Operasi Perbaikan Tendon Achilles Putus Akibat Olahraga Metode Minimal Invasif oleh dr. Venan di RS Mandaya Puri, Luka Hanya 3 Cm

Operasi Perbaikan Tendon Achilles Putus Akibat Olahraga Metode Minimal Invasif oleh dr. Venan di RS Mandaya Puri, Luka Hanya 3 Cm

Tendon Achilles merupakan jaringan kuat yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit. Tendon ini berperan penting dalam menopang berbagai gerakan kaki, termasuk berjalan, berlari, dan melompat. Namun, aktivitas yang memberikan tekanan atau peregangan berlebihan pada tendon, terutama saat berolahraga, dapat menyebabkan tendon Achilles robek sebagian atau seluruhnya. Kondisi ini disebut ruptur tendon Achilles dan umumnya terjadi secara tiba-tiba, misalnya saat melakukan gerakan eksplosif dalam olahraga, terjatuh, tersandung, atau memutar pergelangan kaki secara mendadak.

Penanganan ruptur tendon Achilles perlu disesuaikan dengan kondisi cedera dan kebutuhan pasien untuk membantu mengembalikan fungsi tendon secara optimal. Salah satu pilihan penanganannya adalah operasi dengan teknik minimal invasif yang menggunakan sayatan lebih kecil dibandingkan prosedur terbuka konvensional. dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP, dokter ortopedi dengan fellowship di bidang cedera olahraga di RS Mandaya Royal Puri, melakukan operasi perbaikan tendon Achilles yang putus akibat olahraga pada pasien laki-laki berusia 37 tahun menggunakan metode minimal invasif. Menariknya, tindakan tersebut dilakukan dengan sayatan sepanjang hanya 3 cm.

Konsultasi dokter

Diagnosis tendon Achilles putus pada pasien 37 tahun akibat bermain bola 

Pasien laki-laki berusia 37 tahun mengalami cedera saat bermain sepak bola. Saat sedang bermain, pasien merasakan bunyi seperti “pop” pada betis yang kemudian diikuti dengan kesulitan hingga tidak dapat berjalan. Setelah menjalani pemeriksaan, diketahui bahwa pasien mengalami ruptur atau putusnya tendon Achilles.

Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk membantu mengetahui adanya ruptur tendon Achilles adalah dengan memberikan tekanan pada otot betis dan mengamati pergerakan pergelangan kaki (ankle). Pada kondisi normal, tekanan pada betis akan menyebabkan pergerakan pada pergelangan kaki. Namun, ketika tendon Achilles mengalami putus, tekanan tersebut tidak menghasilkan pergerakan pada pergelangan kaki seperti yang seharusnya.

Operasi perbaikan tendon achilles dengan metode minimal invasif

Untuk memperbaiki tendon Achilles yang putus, pasien menjalani operasi dengan metode minimal invasif bersama dr. Venan. Teknik ini dilakukan melalui sayatan horizontal sepanjang sekitar 3 cm, lebih kecil dibandingkan metode operasi konvensional yang umumnya menggunakan sayatan vertikal dengan panjang sekitar 10 cm.

Melalui sayatan kecil tersebut, dokter memasukkan alat khusus untuk membantu menarik dan mengatur benang sehingga kedua bagian tendon yang putus dapat dipertemukan dan diikat kembali. Setelah tendon berhasil diperbaiki, fungsi pergelangan kaki kembali diperiksa dengan memberikan tekanan pada betis. Hasilnya, pergerakan pada pergelangan kaki kembali terlihat, menunjukkan bahwa fungsi tendon telah diperbaiki.

Setelah operasi, kaki pasien kemudian diimobilisasi untuk membantu menjaga posisi tendon selama proses penyembuhan. Selanjutnya, pasien akan menjalani fisioterapi secara bertahap untuk membantu mengembalikan kekuatan, fleksibilitas, dan fungsi kaki sehingga dapat kembali beraktivitas seperti sebelumnya.

Kenali gejala tendon Achilles putus dan kapan harus ke dokter

Putusnya tendon Achilles dapat terjadi secara tiba-tiba dan biasanya menimbulkan gejala yang cukup khas. Namun, tingkat keluhan dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Merasakan sensasi seperti ditendang atau dipukul pada bagian betis secara tiba-tiba.
  • Muncul nyeri tajam dan pembengkakan di sekitar tumit.
  • Kesulitan menggerakkan telapak kaki ke bawah atau melakukan gerakan mendorong kaki saat berjalan.
  • Kesulitan berdiri atau berjinjit menggunakan kaki yang mengalami cedera.
  • Mendengar suara seperti “pop” atau bunyi letupan saat cedera terjadi.

Kapan harus ke dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika terdengar bunyi “pop” pada area tumit atau betis, terutama jika setelahnya muncul kesulitan berjalan atau menggerakkan kaki. Pemeriksaan lebih awal diperlukan untuk memastikan apakah terjadi ruptur tendon Achilles dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi cedera.

Baca juga: 8 Jenis Cedera Olahraga yang Perlu Diwaspadai, Kenali Juga Penanganannya

Penyebab tendon Achilles putus yang perlu diwaspadai

Tendon Achilles putus terjadi ketika tendon mengalami penurunan kualitas atau kekuatan, kemudian mendapatkan beban yang melebihi kemampuannya. Kondisi ini dapat dipicu oleh gerakan olahraga yang memberikan tekanan besar secara tiba-tiba maupun faktor tertentu yang membuat tendon lebih rentan mengalami cedera. Beberapa penyebab dan faktor yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Gerakan olahraga yang tiba-tiba dan eksplosif, seperti melompat dengan kuat, melakukan perubahan arah secara cepat (pivoting), atau berlari dengan akselerasi mendadak. Gerakan tersebut dapat memberikan beban berlebih pada tendon hingga menyebabkan robekan.
  • Terjatuh atau tersandung, terutama jika posisi kaki memberikan tekanan mendadak pada tendon Achilles.
  • Tendinopati, yaitu kondisi ketika kualitas tendon mengalami perubahan akibat proses penggunaan, kerusakan, dan perbaikan berulang. Tendon yang kualitasnya sudah menurun dapat lebih mudah mengalami robekan ketika menerima beban besar.
  • Kondisi medis tertentu, termasuk beberapa penyakit reumatologi yang dapat memengaruhi kekuatan dan kualitas tendon.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti penggunaan steroid dalam jangka panjang atau jenis antibiotik tertentu, yang dapat meningkatkan risiko tendon mengalami kelemahan dan ruptur.

Baca juga: Penanganan Cedera Olahraga: Mulai dari Istirahat hingga Operasi

Profil dan jadwal praktik dr. Venan di RS Mandaya Royal Puri

dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP
dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP

dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP merupakan dokter spesialis ortopedi dan traumatologi yang menangani berbagai masalah pada sistem muskuloskeletal, termasuk cedera olahraga, trauma, serta gangguan pada tulang dan sendi. Beliau menempuh pendidikan dokter dan spesialis Ortopedi dan Traumatologi di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.

Untuk mengembangkan kompetensinya di bidang ortopedi, dr. Venansius mengikuti Overseas Orthopaedic Training Program di Semmelweis University, Budapest, Hungaria. Beliau juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan pengembangan keilmuan, antara lain Advanced Trauma Life Support (ATLS), Advanced Cardiac Life Support (ACLS), AO Trauma Course, serta berbagai workshop dan pertemuan ilmiah yang membahas osteoartritis, cedera ligamen, dan bedah tulang belakang. Dengan pengalaman klinis dan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan, dr. Venansius menangani pasien dengan beragam kondisi ortopedi, termasuk cedera yang berkaitan dengan aktivitas olahraga.

Jadwal praktik dr. Venan di Mandaya Royal Hospital Puri

dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 10.00 – 12.00 WIB
  • Rabu: 16.00 – 20.00 WIB
  • Jumat: 16.00 – 20.00 WIB
  • Sabtu: 16.00 – 20.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Cleveland Clinic. Achilles Tendon Rupture. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21703-achilles-tendon-rupture). Diakses pada 1 September 2026.
  2. Mayo Clinic. Achilles Tendon Rupture – Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/achilles-tendon-rupture/symptoms-causes/syc-20353234). Diakses pada 1 September 2026.
  3. NHS Fife. Achilles Tendon Rupture. (https://www.nhsfife.org/services/all-services/patient-advice/achilles-tendon-rupture/). Diakses pada 1 September 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes