Nyeri bahu saat mengangkat tangan merupakan keluhan yang cukup sering dialami, baik ketika mengambil benda di tempat tinggi, mengenakan pakaian, menyisir rambut, maupun melakukan aktivitas sehari-hari lainnya. Rasa sakit ini bisa muncul secara tiba-tiba setelah cedera atau berkembang secara bertahap akibat gangguan pada otot, tendon, maupun jaringan di sekitar sendi bahu. Pada beberapa orang, nyeri bahkan disertai sensasi kaku, tertarik, atau kelemahan sehingga tangan sulit diangkat seperti biasanya.
Lantas, kenapa bahu sakit saat diangkat? Kondisi ini tidak selalu disebabkan oleh kelelahan otot atau salah posisi tidur. Ada beberapa gangguan yang dapat memicu keluhan tersebut, mulai dari penjepitan jaringan pada bahu (shoulder impingement syndrome), peradangan dan robekan tendon rotator cuff, bursitis subakromial, hingga frozen shoulder. Mengenali penyebabnya penting agar penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya dan keluhan tidak semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.
Contents
Kenapa bahu sakit saat diangkat?
Berikut adalah beberapa penyebab bahu sakit saat diangkat:
1. Frozen shoulder (bahu beku)
Frozen shoulder atau kapsulitis adhesif merupakan kondisi ketika sendi bahu mengalami nyeri dan kekakuan akibat peradangan serta penebalan kapsul sendi. Kondisi ini membuat ruang gerak bahu menjadi terbatas sehingga penderitanya kesulitan mengangkat atau memutar lengan. Gejalanya biasanya muncul secara perlahan dan semakin memburuk seiring waktu, tetapi umumnya mulai membaik dalam kurun waktu 1–3 tahun.
Risiko mengalami frozen shoulder juga meningkat ketika bahu tidak digerakkan dalam waktu lama, misalnya setelah cedera atau menjalani operasi. Secara umum, kondisi ini berkembang melalui tiga tahapan, yaitu:
- Tahap pembekuan (freezing stage): Bahu mulai terasa nyeri dan kaku, terutama saat digerakkan. Rasa sakit dapat meningkat secara bertahap dan sering kali memburuk pada malam hari. Tahap ini berlangsung sekitar 6 minggu hingga 9 bulan.
- Tahap beku (frozen stage): Rasa nyeri mungkin mulai berkurang, tetapi bahu masih terasa kaku sehingga penderitanya kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Tahap ini dapat berlangsung selama 2–6 bulan.
- Tahap pemulihan (thawing stage): Nyeri semakin berkurang dan kemampuan bahu untuk bergerak perlahan membaik. Kekuatan serta rentang gerak bahu juga berangsur kembali mendekati normal. Tahap pemulihan ini dapat berlangsung selama 6 bulan hingga 2 tahun.
2. Penjepitan tendon pada bahu
Penjepitan tendon pada bahu (shoulder impingement) merupakan kondisi ketika tendon di dalam bahu mengalami pembengkakan atau iritasi, kemudian bergesekan dengan jaringan atau tulang di sekitarnya. Gesekan ini menimbulkan rasa nyeri, terutama ketika lengan diangkat. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh iritasi, cedera, maupun proses keausan jaringan akibat penggunaan bahu secara berulang.
Gejalanya bisa muncul secara tiba-tiba atau berkembang secara perlahan. Beberapa keluhan yang umum dialami meliputi:
- Nyeri di bagian atas dan samping bahu: Rasa sakit dapat semakin terasa pada malam hari, terutama saat tidur.
- Nyeri ketika mengangkat tangan: Keluhan biasanya memburuk ketika lengan diangkat, khususnya saat melewati ketinggian kepala.
- Kelemahan lengan: Lengan terasa lebih lemah sehingga penderitanya kesulitan mengangkat atau membawa benda.
Dengan penanganan yang tepat, keluhan akibat penjepitan tendon pada bahu umumnya dapat membaik dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan.
3. Peradangan dan robekan tendon rotator cuff
Rotator cuff merupakan kumpulan otot dan tendon yang menghubungkan tulang lengan atas (humerus) dengan sendi bahu. Jaringan ini berfungsi menjaga posisi tulang lengan atas tetap stabil di dalam rongga sendi sekaligus membantu menggerakkan lengan, termasuk saat mengangkat dan memutar bahu.
Tendon rotator cuff terus mengalami proses perbaikan dan penguraian jaringan secara alami. Namun, ketika kerusakan jaringan lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk memperbaikinya, dapat terbentuk robekan-robekan kecil (microtears) yang memicu nyeri dan peradangan. Peradangan pada tendon ini disebut tendinitis. Jika kerusakan semakin parah, tendon dapat mengalami robekan (rotator cuff tear).
Kondisi ini dapat dipicu oleh aktivitas berulang yang melibatkan gerakan mengangkat tangan di atas kepala atau kebiasaan mengangkat beban berat. Dalam beberapa kasus, iritasi dan pelemahan tendon secara bertahap dapat menyebabkan robekan sehingga penderitanya kesulitan mengangkat atau memutar lengan.
Selain berkembang secara perlahan, robekan rotator cuff juga dapat terjadi secara tiba-tiba akibat cedera dengan tekanan kuat, misalnya dislokasi bahu. Pada kondisi ini, penderita bisa langsung mengalami kesulitan atau bahkan tidak mampu mengangkat dan memutar lengan.
4. Peradangan kantong cairan pada bahu
Peradangan kantong cairan pada bahu atau bursitis subakromial merupakan kondisi ketika bursa mengalami iritasi dan peradangan. Bursa adalah kantong kecil berisi cairan yang berfungsi mengurangi gesekan antara tulang, otot, dan tendon saat bahu bergerak. Bursa subakromial terletak tepat di bawah tulang bagian atas bahu yang disebut akromion.
Peradangan ini dapat terjadi akibat penggunaan bahu secara berlebihan, cedera, atau gerakan berulang yang memberikan tekanan pada jaringan di sekitarnya. Kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa nyeri tajam maupun nyeri tumpul. Beberapa gejala yang umum dialami meliputi:
- Nyeri pada bahu.
- Pembengkakan di sekitar sendi bahu.
- Bahu terasa kaku sehingga gerakannya terbatas.
- Rentang gerak bahu berkurang, terutama ketika bergerak tanpa rasa sakit.
- Bahu terasa nyeri saat disentuh, bahkan dengan tekanan ringan.
- Kulit di sekitar bahu tampak kemerahan atau berubah warna.
- Area bahu terasa lebih hangat ketika disentuh.
Jika peradangan semakin parah, penderita mungkin akan kesulitan menggerakkan bahu tanpa merasakan nyeri. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya frozen shoulder atau bahu beku, yaitu gangguan yang menyebabkan sendi bahu semakin kaku dan terasa nyeri, terutama pada beberapa bulan pertama.
Kapan nyeri bahu perlu diperiksakan ke dokter?
Nyeri bahu sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika keluhan semakin mengganggu aktivitas sehari-hari. Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami kondisi berikut:
- Nyeri bahu disertai rasa sakit yang hebat atau pembengkakan.
- Nyeri berlangsung lebih dari beberapa hari dan tidak kunjung membaik.
- Rasa sakit semakin parah seiring waktu.
- Bahu terasa sangat nyeri hingga lengan sulit digunakan untuk beraktivitas.
Nyeri merupakan salah satu tanda bahwa terdapat gangguan pada jaringan atau sendi bahu. Memaksakan diri untuk terus menggunakan bahu meskipun terasa sakit justru dapat memperburuk kondisi. Pada kasus yang berat, kebiasaan ini bahkan berisiko menyebabkan kerusakan jaringan yang serius atau permanen.
Segera cari pertolongan medis apabila nyeri bahu disertai kondisi berikut:
- Kesemutan, mati rasa, kelemahan otot, atau kelumpuhan yang muncul secara tiba-tiba.
- Ketidakmampuan menggunakan lengan seperti biasanya secara mendadak.
- Dugaan patah tulang akibat cedera atau benturan.
Kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan segera untuk mengetahui penyebabnya dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Pusat Ortopedi Mandaya, Tangani Berbagai Gangguan Bahu dengan Teknologi Medis Modern
Pusat Ortopedi Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan layanan diagnosis dan penanganan berbagai masalah tulang, sendi, otot, serta tendon, termasuk gangguan pada bahu. Layanan ini didukung oleh dokter spesialis ortopedi dan traumatologi dengan keahlian di bidangnya serta fasilitas pemeriksaan yang membantu mengidentifikasi penyebab nyeri bahu secara lebih akurat.
Berbagai kondisi seperti frozen shoulder, penjepitan tendon bahu, tendinitis dan robekan rotator cuff, hingga bursitis subakromial dapat ditangani sesuai penyebab dan tingkat keparahannya. Pilihan penanganan dapat mencakup terapi konservatif, obat-obatan, fisioterapi, hingga tindakan operasi apabila diperlukan. Dokter akan menentukan pendekatan yang sesuai berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi masing-masing pasien.
Dengan dukungan fasilitas medis modern dan pendekatan perawatan yang komprehensif, Pusat Ortopedi Mandaya berkomitmen membantu pasien mengatasi nyeri, memperbaiki fungsi sendi, serta mengembalikan kemampuan gerak bahu agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
Fasilitas pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri

Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pasien yang berasal dari luar kota maupun luar negeri:
- Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan nyaman yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
- Penjemputan ambulans medis: Penjemputan khusus bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari titik kedatangan (bandara/stasiun/pelabuhan) yang dilengkapi peralatan medis dan pendampingan tenaga kesehatan profesional.
- Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Fasilitas penginapan nyaman bagi keluarga yang mendampingi pasien, terletak langsung di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta opsi apartemen terdekat.
- Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan khusus bagi pasien luar negeri untuk pengurusan koordinasi medis, penerjemah, hingga administrasi. Untuk informasi dan bantuan International Patient Relation, Anda dapat menghubungi 021 5092 8888 atau email ke [email protected].
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Frozen Shoulder (Adhesive Capsulitis). (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/frozen-shoulder-adhesive-capsulitis). Diakses pada 31 Oktober 2026.
- Cleveland Clinic. Shoulder Pain. (https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/25122-shoulder-pain). Diakses pada 31 Oktober 2026.
- NHS. Shoulder Impingement Syndrome. (https://www.nhs.uk/conditions/shoulder-impingement-syndrome/). Diakses pada 31 Oktober 2026.
- Mayo Clinic Sports Medicine. Rotator Cuff Tendonitis and Tears. (https://sportsmedicine.mayoclinic.org/condition/rotator-cuff-tendonitis-and-tears/). Diakses pada 31 Oktober 2026.
- WebMD. What Is Subacromial Bursitis? (https://www.webmd.com/pain-management/what-is-subacromial-bursitis). Diakses pada 31 Oktober 2026.

