Laparoskopi adalah prosedur minimal invasif untuk mencari masalah di perut atau area panggul. Dalam prosedur ini, dokter menggunakan laparoskop (alat berbentuk seperti selang tipis dengan kamera di ujungnya) dan memasukkannya ke dalam tubuh melalui sayatan kecil (1 – 2 cm atau kurang) di perut. Dokter kemudian bisa membuat hingga tiga sayatan lagi untuk memasukkan instrumen bedah lainnya sehingga dapat melihat semua organ dalam perut dan menemukan kondisi medis yang mungkin diderita pasien.
Kamera yang ada di ujung laparoskop memproyeksikan gambar bagian dalam perut atau panggul ke monitor secara langsung. Dengan gambar ini, dokter bisa mengamati gerakan tangan mereka selama prosedurnya berlangsung.
Tujuan laparoskopi
Laparoskopi dapat digunakan untuk membantu diagnosis maupun sebagai tindakan untuk mengatasi penyakit. Dengan prosedur ini, dokter dapat melihat berbagai kondisi di area abdomen, seperti:
- Tumor dan pertumbuhan lainnya
- Cedera
- Perdarahan dalam perut
- Infeksi
- Nyeri yang tidak diketahui penyebabnya
- Penyumbatan
- Kondisi lainnya.
Laparoskopi diagnostik sering kali dilakukan ketika pemeriksaan fisik, sinar-X, atau CT scan tidak bisa memberikan hasil yang jelas.
Laparoskopi juga bisa digunakan untuk mengetahui stadium kanker pada organ abdomen, serta menemukan di mana dan seberapa dalam cedera abdomen. Laparoskopi pun mampu membantu dokter melihat seberapa banyak perdarahan internal yang dialami pasien.
Untuk wanita, laparoskopi ginekologi bisa digunakan untuk memeriksa:
- Nyeri dan masalah panggul
- Kista ovarium
- Fibroid
- Tuba falopi
Sementara itu, pada pria, laparoskopi juga digunakan untuk mengatasi beberapa jenis penyakit adrenal.
Prosedur laparoskopi
Sebelum prosedur
Sebelum prosedur, dokter akan menginstruksikan Anda untuk berpuasa selama beberapa jam. Umumnya Anda akan diminta mulai berpuasa setelah lewat tengah malam di hari laparoskopi akan dilakukan.
Apabila Anda mengonsumsi obat-obatan rutin, dokter juga mungkin akan menginstruksikan untuk menghentikan sementara konsumsi obat tertentu. Hal ini sangat tergantung pada kondisi masing-masing pasien.
Selama prosedur
- Dokter akan memberikan obat bius sebelum prosedur dimulai.
- Selama prosedur berlangsung, Anda akan berbaring di meja operasi dengan posisi kepala sedikit lebih rendah dari kaki.
- Dokter akan membuat sayatan kecil di dekat pusar atau di bawah tulang rusuk. Kemudian, dokter akan memasukkan tabung gas ke dalam sayatan untuk mengisi perut Anda dengan gas. Tujuannya adalah agar organ tubuh lebih mudah terlihat di monitor.
- Setelah melepaskan tabung gas, dokter akan memasukkan laparoskop. Dokter juga bisa memasukkan alat bedah melalui sayatan di dekatnya untuk mengambil sampel jaringan atau melakukan prosedur pembedahan.
- Setelah prosedur selesai, gas akan dikeluarkan dari tubuh Anda dan sayatan pun ditutup.
- Laparoskopi diagnostik biasanya berlangsung selama 30-60 menit. Sementara operasi laparoskopi bisa berlangsung selama 1-3 jam, tergantung pada seberapa rumit kondisi Anda.
- Jika dokter tidak bisa menyelesaikan operasi dengan aman menggunakan laparoskopi, dokter mungkin perlu beralih ke prosedur operasi terbuka dengan sayatan yang lebih besar.
Setelah prosedur
Setelah prosedur, tergantung kondisi, Anda dapat langsung pulang ke rumah setelah observasi atau perlu Anda biasanya akan tinggal di ruang pemulihan selama sektiar 1 jam. Di waktu yang bersamaan, dokter akan memantau tanda-tanda vital pada tubuh hingga Anda terbangun.
Di sisi lain, Anda mungkin merasakan nyeri setelah operasi akibat adanya gas yang tertinggal di dalam tubuh, serta nyeri internal akibat operasi atau di sekitar sayatan. Nyeri bahu juga umum terjadi. Untuk mengatasinya, dokter bisa memberikan obat pereda nyeri agar Anda merasa lebih nyaman.
Efek samping laparoskopi
Berikut beberapa kemungkinan efek samping dari prosedur laparoskopi:
- Perdarahan dari sayatan
- Cedera pada organ dan pembuluh darah
- Masalah yang berkaitan dengan obat bius
- Infeksi
- Pembengkakan perut
Dalam kasus yang langka, laparoskopi bisa menyebabkan gumpalan darah memasukki aliran darah, sehingga menyebabkan pembekuan darah di kaki, panggul atau paru-paru. Gumpalan darah bisa berpindah ke jantung atau otak dan berpotensi menyebabkan serangan jantung atau stroke. Tapi, hal ini sangat jarang terjadi.
Punya pertanyaan lain terkait laparoskopi? Langsung saja hubungi atau kunjungi Mandaya Royal Hospital Puri. Tim dokter di rumah sakit kami siap menjawab setiap pertanyaan dan keluh kesah Anda terkait kesehatan.
Gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.