Kenali Ciri-ciri Aneurisma Aorta: Sering Tidak Terdeteksi hingga Akhirnya Pecah

Kenali Ciri-ciri Aneurisma Aorta: Sering Tidak Terdeteksi hingga Akhirnya Pecah

Aorta merupakan pembuluh darah arteri terbesar di dalam tubuh yang bertugas mengalirkan darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh organ. Pembuluh darah ini membentang dari jantung hingga ke rongga perut dan memiliki peran penting dalam menjaga sirkulasi darah agar seluruh tubuh mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan.

Ciri-ciri aneurisma aorta sering kali sulit dikenali karena kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Aneurisma aorta terjadi ketika dinding aorta melemah sehingga tekanan aliran darah menyebabkan pembuluh darah aorta menonjol atau menggelembung seperti balon. Jika terus membesar dan akhirnya pecah, aneurisma aorta dapat menyebabkan perdarahan hebat yang mengancam nyawa sehingga memerlukan penanganan medis darurat.

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K)
dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K)

Bagi Anda yang sedang mencari dokter yang berpengalaman dalam menangani aneurisma aorta, RS Mandaya Royal Puri memiliki dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular konsultan jantung dewasa. Beliau memiliki keahlian dalam menangani berbagai penyakit pada pembuluh darah besar, termasuk aneurisma aorta, mulai dari proses diagnosis hingga penentuan terapi yang disesuaikan dengan kondisi setiap pasien.

Konsultasi dokter

Ciri-ciri aneurisma aorta yang penting diwaspadai

Pada banyak kasus, penderita tidak menyadari bahwa dirinya mengalami aneurisma aorta karena kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala hingga aneurisma membesar atau bahkan pecah.

Apabila aneurisma aorta pecah, kondisi tersebut merupakan keadaan darurat medis yang harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit. Aneurisma yang pecah dapat menyebabkan perdarahan hebat yang mengancam nyawa.

Beberapa gejala yang dapat muncul secara tiba-tiba ketika aneurisma aorta pecah meliputi:

  • Pusing atau kepala terasa ringan seperti akan pingsan.
  • Jantung berdebar lebih cepat dari biasanya.
  • Nyeri hebat yang muncul secara mendadak pada dada, perut, atau punggung.

Mendeteksi aneurisma aorta sebelum pecah dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan. Seiring aneurisma membesar, sebagian penderita mulai mengalami beberapa gejala, seperti:

  • Sesak napas atau sulit bernapas.
  • Cepat merasa kenyang meskipun baru makan sedikit.
  • Nyeri pada area tempat aneurisma berkembang, misalnya di leher, dada, punggung, atau perut.
  • Sulit atau nyeri saat menelan.
  • Pembengkakan pada lengan, leher, atau wajah.

Baca juga: Keahlian dan Jadwal Praktek dr. Wirya A. Graha Sp.BTKV, Subsp.JD(K) di RS Mandaya Royal Puri

Komplikasi aneurisma aorta jika tidak ditangani 

Aneurisma aorta yang tidak ditangani dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, di antaranya:

  • Diseksi aorta, yaitu robekan pada satu atau lebih lapisan dinding aorta. Kondisi ini dapat mengganggu aliran darah ke organ-organ tubuh dan memerlukan penanganan medis segera.
  • Pecahnya aneurisma aorta, yaitu ketika tonjolan pada dinding aorta robek sehingga menyebabkan perdarahan hebat di dalam tubuh. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang dapat mengancam nyawa.

Secara umum, semakin besar ukuran aneurisma dan semakin cepat pertumbuhannya, semakin tinggi pula risiko aneurisma mengalami pecah. Oleh karena itu, aneurisma aorta sebaiknya dideteksi dan ditangani sedini mungkin sebelum menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

Apakah aneurisma aorta bisa dideteksi?

Aneurisma aorta dapat dideteksi, bahkan sebelum menimbulkan gejala. Pada banyak kasus, aneurisma aorta ditemukan secara tidak sengaja saat seseorang menjalani pemeriksaan kesehatan rutin atau pemeriksaan pencitraan untuk kondisi medis lainnya.

Apabila seseorang memiliki faktor risiko tinggi mengalami aneurisma aorta, seperti berusia lanjut, memiliki tekanan darah tinggi, riwayat merokok, atau riwayat keluarga dengan aneurisma, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan lebih lanjut. Begitu pula jika pasien mulai mengalami gejala yang mengarah pada aneurisma aorta.

Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan pencitraan, antara lain:

  • CT scan, untuk melihat ukuran, lokasi, dan kondisi aneurisma secara lebih detail.
  • CT angiografi atau MRI angiografi, yaitu pemeriksaan yang menggunakan zat kontras untuk menampilkan gambaran pembuluh darah sehingga aneurisma dapat terlihat lebih jelas.
  • USG (ultrasonografi), terutama untuk mendeteksi aneurisma aorta yang berada di rongga perut (aneurisma aorta abdominal). Pemeriksaan ini relatif cepat, tidak menimbulkan rasa sakit, dan sering digunakan sebagai pemeriksaan awal.

Melalui hasil pemeriksaan tersebut, dokter dapat menilai ukuran aneurisma, memantau pertumbuhannya dari waktu ke waktu, serta menentukan penanganan yang paling sesuai untuk mengurangi risiko terjadinya komplikasi, seperti diseksi atau pecahnya aneurisma aorta.

Baca juga: dr. Wirya, Ahli Bedah Jantung MICS 5cm Tanpa Belah Dada di RS Mandaya

Penanganan aneurisma aorta dengan dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K) di RS Mandaya Puri

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K)

Penanganan aneurisma aorta di RS Mandaya Royal Puri salah satunya dapat dilakukan oleh dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular konsultan jantung dewasa. Beliau berpengalaman dalam menangani berbagai penyakit pada pembuluh darah besar, termasuk aneurisma aorta, dengan menentukan terapi yang disesuaikan berdasarkan ukuran aneurisma, lokasi, laju pertumbuhan, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Tujuan utama penanganan aneurisma aorta adalah mencegah aneurisma terus membesar hingga menyebabkan robekan (diseksi) atau pecah, yang dapat mengancam nyawa. Pada aneurisma yang berukuran kecil dan belum pecah, dokter dapat memberikan obat-obatan untuk membantu mengontrol tekanan darah, memperbaiki aliran darah, atau menurunkan kadar kolesterol. Penanganan ini bertujuan memperlambat pertumbuhan aneurisma sekaligus mengurangi tekanan pada dinding aorta.

Sementara itu, apabila aneurisma berukuran besar atau dinilai memiliki risiko tinggi mengalami diseksi maupun pecah, tindakan operasi dapat menjadi pilihan. 

dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD (K) bisa ditemui di Mandaya Royal Hospital Puri pada:

  • Selasa: 16.30 – 20.00 WIB
  • Kamis: 16.30 – 20.00 WIB
  • Sabtu: 10.00 – 13.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Cleveland Clinic. Aorta: Aortic Aneurysm. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16742-aorta-aortic-aneurysm). Diperbarui terakhir 14 Oktober 2024. Diakses pada 6 Agustus 2026.
  2. Mayo Clinic. Abdominal Aortic Aneurysm: Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/abdominal-aortic-aneurysm/symptoms-causes/syc-20350688). Diperbarui terakhir 25 Januari 2025. Diakses pada 6 Agustus 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes