Operasi potong hati atau reseksi hati merupakan tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat sebagian jaringan hati yang mengalami kelainan, seperti tumor jinak maupun ganas. Prosedur ini umumnya dilakukan pada kasus tumor hati berukuran tertentu, kecurigaan kanker hati, atau massa hati yang berpotensi menimbulkan komplikasi jika dibiarkan. Dengan teknik bedah yang tepat dan evaluasi menyeluruh sebelum operasi, reseksi hati bertujuan mengangkat jaringan bermasalah sekaligus mempertahankan fungsi hati yang sehat.
Tindakan medis ini juga dialami oleh seorang pasien perempuan berusia 32 tahun yang menjalani operasi reseksi hati di RS Mandaya Royal Puri. Pasien datang dengan keluhan awal yang tidak spesifik, hingga akhirnya ditemukan adanya massa di hati berukuran sekitar 5 cm, yang kemudian ditangani oleh Prof. Dr. dr. Toar Jean Maurice Lalisang, Sp.B, Subsp.BD (K) bersama tim medis Mandaya.
Contents
Keluhan awal hingga keputusan menjalani operasi
Pasien awalnya hanya merasakan nyeri perut dan mengira keluhan tersebut berkaitan dengan riwayat perlengketan usus yang pernah dialaminya beberapa tahun sebelumnya.
Saat memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat, pasien menjalani pemeriksaan pencitraan hingga akhirnya CT scan menunjukkan adanya massa di hati dengan ukuran sekitar 5 cm. Temuan tersebut kemudian dikonfirmasi melalui MRI dengan hasil yang masih mengarah pada kecurigaan kanker hati (hepatocellular carcinoma), meskipun belum dapat dipastikan sepenuhnya.
Untuk memastikan kondisi kesehatannya, pasien menjalani berbagai pemeriksaan lanjutan seperti PET Scan dan tes darah. Hasilnya menunjukkan tidak ada penyebaran ke organ lain, penanda tumor dalam batas normal, serta tidak ditemukan faktor risiko seperti sirosis, hepatitis, maupun gangguan fungsi hati.
Karena hasil pemeriksaan yang masih bersifat abu-abu, pasien mencari second opinion (opini kedua) ke beberapa rumah sakit, termasuk hingga ke luar negeri. Setelah mempertimbangkan masukan medis, fasilitas, serta kenyamanan keluarga, pasien akhirnya memutuskan menjalani operasi reseksi hati di RS Mandaya Royal Puri.
Proses perawatan, operasi, dan pemulihan
Seluruh rangkaian persiapan praoperasi dijalani pasien secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan jantung, paru-paru, hingga evaluasi kondisi tubuh secara keseluruhan. Pasien merasa proses komunikasi dengan tim dokter Mandaya Royal Hospital Puri berjalan sangat baik dan informatif, sehingga setiap tahapan perawatan dapat dipahami dengan jelas.
Operasi reseksi hati berjalan dengan lancar. Beberapa hari pascaoperasi, pasien sudah dapat melakukan mobilisasi ringan dan memilih untuk tetap aktif bergerak agar pemulihan berjalan lebih optimal.
Meski masih merasakan nyeri ringan atau rasa ngilu, kondisi tersebut dinilai sebagai hal yang wajar setelah tindakan operasi besar. Hingga saat ini, pasien masih menunggu hasil pemeriksaan patologi untuk memastikan sifat massa yang telah diangkat.
Kenyamanan layanan dan harapan pasca operasi
Selama menjalani perawatan di RS Mandaya Royal Puri, pasien merasakan suasana rumah sakit yang nyaman dan tidak menegangkan. Lingkungan yang tenang, fasilitas yang lengkap, serta perhatian dari tim medis memberikan dampak positif terhadap kondisi mental dan proses pemulihan. Pasien juga menilai komunikasi dengan Prof. Toar dan tim medis sangat membantu dalam mengambil keputusan medis secara tenang dan rasional.
Meski hasil patologi belum keluar, pasien menyatakan tidak menyesal menjalani operasi. Baginya, kepastian diagnosis jauh lebih menenangkan dibandingkan harus hidup dalam ketidakpastian.
Jika hasilnya jinak, tindakan ini dianggap sebagai langkah preventif terbaik. Namun jika memerlukan penanganan lanjutan, pasien merasa lebih siap karena tindakan medis telah dilakukan lebih dini dengan dukungan fasilitas dan tim dokter berpengalaman di RS Mandaya Royal Puri.
Profil dan jadwal praktek Prof. Toar di RS Mandaya Royal Puri

Prof. Dr. dr. Toar Jean Maurice Lalisang, Sp.B-KBD adalah dokter spesialis bedah yang memiliki keahlian khusus di bidang bedah digestif. Beliau menangani berbagai layanan konsultasi dan tindakan bedah yang berkaitan dengan saluran pencernaan, termasuk kasus-kasus kompleks seperti tumor hati, gangguan hepatobilier, hingga transplantasi hati. Dengan pengalaman klinis yang luas, Prof. Toar dikenal sebagai salah satu pakar bedah digestif dan transplantasi hati di Indonesia.
Dalam perjalanan pendidikannya, Prof. Dr. dr. Toar Jean Maurice Lalisang, Sp.B-KBD menempuh pendidikan dokter umum hingga spesialis bedah di Universitas Indonesia. Beliau kemudian melanjutkan pendidikan Subspesialis Bedah Digestif serta meraih gelar Doktor, juga di Universitas Indonesia. Latar belakang akademik yang kuat ini menjadi fondasi keahlian beliau dalam menangani kasus bedah digestif secara komprehensif dan berbasis keilmuan.
Selain aktif dalam praktik klinis, Prof. Toar juga tergabung dalam organisasi profesional Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia (IKABDI). Keterlibatan ini mencerminkan komitmen beliau untuk terus mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi bedah digestif demi memberikan layanan terbaik bagi pasien.
Prof. Dr. dr. Toar Jean Maurice Lalisang, Sp.B-KBD bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 15.30 – 17.30 WIB
- Kamis: 15.30 – 17.30 WIB
- Sabtu: 11.00 – 13.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

