Pasien Saraf Kejepit L3-L4 & L4-L5 Ini Langsung Bisa Pindah Tempat Tidur Sendiri Beberapa Jam Pascaoperasi dengan dr. Christian Permana di RS Mandaya Puri

Pasien Saraf Kejepit L3-L4 & L4-L5 Ini Langsung Bisa Pindah Tempat Tidur Sendiri Beberapa Jam Pascaoperasi dengan dr. Christian Permana di RS Mandaya Puri

Saraf kejepit adalah kondisi ketika saraf mendapatkan tekanan berlebih dari jaringan di sekitarnya, seperti tulang, tulang rawan, otot, atau tendon. Tekanan tersebut dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari nyeri, kesemutan, mati rasa, hingga kelemahan pada bagian tubuh tertentu.

Saraf kejepit dapat terjadi di berbagai bagian tubuh. Salah satu yang cukup sering terjadi adalah di tulang belakang bagian bawah atau pinggang. Kondisi seperti herniasi diskus dapat menekan akar saraf dan menyebabkan nyeri yang menjalar ke bokong hingga kaki, disertai rasa kebas, kesemutan, atau kelemahan pada tungkai.

dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS
dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS

Keluhan tersebut juga dialami oleh seorang pasien berusia 61 tahun asal Maluku yang mengalami saraf kejepit pada ruas tulang belakang L3-L4 dan L4-L5. Setelah menjalani operasi bersama dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS, dokter bedah saraf di RS Mandaya Royal Puri, pasien ini bahkan sudah dapat berpindah tempat tidur sendiri hanya beberapa jam setelah operasi. Menariknya, rasa kebas yang sebelumnya dirasakan pasien juga mulai berkurang setelah tindakan.

Kalau yang saya rasakan setelah saya siuman itu, karena masih dalam kondisi mungkin bius atau apa ya, tapi jauh lebih baik. Saya tidak terlalu terasa sakit atau meradang yang berlebihan, juga tidak demam. Itu kan selesainya jam 2 siang, jam 6 (sore) saya sudah bisa pindah tempat tidur sendiri. Kemarin pagi saya sudah bisa duduk. Saya juga kaget perubahannya seperti itu ya, bagus. Puji Tuhan, setelah tindakan itu saya merasa jauh lebih baik. Kebas-kebas mulai berkurang,” ucap pasien. 

Konsultasi dokter

Awalnya saya hanya merasa pegal, saya tidak menyangka akan sejauh ini..” 

Keluhan yang dialami Yakobus mulai dirasakan sekitar tahun 2020. Saat pandemi COVID-19, ia lebih banyak melakukan aktivitas olahraga di rumah, termasuk latihan angkat beban tanpa pengawasan instruktur.

Awalnya, keluhan yang muncul hanya berupa rasa pegal pada area pinggang. Namun, memasuki tahun 2021, kondisi tersebut mulai berkembang menjadi kebas dan kram pada kaki.

Gangguan tersebut kemudian semakin terasa ketika berjalan. Langkahnya menjadi lebih kaku dan kaki sering mengalami kesemutan serta kebas. Dalam beberapa kondisi, sensasi pada kakinya bahkan berkurang sehingga ia tidak terlalu menyadari ketika sandal yang digunakan terlepas.

Keluhan juga semakin terasa ketika duduk dalam waktu lama atau berkendara. Rasa sakit pada pinggang membuatnya kesulitan berjalan dalam waktu lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sejak merasakan keluhan yang semakin mengganggu, Yakobus telah mencoba berbagai upaya untuk mendapatkan penanganan. Mulai dari pijat refleksi hingga pengobatan alternatif di beberapa daerah, termasuk Semarang dan Yogyakarta.

Ia juga sempat menjalani terapi di rumah sakit di Pontianak. Namun, berbagai upaya tersebut belum memberikan perubahan yang signifikan terhadap keluhannya.

Kondisi yang berlangsung selama beberapa tahun membuat Yakobus kemudian mencari informasi mengenai pilihan penanganan lain. Dari pencarian tersebut, ia mengetahui RS Mandaya Royal Puri dan mulai mencari informasi mengenai dokter serta teknologi yang tersedia untuk menangani masalah saraf kejepit.

Baca juga: Apakah Saraf Kejepit Bisa Sembuh Sendiri? Ini Jawabannya!

Bertemu dengan dr. Christian Permana di RS Mandaya Royal Puri

Dalam proses mencari penanganan, Yakobus menemukan berbagai informasi mengenai dr. Christian Permana, dokter spesialis bedah saraf di RS Mandaya Royal Puri.

Ia juga melihat video penjelasan dr. Christian mengenai kasus dan tindakan saraf kejepit. Setelah melihat penjelasan tersebut, Yakobus merasa kondisi yang dijelaskan memiliki kemiripan dengan apa yang selama ini dialaminya.

Sebelum datang ke RS Mandaya Royal Puri, Yakobus sebenarnya sudah menjalani pemeriksaan MRI. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian dikirimkan kepada dr. Christian untuk mendapatkan penilaian awal.

Dari hasil MRI, terlihat adanya masalah pada tulang belakang bagian lumbar, terutama pada ruas L3-L4 dan L4-L5.

Yakobus kemudian memutuskan untuk berkonsultasi lebih lanjut dan membuat janji untuk menjalani tindakan di RS Mandaya Royal Puri. Selain mempertimbangkan penjelasan dokter, ia juga mempertimbangkan teknologi dan peralatan medis yang digunakan dalam penanganan saraf kejepit.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Saraf Kejepit Tanpa Operasi

Penjelasan dr. Christian Permana terkait kondisi pasien dan prosedur operasi

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, ditemukan adanya saraf kejepit pada dua titik, yaitu L3-L4 dan L4-L5.

Kondisi tersebut menjelaskan berbagai keluhan yang selama ini dialami Yakobus, mulai dari kebas, kesemutan, kram pada kaki, hingga gangguan berjalan.

Keluhan yang sudah berlangsung sejak 2021 juga semakin lama semakin berat. Karena itu, setelah dilakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap kondisi pasien, diputuskan untuk melakukan tindakan operasi.

Pada kasus Yakobus, tindakan dilakukan menggunakan teknik uniportal endoskopi. Teknik ini memungkinkan dokter melakukan tindakan melalui akses yang lebih kecil dibandingkan operasi tulang belakang dengan sayatan konvensional.

Karena terdapat dua lokasi saraf yang mengalami penjepitan, tindakan dilakukan pada dua area tersebut. Masing-masing akses dibuat melalui luka insisi kecil dengan ukuran sekitar 8 mm hingga 1 cm.

Teknik endoskopi pada tulang belakang menggunakan kamera berukuran kecil untuk membantu dokter melihat area yang mengalami masalah dan melakukan tindakan dengan akses yang minimal.

Operasi berjalan dengan baik dan lancar. Setelah tindakan, kondisi pasien kemudian dipantau untuk melihat perkembangan keluhan serta kemampuan mobilisasinya.

Kondisi pasien pascaoperasi

Salah satu hal yang cukup mengejutkan bagi Yakobus adalah perubahan yang dirasakannya setelah menjalani operasi.

Setelah sadar dari anestesi, ia merasa kondisinya jauh lebih baik. Nyeri yang dirasakan tidak berlebihan dan tidak muncul keluhan seperti demam.

Operasi selesai sekitar pukul 2 siang. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 6 sore, Yakobus sudah mampu berpindah tempat tidur sendiri. Pada keesokan paginya, ia juga sudah dapat duduk. Perubahan tersebut membuatnya merasa cukup terkejut karena sebelumnya gangguan pada kaki dan pinggang telah dialaminya selama bertahun-tahun.

Keluhan kebas yang sebelumnya cukup mengganggu juga mulai berkurang setelah tindakan. Kondisi tersebut menjadi perkembangan positif dalam proses pemulihannya. Bahkan, satu hari pascaoperasi, pasien sudah diperbolehkan untuk pulang. 

Baca juga: Rekomendasi Dokter Saraf Terjepit di Jakarta dan Tangerang

Profil dan jadwal praktik dr. Christian Permana di RS Mandaya Royal Puri

dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS merupakan dokter spesialis bedah saraf dengan fokus pada penanganan berbagai masalah saraf dan tulang belakang, termasuk saraf kejepit. Ia memiliki pengalaman pendidikan dan pelatihan di bidang bedah saraf serta bedah tulang belakang, baik di Indonesia maupun luar negeri.

Riwayat Pendidikan dan Fellowship:

  • Dokter Umum – Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
  • Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Saraf – Universitas Padjadjaran
  • Fellowship Spine Surgery – Kolegium Bedah Saraf Indonesia
  • Course Biportal Endoscopic Spine Surgery – Sae-um Hospital, Korea Selatan
  • Fellowship Spine Surgery – Ege University Hospital, Turki
  • Fellowship Spine Surgery – National Brain Hospital, Indonesia
  • Fellowship Microscopic and Endoscopic Neurosurgery for Cerebrovascular Disease and Brain Tumours – Nagoya Daini Red Cross Hospital, Jepang.

Dalam praktiknya, dr. Christian memiliki keahlian dalam menangani berbagai kondisi saraf dan tulang belakang, khususnya saraf kejepit. Layanan yang ditangani meliputi PLDD (Percutaneous Laser Disc Decompression), PELD (Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy), PSLD (Percutaneous Stenoscopic Lumbar Decompression), microdiscectomy, hingga ACDF (Anterior Cervical Discectomy and Fusion). Selain itu, dr. Christian juga menangani tumor tulang belakang, infeksi tulang belakang, tuberkulosis (TB) tulang belakang, dan spondilodiskitis.

dr. Christian Permana, Sp.BS, FTB, FINSS, FICS bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 13.00 – 17.00 WIB
  • Kamis: 13.00 – 17.00 WIB
  • Jumat: 13.00 – 17.00 WIB
  • Sabtu: 13.00 – 17.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes