Hernia atau turun berok terjadi ketika jaringan atau organ dalam tubuh menekan dan muncul melalui lubang pada otot atau jaringan ikat. Untuk mengatasinya, beberapa hal bisa dilakukan, salah satunya operasi. Operasi hernia bisa dilakukan lewat dua metode, yaitu operasi terbuka dan laparoskopi.
Di RS Mandaya Royal Puri, operasi hernia dilakukan dengan metode laparoskopi minim sayatan. Tindakannya juga dilakukan oleh dokter berpengalaman.
Contents
Apa itu operasi hernia?
Tidak semua kejadian hernia atau turun berok perlu dioperasi. Biasanya, operasi dipilih sebagai pilihan pengobatan apabila hernia yang terjadi sudah cukup parah atau gejala yang dialami seperti nyeri sudah cukup mengganggu.
Ada dua jenis operasi yang paling umum dilakukan untuk mengobati hernia, yaitu:
-
Operasi terbuka
Operasi ini dilakukan untuk menutup otot yang jebol agar organ yang menonjol bisa kembali ke tempat semula. Setelah operasi selesai, dokter akan menjahit area tersebut dan menutupnya dengan lapisan khusus yang akan membantu proses penyembuhan.
-
Operasi laparoskopi
Operasi laparoskopi dilakukan dengan memasukkan alat khusus yang memiliki kamera ke area hernia untuk memasukkan kembali organ yang menonjol keluar otot. Metode ini membuat dokter tidak perlu membuat sayatan sebesar pada operasi terbuka. Cukup dengan sayatan kecil, alat ini sudah bisa masuk ke area hernia.
Beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan dalam pemilihan prosedur operasi antara lain lokasi, ukuran hernia, dan tipe hernia, serta gaya hidup, kondisi kesehatan secara umum, dan usia pasien.
Operasi Hernia Perut Metode Minim Sayatan di RS Mandaya Royal Puri


Di RS Mandaya Royal Puri, tindakan operasi hernia minim sayatan bisa dikerjakan oleh dr. Emerson Budiarman Masli, Sp.B. Subsp. BD(K). Beliau adalah dokter spesialis bedah digestif yang berpengalaman dan ahli dalam menangani gangguan ataupun penyakit pada sistem pencernaan.
Operasi hernia perut dengan metode minim sayatan atau laparoskopi di RS Mandaya Royal Puri merupakan prosedur bedah minimal invasif yang dilakukan melalui beberapa sayatan kecil pada area perut. Tindakan ini memanfaatkan kamera khusus (laparoskop) serta instrumen bedah modern untuk mengembalikan jaringan atau organ yang menonjol ke posisi normal, kemudian memperkuat dinding perut dengan pemasangan mesh.
Jika dibandingkan dengan operasi hernia terbuka, metode minim sayatan umumnya menyebabkan nyeri pascaoperasi yang lebih ringan dan mendukung proses pemulihan yang lebih cepat. Teknik ini dapat diterapkan pada berbagai jenis hernia, seperti hernia inguinal, hernia ventral, hingga hernia berulang, dan biasanya dilakukan dengan pembiusan umum.
Tahapan operasi hernia metode minim sayatan:
- Pemberian anestesi: Pasien diberikan anestesi umum agar tertidur dan tidak merasakan nyeri selama prosedur berlangsung.
- Pembuatan sayatan kecil: Dokter membuat beberapa sayatan kecil, umumnya sebanyak 3–4 titik, pada area perut, sering kali di sekitar pusar.
- Pengembangan rongga perut: Rongga perut dialiri gas karbon dioksida untuk menciptakan ruang kerja yang memadai dan mempermudah visualisasi area operasi.
- Penggunaan kamera dan alat bedah: Laparoskop dan alat bedah khusus dimasukkan melalui sayatan untuk memantau serta memperbaiki bagian hernia secara presisi.
- Perbaikan hernia: Kantong hernia dikembalikan ke posisi semula, kemudian area yang lemah diperkuat dengan pemasangan mesh.
- Penutupan sayatan: Setelah tindakan selesai, seluruh sayatan ditutup menggunakan jahitan atau plester bedah khusus.
dr. Emerson Budiarman Masli, Sp.B. Subsp.BD (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 10.00 – 13.00 WIB
- Rabu: 10.00 – 13.00 WIB
Apa Saja Keunggulan Operasi Hernia Metode Minim Sayatan?
Operasi hernia dengan metode minim sayatan atau laparoskopi menawarkan sejumlah keunggulan jika dibandingkan dengan teknik operasi terbuka. Beberapa manfaat yang dapat dirasakan pasien antara lain:
- Nyeri pascaoperasi lebih ringan: Sayatan yang lebih kecil membuat rasa nyeri setelah tindakan operasi cenderung lebih minimal.
- Proses pemulihan lebih cepat: Pasien umumnya dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dalam waktu yang lebih singkat.
- Bekas luka lebih kecil dan halus: Ukuran sayatan yang kecil menghasilkan bekas luka yang lebih rapi dan nyaris tidak terlihat setelah masa penyembuhan.
- Penanganan hernia di kedua sisi sekaligus: Pada kondisi tertentu, hernia di sisi kanan dan kiri dapat diperbaiki dalam satu kali prosedur operasi.
Lihat juga: Pengalaman Pasien Operasi Hernia di Mandaya Royal Hospital
Kapan Hernia Harus Dioperasi?
Berikut ini beberapa indikasi perlunya dilakukan operasi hernia:
- Jaringan atau organ terhimpit di antara dinding perut (inkarserasi). Bila dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan suplai aliran darah ke jaringan atau organ menurun dan pada akhirnya organ tersebut bisa mati.
- Jaringan maupun organ yang mengalami hernia, terlilit (strangulasi). Hal ini dapat menyebabkan kerusakan permanen.
- Hernia menyebabkan nyeri, rasa tidak nyaman, atau semakin membesar.
Prosedur Operasi Hernia
Berikut tahapan operasi hernia yang perlu diperhatikan.
-
Operasi terbuka
Pada operasi bedah terbuka, dokter akan membuat sayatan di area yang mengalami hernia. Kemudian, organ maupun jaringan yang mengalami hernia akan didorong atau dimasukkan ke posisi semula.
Setelah itu, dokter akan menutup lubang atau jaringan otot tempat hernia muncul, dengan membuat jahitan. Jaring sintetis (mesh) dapat dipasang pada hernia yang berukuran besar, untuk mencegah terjadinya hernia kembali.
-
Laparoskopi
Pada operasi laparoskopi, dokter bedah akan membuat beberapa sayatan kecil di sekitar daerah yang mengalami hernia. Melalui sayatan kecil tersebut, dokter akan memasukkan tabung laparoskopi yang dilengkapi kamera dan terhubung ke monitor.
Untuk memperjelas lapang pandang operasi, perut pasien akan dikembungkan dengan gas. Kemudian dokter akan memperbaiki hernia dan bila perlu, pemasangan jaring sintetis juga akan dilakukan.
Pemulihan setelah operasi
Setelah menjalani operasi, kondisi turun berok akan membaik. Waktu pemulihan yang dibutuhkan setelah operasi terbuka umumnya adalah 3-6 minggu sampai pasien bisa benar-benar kembali beraktivitas seperti semula.
Sementara pada pasien yang menjalani operasi laparoskopi, waktu pemulihannya lebih cepat, sekitar 1-2 minggu. Dokter akan memberikan instruksi mengenai aktivitas yang harus dihindari dan lamanya kegiatan tersebut harus dihindari.
Agar pemulihan berjalan baik dan kondisi turun berok tidak kembali terjadi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, seperti:
- Berhenti merokok
- Jaga berat badan ideal
- Jangan mengejan terlalu keras saat buang air kecil maupun buang air besar
- Konsumsi cukup serat untuk cegah konstipasi
- Olahraga teratur untuk memperkuat otot perut
- Hindari mengangkat barang yang terlalu berat
Segera periksa ke dokter apabila mengalami batuk yang tak kunjung sembuh untuk kurangi risiko jebolnya organ dalam ke luar otot pelindungnya.
Hernia atau turun berok tidak sebaiknya dibiarkan begitu saja, karena jika tidak segera dirawat, komplikasi seperti nyeri hebat bisa terjadi. Apabila Anda sudah merasakan gejala hernia yang mengganggu seperti benjolan di area perut dan nyeri, segera periksakan diri ke dokter.
Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

