Tennis elbow adalah cedera pada tendon yang menyebabkan nyeri dan peradangan pada siku. Kondisi ini disebut tennis elbow karena sering dialami oleh pemain tenis. Namun, penyebabnya bukan hanya olahraga tenis, melainkan penggunaan berlebihan pada tendon yang menghubungkan otot lengan bawah dengan siku.
Dalam istilah medis, tennis elbow disebut lateral epicondylitis, yaitu peradangan pada tendon di sisi luar siku. Kondisi ini umumnya termasuk cedera akibat gerakan berulang yang terjadi ketika bagian tubuh digunakan berulang kali untuk melakukan gerakan yang sama hingga menyebabkan kerusakan pada jaringan.
Tennis elbow merupakan salah satu penyebab nyeri siku yang paling umum. Meski namanya berkaitan dengan tenis, sebagian besar kasus justru disebabkan oleh aktivitas lain. Diperkirakan lebih dari 9 dari 10 orang mengalami kondisi ini bukan karena bermain tenis. Gerakan yang sering melibatkan menggenggam, memutar, atau mengayunkan lengan bawah juga dapat menyebabkan lateral epicondylitis.
Contents
Apa saja gejala-gejala tennis elbow?
Nyeri akibat tennis elbow dapat menjalar dari sisi luar siku hingga ke lengan bawah dan pergelangan tangan. Gejala yang dapat muncul meliputi:
- Nyeri pada sisi luar siku yang dapat menjalar ke lengan bawah dan pergelangan tangan.
- Nyeri terasa tajam atau seperti terbakar.
- Nyeri semakin parah saat lengan diputar atau ditekuk.
- Nyeri dapat terasa menjalar dari siku hingga pergelangan tangan, terutama pada malam hari.
- Kekuatan genggaman tangan berkurang.
- Kesulitan melakukan aktivitas seperti berjabat tangan, menggenggam benda, memutar gagang pintu, membuka tutup stoples, atau memegang cangkir kopi.
- Nyeri dapat semakin terasa saat melakukan gerakan lengan yang berulang.
Ciri khas nyeri akibat tennis elbow
Anda tidak dapat memastikan bahwa nyeri yang dialami merupakan tennis elbow tanpa pemeriksaan dan diagnosis dari dokter. Namun, beberapa ciri khas nyeri yang umum dirasakan meliputi:
- Nyeri atau rasa tidak nyaman pada sisi luar siku.
- Nyeri muncul atau memburuk saat menggenggam, memutar, atau menekuk lengan.
- Nyeri dapat menjalar dari siku ke lengan bawah hingga pergelangan tangan.
- Genggaman terasa lebih lemah saat melakukan aktivitas sehari-hari.
- Nyeri terasa saat memutar gagang pintu, membuka tutup stoples, atau berjabat tangan.
Baca juga: Suka Main Padel? Waspadai Padel Elbow, RS Mandaya Puri Punya Dokter yang Ahli Menanganinya
Penyebab tennis elbow
Tennis elbow sering dikaitkan dengan penggunaan otot secara berlebihan dan ketegangan otot. Namun, penyebab pastinya masih belum sepenuhnya dipahami. Gerakan berulang yang membuat otot lengan bawah terus menegang, terutama otot yang digunakan untuk meluruskan dan mengangkat tangan serta pergelangan tangan, dapat memicu gejala. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada serat tendon yang menghubungkan otot lengan bawah dengan tonjolan tulang di sisi luar siku.
Beberapa aktivitas yang dapat memicu gejala tennis elbow meliputi:
- Bermain olahraga raket, terutama melakukan pukulan backhand dengan teknik yang kurang tepat.
- Menggunakan peralatan pertukangan atau alat untuk pekerjaan perpipaan.
- Mengecat.
- Memasang atau mengencangkan sekrup.
- Memotong bahan makanan saat memasak, terutama daging.
- Terlalu sering menggunakan mouse komputer.
Pada kasus yang lebih jarang, tennis elbow dapat disebabkan oleh cedera atau kondisi tertentu yang memengaruhi jaringan ikat tubuh. Namun, pada banyak kasus, penyebabnya tidak dapat diketahui secara pasti.
Faktor yang meningkatkan risiko tennis elbow
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami tennis elbow antara lain:
- Usia. Tennis elbow dapat terjadi pada siapa saja, tetapi paling sering dialami oleh orang dewasa berusia 30–60 tahun.
- Pekerjaan. Pekerjaan yang melibatkan gerakan berulang pada pergelangan tangan dan lengan dapat meningkatkan risiko. Contohnya tukang ledeng, pelukis, tukang kayu, tukang daging, dan juru masak.
- Olahraga tertentu. Olahraga raket dapat meningkatkan risiko tennis elbow, terutama jika dilakukan dengan teknik yang kurang tepat atau menggunakan peralatan yang tidak sesuai. Bermain olahraga raket selama lebih dari dua jam sehari juga dapat meningkatkan risikonya.
- Merokok. Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya tennis elbow.
- Obesitas. Berat badan berlebih juga dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko.
- Obat-obatan tertentu. Penggunaan beberapa jenis obat dapat meningkatkan risiko tennis elbow.
Baca juga: Nyeri Pergelangan Tangan? Kenali 7 Penyebabnya dan Pengobatannya
Bagaimana dokter mendiagnosis tennis elbow?

Dokter dapat mendiagnosis tennis elbow melalui pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Dokter akan memeriksa kondisi siku yang mengalami keluhan serta menanyakan gejala yang dirasakan. Informasikan kapan nyeri, kaku, atau keluhan lainnya mulai muncul, termasuk aktivitas yang membuat gejala terasa lebih baik atau justru semakin parah.
Untuk melihat kondisi dan kemungkinan kerusakan pada bagian dalam lengan, dokter dapat merekomendasikan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:
- Rontgen (X-ray) untuk melihat kondisi tulang pada siku.
- Ultrasonografi (USG) untuk mengevaluasi kondisi jaringan lunak, termasuk tendon.
- MRI untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail mengenai tendon dan jaringan di sekitar siku.
- Elektromiografi (EMG) untuk mengevaluasi fungsi saraf dan aktivitas otot pada lengan.
Pengobatan tennis elbow
Istirahat merupakan salah satu penanganan utama tennis elbow. Kondisi ini umumnya dapat membaik dengan sendirinya jika gerakan berulang yang menjadi penyebabnya dapat dihentikan. Beberapa pilihan pengobatan tanpa operasi meliputi:
- Kompres es: Mengompres siku selama sekitar 15 menit setiap 3–4 jam untuk membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan.
- Terapi fisik: Meliputi latihan untuk memperkuat dan meregangkan otot bahu, lengan atas, dan pergelangan tangan.
- Mobilisasi dan taping: Teknik fisioterapi untuk membantu mengurangi tekanan pada tendon yang cedera.
- Suntik steroid: Dapat membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan dalam jangka pendek.
- Suntik Botox: Dapat menjadi pilihan pada kasus tennis elbow yang berlangsung lama.
- Needle fenestration: Menggunakan panduan USG untuk memasukkan jarum berulang kali ke tendon yang cedera guna meningkatkan aliran darah dan membantu proses penyembuhan.
- Ultrasonic tenotomy: Menggunakan energi ultrasonik untuk membantu mengangkat jaringan tendon yang rusak.
- Terapi platelet-rich plasma (PRP): Menggunakan trombosit dari darah pasien yang kemudian disuntikkan ke tendon yang cedera untuk membantu proses penyembuhan.
- Obat antinyeri: Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen, dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan.
Baca juga: Siku Sakit: Kenali Penyebab, Gejala, dan Kapan Harus ke Dokter
Apakah tennis elbow perlu dioperasi?
Jika tennis elbow tergolong parah dan tidak membaik setelah sekitar 2–4 bulan pengobatan, dokter dapat mempertimbangkan operasi. Pilihannya meliputi:
- Operasi terbuka: Dokter membuat sayatan di atas tulang pada sisi luar siku, kemudian mengangkat bagian tendon yang rusak dan memperbaiki atau melekatkan kembali jaringan yang sehat.
- Operasi artroskopi: Dilakukan melalui beberapa sayatan kecil dengan bantuan kamera dan instrumen khusus untuk menangani tendon yang mengalami kerusakan.
Setelah operasi, luka akan ditutup dengan jahitan atau staples dan dibalut. Pada umumnya, pasien dapat pulang pada hari yang sama setelah menjalani operasi.
Dokter ortopedi ahli penanganan tennis elbow di RS Mandaya Royal Puri
1. dr. Ameria Pribadi, Sp.OT

dr. Ameria Pribadi, Sp.OT merupakan dokter spesialis ortopedi yang menangani berbagai keluhan pada sistem muskuloskeletal, termasuk nyeri dan cedera pada siku. Pemeriksaan oleh dokter ortopedi dapat membantu mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.
dr. Ameria Pribadi, Sp.OT bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 18.00 – 20.00 WIB
- Rabu: 10.00 – 12.00 WIB
- Sabtu: 10.00 – 12.00 WIB.
2. dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K

dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K merupakan dokter spesialis ortopedi dengan kompetensi konsultan yang menangani berbagai masalah pada tulang, sendi, otot, dan jaringan penunjang gerak. Beliau dapat membantu mengevaluasi keluhan pada siku, termasuk yang berkaitan dengan cedera maupun penggunaan berulang, serta menentukan penanganan berdasarkan kondisi pasien.
dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 08.00 – 12.00 WIB
- Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
- Rabu: 13.00 – 17.00 WIB
- Kamis: 13.00 – 17.00 WIB
- Jumat: 08.00 – 12.00 WIB
- Sabtu: 17.00 – 20.00 WIB.
3. dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP

dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP merupakan dokter spesialis ortopedi dengan kompetensi di bidang cedera olahraga. Beliau menangani berbagai masalah muskuloskeletal yang berkaitan dengan aktivitas olahraga maupun gerakan berulang, termasuk cedera dan keluhan nyeri pada siku.
Dengan kompetensi di bidang sports injury, dr. Venansius dapat membantu mengevaluasi kondisi siku dan menentukan penanganan yang sesuai berdasarkan penyebab serta tingkat keparahan keluhan.
dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 10.00 – 12.00 WIB
- Rabu: 16.00 – 20.00 WIB
- Jumat: 16.00 – 20.00 WIB
- Sabtu: 16.00 – 20.00 WIB.
4. dr. Troydimas Panjaitan, Sp.OT (K)

dr. Troydimas Panjaitan, Sp.OT (K) merupakan dokter spesialis ortopedi dan traumatologi konsultan dengan fokus pada penanganan masalah dan cedera bahu serta siku. Beliau menempuh pendidikan Ortopedi & Traumatologi di Universitas Indonesia dan melanjutkan pendidikan sebagai Konsultan Shoulder & Elbow di Jepang.
dr. Troydimas menangani berbagai kondisi yang memengaruhi bahu dan siku, termasuk cedera yang berkaitan dengan aktivitas olahraga. Penanganannya mencakup gangguan dan cedera siku, arthroscopic surgery dan arthroplasty surgery pada bahu dan siku, serta sports injury.
dr. Troydimas Panjaitan, Sp.OT (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 17.00 – 20.00 WIB
- Jumat: 17.00 – 20.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Tennis Elbow (Lateral Epicondylitis). (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/7049-tennis-elbow-lateral-epicondylitis). Diakses pada 10 September 2026.
- Mayo Clinic. Tennis Elbow. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tennis-elbow/symptoms-causes/syc-20351987). Diakses pada 10 September 2026.
- WebMD. Tennis Elbow (Lateral Epicondylitis). (https://www.webmd.com/fitness-exercise/tennis-elbow-lateral-epicondylitis). Diakses pada 10 September 2026.

