup jantung.

Konsultasi dokter

Gejala penyakit katup jantung menurut dr. Wirya Sp.BTKV, Subsp. JD(K)

Berikut adalah beberapa gejala penyakit katup jantung yang dijelaskan oleh dr. Wirya:

1. Sesak napas dan mudah lelah

Salah satu gejala yang paling sering dialami oleh penderita penyakit katup jantung adalah sesak napas yang semakin memberat saat beraktivitas. Keluhan ini biasanya disertai rasa cepat lelah meskipun melakukan aktivitas ringan hingga sedang.

“Sesak napas, tapi dia punya keunikan. Saat dia berjalan, saat dia beraktivitas, saat dia banyak gerak, sesak napasnya semakin problem. Jadi kata kuncinya yang pertama adalah cepat lelah atau sesak napas dan memberat saat aktivitas,” kata dr. Wirya. 

2. Jantung berdebar-debar

Penyakit katup jantung juga dapat menyebabkan gangguan irama jantung (aritmia) yang membuat penderita merasakan jantung berdebar-debar secara tiba-tiba, bahkan saat sedang beristirahat.

“Yang kedua keluhan yang paling sering adalah (jantung) berdebar-debar. Ini lagi duduk tiba-tiba jantung berdebar-debar. Mungkin ada kerusakan katup jantung,” ucap dr. Wirya. 

3. Tidak bisa tidur terlentang

Pada kondisi yang lebih berat, penderita penyakit katup jantung dapat mengalami kesulitan bernapas saat berbaring terlentang. Akibatnya, mereka cenderung tidur dengan posisi setengah duduk agar pernapasan terasa lebih nyaman.

“Yang terakhir, kalau sudah parah, tidur tidak bisa terlentang. Dia harus setengah duduk. Karena kalau dia terlentang, kalau dia tidur rata, dia akan sesak napas, napasnya pendek. Jadi dia harus setengah duduk supaya napasnya lebih enak,” jelas dr. Wirya. 

4. Kaki bengkak

Pembengkakan pada kaki juga dapat menjadi tanda penyakit katup jantung, terutama ketika kondisi sudah memengaruhi kemampuan jantung dalam memompa darah secara optimal. Penumpukan cairan akibat gangguan sirkulasi darah dapat menyebabkan kaki dan pergelangan kaki terlihat membengkak.

Jika berbagai gejala di atas terjadi pada diri Anda, sebaiknya segera datang ke dokter untuk melakukan pemeriksaan. 

Konsultasi dokter

Operasi katup jantung teknik MICS oleh dr. Wirya Sp.BTKV, Subsp. JD(K) di RS Mandaya Puri

Operasi katup jantung adalah tindakan bedah yang dilakukan untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung yang mengalami kerusakan maupun gangguan fungsi. Prosedur ini bertujuan untuk memulihkan aliran darah yang normal di dalam jantung, mengurangi beban kerja jantung, serta membantu meningkatkan kualitas dan harapan hidup pasien.

Seiring perkembangan teknologi medis, operasi katup jantung kini tidak selalu harus dilakukan melalui operasi jantung terbuka dengan sayatan besar. Salah satu inovasi yang tersedia adalah metode Minimally Invasive Cardiac Surgery Mitral Valve Replacement (MICS MVR), yang dilakukan melalui sayatan kecil dengan panjang sekitar 5 cm atau kurang.

Di RS Mandaya Royal Puri, prosedur MICS MVR dapat ditangani oleh dr. Wirya, yang sudah berpengalaman dalam tindakan bedah jantung dengan teknik minimal invasif. 

Keunggulan operasi katup jantung metode MICS

MICS MVR menjadi salah satu alternatif bagi pasien yang membutuhkan operasi katup jantung dengan pendekatan yang lebih minimal invasif. Metode ini dirancang untuk memberikan kenyamanan yang lebih baik tanpa mengurangi efektivitas maupun keamanan tindakan.

Dengan ukuran sayatan yang lebih kecil, MICS MVR menawarkan sejumlah manfaat, antara lain:

  • Meminimalkan kerusakan jaringan dan menghindari pembelahan tulang dada
  • Mengurangi rasa nyeri yang biasanya muncul setelah operasi
  • Mempercepat proses pemulihan sehingga pasien dapat kembali beraktivitas lebih cepat
  • Memperpendek masa perawatan di rumah sakit
  • Menghasilkan bekas luka yang lebih kecil dan lebih baik dari sisi estetika

Selain memberikan berbagai keuntungan tersebut, aspek keselamatan pasien tetap menjadi perhatian utama dalam setiap tindakan MICS. Prosedur ini dilakukan dengan persiapan yang komprehensif, didukung oleh teknologi bedah modern, serta pemantauan yang ketat mulai dari tahap praoperasi hingga masa pemulihan pascaoperasi.

Konsultasi dengan dr. Wirya di RS Mandaya Royal Puri

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K) merupakan dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dengan subspesialisasi bedah jantung dewasa yang berpraktik di RS Mandaya Royal Puri. Beliau menempuh pendidikan Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan telah berpengalaman menangani berbagai kasus penyakit jantung serta pembuluh darah yang memerlukan tindakan bedah.

Selama berkarier sebagai dokter bedah jantung, dr. Wirya telah melakukan lebih dari 600 operasi setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan prosedur bedah jantung minimal invasif, termasuk lebih dari 200 operasi bypass jantung dan lebih dari 100 operasi katup jantung yang dilakukan melalui sayatan kecil.

Penguasaan dr. Wirya dalam teknik bedah minimal invasif memungkinkan berbagai prosedur jantung dilakukan tanpa perlu membuka tulang dada secara menyeluruh. Pendekatan ini dapat memberikan sejumlah keuntungan bagi pasien, seperti nyeri pascaoperasi yang lebih minimal, risiko komplikasi yang lebih rendah, luka operasi yang lebih kecil, serta proses pemulihan yang cenderung lebih cepat dibandingkan metode bedah konvensional.

Selain menangani operasi bypass jantung dengan metode MICS, dr. Wirya juga memiliki pengalaman dalam berbagai tindakan bedah jantung dan pembuluh darah lainnya, termasuk operasi katup jantung, bedah aorta, serta prosedur bedah toraks dan kardiovaskular lainnya. Sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia, beliau berkomitmen untuk memberikan layanan bedah jantung yang aman, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD (K) bisa ditemui di Mandaya Royal Hospital Puri pada:

  • Selasa: 16.30 – 20.00 WIB
  • Kamis: 16.30 – 20.00 WIB
  • Sabtu: 10.00 – 13.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes