Meningioma merupakan tumor otak yang tumbuh pada meningen (meninges), yaitu tiga lapisan jaringan yang mengelilingi dan melindungi otak serta sumsum tulang belakang. Tumor ini umumnya tumbuh secara perlahan sehingga keberadaannya terkadang tidak disadari hingga ukurannya membesar. Ketika meningioma mulai menekan jaringan otak di sekitarnya, tumor ini dapat memengaruhi fungsi bagian otak tertentu dan menimbulkan berbagai gejala.
Meningioma termasuk jenis tumor otak yang paling sering ditemukan. Sebagian besar meningioma bersifat jinak atau tidak bersifat kanker, meskipun pada sebagian kasus tumor ini dapat bersifat ganas. Gejala yang muncul dapat berbeda-beda, bergantung pada lokasi dan ukuran tumor, mulai dari sakit kepala, gangguan pendengaran, masalah ingatan, hingga kejang.
Di RS Mandaya Royal Hospital Puri, penanganan tumor otak, termasuk meningioma, dapat dilakukan oleh tim dokter spesialis bedah saraf yang berpengalaman. Salah satunya adalah Dr. dr. Mardjono Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS, yang akrab disapa Dr. Joy. Beliau memiliki pengalaman dalam menangani berbagai kasus tumor otak, termasuk pasien dengan meningioma, dengan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
Contents
Jenis-jenis dan grade meningioma
Meningioma dapat dibedakan berdasarkan lokasi tumbuhnya tumor di sekitar otak. Beberapa jenis meningioma yang dapat ditemukan antara lain:
- Meningioma convexity: Tumbuh pada permukaan luar otak. Jenis ini berkembang di area yang berada tepat di bawah tulang tengkorak.
- Meningioma intraventrikular: Tumbuh di dalam ventrikel otak, yaitu ruang di dalam otak yang berfungsi mengalirkan cairan serebrospinal (CSF).
- Meningioma olfactory groove: Tumbuh di bagian dasar tengkorak, tepatnya di antara otak dan hidung. Tumor ini berada di dekat saraf olfaktorius, yaitu saraf yang berperan dalam kemampuan mencium bau.
- Meningioma sphenoid wing: Tumbuh di sepanjang tonjolan tulang yang berada di belakang mata.
Grade meningioma
Selain berdasarkan lokasinya, meningioma juga dapat dibedakan berdasarkan tingkat atau grade tumor. Grade menunjukkan karakteristik tumor otak, termasuk seberapa cepat tumor tumbuh dan seberapa agresif sifatnya.
Ada tiga tingkatan meningioma, yaitu:
- Grade I (tipikal): Merupakan jenis meningioma yang umumnya bersifat jinak dan tumbuh secara perlahan. Grade I merupakan jenis meningioma yang paling sering ditemukan.
- Grade II (atipikal): Meningioma pada tingkat ini masih dapat bersifat jinak, tetapi cenderung tumbuh lebih cepat dibandingkan Grade I dan dapat lebih sulit ditangani.
- Grade III (anaplastik): Merupakan jenis meningioma yang bersifat ganas atau kanker. Tumor ini dapat tumbuh dan menyebar dengan cepat, tetapi termasuk jenis yang jarang ditemukan.
Gejala meningioma
Pada tahap awal, meningioma terkadang tidak menimbulkan gejala yang jelas. Hal ini karena tumor umumnya tumbuh secara perlahan. Gejala biasanya mulai muncul ketika ukuran tumor membesar dan menekan jaringan otak atau saraf di sekitarnya. Keluhan yang dirasakan juga dapat berbeda-beda, tergantung pada lokasi dan ukuran meningioma.
Beberapa gejala meningioma yang umum terjadi meliputi:
- Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur atau melihat benda menjadi ganda.
- Mati rasa, kesemutan, nyeri, atau kelemahan pada salah satu sisi wajah.
- Sakit kepala, terutama yang terasa lebih berat pada pagi hari atau mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
- Gangguan pendengaran atau muncul suara berdenging pada salah satu telinga.
- Penurunan atau hilangnya kemampuan mencium bau.
- Kejang.
- Kelemahan atau mati rasa pada lengan maupun tungkai di salah satu sisi tubuh.
Meningioma juga dapat memengaruhi fungsi otak yang berkaitan dengan kemampuan berpikir, berbicara, ingatan, dan suasana hati. Gejalanya dapat berupa:
- Mudah lupa atau mengalami kebingungan.
- Kesulitan berbicara atau memahami perkataan orang lain.
- Perubahan kepribadian atau suasana hati.
Gejala meningioma pada tulang belakang
Meski lebih jarang, meningioma juga dapat tumbuh di tulang belakang. Jika tumor menekan saraf tulang belakang, gejala yang muncul dapat berbeda dari meningioma yang berada di otak.
Beberapa keluhan yang mungkin terjadi antara lain:
- Mati rasa atau kesemutan pada kaki.
- Kelemahan pada kaki atau kesulitan berjalan.
- Kesulitan mengontrol buang air kecil atau buang air besar.
Penting untuk diingat, gejala-gejala tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami meningioma. Keluhan yang sama dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain. Jika mengalami gejala yang menetap, semakin berat, atau muncul secara tiba-tiba, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Baca juga: 14 Gejala Tumor Otak yang Sering Disepelekan
Kapan harus ke dokter?

Sebagian besar gejala meningioma berkembang secara perlahan. Bahkan, banyak meningioma tidak menimbulkan gejala yang disadari oleh penderitanya dan baru ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan pencitraan, seperti MRI atau CT scan, untuk kondisi lain.
Namun, pada kondisi tertentu, meningioma membutuhkan penanganan segera. Segera cari pertolongan medis jika mengalami:
- Kejang yang terjadi secara tiba-tiba.
- Sakit kepala yang sangat berat atau terasa paling parah sepanjang hidup.
- Perubahan penglihatan, kemampuan berbicara, atau daya ingat yang muncul secara tiba-tiba.
- Kelemahan atau mati rasa yang baru muncul pada lengan maupun tungkai.
Sementara itu, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala yang menetap dan mengkhawatirkan, misalnya sakit kepala yang semakin sering atau semakin berat dari waktu ke waktu. Meski gejalanya terasa ringan atau samar, pemeriksaan sejak dini tetap penting untuk mencari tahu penyebabnya, menyingkirkan kemungkinan kondisi lain, dan menentukan penanganan yang sesuai bila diperlukan.
Penyebab meningioma
Penyebab meningioma hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel pada meningen mengalami perubahan sehingga berkembang dan membelah secara tidak terkendali hingga membentuk tumor. Sebagian besar orang dengan meningioma tidak memiliki penyebab atau kondisi genetik tertentu yang dapat diketahui.
Beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko meningioma meliputi:
- Usia: Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada orang berusia di atas 60 tahun.
- Paparan radiasi: Terapi radiasi pada kepala, terutama saat masa kanak-kanak, dapat meningkatkan risiko.
- Hormon: Meningioma lebih sering ditemukan pada perempuan, sehingga hormon seperti estrogen dan progesteron diduga memiliki peran.
- Faktor genetik: Kelainan genetik langka seperti neurofibromatosis tipe 2 (NF2) dapat meningkatkan risiko meningioma.
- Obesitas: Orang dengan indeks massa tubuh (BMI) tinggi mungkin memiliki risiko sedikit lebih besar.
Baca juga: Perbedaan Meningioma dan Schwannoma, Tumor di Otak
Komplikasi meningioma
Jika tumornya berukuran besar dan tidak ditangani, beberapa komplikasi yang dapat terjadi meliputi:
- Gangguan daya ingat
- Kelumpuhan
- Perubahan kepribadian atau perilaku
- Kesulitan berbicara
- Gangguan atau kehilangan penglihatan.
Penanganan Meningioma
Penanganan meningioma disesuaikan dengan ukuran, lokasi, kondisi tumor, dan gejala yang dialami. Beberapa pilihan yang dapat dilakukan antara lain:
- Observasi: Memantau tumor secara berkala melalui pemeriksaan pencitraan, terutama jika tumor kecil dan gejalanya ringan.
- Operasi: Mengangkat tumor melalui pembedahan. Pengangkatan seluruh tumor dapat menjadi pilihan jika aman dilakukan.
- Radioterapi: Menggunakan radiasi untuk menghentikan pertumbuhan tumor.
- Radiosurgery (Gamma Knife): Memberikan radiasi terarah, terutama untuk meningioma kecil.
- Perawatan paliatif: Membantu mengendalikan gejala dan meningkatkan kenyamanan pasien.
- Kemoterapi: Jarang digunakan, biasanya untuk tumor yang kambuh atau tidak merespons operasi dan radioterapi.
- Analisis molekuler: Pemeriksaan jaringan tumor untuk membantu menentukan terapi dan memperkirakan risiko tumor kambuh.
Meningioma dapat kembali (kambuh) setelah pengobatan. Risiko kekambuhan umumnya lebih rendah jika seluruh tumor dapat diangkat dengan aman melalui operasi.
Penanganan meningioma di RS Mandaya Royal Puri

Penanganan meningioma di RS Mandaya Royal Hospital Puri dilakukan oleh tim dokter yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus tumor otak. Salah satunya adalah Dr. dr. Mardjono Tjahjadi, Sp.BS, Subsp. N-Vas, F. N-Onk, PhD, FICS, IFAANS (Dr. Joy), yang berpengalaman dalam penanganan kasus meningioma dan tumor otak lainnya.
Untuk mendukung proses diagnosis dan tindakan, RS Mandaya Royal Puri juga dilengkapi teknologi penunjang seperti 3D Neuronavigation dan Intraoperative Neurophysiological Monitoring (IONM). Teknologi ini membantu dokter menentukan lokasi tumor secara lebih akurat sekaligus memantau fungsi saraf selama prosedur, sehingga tindakan dapat dilakukan dengan lebih terarah dan aman.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Meningioma. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17858-meningioma). Diakses pada 9 September 2026.
- Mayo Clinic. Meningioma – Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/meningioma/symptoms-causes/syc-20355643). Diakses pada 9 September 2026.

