Miom dapat menjadi salah satu penyebab gangguan kesuburan hingga keguguran berulang pada wanita. Kondisi ini dialami oleh seorang pasien yang telah beberapa kali mengalami keguguran dan akhirnya mengetahui bahwa penyebab utamanya adalah miom yang tumbuh di lokasi yang sulit dijangkau oleh operasi biasa.
Miom yang dimiliki pasien berada di bagian belakang rahim (posterior) dan sudah menempel atau lengket dengan usus. Kondisi tersebut membuat tindakan operasi menjadi berisiko. Jika dilakukan dari bagian atas, tindakan operasi berpotensi merusak dinding rahim. Sementara jika dilakukan dari bagian belakang, terdapat risiko mengenai usus yang sudah menempel pada miom.

Untuk menangani kasus yang kompleks ini, pasien akhirnya datang ke RS Mandaya Royal Puri karena rumah sakit ini menyediakan teknologi High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) yang bisa mengatasi miom tanpa operasi.
“Karena posisinya (miom) sebenarnya itu sulit untuk laparoskopi, karena posisi miomnya itu di belakang (rahim) dan sudah lengket ke usus. Kalau dari atas bisa merusak dinding rahimnya, kalau misalkan dari belakang kita tidak tahu kena usus atau tidak. Awalnya sempat drop, ini bisa tidak (ditangani). Eh ternyata ada HIFU, benar-benar buat aku membantu dan ini jalannya Tuhan semuanya dilancarkan,” kata pasien.
Contents
Mengalami keguguran berulang sebelum menemukan penyebabnya
Pasien menceritakan bahwa dirinya telah menikah sejak tahun 2018. Pada tahun 2023, ia sempat hamil untuk pertama kalinya. Namun, kehamilan tersebut berakhir dengan keguguran karena janin tidak berkembang.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2025, pasien kembali mendapatkan kehamilan. Sayangnya, kehamilan kedua juga mengalami masalah. Saat pemeriksaan awal, kehamilan sudah terdeteksi tetapi kantong kehamilan belum terlihat. Tidak lama setelah pulang ke rumah, pasien mengalami perdarahan.
Ketika kembali memeriksakan diri, dokter menyampaikan bahwa kondisi tersebut masih bisa terjadi pada awal kehamilan. Pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa kantong kehamilan sudah mulai terlihat. Pasien kemudian diberikan obat dan diminta menjalani istirahat.
Namun, keesokan harinya perdarahan kembali terjadi hingga akhirnya kehamilan tersebut tidak dapat dipertahankan. Saat itu, pasien sempat menduga penyebabnya adalah kelainan kromosom. Meski demikian, ia merasa ada sesuatu yang belum terjawab karena setelah keguguran pertama pada tahun 2023, kehamilan yang diharapkan juga tak kunjung berhasil hingga akhirnya kembali hamil pada tahun 2025 dan mengalami kegagalan lagi.
Atas saran keluarga dan setelah berdiskusi dengan suami, pasien akhirnya memutuskan datang ke Mandaya Royal Hospital Puri dan berkonsultasi dengan dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG.
Baca juga: Apakah Miom Bikin Mandul atau Susah Hamil?
Pemeriksaan menunjukkan miom sebagai penyebab utama
Saat menjalani pemeriksaan lebih lanjut dengan dr. Edward, ditemukan bahwa rahim pasien mengalami pembesaran dan terdapat beberapa miom. Setelah kondisi kehamilan dievaluasi, dr. Edward menyampaikan bahwa kehamilan tersebut tidak dapat dilanjutkan sehingga perlu dilakukan penanganan terlebih dahulu.
Dokter kemudian melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencari penyebab keguguran yang berulang. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa faktor yang paling mungkin berkontribusi terhadap kegagalan kehamilan pasien adalah miom yang berada di rahim.
Menurut dr. Edward, terdapat beberapa benjolan miom yang ditemukan pada pasien. Namun, yang paling signifikan adalah miom berukuran sekitar 5 cm yang terletak di bagian posterior atau belakang rahim.
“Setelah kita melakukan pemeriksaan, kita menemukan ada benjolan sebenarnya ada beberapa, tetapi yang lebih signifikan adalah suatu massa (miom) berukuran 5 cm pada posterior rahim. Setelah kita melakukan pemeriksaan darah, sperma, semuanya normal. Sehingga kita mencurigai penyebab daripada kegagalan kehamilan sebelumnya bisa disebabkan oleh miom tersebut,” jelas dr. Edward.
Karena lokasi miom yang cukup sulit dijangkau dengan operasi konvensional maupun laparoskopi, dr. Edward kemudian menyarankan pasien untuk menjalani tindakan HIFU.
Baca juga: Miom Rahim Apakah Berbahaya? Kenali Gejala dan Komplikasinya Ini
Mengapa miom menyulitkan wanita untuk hamil?
Miom dapat memengaruhi kesuburan dan meningkatkan risiko gangguan selama kehamilan. Beberapa dampaknya antara lain:
- Menyumbat saluran tuba falopi, sehingga sperma dan sel telur sulit bertemu.
- Mengganggu implantasi embrio, karena bentuk atau kondisi rongga rahim berubah.
- Mengurangi ruang tumbuh janin, terutama jika ukuran miom cukup besar.
- Meningkatkan risiko solusio plasenta, yaitu terlepasnya plasenta dari dinding rahim sebelum waktunya.
- Menghambat pasokan oksigen dan nutrisi ke janin akibat gangguan fungsi plasenta.
- Meningkatkan risiko keguguran dan persalinan prematur, terutama pada miom yang besar atau berada di lokasi tertentu dalam rahim.
HIFU untuk mengatasi miom tanpa operasi
HIFU merupakan teknologi terapi non-bedah yang menggunakan gelombang ultrasound berintensitas tinggi untuk menghancurkan jaringan miom secara presisi tanpa sayatan.
Cara Kerja HIFU
- Gelombang ultrasound difokuskan tepat ke jaringan miom.
- Energi panas yang dihasilkan akan menghancurkan jaringan miom secara bertahap.
- Jaringan sehat di sekitar area target tetap terlindungi karena energi hanya difokuskan pada titik tertentu.
- Prosedur dilakukan tanpa sayatan dan tanpa pengangkatan rahim.
Keunggulan HIFU
- Tidak memerlukan operasi terbuka.
- Tidak meninggalkan luka sayatan.
- Risiko perdarahan lebih rendah.
- Masa pemulihan lebih cepat dibandingkan operasi.
- Dapat menjadi pilihan pada kasus miom dengan lokasi yang sulit dijangkau operasi.
- Membantu mempertahankan rahim bagi pasien yang masih merencanakan kehamilan.
Dengan pertimbangan ukuran dan lokasi miom yang kompleks, HIFU menjadi solusi yang dipilih untuk menangani miom pasien. Kehadiran teknologi ini memberikan harapan baru bagi pasien yang mengalami miom dengan risiko operasi yang tinggi, sekaligus membantu meningkatkan peluang untuk merencanakan kehamilan yang lebih sehat di masa mendatang.
Bahkan, 1 hari pasca tindakan HIFU, pasien sudah bisa bangun dari tempat tidurnya dan berjalan normal. Dengan masa pemulihan yang cepat, pasien sudah diperbolehkan untuk pulang di hari tersebut. Dalam waktu 1-3 bulan ke depan, dr. Edward akan melakukan evaluasi lagi terhadap pasien tersebut.
Tidak hanya itu, dr. Edward pun menegaskan bahwa dalam waktu sekitar 3-6 bulan ke depan, pasien ini sudah bisa menjalani program hamil kembali.
Profi dan jadwal praktek dr. Edward di RS Mandaya Royal Puri

dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG adalah dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang menangani berbagai kebutuhan kesehatan reproduksi wanita, mulai dari persiapan kehamilan hingga penatalaksanaan berbagai masalah ginekologi. Beliau menempuh pendidikan dokter umum di Universitas Sam Ratulangi, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis obstetri dan ginekologi di San Juan de Dios Educational Foundation. Untuk dapat berpraktik sesuai standar medis di Indonesia, dr. Edward juga menjalani program adaptasi spesialis obstetri dan ginekologi di Universitas Udayana.
Dalam pelayanan medisnya, dr. Edward memiliki pengalaman dalam pendampingan program kehamilan, pemeriksaan dan evaluasi prenatal, serta pencitraan janin. Beliau juga menangani konsultasi kontrasepsi, berbagai komplikasi yang dapat terjadi selama kehamilan, gangguan ginekologi non-kanker, hingga tindakan minimal invasif yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG melayani pasien di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal praktik sebagai berikut:
- Senin: 14.00 – 16.30 WIB
- Selasa: 11.00 – 14.00 WIB
- Rabu: 17.00 – 20.00 WIB
- Kamis: 17.00 – 20.00 WIB
- Jumat: 10.00 – 14.00 WIB
- Sabtu: 09.00 – 13.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

