Miom Lengket di Usus Dapat Ditangani Dengan Teknologi HIFU di RS Mandaya

Miom Lengket di Usus Dapat Ditangani Dengan Teknologi HIFU di RS Mandaya

Miom umumnya dapat ditangani melalui tindakan operasi, baik dengan metode laparotomi atau laparoskopi. Namun pada beberapa kasus, lokasi miom yang sulit dijangkau membuat prosedur operasi konvensional menjadi lebih berisiko. 

Kondisi ini dialami oleh seorang pasien yang memiliki miom di bagian belakang rahim dan sudah menempel pada usus. Karena posisinya yang sulit dijangkau, pengangkatan miom melalui operasi konvensional berpotensi menimbulkan risiko yang tinggi. Sebagai solusinya pasien akhirnya menjalani tindakan High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) di Mandaya Royal Hospital Puri dengan dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG.

dr. Edward yang menangani persalinan Mitzi
dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG

“Karena posisinya (miom) sebenarnya itu sulit untuk laparoskopi, karena posisi miomnya itu di belakang (rahim) dan sudah lengket ke usus. Kalau dari atas bisa merusak dinding rahimnya, kalau misalkan dari belakang kita tidak tahu kena usus atau tidak. Awalnya sempat drop, ini bisa tidak (ditangani). Eh ternyata ada HIFU, benar-benar buat aku membantu dan ini jalannya Tuhan semuanya dilancarkan,” kata pasien.

Konsultasi dokter

Miom ditemukan setelah mengalami keguguran berulang

Pasien mengungkapkan bahwa dirinya telah menikah sejak tahun 2018. Kehamilan pertamanya terjadi pada tahun 2023, namun tidak dapat dipertahankan karena janin tidak berkembang.

Pada tahun 2025, pasien kembali hamil. Awalnya kehamilan terdeteksi, tetapi kantong kehamilan belum terlihat saat pemeriksaan. Tidak lama setelah pulang ke rumah, pasien mengalami perdarahan. Saat kembali memeriksakan diri, dokter menjelaskan bahwa kondisi tersebut masih dapat terjadi pada awal kehamilan. Pemeriksaan berikutnya menunjukkan bahwa kantong kehamilan sudah mulai terbentuk.

Pasien kemudian mendapatkan terapi dan diminta beristirahat. Namun, perdarahan kembali terjadi keesokan harinya hingga akhirnya kehamilan tersebut kembali mengalami kegagalan.

Karena telah mengalami dua kali keguguran, pasien mulai mencari penyebab yang mendasarinya. Setelah mendapatkan rekomendasi dari keluarga dan berdiskusi dengan suami, ia memutuskan untuk berkonsultasi dengan dr. Edward di RS Mandaya Royal Puri.

Baca juga: Miom Rahim Apakah Berbahaya? Kenali Gejala dan Komplikasinya Ini

Pemeriksaan menemukan miom yang sulit diangkat dengan operasi

Saat menjalani pemeriksaan lanjutan, dr. Edward menemukan adanya pembesaran rahim disertai beberapa miom. Setelah dilakukan evaluasi menyeluruh, diketahui bahwa salah satu miom memiliki ukuran sekitar 5 cm dan berada di bagian posterior atau belakang rahim.

Menurut dr. Edward, hasil pemeriksaan lain, termasuk pemeriksaan darah dan analisis sperma pasangan, menunjukkan hasil yang baik. Oleh karena itu, miom menjadi faktor yang paling dicurigai berkontribusi terhadap kegagalan kehamilan yang dialami pasien.

“Setelah kita melakukan pemeriksaan, kita menemukan ada benjolan sebenarnya ada beberapa, tetapi yang lebih signifikan adalah suatu massa (miom) berukuran 5 cm pada posterior rahim. Setelah kita melakukan pemeriksaan darah, sperma, semuanya normal. Sehingga kita mencurigai penyebab daripada kegagalan kehamilan sebelumnya bisa disebabkan oleh miom tersebut,” jelas dr. Edward.

Tantangan terbesar dalam kasus ini adalah lokasi miom yang berada di belakang rahim dan telah menempel pada usus. Kondisi tersebut membuat prosedur operasi menjadi lebih sulit dan berisiko. Karena itu, dr. Edward menyarankan pasien untuk menjalani terapi HIFU sebagai alternatif penanganan tanpa operasi.

Konsultasi dokter

Baca juga: Apakah Miom Bikin Mandul atau Susah Hamil?

Mengapa miom dapat menyebabkan sulit hamil atau gangguan kesuburan?

Selain menimbulkan keluhan seperti nyeri panggul dan perdarahan menstruasi berlebih, miom juga dapat memengaruhi kesuburan dan kehamilan. Beberapa dampak yang dapat terjadi antara lain:

  • Menyumbat saluran tuba falopi sehingga pembuahan menjadi lebih sulit.
  • Mengganggu proses implantasi embrio pada dinding rahim.
  • Mengurangi ruang tumbuh janin di dalam rahim.
  • Meningkatkan risiko gangguan pada plasenta selama kehamilan.
  • Menghambat suplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan janin.
  • Meningkatkan risiko keguguran maupun persalinan prematur.

Mengenal HIFU, teknologi penanganan miom tanpa operasi

HIFU merupakan teknologi terapi non-bedah yang memanfaatkan gelombang ultrasound berintensitas tinggi untuk menghancurkan jaringan miom secara presisi tanpa sayatan.

Berikut adalah cara kerja HIFU dalam menangani miom:

  • Gelombang ultrasound difokuskan langsung ke jaringan miom.
  • Energi panas yang dihasilkan menghancurkan sel-sel miom secara bertahap.
  • Jaringan sehat di sekitar area target tetap terlindungi.
  • Tindakan dilakukan tanpa sayatan dan tanpa pengangkatan rahim.

Sementara, berikut adalah beberapa keunggulan HIFU:

  • Tidak memerlukan operasi terbuka.
  • Tidak meninggalkan bekas luka sayatan.
  • Risiko perdarahan lebih rendah.
  • Masa pemulihan lebih cepat dibandingkan operasi.
  • Cocok untuk kasus miom yang sulit dijangkau dengan tindakan bedah.
  • Membantu mempertahankan rahim bagi pasien yang masih merencanakan kehamilan.

Pada kasus pasien ini, HIFU dipilih karena mampu menangani miom yang memiliki lokasi kompleks tanpa perlu melakukan operasi berisiko tinggi. Bahkan, satu hari setelah menjalani tindakan, pasien sudah dapat bangun dari tempat tidur, berjalan seperti biasa, dan diperbolehkan pulang.

Dalam beberapa bulan ke depan, pasien akan menjalani evaluasi berkala untuk memantau perkembangan kondisi miom. Menurut dr. Edward, pasien juga berpeluang untuk kembali menjalani program kehamilan sekitar 3 hingga 6 bulan setelah tindakan HIFU dilakukan.

Profil dan jadwal praktik dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG di RS Mandaya Puri

dr edward

dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG merupakan dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang menangani berbagai masalah kesehatan reproduksi wanita, mulai dari persiapan kehamilan hingga penanganan gangguan ginekologi. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Sam Ratulangi, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis obstetri dan ginekologi di San Juan de Dios Educational Foundation. Untuk memenuhi standar praktik di Indonesia, dr. Edward juga mengikuti program adaptasi spesialis obstetri dan ginekologi di Universitas Udayana.

Dalam praktiknya, dr. Edward memiliki pengalaman dalam program kehamilan, pemeriksaan prenatal, pencitraan janin, konsultasi kontrasepsi, penanganan komplikasi kehamilan, gangguan ginekologi jinak, hingga berbagai tindakan minimal invasif sesuai kebutuhan pasien.

dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 14.00 – 16.30 WIB
  • Selasa: 11.00 – 14.00 WIB
  • Rabu: 17.00 – 20.00 WIB
  • Kamis: 17.00 – 20.00 WIB
  • Jumat: 10.00 – 14.00 WIB
  • Sabtu: 09.00 – 13.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes