fbpx

6 Jenis Leukemia (Kanker Darah) yang Penting Dikenali

Leukimia atau kanker darah adalah sebuah kondisi dimana tubuh memproduksi lebih banyak sel darah putih. Tak hanya satu, ada beberapa jenis leukemia yang dibedakan berdasarkan seberapa cepat sel kanker berkembang dan lokasi atau asal mula sel kanker terbentuk. Memahami jenis-jenis leukemia akan membantu dokter menentukan pengobatan yang tepat.

Konsultasi dokter

Klasifikasi jenis-jenis leukemia

Jenis-jenis leukemia dibedakan berdasarkan seberapa cepat sel kanker berkembang dan jenis sel yang terlibat. 

1. Berdasarkan kecepatan perkembangan sel kanker

Sel kanker dapat berkembang secara lambat (kronis) ataupun agresif (akut). 

  • Leukemia akut

Pada leukimia akut, sel kanker berkembang dengan cepat, bahkan bisa memburuk dalam hitungan minggu. Jenis leukemia ini termasuk ke dalam kanker darah yang membahayakan nyawa dan butuh pengobatan segera. Leukemia akut umum terjadi pada anak-anak.

  • Leukemia kronis

Sel kanker berkembang lebih lambat dibandingkan jenis akut. Anda mungkin saja bertahun-tahun tidak merasakan gejalanya bahkan tidak terdiagnosis. Dibanding anak-anak, leukemia kronis lebih sering terjadi pada orang dewasa. 

2. Berdasarkan jenis sel darah putih yang terdampak

Leukemia adalah kanker darah yang menyerang sel darah putih. Ada beberapa jenis sel darah putih, seperti limfosit. Asal sel kanker berkembang atau jenis sel darah putih yang terdampak dapat menentukan jenis leukemia yang Anda alami.

  • Leukemia limfotik

Jenis leukemia yang menyerang sel darah putih, tepatnya limfosit, yang membentuk sistem limfatik. Sistem ini berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh seseorang.

  • Leukemia myelogenous

Jenis leukemia yang terjadi pada sel mieloid. Sel mieloid normalnya berkembang menjadi sel darah merah, sel darah putih, dan platelet.

Konsultasi dokter

Baca juga: Perbedaan Kanker Darah Leukemia & Multiple Myeloma

Jenis-jenis leukemia

Berdasarkan klasifikasi di atas, berikut ini adalah beberapa jenis leukemia yang mungkin terjadi:

1. Leukimia limfoblastik akut

Leukimia limfoblastik akut atau acute lymphocytic leukemia (ALL) adalah tipe leukimia yang dimulai di sumsum tulang belakang dan mempengaruhi sel darah putih yang belum matang.

Leukemia limfoblastik akut terjadi saat sumsum tulang memproduksi sel limfosit B dan T terlalu banyak. Sel limfosit ini tidak berkembang dengan sempurna, sehingga tidak berfungsi dengan benar. 

ALL dapat menyebar dengan cepat lewat darah ke bagian tubuh lainnya, seperti otak, hati, kelenjar getah bening, limpa, dan testis pada pasien laki-laki. Maka itu, ALL seringkali memiliki gejala seperti pembengkakan hati, limpa, dan kelenjar getah bening.

Kasus ALL sering ditemui pada anak dengan usia di bawah 5 tahun, namun bisa juga ditemukan pada orang dewasa. Beberapa teknik pengobatan yang dapat dilakukan bagi penderita leukimia lmfoblastik akut adalah kemoterapi, radioterapi atau stem cell.

2. Leukimia mieloid akut

Leukemia mieloid akut atau acute myelogenous leukemia (AML) adalah jenis leukemia akut yang paling umum terjadi pada orang dewasa, terutama yang berusia di atas 75 tahun.

Sama seperti ALL, AML juga dimulai di sumsum tulang belakang tetapi hanya akan mempengaruhi sel mieloid. Sel myeloid yang sudah terpengaruh akan menyebabkan mieloblast (sejenis sel darah putih yang belum matang) yang tidak normal.

AML bermula dari sel mieloid di sumsum tulang dan dapat menyebar dengan cepat lewat darah. Kondisi ini terjadi saat sumsum tulang memproduksi sel darah putih yang disebut granulosit dan monosit.

Konsultasi dokter

3. Leukimia limfoblastik kronis

Leukimia limfoblastik kronis atau chronic lymphocytic leukemia (CLL) adalah jenis leukimia kronis yang sering terjadi pada orang dewasa dengan usia di atas 65 tahun. Penyakit ini akan mempengaruhi limfosit B dan sel darah putih yang sudah matang.

Tidak seperti leukimia akut, jenis leukimia kronis memiliki tingkat perkembangan dan penyebaran yang lebih lambat. Bahkan gejalanya bisa tidak muncul dalam beberapa tahun. Pasien leukimia CLL tanpa gejala umumnya tidak membutuhkan pengobatan. Meskipun begitu, tes darah rutin wajib dilakukan untuk melihat perkembangannya.

Lihat Juga: Terapi Pasien Menjalani Pengobatan Kanker Darah

4. Leukimia mieloid kronis

Chronic myeloid leukemia (CML) atau leukimia mieloid kronis cukup jarang terjadi dan hanya sekitar 10% pasien leukimia yang mengidap jenis ini. CML adalah jenis leukimia yang dimulai di sel mieloid. Kondisi ini dimulai ketika sel mieloid berubah menjadi sel kanker yang belum matang dan tumbuh perlahan serta menggantikan sel normal.

Leukemia mieloid kronis atau chronic myeloid leukaemia (CML) adalah jenis kanker darah yang terjadi pada sel mieloid di sumsum tulang yang harusnya berkembang menjadi granulosit. Itu sebabnya, CML juga disebut sebagai jenis leukemia granulosit kronis.

Sama seperti CLL, leukemia mieloid kronis juga bisa tidak memunculkan gejala selama bertahun-tahun sampai akhirnya masuk ke stadium yang lebih agresif. 

5. Leukimia sel berambut

Leukemia sel berambut atau hairy cells leukemia adalah jenis leukemia kronis yang lebih jarang dibandingkan jenis lainnya. Sel kanker ini berkembang secara perlahan pada sel limfosit B.

Jika dilihat dari mikroskop, bentuk sel kanker ini terlihat seolah memiliki rambut di permukaannya.

Sama seperti jenis leukemia kronis lainnya, hairy cell leukemia bisa saja tidak menimbulkan gejala selama bertahun-tahun. Dengan pengobatan yang tepat, jenis leukemia ini dapat dikendalikan dengan baik.

6. Myeloproliferative neoplasms

Myeloproliferative neoplasms adalah jenis leukemia yang juga jarang terjadi. Kondisi ini adalah sekelompok kelainan darah ketika sumsum tulang memproduksi terlalu banyak sel darah putih, sel darah merah, ataupun platelet (trombosit).

Beberapa jenis myeloproliferative neoplasms yang termasuk leukemia, yaitu:

  • Chronic eosinophilic leukemia: saat produksi eosinofil, sel darah putih yang melawan alergen, terlalu banyak.
  • Chronic myelogenous leukemia: saat produksi sel darah putih dari sel mieloid terlalu banyak.
  • Chronic neutrophilic leukemia: saat produksi neutrofil terlalu banyak. Neutrofil adalah sel darah putih yang melawan infeksi.

Konsultasi dokter

Baca juga: Raih Penghargaan Tiga Tahun Secara Beruntun, Mandaya Hadirkan Pusat Kanker Terintegrasi di Indonesia

Diagnosis leukemia

Tes darah untuk diagnosis jenis leukemia

Mengetahui jenis leukemia yang dialami akan sangat membantu menentukan pengobatan leukemia beserta prognosisnya. Untuk mengetahui jenis-jenis leukemia yang Anda alami, ada beberapa prosedur pengobatan yang mungkin perlu dijalani, antara lain:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa gejala leukemia yang mungkin tampak, seperti pucat, pembengkakan kelenjar getah bening, hati, ataupun limpa.
  • Pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah dapat mengetahui jenis sel darah yang produksinya abnormal. Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan tes darah lengkap. Hal ini dapat menentukan jenis leukemia ataupun kanker darah yang dialami.
  • Pemeriksaan sumsum tulang belakang. Dokter juga mungkin melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang dengan mengambil sampel untuk melihat fungsi produksi sel darah. 
  • Tes pencitraan. Tes pencitraan seperti rontgen, CT scan, MRI, ataupun PET scan dapat melihat seberapa jauh sel kanker telah memengaruhi organ tubuh lain, seperti tulang, organ-organ, dan jaringan lainnya.
  • Lumbar puncture. Dokter juga mungkin merekomendasikan pemeriksaan cairan tulang belakang untuk melihat apakah sel kanker telah menyebar ke otak ataupun sistem saraf tulang belakang.

Biasanya, dokter dapat merekomendasikan seluruh pemeriksaan ataupun hanya beberapa di antaranya. Konsultasikan dengan dokter tentang pemeriksaan mana yang tepat bagi Anda.

Sangat mungkin pada awal pemeriksaan dokter tidak dapat langsung menentukan jenis leukemia atau kanker yang Anda alami dan mendiagnosis dengan kondisi lain sebab ada beberapa kondisi yang memiliki kemiripan gejala. Namun, penting diingat bahwa ini adalah proses perjalanan diagnosis penyakit.

Jadi, penting untuk tidak menyerah dan terus melanjutkan pemeriksaan dan konsultasi sampai tegak diagnosis.

Konsultasi dokter

Pengobatan Leukemia di Mandaya Royal Hospital Puri

Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai pilihan terapi untuk penanganan leukemia yang disesuaikan dengan jenis penyakit, kondisi pasien, serta respons tubuh terhadap pengobatan. Berikut beberapa metode pengobatan leukemia yang tersedia di Mandaya Royal Hospital Puri:

1. Imunoterapi

Imunoterapi dilakukan dengan pemberian obat-obatan yang berfungsi meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh. Dengan sistem imun yang lebih kuat, tubuh dapat mengenali dan melawan sel kanker secara lebih efektif.

2. Kemoterapi

Kemoterapi merupakan metode pengobatan yang menggunakan obat-obatan untuk menghancurkan sel kanker secara langsung. Berbeda dengan imunoterapi, terapi ini bekerja dengan menargetkan dan membunuh sel kanker yang berkembang di dalam tubuh.

3. Radioterapi

Radioterapi dilakukan dengan memanfaatkan pancaran sinar radiasi yang diarahkan langsung ke area sel kanker untuk menghancurkan atau menghambat pertumbuhannya. RS Mandaya Royal Puri menggunakan mesin radioterapi Linac Elekta Versa HD, teknologi radioterapi unggulan yang mampu memberikan radiasi secara akurat dan presisi. Dengan pengaturan dosis yang tepat, risiko kerusakan pada jaringan sehat di sekitar sel kanker dapat diminimalkan.

4. Terapi tertarget

Terapi tertarget merupakan metode pengobatan yang bekerja secara lebih spesifik dibandingkan kemoterapi. Obat-obatan dalam terapi ini dirancang untuk menargetkan molekul atau zat tertentu yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan sel kanker.

5. Apheresis

Pusat Kanker Darah Mandaya juga menyediakan layanan apheresis, yaitu prosedur medis untuk mengambil atau memisahkan komponen darah tertentu, seperti sel darah merah, sel darah putih, trombosit, atau plasma, sesuai kebutuhan terapi.

Dalam penanganan leukemia, apheresis dikenal sebagai leukapheresis. Prosedur ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sel darah putih berlebih dalam darah pasien, sehingga dapat membantu meredakan gejala yang muncul akibat pertumbuhan sel darah putih yang tidak terkendali.

Dokter ahli leukemia di Mandaya Royal Hospital Puri

RS Mandaya Royal Puri memiliki tim dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi onkologi medik (KHOM) yang berpengalaman dalam menangani berbagai jenis kanker, termasuk kanker darah.

1. Prof. DR. Aru W. Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, FACP

Prof. DR. Aru W. Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, FACP adalah seorang ahli yang telah menangani banyak pasien dengan berbagai metode pengobatan kanker. Beliau berkompetensi dalam melakukan kemoterapi, imunoterapi, terapi tertarget, transplantasi sumsum tulang, hingga Car T Cell Therapy.

Prof. DR. Aru W. Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, FACP bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Rabu: 08.00 – 12.00 WIB

2. dr. Toman T.J Lumban Toruan, Sp.PD-KHOM

Selain Prof. Aru, ada juga dr. Toman T.J Lumban Toruan, Sp.PD-KHOM, yang memiliki keahlian serupa dalam penanganan kanker. Beliau juga berpengalaman memberikan terapi kanker komprehensif, mulai dari kemoterapi, imunoterapi, terapi tertarget, transplantasi sumsum tulang, sampai dengan Car T Cell Therapy.

dr. Toman T.J Lumban Toruan, Sp.PD-KHOM bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 12.00 – 15.00 WIB
  • Kamis: 12.00 – 15.00 WIB

3. dr. Alvin Tagor Harahap, Sp.PD-KHOM

Tak hanya itu, dr. Alvin Tagor Harahap, Sp.PD-KHOM juga menjadi bagian dari tim spesialis KHOM di RS Mandaya Royal Puri. Beliau mampu memberikan berbagai metode pengobatan kanker modern, seperti kemoterapi, imunoterapi, terapi tertarget, transplantasi sumsum tulang, hingga Car T Cell Therapy.

dr. Alvin Tagor Harahap, Sp.PD-KHOM bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Rabu: 18.00 – 20.00 WIB
  • Sabtu: 10.00 – 12.00 WIB

4. Dr. dr. Andree Kurniawan, Sp.PD-KHOM, FINASIM

Dr. dr. Andree Kurniawan, Sp.PD-KHOM, FINASIM merupakan dokter spesialis penyakit dalam dengan kompetensi sebagai konsultan Hematologi–Onkologi Medik. Beliau memiliki pengalaman yang luas dalam menangani pasien kanker darah serta berbagai gangguan hematologi, dengan beragam pilihan terapi modern, seperti kemoterapi, imunoterapi, hingga terapi target.

Dalam praktiknya, dr. Andree mengedepankan pendekatan pengobatan yang bersifat personal, menyesuaikan terapi dengan kondisi medis dan kebutuhan masing-masing pasien. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan hasil perawatan yang lebih efektif dan optimal.

Dr. dr. Andree Kurniawan, Sp.PD-KHOM, FINASIM bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 17.00 – 19.00 WIB
  • Kamis: 17.00 – 19.00 WIB

5. dr. Nia Noviantri Siregar, Sp.PD, Subsp.H-Onk.M (K)

dr. Nia Noviantri Siregar, Sp.PD, Subsp.H-Onk.M (K) adalah dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialisasi Hematologi–Onkologi Medik sebagai konsultan. Beliau memiliki keahlian khusus dalam penanganan kanker darah dan berpengalaman menangani berbagai kasus hematologi yang kompleks.

Selain memberikan kemoterapi, dr. Nia juga kompeten dalam penerapan imunoterapi dan terapi target yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu kedokteran terkini. Dengan pendekatan yang komprehensif, beliau membantu pasien mendapatkan pilihan perawatan yang tepat sesuai kondisi dan kebutuhan medis masing-masing.

dr. Nia Noviantri Siregar, Sp.PD, Subsp.H-Onk.M (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 17.00 – 20.00 WIB
  • Jumat: 17.00 – 20.00 WIB.

Selain memiliki tim dokter KHOM yang berpengalaman dan berkompeten, RS Mandaya Royal Puri juga menyediakan layanan apheresis. Prosedur medis ini dilakukan dengan cara mengambil darah pasien, lalu memisahkannya menjadi beberapa komponen, seperti sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma. Komponen yang dibutuhkan akan diambil, sementara bagian lainnya dikembalikan ke tubuh pasien.

Tak hanya itu, Pusat Kanker Darah RS Mandaya Royal Puri juga menjalin kerja sama dengan National University Cancer Institute (NCIS-NUH) Singapore. Kolaborasi ini memungkinkan pasien mendapatkan layanan serta pengobatan kanker darah yang lebih komprehensif, dengan standar medis internasional.

Mandaya juga memiliki perawatan kanker darah yang komprehensif, mulai dari chemotherapy suite yang menjamin kenyamanan pasien maupun keluarga hingga alat apheresis yang dapat digunakan untuk leukopheresis untuk menurunkan kadar leukosit pada pasien leukemia.

ruang kemoterapi
Chemotherapy Suite Mandaya

Alat Apheresis Mandaya Royal Hospital Puri

Lihat Juga: Mengenal Kanker Darah Jenis Multiple Myeloma

Anda bisa melakukan konsultasi dengan tim dokter spesialis onkologi RS Mandaya Royal di Advance Cancer & Radiotherapy Center yang dapat memberikan konsultasi serta perawatan terbaik. 

Untuk mempermudah buat janji, Anda bisa langsung Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau download aplikasi Care Dokter di Google Play dan App Store. 

Konsultasi dokter

Tinggalkan Balasan

Please rate*

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes