Saraf kejepit, terutama yang terjadi di area leher, sering kali menimbulkan nyeri hebat hingga gangguan fungsi seperti kesemutan dan kelemahan pada tangan. Dalam beberapa kasus, tindakan operasi menjadi solusi terbaik untuk mengatasi kondisi ini.
Kekhawatiran terhadap risiko cedera saraf saat operasi kini dapat diminimalkan berkat teknologi canggih seperti Intraoperative Neuro Monitoring (IONM) yang tersedia di RS Mandaya Royal Puri.

Contents
Pentingnya kehati-hatian dalam operasi saraf leher
Operasi pada saraf leher bukanlah prosedur yang sederhana. Area ini memiliki struktur saraf yang kompleks dan sangat vital, sehingga setiap tindakan harus dilakukan dengan presisi tinggi.
“Saraf kejepit di leher tentu kita akan memerlukan persiapan yang lebih matang, di sini (Mandaya Royal Hospital Puri) yang selalu kita laksanakan adalah apabila kita melakukan operasi saraf di leher, kita pasti akan minta pendampingan IOM atau IONM, itu singkatan dari Intraoperative Neuro Monitoring,” ujar dr. Christian Ariono, Sp.BS-FTB, FINSS, FINPS, FICS, dokter spesialis bedah saraf RS Mandaya Royal Puri.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa setiap prosedur dilakukan dengan standar keamanan tinggi, termasuk melibatkan tim multidisiplin.
Dalam prakteknya, dokter bedah saraf tidak bekerja sendiri. Mereka berkolaborasi dengan dokter spesialis neurologi untuk memastikan fungsi saraf tetap terjaga selama operasi berlangsung.
“Itu saya akan kerja sama dengan dokter dari spesialis neurologi, ya mungkin saya bilangnya menemani saya, menjaga supaya saraf pasien itu tidak terluka atau tidak cedera akibat manipulasi pada saat kita melakukan operasi di leher,” lanjut dr. Christian Ariono.
Kolaborasi ini memungkinkan pemantauan fungsi saraf secara real-time, sehingga potensi risiko dapat segera terdeteksi.

Baca juga: Rekomendasi Dokter Saraf Terjepit di Jakarta dan Tangerang
Apa itu Intraoperative Neuro Monitoring (IONM)?
Intraoperative Neuro Monitoring (IONM) adalah teknologi medis yang digunakan untuk memantau fungsi sistem saraf secara langsung selama prosedur operasi. Teknologi ini bekerja dengan mengukur aktivitas listrik pada saraf, sehingga tim medis dapat mengetahui kondisi saraf pasien secara real-time.
Dengan IONM, dokter dapat langsung mengetahui jika terjadi gangguan atau tekanan pada saraf selama tindakan berlangsung.
Selama operasi, setiap tahapan yang berisiko terhadap saraf akan dipantau secara ketat.
“Dan apabila kita sudah memulai tahapan manipulasi saraf itu, saya dan dokter saraf akan mulai komunikasi. Misalnya saya akan bilang bahwa saya akan mulai tahapan membebaskan foramen intervertebralis, nah foramen intervertebralis itu pasti akan berhubungan dengan erat dengan saraf yang keluar ke tangan. Sehingga saat misalnya saya membebaskan ternyata proses saya menyebabkan cedera atau mulai tertekan, itu pasti dokter saraf akan bilang ke saya,” ujar dr. Christian Ariono.
Dengan komunikasi aktif ini, tindakan dapat segera disesuaikan untuk mencegah cedera lebih lanjut.
Tanpa teknologi IONM, kerusakan saraf sering kali baru diketahui setelah pasien sadar dari operasi.
“Karena kalau andaikan pasiennya kita tidak ketahui dengan pasang IONM, ya ada kemungkinan kita baru tahu (ada kerusakan saraf) setelah pasiennya sadar. Ternyata (nanti) pasiennya mengeluh, kok tangan saya kebas, atau jari-jari saya lemas. Kalau itu terjadi bisa dibilang sudah terlambat.”
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pemantauan saraf secara langsung selama prosedur berlangsung.
Keunggulan teknologi IONM dalam operasi saraf
Penggunaan IONM memberikan berbagai manfaat signifikan dalam meningkatkan keselamatan pasien, antara lain:
- Memantau fungsi saraf secara real-time selama operasi
- Membantu dokter mendeteksi dini potensi cedera saraf
- Mengurangi risiko komplikasi pasca operasi seperti mati rasa atau kelemahan
- Meningkatkan akurasi tindakan bedah pada area sensitif
- Memberikan rasa aman lebih bagi pasien dan tim medis.
Dengan adanya teknologi ini, tingkat keamanan pasien meningkat secara signifikan.
“Patient safety benar-benar jauh meningkat dengan adanya teknologi IONM ini,” tegas dr. Christian Ariono.
Teknologi IONM menjadi salah satu inovasi penting dalam dunia bedah saraf modern, khususnya untuk menangani saraf kejepit di area leher dengan risiko yang lebih minimal.
Dengan dukungan teknologi canggih dan kolaborasi tim medis berpengalaman, operasi saraf kejepit kini dapat dilakukan dengan lebih aman dan terkontrol. Jika Anda mengalami gejala saraf kejepit, penting untuk berkonsultasi dengan fasilitas kesehatan yang memiliki teknologi seperti IONM untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Profil dan keahlian dr. Christian Ariono dari RS Mandaya Royal Puri

dr. Christian Ariono, Sp.BS, FINSS, FICS, FINPS merupakan dokter spesialis bedah saraf yang berpengalaman dalam menangani kasus saraf kejepit. Selain itu, beliau juga memiliki keahlian dalam melakukan operasi tumor saraf, menangani gangguan aliran pembuluh darah di otak, serta mengobati berbagai penyakit otak seperti meningitis.
Dalam perjalanan profesionalnya, dr. Christian tergabung sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf Indonesia.
Untuk penanganan saraf kejepit, dr. Christian dapat melakukan berbagai prosedur medis, mulai dari teknik arthrospine hingga tindakan Anterior Cervical Discectomy and Fusion (ACDF).
dr. Christian Ariono, Sp.BS, FINSS, FICS, FINPS bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri:
- Senin: 08.00 – 16.00 WIB
- Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
- Rabu: 08.00 – 16.00 WIB
- Kamis: 08.00 – 16.00 WIB
- Jumat: 08.00 – 16.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 16.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

