Keunggulan Mikroskop Robotik Bedah Tumor Otak di RS Mandaya Royal Puri, Lihat Tumor Submilimeter

Keunggulan Mikroskop Robotik Bedah Tumor Otak di RS Mandaya Royal Puri, Lihat Tumor Submilimeter

Operasi tumor otak merupakan salah satu prosedur bedah yang paling kompleks dalam dunia medis. Hal ini karena otak mengendalikan berbagai fungsi penting tubuh, seperti gerakan, kemampuan berbicara, penglihatan, ingatan, hingga proses berpikir. Setiap tindakan pembedahan harus dilakukan dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi agar tumor dapat diangkat secara optimal sekaligus meminimalkan risiko gangguan pada jaringan otak yang sehat di sekitarnya.

Untuk membantu meningkatkan keamanan dan akurasi selama operasi bedah tumor otak, RS Mandaya Royal Puri menghadirkan teknologi bedah saraf modern. Rumah sakit ini dilengkapi dengan mikroskop bedah Kinevo 900 S yang terintegrasi dengan sistem 3D Neuronavigation. Kombinasi teknologi tersebut memungkinkan dokter bedah saraf melihat struktur otak dan tumor dengan sangat detail, termasuk lesi berukuran sangat kecil (submilimeter), sehingga prosedur pengangkatan tumor dapat dilakukan dengan lebih presisi.

Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS

Terlebih lagi, operasi pengangkatan tumor otak di RS Mandaya Royal Puri dilakukan oleh seorang dokter bedah saraf ternama Indonesia, yaitu Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS alias Dr. Joy, yang sudah sangat berpengalaman dan ahli dalam tindakan operasi tumor otak. 

Konsultasi dokter

Apa saja keunggulan mikroskop robotik Kinevo 900 S dalam operasi tumor otak? 

KINEVO 900 S

Mikroskop robotik Kinevo 900 S dirancang untuk membantu dokter bedah saraf melakukan operasi dengan tingkat presisi yang tinggi. Teknologi ini tidak hanya memberikan visualisasi yang sangat detail, tetapi juga menghadirkan fitur robotik yang mendukung kelancaran prosedur bedah tumor otak. Berikut beberapa keunggulannya:

  • Visualisasi 3D beresolusi tinggi

Kinevo 900 S menghasilkan tampilan tiga dimensi (3D) dengan resolusi tinggi, sehingga dokter dapat melihat struktur otak, pembuluh darah, dan jaringan tumor secara lebih jelas selama operasi.

“Ini dia teknologi pertama kita di Asia Tenggara. Ini adalah Mikroskop Kinevo 900 S, dengan tingkat akurasi submilimeter yang bisa diintegrasikan pada sistem 3D Neuronavigasi. Ini adalah sistem navigasi kita, bisa lihat itu tumornya dan kemudian lihat itu kabel-kabelnya, kabel hijau adalah kabel motorik, kabel biru juga kabel motorik, terus kemudian ada kabel buat bahasa, kabel buat penglihatan, semuanya bisa tervisualisasi,” kata Dr. Joy.  

  • Membantu mendeteksi tumor hingga ukuran submilimeter

Detail gambar yang dihasilkan memungkinkan dokter mengidentifikasi jaringan tumor berukuran sangat kecil (submilimeter), sehingga pengangkatan tumor dapat dilakukan dengan lebih akurat sambil meminimalkan kerusakan pada jaringan otak yang sehat.

  • Terintegrasi dengan fitur robotik (Cobotic Assistant)

Kinevo 900 S dilengkapi Cobotic Assistant, yaitu sistem robot kolaboratif yang bekerja bersama dokter bedah. Teknologi ini dapat secara otomatis memusatkan area fokus, beralih ke mode pencahayaan atau fluoresensi sesuai kebutuhan, serta mengambil foto dan video selama operasi. Dengan demikian, dokter dapat tetap fokus pada tindakan bedah tanpa harus melepaskan tangan dari area operasi.

  • Mendukung kolaborasi tim bedah

Seluruh anggota tim operasi dapat melihat tayangan 3D beresolusi tinggi yang sama dengan dokter bedah utama melalui monitor eksternal. Hal ini memudahkan koordinasi antara dokter, asisten, maupun tenaga medis lainnya sehingga setiap tahapan operasi dapat dipantau secara real-time.

Baca juga: 14 Gejala Tumor Otak yang Sering Disepelekan

Mikroskop robotik yang terintegrasi dengan 3D Neuronavigation di RS Mandaya Royal Puri

Teknologi 3D Neuronavigation merupakan sistem navigasi canggih yang menggabungkan hasil pencitraan otak dengan panduan digital selama proses operasi. Teknologi ini membantu dokter bedah saraf mengetahui lokasi tumor secara presisi sekaligus menentukan jalur pembedahan yang paling aman. Berikut tahapan penggunaannya dalam operasi tumor otak.

1. Melakukan pemeriksaan MRI otak

Sebelum operasi dilakukan, pasien akan menjalani pemeriksaan MRI otak. Hasil pemeriksaan ini memberikan gambaran rinci mengenai letak, ukuran, bentuk, serta hubungan tumor dengan jaringan otak dan struktur penting di sekitarnya.

2. Memasukkan hasil MRI ke sistem neuronavigasi

Data hasil MRI kemudian diintegrasikan ke dalam sistem neuronavigasi. Selanjutnya, sistem akan mengolah informasi tersebut menjadi model otak 3D yang dapat digunakan sebagai panduan selama operasi.

3. Menyusun rencana pembedahan

Dengan bantuan peta digital tersebut, dokter bedah saraf dapat merancang strategi operasi secara lebih matang. Dokter menentukan jalur paling aman menuju lokasi tumor dengan tetap mempertimbangkan keamanan jaringan otak yang sehat.

4. Menyesuaikan peta digital dengan posisi pasien

Saat pasien berada di ruang operasi, dilakukan proses registrasi, yaitu menyelaraskan model otak 3D dengan posisi kepala pasien yang sebenarnya. Langkah ini memastikan sistem navigasi dapat memberikan panduan yang akurat secara real-time.

5. Menentukan titik lokasi tumor

Setelah proses registrasi selesai, dokter akan menandai lokasi tumor pada sistem navigasi. Titik tersebut menjadi acuan utama selama tindakan pengangkatan tumor berlangsung.

6. Menampilkan anatomi otak secara detail

Sistem kemudian memperlihatkan struktur otak secara menyeluruh, termasuk posisi tumor, pembuluh darah, dan jaringan penting lainnya. Setiap struktur biasanya ditampilkan dengan warna yang berbeda sehingga lebih mudah dikenali selama operasi.

7. Membantu memilih jalur operasi yang paling aman

Berdasarkan informasi tersebut, dokter dapat menentukan lintasan operasi yang paling aman menuju tumor. Dengan demikian, risiko cedera pada jaringan otak yang sehat dapat ditekan sekaligus meningkatkan ketepatan saat mengangkat tumor.

Konsultasi dokter

Peran teknologi pemetaan otak 3D dalam operasi tumor otak

Operasi tumor otak membutuhkan tingkat akurasi yang sangat tinggi karena setiap bagian otak memiliki fungsi yang penting. Untuk membantu dokter bekerja dengan lebih presisi, RS Mandaya Royal Puri menggunakan teknologi 3D Neuronavigation, yaitu sistem navigasi yang bekerja layaknya GPS otak. Teknologi ini menyajikan peta otak secara 3D berdasarkan hasil pemeriksaan pencitraan dan menampilkannya secara real-time selama prosedur berlangsung.

Melalui sistem ini, dokter dapat memahami hubungan antara tumor dengan jaringan otak, pembuluh darah, maupun area fungsional di sekitarnya secara lebih jelas. Informasi tersebut membantu dokter menentukan pendekatan operasi yang lebih tepat sehingga pengangkatan tumor dapat dilakukan secara maksimal dengan risiko yang lebih rendah terhadap jaringan otak yang sehat.

Beberapa manfaat penggunaan teknologi 3D Neuronavigation dalam operasi tumor otak meliputi:

  • Memetakan lokasi tumor dengan tingkat akurasi tinggi berdasarkan hasil pemeriksaan MRI atau CT scan yang telah terintegrasi ke dalam sistem.
  • Membantu menentukan jalur pembedahan yang lebih aman, sehingga dokter dapat mencapai lokasi tumor tanpa melewati area otak yang berisiko.
  • Menampilkan posisi instrumen bedah secara real-time, sehingga dokter selalu mengetahui letak alat operasi terhadap anatomi otak selama tindakan berlangsung.
  • Mengurangi risiko cedera pada area otak yang vital, seperti pusat gerakan, kemampuan berbicara, penglihatan, maupun fungsi penting lainnya.
  • Membantu membedakan batas antara tumor dan jaringan sehat, sehingga proses pengangkatan tumor dapat dilakukan dengan lebih presisi.

Pemanfaatan teknologi ini sangat bermanfaat pada tumor yang berada di lokasi yang dalam atau sulit dijangkau, termasuk trigone meningioma dan jenis tumor otak kompleks lainnya. Dengan panduan navigasi 3D yang akurat, dokter dapat melakukan operasi dengan tingkat keamanan dan presisi yang lebih tinggi.

Waspadai gejala-gejala tumor otak

Gejala tumor otak dapat berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada ukuran tumor, lokasinya di dalam otak, dan seberapa cepat tumor tersebut tumbuh.

Beberapa gejala yang sering dialami penderita tumor otak antara lain:

  • Sakit kepala atau rasa tertekan di kepala, terutama saat bangun tidur pada pagi hari.
  • Sakit kepala yang semakin sering muncul atau terasa semakin berat.
  • Sakit kepala yang mirip dengan sakit kepala tegang atau migrain.
  • Mual dan muntah.
  • Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur, melihat ganda, atau berkurangnya penglihatan di sisi kanan atau kiri.
  • Mati rasa atau kelemahan pada lengan maupun kaki.
  • Gangguan keseimbangan atau sulit berjalan dengan stabil.
  • Kesulitan berbicara atau berbicara menjadi tidak jelas.
  • Mudah lelah atau merasa sangat lemas.
  • Mudah bingung saat melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Gangguan daya ingat.
  • Sulit memahami atau mengikuti instruksi sederhana.
  • Perubahan kepribadian atau perilaku.
  • Kejang, terutama pada orang yang sebelumnya tidak pernah mengalami kejang.
  • Gangguan pendengaran.
  • Pusing atau sensasi seperti lingkungan di sekitar berputar (vertigo).
  • Nafsu makan meningkat disertai kenaikan berat badan.

Tumor otak jinak umumnya menyebabkan gejala yang muncul secara perlahan. Pada tahap awal, gejalanya sering kali ringan sehingga tidak disadari. Seiring waktu, gejala dapat memburuk secara bertahap dalam hitungan bulan hingga bertahun-tahun.

Sementara itu, tumor otak ganas (kanker otak) biasanya berkembang lebih cepat. Gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba dan memburuk dalam waktu singkat, misalnya hanya dalam beberapa hari atau beberapa minggu.

Konsultasi dengan Dr. Joy di RS Mandaya Royal Puri

Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS, yang akrab disapa Dr. Joy, merupakan dokter spesialis bedah saraf dengan keahlian khusus di bidang bedah saraf vaskular atau penyakit pembuluh darah otak. Beliau menyelesaikan pendidikan doktoralnya di University of Helsinki, Finlandia, dengan fokus penelitian mengenai aneurisma otak, termasuk aspek ilmiah serta pengembangan strategi penanganan klinisnya.

Di samping memberikan pelayanan medis kepada pasien, Dr. Joy juga aktif dalam dunia akademik dan edukasi. Beliau merupakan penulis buku “Memahami Aneurisma Otak” yang telah diterbitkan dalam dua edisi. Buku tersebut mengulas aneurisma otak secara menyeluruh, mulai dari faktor penyebab, proses terjadinya penyakit, metode diagnosis, hingga berbagai pilihan pengobatan yang dapat dilakukan.

Dalam praktik sehari-hari, Dr. Joy menangani beragam kasus bedah saraf yang kompleks, di antaranya:

Didukung pengalaman klinis yang luas, rekam jejak akademik yang kuat, serta pelatihan di sejumlah pusat bedah saraf ternama di berbagai negara, Dr. Joy memiliki kompetensi dalam menangani kasus-kasus bedah saraf dengan tingkat kesulitan tinggi, terutama yang berkaitan dengan gangguan pembuluh darah otak dan tumor otak.

Dr. dr. Mardjono Joy Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS (Dr. Joy) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: by appointment
  • Selasa: 14.00 – 17.00 WIB
  • Rabu: by appointment
  • Kamis: 08.00 – 12.00 WIB
  • Jumat: 14.00 – 17.00 WIB
  • Sabtu: 08.00 – 12.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. BCNC. Answers to Common Questions About Brain Surgery. (https://bcnc.com.au/answers-to-common-questions-about-brain-surgery/). Diakses pada 27 Juli 2026.
  2. ZEISS Medical Technology. ZEISS KINEVO 900 S – Cobotic Assistant. (https://www.zeiss.com/meditec/en/products/surgical-microscopes/kinevo-900-s.html#cobotic-assistant). Diakses pada 27 Juli 2026.
  3. Mayo Clinic. Brain Tumor: Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/brain-tumor/symptoms-causes/syc-20350084). Diperbarui terakhir 13 Juni 2024. Diakses pada 27 Juli 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes