Kombinasi Pengobatan Kanker Pankreas 4 cm dengan HIFU & Kemoterapi Tanpa Operasi di RS Mandaya Puri

Kombinasi Pengobatan Kanker Pankreas 4 cm dengan HIFU & Kemoterapi Tanpa Operasi di RS Mandaya Puri

Kanker pankreas merupakan salah satu jenis kanker yang paling menantang untuk ditangani. Selain karena gejalanya yang sering tidak terdeteksi di stadium awal, kanker ini juga kerap ditemukan sudah dalam kondisi lanjut, di mana tumor telah melibatkan pembuluh darah atau organ sekitarnya sehingga tidak bisa diangkat melalui operasi. 

Namun kemajuan teknologi medis kini membuka peluang baru. Di RS Mandaya Royal Puri, pendekatan multidisiplin yang memadukan kemoterapi dengan teknologi HIFU (High Intensity Focused Ultrasound) hadir sebagai solusi non-invasif bagi pasien yang tidak bisa menjalani operasi. 

Konsultasi dokter

Kondisi pasien dan tantangan pengobatan

Pasien dalam kasus ini adalah seorang lansia berusia 78 tahun yang didiagnosis menderita kanker pankreas stadium lanjut. Tumor berukuran sekitar 4 cm ditemukan di bagian korpus pankreas, dan setelah menjalani empat siklus kemoterapi, ukurannya menyusut menjadi sekitar 3 cm dengan ketinggian diameter 2,7 cm.

Namun demikian, kondisi tumor tetap tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi. Seperti yang dijelaskan oleh dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI, dokter spesialis radiologi intervensi RS Mandaya Royal Puri, tumor pada pasien ini melingkupi seluruh arteri hepatika komunis dan arteri lienalis (pembuluh darah limpa), sekaligus mengenai sebagian dinding usus 12 jari. Keterlibatan pembuluh darah besar secara menyeluruh inilah yang menjadi penghalang utama tindakan pembedahan.

Karena itu, tim dokter RS Mandaya Royal Puri memutuskan untuk mengkombinasikan kemoterapi dengan prosedur HIFU, sebuah teknologi yang bisa digunakan pada pasien yang tidak bisa menjalani operasi.

HIFU adalah terapi non-invasif yang memanfaatkan gelombang suara berintensitas tinggi untuk menghasilkan panas tinggi pada satu titik fokus. Pada kasus kanker pankreas, teknologi ini berfungsi sebagai ablasi termal (menghancurkan) jaringan tumor tanpa memerlukan operasi bedah atau sayatan

Berikut ini adalah beberapa keunggulan dari HIFU untuk kanker pankreas:

  • Tanpa operasi dan sayatan: Meminimalkan risiko perdarahan, infeksi, dan trauma fisik.
  • Meredakan nyeri: Terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri, terutama pada pasien stadium lanjut.
  • Mengecilkan tumor: Meluruhkan massa tumor tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.
  • Risiko lebih rendah: Lebih mudah ditoleransi, cocok untuk pasien yang tidak bisa menjalani operasi besar.
  • Tanpa radiasi: Menggunakan gelombang suara sehingga aman diulang jika diperlukan.

Baca juga: 5 Pengobatan Kanker Pankreas, Mulai dari Operasi hingga HIFU di RS Mandaya Puri

Proses diagnosis: biopsi endoskopi ultrasound (EUS) sebagai standar emas

Sebelum menentukan strategi pengobatan, penegakan diagnosis yang akurat menjadi langkah awal yang krusial. 

dr. Hendra Koncoro, Sp.PD-KGEH, dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi  RS Mandaya Royal Puri, menjelaskan bahwa prosedur yang digunakan adalah EUS-FNA (Endoscopic Ultrasound Fine Needle Aspiration), biopsi endoskopi ultrasound yang menjadi standar emas dalam pemeriksaan kanker pankreas.

Pada prosedur ini, alat endoskopi yang dilengkapi USG dimasukkan melalui mulut hingga mencapai usus 12 jari. Dari sana, dokter dapat mengakses pankreas secara langsung, melakukan pencitraan, lalu mengambil sampel jaringan dengan jarum halus untuk diperiksa di laboratorium. 

Hasil dari pemeriksaan ini dapat membantu dokter menentukan stadium kanker sekaligus jenis sel yang ada, sehingga menghasilkan informasi penting untuk memilih terapi yang paling tepat.

Menurut dr. Hendra, pada stadium awal (stadium 1) dengan benjolan di bawah 2 cm dan belum ada penyebaran, tindakan bedah masih memungkinkan dan berpotensi memberikan remisi yang baik. Namun bila tumor sudah stadium lanjut dan melibatkan pembuluh darah, pilihan pengobatan bergeser ke kemoterapi, imunoterapi, atau prosedur ablasi seperti HIFU.

Konsultasi dokter

Baca juga: Kanker Pankreas Kini Bisa Dilawan dengan Teknologi HIFU di RS Mandaya Royal Puri

Teknologi HIFU sebagai “senjata” baru dalam kombinasi terapi

Teknologi HIFU di Mandaya
Teknologi HIFU di Mandaya

Setelah kemoterapi empat siklus dilakukan, dr. Sugianto dan dr. Hendra melanjutkan dengan prosedur HIFU. Teknologi ini bekerja dengan memusatkan gelombang ultrasound berenergi tinggi pada titik tumor secara tepat sasaran, sehingga jaringan kanker dapat dihancurkan tanpa sayatan atau operasi.

Keberhasilan HIFU pada pasien ini sangat ditunjang oleh hasil simulasi sebelum prosedur: lambung pasien tidak menutupi area pankreas maupun tumor, sehingga gelombang ultrasound dapat menjangkau seluruh massa tumor tanpa hambatan. Ini menjadikan pasien sebagai kandidat yang ideal untuk prosedur HIFU.

Setelah prosedur selesai, pasien akan dievaluasi dalam rentang 1,5-2 bulan. Bila masih ada sisa tumor yang tidak bisa diatasi dengan operasi, tim dokter memiliki opsi untuk melanjutkan kemoterapi atau mempertimbangkan teknik ablasi lain seperti cryoablation bila kondisi memungkinkan.

Pendekatan multidisiplin yang didukung teknologi terkini seperti HIFU di RS Mandaya Royal Puri ini membuka harapan baru bagi pasien kanker pankreas stadium lanjut. Bukan hanya untuk memperkecil tumor, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup pasien secara keseluruhan.

Konsultasi dengan dr. Sugianto dan dr. Hendra Koncoro di RS Mandaya Royal Puri

Keberhasilan penanganan kanker pankreas di RS Mandaya Royal Puri tidak lepas dari peran tim dokter spesialis yang berpengalaman di bidangnya. Berikut profil dua dokter yang terlibat langsung dalam penanganan kasus ini. 

1. dr. Hendra Koncoro, Sp.PD-KGEH

dr. Hendra Koncoro, Sp.PD-KGEH adalah dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi di RS Mandaya Royal Puri. Beliau berpengalaman menangani berbagai kondisi terkait saluran pencernaan dan hati, termasuk kanker hati, batu empedu, fatty liver, nodul hati, sirosis hati, dan kanker saluran empedu.

Beliau menempuh pendidikan dokter umum di Universitas Katolik Atma Jaya, dilanjutkan dengan Magister Ilmu Biomedik dan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Udayana, serta menyelesaikan pendidikan Konsultan Gastroenterologi & Hepatologi di Universitas Indonesia.

dr. Hendra Koncoro, Sp.PD-KGEH bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Rabu: 10.30 – 12.30 WIB
  • Sabtu: 10.30 – 12.30 WIB.

2. dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI

dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI adalah dokter spesialis radiologi dengan subspesialisasi radiologi intervensional di RS Mandaya Royal Puri. Beliau berfokus pada prosedur minimal invasif untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit pada berbagai organ tubuh dengan panduan pencitraan radiologi. Keahliannya mencakup TACE, RF Ablasi, dan Microwave Ablasi untuk penanganan nodul dan kanker hati.

Beliau menempuh pendidikan dokter umum di Universitas Kristen Maranatha Bandung, kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Radiologi di Universitas Indonesia.

dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad, (K)RI bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 16.00 – 20.00 WIB
  • Kamis: 16.00 – 20.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes