Transplantasi ginjal merupakan prosedur medis untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak dengan ginjal sehat dari pendonor, sehingga pasien dengan gagal ginjal dapat kembali menjalani kehidupan dengan kualitas yang lebih baik. Tindakan ini menjadi salah satu terapi bagi pasien penyakit ginjal tahap akhir, namun tidak semua orang dapat menjadi pendonor ginjal. Terdapat sejumlah kriteria medis dan non-medis yang harus dipenuhi guna memastikan keamanan bagi pendonor maupun keberhasilan transplantasi.
Dr. dr. Maruhum Bonar H. Marbun, Sp.PD-KGH, FINASIM, dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi di RS Mandaya Royal Puri, menjelaskan bahwa pemahaman mengenai kriteria pendonor ginjal sangat penting sebelum menjalani prosedur ini. Dengan mengetahui syarat-syarat yang berlaku, calon pendonor dapat memastikan kondisi kesehatannya layak serta meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.
Contents
Penjelasan kriteria pendonor ginjal oleh Dr. dr. Maruhum Bonar Sp.PD-KGH, FINASIM
Dr. Bonar menjelaskan bahwa prinsip menjadi pendonor ginjal adalah memiliki tubuh yang sehat. Itu artinya, pendonor tidak mengidap penyakit-penyakit tertentu yang mengganggu kehidupan sehari-harinya.
“Untuk menjadi pendonor ginjal, sebenarnya prinsipnya adalah, orang yang sehat, dia tidak mengidap penyakit tertentu, seperti kencing manis, penyakit autoimun, atau keganasan, atau penyakit-penyakit yang mengganggu kehidupan dia sehari-hari,” kata Dr. Bonar.
“Biasanya donor yang sehat itu kita anjurkan selalu dari keluarga. Bisa dari keluarga yang setara gitu ya, keluarga jauh, bisa keponakan, bisa sepupu. Atau mungkin kalau bukan keluarga, minimal golongan darahnya sama, tapi misalnya dari teman dekat juga bisa, tetangga juga pernah kita lakukan. Jadi orang-orang yang benar-benar sudah dikenal gitu,” lanjutnya.
Baca juga: Mengenal Syarat Menjadi Pendonor Ginjal di Indonesia
Kekhawatiran pendonor ginjal: apakah masih bisa hidup normal dengan satu ginjal?
Dalam prosedur transplantasi ginjal, banyak calon pendonor yang khawatir apakah fungsi tubuh mereka akan menurun setelah mendonorkan salah satu ginjalnya. Padahal, secara medis tubuh manusia memiliki kemampuan adaptasi yang baik, sehingga tetap dapat menjalankan fungsi secara optimal meskipun hanya dengan satu ginjal.
“Jadi kalau dia memberikan organ ginjal, kalau dia punya 100 persen, artinya kan 50 persen diberikan kepada si penerima (resipien). Nah, yang 50 persen (di pendonor) itu, akan beradaptasi. Jadi meskipun dia 50 persen dan dijaga dengan cukup baik, dia akan berkompensasi sehingga fungsinya bukan 50 persen saja, bisa lebih dari 50 persen, dan itu ada penelitiannya.
Orang yang memberikan organ ginjalnya yang donor hidup, dibandingkan dengan populasi umum, itu harapan hidupnya sama. Jadi donor itu filosofinya sangat bisa menghasilkan hidup yang sehat, dan bisa memberikan hidup (pada) orang lain (untuk) jadi lebih sehat juga.”
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa donor ginjal tidak selalu berdampak negatif terhadap kualitas hidup pendonor. Dengan kondisi kesehatan yang baik serta pemantauan medis yang tepat, pendonor tetap dapat menjalani kehidupan secara normal. Bahkan, tindakan ini tidak hanya membantu menyelamatkan nyawa penerima, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua belah pihak dari sisi kesehatan dan kualitas hidup.
Profil dan jadwal praktek Dr. dr. Maruhum Bonar Sp.PD-KGH, FINASIM di RS Mandaya Puri

Dr. Bonar adalah salah satu dokter di balik suksesnya prosedur transplantasi ginjal pertama di RS Mandaya Royal Puri.
Dr. dr. Maruhum Bonar H. Marbun, Sp.PD-KGH, FINASIM adalah dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialisasi ginjal dan hipertensi (nefrolog) yang memiliki pengalaman luas dalam menangani berbagai gangguan fungsi ginjal.
Beliau memiliki keahlian dalam menangani beragam kondisi, mulai dari penyakit ginjal kronis, gagal ginjal akut, hingga komplikasi yang berkaitan dengan penyakit seperti hipertensi dan diabetes. Didukung oleh latar belakang pendidikan serta pelatihan di bidang penyakit dalam dan subspesialis ginjal dan hipertensi, Dr. Bonar memberikan pendekatan penanganan yang menyeluruh bagi pasien dengan masalah ginjal.
Dalam praktek sehari-hari, Dr. Bonar juga berpengalaman dalam pengelolaan terapi dialisis seperti hemodialisis, melakukan evaluasi kelayakan transplantasi ginjal, serta memantau kondisi pasien pasca transplantasi, termasuk dalam pengaturan terapi imunosupresif.
Dr. dr. Maruhum Bonar H. Marbun, Sp.PD-KGH, FINASIM dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 18.00 – 20.00 WIB
- Sabtu: 12.00 – 14.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

