5 Kriteria Pasien Kanker Hati yang Bisa Ditangani dengan HIFU, RS Mandaya Puri

5 Kriteria Pasien Kanker Hati yang Bisa Ditangani dengan HIFU, RS Mandaya Puri

Kanker hati merupakan salah satu jenis kanker yang berkembang di organ hati, yaitu organ vital yang berperan penting dalam menyaring racun, memproses nutrisi, dan menjaga keseimbangan metabolisme tubuh. Jenis kanker hati yang paling sering ditemukan adalah hepatocellular carcinoma (HCC), yang umumnya terjadi pada pasien dengan riwayat penyakit hati kronis seperti sirosis

Seiring perkembangan teknologi medis, kini tersedia metode penanganan kanker hati tanpa operasi besar, yaitu dengan HIFU (High-Intensity Focused Ultrasound). Terapi ini menggunakan gelombang ultrasound berintensitas tinggi yang difokuskan secara presisi ke jaringan tumor untuk menghasilkan panas dan menghancurkan sel kanker tanpa sayatan. Namun, tidak semua pasien kanker hati dapat menjalani prosedur ini. Terdapat beberapa kriteria khusus, mulai dari jenis kanker hati HCC, tumor yang terlihat jelas melalui USG, hingga pasien dengan sirosis lanjut disertai asites, yang memungkinkan penanganan menggunakan teknologi HIFU.

Di RS Mandaya Royal Puri, teknologi HIFU telah menjadi salah satu pilihan terapi modern untuk pasien kanker hati dengan kriteria tertentu. Dengan pendekatan minimal invasif, terapi ini menawarkan alternatif penanganan yang lebih nyaman, minim risiko, serta tetap mempertimbangkan keamanan pasien, terutama bagi mereka dengan kondisi hati yang sudah mengalami gangguan fungsi.

Konsultasi dokter

Kriteria pasien kanker hati yang bisa ditangani dengan teknologi HIFU

Berikut  ini adalah beberapa kriteria pasien kanker hati yang bisa ditangani dengan teknologi HIFU:

Agar terapi HIFU dapat berjalan efektif dan aman, terdapat beberapa kriteria pasien kanker hati yang umumnya dapat dipertimbangkan untuk menjalani tindakan ini, yaitu:

  • Menderita kanker hati jenis HCC

HIFU paling sering digunakan untuk pasien dengan jenis kanker hati yang disebut HCC, yaitu tipe kanker hati primer yang paling umum terjadi.

  • Memiliki sirosis lanjut, bahkan disertai asites

Pasien dengan kondisi sirosis (pengerasan hati) stadium lanjut, termasuk yang sudah mengalami penumpukan cairan di perut (asites), tetap dapat menjadi kandidat HIFU. Terapi ini menjadi alternatif karena tidak memerlukan operasi besar yang berisiko tinggi pada pasien dengan fungsi hati yang sudah menurun.

  • Ukuran tumor relatif kecil

Tumor dengan ukuran yang tidak terlalu besar umumnya lebih ideal untuk ditangani dengan HIFU. Semakin terlokalisasi dan terbatas ukuran tumornya, semakin optimal hasil penghancuran jaringan kanker.

  • Lokasi tumor dapat terlihat jelas melalui USG

Prosedur HIFU dilakukan dengan panduan ultrasonografi (USG). Karena itu, tumor harus dapat terlihat dan dipastikan lokasinya secara jelas melalui pemeriksaan USG agar gelombang ultrasound bisa difokuskan secara tepat ke jaringan kanker.

  • Tumor berada di lokasi tertentu yang masih memungkinkan tindakan aman

Termasuk tumor yang terletak di bagian atas hati atau dekat dengan organ lain seperti lambung, usus, kantong empedu, pembuluh darah besar, maupun tulang iga. Meski area ini cukup menantang, dengan persiapan yang matang dan teknik khusus, tindakan HIFU tetap dapat dilakukan dengan risiko komplikasi yang minimal.

Dengan evaluasi menyeluruh oleh tim dokter dan pemilihan pasien yang tepat, HIFU menjadi salah satu terapi modern yang menjanjikan untuk membantu mengendalikan kanker hati tanpa perlu operasi terbuka.

Konsultasi dokter

Cara kerja HIFU dalam penanganan kanker hati dengan sirosis

HIFU merupakan teknologi terapi non-bedah yang bekerja dengan memanfaatkan gelombang ultrasound berintensitas tinggi untuk menghancurkan jaringan kanker hati. Pada pasien dengan sirosis, metode ini menjadi pilihan karena tidak memerlukan sayatan dan dapat meminimalkan risiko pada fungsi hati yang sudah menurun. Berikut penjelasan cara kerjanya secara sederhana dan mudah dipahami:

1. Energi dikirim dari luar tubuh tanpa operasi

Prosedur HIFU dilakukan tanpa pembedahan. Alat khusus ditempelkan di permukaan kulit, lalu memancarkan gelombang ultrasound yang menembus jaringan tubuh langsung menuju lokasi tumor di hati.

2. Gelombang ultrasound difokuskan secara presisi ke tumor

Teknologi HIFU menggunakan gelombang dengan frekuensi tertentu (sekitar 0,8–3,5 MHz) yang dapat dipusatkan secara akurat hanya pada area kanker. Proses ini dipandu dengan pencitraan seperti USG agar titik sasaran tepat mengenai jaringan tumor.

3. Suhu pada area tumor ditingkatkan secara terkendali

Ketika gelombang ultrasound terkonsentrasi di satu titik, energi tersebut berubah menjadi panas. Suhu di area tumor dapat meningkat hingga lebih dari 60°C, cukup tinggi untuk merusak sel kanker.

4. Sel kanker dihancurkan melalui proses ablasi termal

Panas yang dihasilkan menyebabkan protein dalam sel kanker rusak dan menggumpal. Akibatnya, sel kanker mati dan jaringan tumor mengalami penghancuran secara bertahap melalui proses yang disebut ablasi termal.

5. Jaringan hati yang sehat tetap terjaga

Karena panas hanya difokuskan pada area tumor, jaringan hati di sekitarnya relatif tidak terdampak. Hal ini sangat penting bagi pasien dengan sirosis, mengingat kondisi hati mereka sudah mengalami gangguan fungsi sehingga perlindungan jaringan sehat menjadi prioritas utama.

Dengan mekanisme kerja yang terarah dan minimal invasif, HIFU menawarkan pendekatan terapi kanker hati yang lebih aman dan terkontrol, terutama bagi pasien dengan kondisi sirosis.

Dokter ahli HIFU untuk penanganan kanker hati, dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI

dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI merupakan dokter spesialis radiologi dengan subspesialis radiologi intervensional yang berpengalaman dalam melakukan berbagai prosedur minimal invasif untuk diagnosis maupun terapi penyakit, termasuk kanker hati. Dalam setiap tindakan, beliau mengandalkan panduan teknologi pencitraan medis seperti USG, CT Scan, MRI, hingga fluoroskopi agar prosedur dapat dilakukan secara tepat sasaran, akurat, dan tetap mengutamakan keamanan pasien.

Sebagai dokter radiologi intervensi, dr. Sugianto memiliki kompetensi dalam beragam metode penanganan kanker hati, di antaranya Transarterial Chemoembolization (TACE) untuk mengatasi nodul maupun kanker hati, serta tindakan ablasi seperti Radiofrequency (RF) Ablasi dan Microwave Ablasi. Teknik-teknik tersebut dirancang untuk menghancurkan jaringan tumor tanpa perlu operasi terbuka, sehingga risiko komplikasi dapat ditekan dan masa pemulihan pasien cenderung lebih singkat. Selain itu, beliau juga menerapkan teknologi HIFU sebagai salah satu inovasi terapi modern untuk menangani kanker hati secara lebih presisi dan minim risiko.

Dalam perjalanan pendidikannya, dr. Sugianto menyelesaikan studi Dokter Umum di Universitas Kristen Maranatha dan melanjutkan pendidikan Spesialis Radiologi di Universitas Indonesia. Dengan fondasi akademis yang kuat serta pengalaman klinis yang luas, beliau berkomitmen menghadirkan layanan terapi minimal invasif terkini guna membantu meningkatkan kualitas hidup pasien kanker hati.

dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad, (K)RI bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 16.00 – 20.00 WIB
  • Kamis: 16.00 – 20.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes