Pasien Saraf Kejepit Batalkan Operasi di Singapura, Pilih Tindakan Minim Sayatan di Mandaya Puri

Pasien Saraf Kejepit Batalkan Operasi di Singapura, Pilih Tindakan Minim Sayatan di Mandaya Puri

Saraf kejepit pada tulang belakang dapat menimbulkan nyeri yang sangat mengganggu hingga membuat penderitanya kesulitan berdiri, berjalan, bahkan beraktivitas sehari-hari. Tidak sedikit pasien yang merasa takut menjalani operasi karena khawatir harus menjalani tindakan besar dengan pemasangan pen dan masa pemulihan yang panjang. Hal inilah yang sempat dirasakan oleh seorang pasien saraf kejepit bernama Ibu Errawati yang akhirnya memilih menjalani tindakan arthrospine di RS Mandaya Royal Puri.

Sebelumnya, pasien sempat mencari pengobatan hingga ke Singapura demi mendapatkan penanganan saraf kejepit dengan teknologi modern. Ia bahkan sudah berkonsultasi langsung dengan dokter di sana untuk mengetahui pilihan terapi yang dapat dijalani. Namun setelah mendapatkan penjelasan mengenai prosedur yang direkomendasikan, pasien mengaku masih ragu untuk melanjutkan tindakan tersebut karena operasi yang disarankan melibatkan pemasangan pen pada tulang belakang. Selain itu, biaya pengobatan yang diperkirakan mencapai sekitar 50.000–60.000 SGD (sekitar Rp827 juta) untuk perawatan selama kurang lebih lima hari juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi dirinya dan keluarga.

Di tengah kebingungan tersebut, pasien kemudian mendapatkan informasi mengenai metode arthrospine di RS Mandaya Royal Puri. Setelah mengetahui bahwa terdapat pilihan operasi minimal invasif dengan luka sayatan kecil tanpa prosedur besar seperti yang ia bayangkan sebelumnya, pasien akhirnya memutuskan untuk menjalani pengobatan di negeri sendiri, di Indonesia.

“Di Singapura terus saya melihat di meja ada alat pen itu, (lalu saya tanya), ‘Ini apa, dok?’, (kata dokternya) nanti kamu pasang ini. Terus katanya biayanya 50-60 ribu SGD, 5 hari. Dalam hati saya, aku sudah ultimatum tidak akan operasi, badanku tidak mau dipasang pen,” cerita pasien. 

Konsultasi dokter

Keputusan berobat di negeri sendiri, di Mandaya Royal Hospital Puri

dr. Christian Ariono, Sp.BS, FINSS, FICS, FINPS
dr. Christian Ariono, Sp.BS, FINSS, FICS, FINPS

Seorang pasien saraf kejepit membagikan pengalamannya menjalani tindakan arthrospine dengan dr. Christian Ariono, Sp.BS, FINSS, FICS, FINPS di RS Mandaya Royal Puri setelah sebelumnya sempat mempertimbangkan pengobatan ke luar negeri, termasuk Singapura. Kekhawatiran terhadap operasi tulang belakang konvensional dengan pemasangan pen membuat dirinya terus mencari pilihan pengobatan yang lebih nyaman dan minim risiko.

Pasien mengaku sempat mendapatkan informasi mengenai tindakan operasi di luar negeri, tetapi biaya yang dibutuhkan dinilai sangat besar. Selain itu, ia juga merasa khawatir harus menjalani operasi besar dengan rawat inap cukup lama. Di tengah kebingungan tersebut, anak dari pasien menemukan informasi mengenai metode arthrospine di RS Mandaya Royal Puri melalui media sosial.

Setelah berkonsultasi langsung dengan dr. Christian Ariono, pasien merasa lebih yakin untuk menjalani tindakan di Indonesia. Menurutnya, teknologi dan metode yang tersedia di RS Mandaya Royal Puri sudah setara dengan layanan medis luar negeri, namun dengan akses yang lebih mudah, biaya yang lebih terjangkau, dan dukungan keluarga yang lebih dekat selama proses pengobatan.

Baca juga: Apakah Saraf Kejepit Bisa Sembuh Sendiri? Ini Jawabannya!

Awal mula gejala dan keluh kesah pasien

Sebelum mendapatkan diagnosis saraf kejepit, pasien awalnya hanya merasakan nyeri ringan di area pinggang dan kaki. Namun seiring waktu, rasa sakit semakin memberat hingga membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Ia mengaku mulai sulit berdiri tegak dan harus berjalan dalam posisi sedikit membungkuk karena nyeri yang menjalar dari pinggul hingga paha.

Keluhan lain yang dirasakan antara lain sensasi seperti tersetrum pada kaki, nyeri pada jari kaki seperti cantengan, hingga rasa tertarik di sepanjang tungkai. Kondisi tersebut membuat pasien kesulitan berjalan dan tidak bisa berdiri terlalu lama. Bahkan, berbagai terapi seperti pijat, penggunaan koyo, hingga suntikan hanya memberikan efek sementara sebelum rasa sakit kembali muncul.

Pasien juga sempat mencoba berbagai pengobatan konservatif karena takut menjalani operasi tulang belakang. Ia mengaku tidak ingin menjalani prosedur dengan pemasangan pen pada tulang belakang. Namun setelah kondisinya semakin memburuk dan rasa sakit tidak lagi tertahankan, ia akhirnya memutuskan mencari penanganan yang lebih tepat.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Saraf Kejepit Tanpa Operasi

Tindakan arthrospine di Mandaya dengan dr. Christian Ariono, Sp.BS

Setelah menjalani pemeriksaan di RS Mandaya Royal Puri, pasien diketahui mengalami saraf kejepit pada tulang belakang. dr. Christian kemudian merekomendasikan tindakan arthrospine, yaitu teknik operasi minimal invasif untuk menangani saraf kejepit dengan luka sayatan kecil.

Metode arthrospine dilakukan menggunakan kamera dan instrumen khusus melalui sayatan sekitar 1–2 cm. Teknik ini memungkinkan dokter menangani saraf yang terjepit dengan kerusakan jaringan yang lebih minimal dibandingkan operasi terbuka konvensional.

Pasien mengaku terkejut karena proses pemulihannya berlangsung sangat cepat. Setelah operasi dilakukan, ia bahkan sudah diperbolehkan berjalan ke toilet keesokan paginya. Menurut pengakuannya, rasa nyeri yang sebelumnya terus-menerus dirasakan langsung berkurang drastis setelah tindakan.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengalami keluhan berat pascaoperasi seperti mual, pusing, ataupun nyeri hebat pada area luka operasi. Bahkan, luka sayatan di punggung terasa sangat minimal dibandingkan rasa sakit yang sebelumnya dialami akibat saraf kejepit.

Konsultasi dokter

Baca juga: 6 Penanganan Saraf Terjepit dengan Metode Minimal Invasif

Keunggulan metode arthrospine untuk saraf kejepit

Arthrospine merupakan salah satu teknik operasi minimal invasif untuk menangani saraf kejepit akibat penonjolan bantalan tulang belakang, penebalan ligamen, maupun penyempitan saluran saraf.

Dibandingkan operasi terbuka konvensional, metode ini memiliki beberapa keunggulan, seperti:

  • Luka operasi lebih kecil, sekitar 1–2 cm
  • Kerusakan jaringan lebih minimal
  • Nyeri pascaoperasi cenderung lebih ringan
  • Masa pemulihan lebih cepat
  • Risiko perdarahan lebih rendah
  • Pasien dapat lebih cepat kembali beraktivitas.

Teknik ini menggunakan kamera khusus untuk membantu dokter melihat area saraf yang terjepit secara lebih jelas. Dengan bantuan instrumen berukuran kecil, dokter dapat mengangkat penonjolan bantalan saraf maupun jaringan yang menyebabkan tekanan pada saraf tulang belakang.

dr. Christian Ariono, dokter bedah saraf di RS Mandaya Royal Puri

dr. Christian Ariono merupakan dokter spesialis bedah saraf di RS Mandaya Royal Puri yang menangani berbagai kasus gangguan tulang belakang dan saraf, termasuk saraf kejepit.

Beliau memiliki pengalaman dalam menangani tindakan bedah saraf modern dengan pendekatan minimal invasif, termasuk metode arthrospine untuk membantu pasien mendapatkan pemulihan lebih cepat dengan luka operasi yang lebih kecil.

Dalam prakteknya, dr. Christian mengedepankan penanganan yang menyeluruh dan personal sesuai kondisi masing-masing pasien, mulai dari evaluasi gejala, pemeriksaan penunjang, hingga penentuan terapi yang paling tepat.

dr. Christian Ariono, Sp.BS, FINSS, FICS, FINPS bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri:

  • Senin: 08.00 – 16.00 WIB
  • Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
  • Rabu: 08.00 – 16.00 WIB
  • Kamis: 08.00 – 16.00 WIB
  • Jumat: 08.00 – 16.00 WIB
  • Sabtu: 08.00 – 16.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes