Stroke batang otak merupakan kondisi serius yang dapat mengancam nyawa karena menyerang pusat kendali vital tubuh, seperti pernapasan, kesadaran, hingga fungsi gerak. Namun, dengan penanganan cepat dan tepat, peluang pemulihan tetap terbuka. Hal ini dibuktikan oleh pasien bernama Pak Hari di RS Mandaya Royal Puri yang berhasil pulih setelah menjalani tindakan Digital Subtraction Angiography (DSA) bersama Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS atau Dr. Joy.
Contents
Awal mula pasien mengalami gejala stroke batang otak
Pasien mengalami gejala secara tiba-tiba pada dini hari. Saat bangun sekitar pukul 4 pagi, ia merasakan tubuhnya lemas dan kesulitan berbicara. Kondisi tersebut berbeda dari biasanya, karena ia telah memiliki rencana untuk berolahraga pagi.
“Saya di sini sebagai pasien Mandaya dikarenakan saya mengalami penyumbatan di batang otak. Kejadian jam 4 pagi subuh, jadi saya kebetulan rumah saya di dekat sini, pada saat itu, saya ingin buang air kecil pagi-pagi, dan memang terjadwal karena Sabtu pagi saya mau jogging,” ungkapnya.
“Biasanya jam 5-6 sudah siap-siap, tapi kok badan saya lemas dan tiba-tiba saya tidak bisa ngomong. Ngomongnya itu agak susah, kebetulan tetangga saya, saya bangunin, kemudian saya dibawa ke sini (Mandaya Puri),” lanjutnya.
Situasi semakin mengkhawatirkan ketika kemampuan bicaranya semakin terganggu. Ia pun segera meminta bantuan tetangga untuk membawanya ke RS Mandaya Royal Puri. Setibanya di rumah sakit, pasien langsung mendapatkan penanganan di UGD, dilanjutkan dengan pemeriksaan MRI yang menunjukkan adanya penyumbatan pada pembuluh darah di batang otak.
Setelah diagnosis ditegakkan, tim medis segera memutuskan untuk melakukan tindakan DSA. Menariknya, selama prosedur berlangsung pasien tetap dalam kondisi sadar karena menggunakan anestesi lokal.
Baca juga: 7 Jenis Terapi Stroke yang Bisa Bantu Pemulihan
Penjelasan Dr. Joy tentang kondisi pasien

Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS menjelaskan bahwa pasien datang dengan gejala khas stroke, yaitu gangguan bicara yang diikuti kelumpuhan pada sisi kiri tubuh. Kondisi ini menunjukkan adanya gangguan aliran darah ke otak yang harus segera ditangani.
Karena pasien datang setelah melewati waktu emas penanganan awal stroke, tim medis memutuskan untuk segera melakukan tindakan DSA. Prosedur ini diawali dengan pemetaan (mapping) pembuluh darah untuk menentukan lokasi sumbatan secara akurat.
Dalam pelaksanaannya, dokter menyiapkan beberapa opsi terapi seperti trombektomi maupun trombolisis. Namun, setelah evaluasi, diputuskan bahwa trombolisis sudah cukup untuk mengatasi kondisi pasien. Metode ini bekerja dengan cara melarutkan bekuan darah menggunakan obat yang ditargetkan langsung ke pembuluh darah yang tersumbat.
Hasilnya sangat signifikan. Tidak lama setelah pembuluh darah kembali terbuka, pasien mulai menunjukkan perbaikan. Anggota tubuh sebelah kiri yang sebelumnya lumpuh mulai bisa digerakkan kembali, meskipun belum sepenuhnya pulih.
Beberapa jam setelah tindakan, kondisinya terus membaik. Dalam waktu sekitar 24 jam, kekuatan otot pasien hampir kembali normal. Bahkan, hanya dalam 4 hari pasca tindakan DSA, pasien sudah mampu berjalan secara mandiri.
Pasien juga merasakan langsung perubahan selama proses tindakan berlangsung. Sekitar dua jam setelah prosedur dimulai, ia sudah dipindahkan ke ruang perawatan intensif (HCU) dengan kondisi yang jauh lebih stabil. Ia bahkan mulai bisa menggerakkan tangan dan kaki yang sebelumnya tidak berfungsi.
Kisah ini menunjukkan bahwa stroke, termasuk stroke batang otak, masih memiliki peluang besar untuk pulih jika ditangani dengan cepat dan tepat. Teknologi seperti DSA yang dikombinasikan dengan keahlian dokter spesialis memungkinkan diagnosis yang akurat sekaligus terapi yang efektif dalam satu prosedur.
Baca juga: Mengenal Golden Time Stroke untuk Cegah Lumpuh Saat Serangan
Keahlian dan jadwal praktek Dr. Joy di RS Mandaya Royal Puri

Dr. Joy adalah dokter spesialis bedah saraf yang memiliki subspesialisasi dalam penanganan penyakit pembuluh darah otak. Ia menempuh pendidikan doktoral di University of Helsinki, Finlandia, dengan fokus riset pada aneurisma otak, yang menjadi salah satu bidang keahliannya.
Selain menjalankan praktek klinis, Dr. Joy juga aktif di dunia akademik. Ia merupakan penulis buku berjudul “Memahami Aneurisma Otak”, yang membahas kondisi tersebut secara komprehensif untuk membantu meningkatkan pemahaman masyarakat maupun tenaga medis.
Dalam praktek sehari-hari, Dr. Joy menangani berbagai kasus neurologi kompleks, seperti aneurisma otak, penyempitan pembuluh darah otak, perdarahan otak, hingga tumor dan kanker otak. Berbekal pengalaman klinis yang luas serta pelatihan di tingkat internasional, ia dikenal sebagai salah satu dokter bedah saraf yang kompeten dalam menangani kasus-kasus saraf di Indonesia.
Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: by appointment
- Selasa: 14.00 – 17.00 WIB
- Rabu: by appointment
- Kamis: 08.00 – 12.00 WIB
- Jumat: 14.00 – 17.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 12.00 WIB.
Untuk mempermudah proses kunjungan ke RS Mandaya Royal Puri, pasien dapat menggunakan fitur Chat melalui WhatsApp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang tersedia di Google Play dan App Store. Melalui layanan ini, pasien dapat mengatur jadwal konsultasi, melihat nomor antrean, serta memperoleh berbagai informasi penting terkait layanan rumah sakit.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

