4 Pengobatan Kanker Usus Besar: Mulai dari Operasi, Kemoterapi, hingga Radioterapi

4 Pengobatan Kanker Usus Besar: Mulai dari Operasi, Kemoterapi, hingga Radioterapi

Kanker usus besar adalah jenis kanker yang bermula di kolon, yaitu bagian dari usus besar, ketika sel-sel di dalamnya tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali. Kondisi ini sering kali berawal dari polip, yaitu benjolan kecil pada lapisan dalam usus besar yang umumnya tidak menimbulkan gejala. Sebagian besar polip tidak berkembang menjadi kanker, tetapi beberapa jenis dapat berubah menjadi kanker seiring waktu. Proses tersebut dapat berlangsung selama 10–15 tahun, sehingga pemeriksaan dan pengangkatan polip dapat membantu menurunkan risiko kanker usus besar.

Pengobatan kanker usus besar ditentukan berdasarkan stadium kanker, lokasi tumor, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Pilihan terapinya dapat mencakup operasi untuk mengangkat jaringan kanker, kemoterapi, radioterapi pada kondisi tertentu, hingga terapi target. Setiap metode memiliki tujuan dan indikasi yang berbeda, sehingga dokter akan menentukan pendekatan pengobatan yang sesuai berdasarkan hasil pemeriksaan dan sejauh mana kanker telah berkembang.

Konsultasi dokter

Pengobatan kanker usus besar

Berikut adalah beberapa pengobatan kanker usus besar yang bisa direkomendasikan oleh dokter sesuai stadium dan kondisi pasien:

1. Operasi

Operasi merupakan salah satu metode pengobatan utama untuk kanker usus besar yang belum menyebar ke bagian tubuh lain. Jenis prosedur yang dilakukan bergantung pada ukuran, lokasi, dan perkembangan kanker. Beberapa prosedur yang dapat dilakukan meliputi:

  • Polipektomi: Prosedur untuk mengangkat polip prakanker atau kanker yang terdapat di usus besar.
  • Kolektomi: Operasi untuk mengangkat bagian usus besar yang mengandung jaringan kanker.
  • Reseksi multivisceral: Operasi kompleks untuk menangani kanker yang telah tumbuh ke organ di sekitarnya. Prosedur ini melibatkan pengangkatan tumor beserta organ atau struktur di sekitarnya yang terdampak, dengan tujuan mengangkat seluruh jaringan kanker yang terlihat.

2.  Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan kanker menggunakan obat antikanker yang dapat diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah atau diminum. Obat ini akan masuk ke aliran darah dan menjangkau berbagai bagian tubuh untuk menghancurkan atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Kemoterapi sering digunakan dalam penanganan kanker usus besar dan dapat diberikan pada beberapa tahap pengobatan.

  • Kemoterapi neoadjuvan: Diberikan sebelum operasi, terkadang disertai radioterapi, untuk mengecilkan tumor sehingga lebih mudah diangkat. Pendekatan ini lebih sering digunakan pada kanker rektum.
  • Kemoterapi adjuvan: Diberikan setelah operasi untuk menghancurkan sel kanker yang mungkin masih tersisa atau telah menyebar ke bagian tubuh lain, tetapi belum terdeteksi melalui pemeriksaan pencitraan. Tujuannya adalah mengurangi risiko kanker kambuh.
  • Kemoterapi untuk kanker stadium lanjut: Pada kanker yang telah menyebar ke organ lain, seperti hati, kemoterapi dapat membantu mengecilkan tumor dan meredakan masalah yang ditimbulkannya. Meskipun belum tentu dapat menyembuhkan kanker, pengobatan ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang harapan hidup pasien.

3. Radioterapi (terapi radiasi)

Radioterapi adalah metode pengobatan kanker yang menggunakan radiasi berenergi tinggi, seperti sinar-X, untuk menghancurkan sel kanker. Terapi ini lebih sering digunakan untuk menangani kanker rektum dibandingkan kanker usus besar. Pada kondisi tertentu, radioterapi dapat dikombinasikan dengan kemoterapi agar pengobatan bekerja lebih efektif. Kombinasi kedua metode ini disebut kemoradiasi (chemoradiation).

Radioterapi bukan pengobatan yang umum untuk kanker usus besar, tetapi dapat digunakan dalam kondisi tertentu, seperti:

  • Sebelum operasi: Dikombinasikan dengan kemoterapi untuk membantu mengecilkan tumor agar lebih mudah diangkat.
  • Setelah operasi: Untuk menghancurkan sel kanker yang mungkin masih tersisa, terutama jika kanker telah melekat pada organ dalam atau lapisan rongga perut sehingga seluruh jaringan kanker belum dapat dipastikan terangkat.
  • Saat operasi: Radiasi diberikan langsung ke area bekas kanker untuk menghancurkan sel kanker yang mungkin masih tersisa. Prosedur ini disebut intraoperative radiation therapy (IORT).
  • Bersama kemoterapi: Untuk membantu mengendalikan kanker pada pasien yang kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk menjalani operasi.
  • Meredakan gejala: Untuk membantu mengurangi keluhan akibat kanker usus besar stadium lanjut, seperti sumbatan usus, perdarahan, atau nyeri.
  • Menangani penyebaran kanker: Untuk membantu mengendalikan kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lain, seperti tulang, paru-paru, atau otak.

4. Terapi target

Terapi target adalah pengobatan kanker yang bekerja dengan menargetkan molekul atau mekanisme tertentu yang berperan dalam pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Berbeda dari kemoterapi, obat terapi target memiliki cara kerja dan efek samping yang berbeda. Terapi ini dapat digunakan bersama kemoterapi, diberikan sebagai pengobatan tunggal, atau dikombinasikan dengan obat terapi target lainnya.

Obat terapi target masuk ke aliran darah dan dapat menjangkau berbagai bagian tubuh, sehingga bermanfaat untuk menangani kanker usus besar yang telah menyebar ke organ lain. Pemilihan jenis obat terapi target disesuaikan dengan karakteristik kanker dan hasil pemeriksaan biomarker pasien.

Mengenal stadium kanker usus besar

Salah satu pertimbangan dokter dalam menentukan pengobatan kanker usus besar adalah stadium kanker, yaitu gambaran mengenai sejauh mana kanker telah berkembang dan menyebar. Stadium kanker usus besar dibagi menjadi stadium 0 hingga 4, mulai dari perubahan sel prakanker hingga kanker yang telah menyebar ke organ tubuh lain. Berikut penjelasan setiap stadium kanker usus besar:

  • Stadium 0: Ditemukan sel abnormal atau prakanker pada polip usus besar. Sel-sel ini belum menyebar ke lapisan jaringan yang lebih dalam.
  • Stadium 1: Kanker telah terbentuk pada polip dan tumbuh ke dinding usus besar.
  • Stadium 2: Kanker telah tumbuh lebih dalam pada dinding usus besar atau mencapai lapisan terluarnya. Stadium ini terbagi menjadi beberapa substadium berdasarkan kedalaman pertumbuhan kanker.
  • Stadium 3: Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di dekat usus besar dan dapat melibatkan lapisan dinding usus besar.
  • Stadium 4: Kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang lebih jauh, seperti hati, paru-paru, atau ovarium, maupun kelenjar getah bening yang jauh dari usus besar.

Bagaimana dokter mendiagnosis dan mendeteksi kanker usus besar?

Deteksi dini kanker usus besar penting dilakukan karena penyakit ini dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala pada tahap awal. Pemeriksaan sejak dini membantu menemukan kanker atau polip prakanker sebelum berkembang lebih lanjut, sehingga penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin. Oleh karena itu, skrining kanker usus besar dianjurkan sesuai usia, faktor risiko, dan riwayat kesehatan seseorang, bahkan ketika belum ada keluhan.

Untuk mendeteksi dan memastikan diagnosis kanker usus besar, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan berikut:

  • Kolonoskopi: Pemeriksaan menggunakan selang fleksibel berkamera untuk melihat bagian dalam usus besar. Jika ditemukan polip atau jaringan yang mencurigakan, dokter dapat mengambilnya untuk diperiksa lebih lanjut.
  • Tes tinja: Pemeriksaan untuk mendeteksi darah tersembunyi atau tanda tertentu yang dapat mengindikasikan adanya kelainan pada usus besar. Hasil abnormal biasanya memerlukan pemeriksaan lanjutan.
  • Biopsi: Pengambilan sampel jaringan yang mencurigakan untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan ada atau tidaknya sel kanker.
  • Pemeriksaan pencitraan: CT scan atau pemeriksaan lain dapat digunakan untuk menilai lokasi tumor serta mengetahui apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain.
  • Tes darah: Pemeriksaan darah dapat membantu menilai kondisi kesehatan pasien. Dokter juga dapat memeriksa kadar CEA (carcinoembryonic antigen), yaitu penanda tumor yang dapat digunakan untuk membantu pemantauan kanker kolorektal, tetapi tidak cukup untuk memastikan diagnosis secara mandiri.

Jika Anda memiliki perubahan pola buang air besar yang berlangsung terus-menerus, darah pada tinja, nyeri perut, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, segera konsultasikan dengan dokter. Jangan menunggu gejala muncul untuk mempertimbangkan skrining, terutama jika memiliki faktor risiko kanker usus besar.

Fasilitas pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri

Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pasien yang berasal dari luar kota maupun luar negeri:

  • Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan nyaman yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
  • Penjemputan ambulans medis: Penjemputan khusus bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari titik kedatangan (bandara/stasiun/pelabuhan) yang dilengkapi peralatan medis dan pendampingan tenaga kesehatan profesional.
  • Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Fasilitas penginapan nyaman bagi keluarga yang mendampingi pasien, terletak langsung di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta opsi apartemen terdekat.
  • Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan khusus bagi pasien luar negeri untuk pengurusan koordinasi medis, penerjemah, hingga administrasi. Untuk informasi dan bantuan International Patient Relation, Anda dapat menghubungi 021 5092 8888 atau email ke [email protected].

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Mayo Clinic. Colon Cancer: Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/colon-cancer/symptoms-causes/syc-20353669). Diakses pada 19 Oktober 2026.
  2. Cleveland Clinic. Colorectal (Colon) Cancer. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14501-colorectal-colon-cancer). Diakses pada 19 Oktober 2026.
  3. American Cancer Society. Chemotherapy for Colorectal Cancer. (https://www.cancer.org/cancer/types/colon-rectal-cancer/treating/chemotherapy.html). Diakses pada 19 Oktober 2026.
  4. American Cancer Society. Radiation Therapy for Colorectal Cancer. (https://www.cancer.org/cancer/types/colon-rectal-cancer/treating/radiation-therapy.html). Diakses pada 19 Oktober 2026.
  5. American Cancer Society. Targeted Therapy for Colorectal Cancer. (https://www.cancer.org/cancer/types/colon-rectal-cancer/treating/targeted-therapy.html). Diakses pada 19 Oktober 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes