Miom merupakan tumor jinak pada rahim yang cukup sering dialami wanita dan dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari nyeri haid hebat, perdarahan menstruasi berlebihan, perut membesar, hingga gangguan kesuburan. Pada beberapa kasus, ukuran miom bahkan bisa tumbuh sangat besar sehingga membuat pasien khawatir harus menjalani operasi pengangkatan rahim maupun tindakan bedah dengan sayatan besar.
View this post on Instagram
Kini, perkembangan teknologi medis memungkinkan penanganan miom dilakukan tanpa operasi terbuka. Salah satu metode yang mulai banyak digunakan adalah High Intensity Focused Ultrasound (HIFU), yaitu teknologi yang menggunakan gelombang ultrasound berkekuatan tinggi untuk menghancurkan jaringan miom dari luar tubuh tanpa sayatan pada kulit. Dengan metode ini, pasien dapat menjalani tindakan dengan proses pemulihan yang lebih cepat dan minim nyeri dibandingkan operasi konvensional.

Baru-baru ini, dr. Gracia Merryane R.G. Rauw, Sp.OG., dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) di RS Mandaya Royal Puri, berhasil melakukan tindakan HIFU untuk menangani miom berukuran besar sekitar 17×15 cm. Tindakan ini menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi HIFU dalam menangani kasus miom kompleks tanpa operasi terbuka maupun pengangkatan rahim.
Contents
Miom 17 cm hingga perut menyerupai kehamilan 20 minggu, pasien ini pilih HIFU demi hindari angkat rahim
Kasus ini menjadi salah satu penanganan miom besar yang cukup kompleks di RS Mandaya Royal Puri. Pasien diketahui memiliki miom berukuran sekitar 17×15 cm yang telah dialami selama kurang lebih tiga tahun. Karena ukuran miom yang sangat besar, kondisi perut pasien bahkan tampak menyerupai kehamilan sekitar 20 minggu, dengan benjolan yang sudah mencapai area pusar.
Menurut dr. Gracia, pasien sebelumnya merasa khawatir menjalani operasi karena dokter sempat merekomendasikan tindakan bedah konvensional yang yang mengharuskan pengangkatan rahim (histerektomi). Padahal, pasien diketahui belum menikah dan masih ingin mempertahankan kesuburannya untuk memiliki keturunan di masa depan.

Karena itulah, pasien akhirnya memilih menjalani tindakan HIFU sebagai alternatif penanganan tanpa operasi terbuka. Hasil tindakan menunjukkan respons yang sangat baik, dengan sekitar 90% jaringan miom berhasil terablasi. dr. Gracia juga memperlihatkan hasil sebelum dan sesudah tindakan menggunakan bantuan zat kontras untuk melihat area miom yang telah berhasil ditangani.
Setelah menjalani HIFU, pasien dijadwalkan menjalani evaluasi lanjutan sekitar satu bulan kemudian untuk memantau penyusutan ukuran miom. Pemeriksaan akan dilakukan menggunakan MRI dan zat kontras guna melihat perkembangan hasil terapi secara lebih detail.
Baca juga: Miom Rahim Apakah Berbahaya? Kenali Gejala dan Komplikasinya Ini
Mengenal HIFU dan cara kerjanya dalam penanganan miom

HIFU merupakan teknologi terapi modern yang menggunakan gelombang ultrasound berkekuatan tinggi untuk menghancurkan jaringan miom tanpa operasi maupun sayatan pada kulit. Energi ultrasound tersebut difokuskan langsung ke area miom sehingga menghasilkan panas yang mampu merusak sel-sel miom secara bertahap, lalu ukurannya akan mengecil seiring waktu.
Selama prosedur berlangsung, dokter memanfaatkan teknologi pencitraan secara real-time untuk memantau posisi miom dengan lebih akurat. Dengan bantuan sistem ini, tindakan dapat dilakukan secara presisi sekaligus membantu menjaga jaringan sehat di sekitar miom agar tetap aman.
Secara sederhana, mekanisme kerja HIFU dapat digambarkan sebagai berikut:
- Gelombang ultrasound berkekuatan tinggi diarahkan secara fokus ke jaringan miom
- Energi ultrasound kemudian berubah menjadi panas dengan suhu sekitar 60–90°C
- Panas tersebut menghancurkan jaringan miom sehingga sel-selnya mengalami kerusakan dan mati
- Jaringan miom yang telah rusak selanjutnya akan diserap secara alami oleh tubuh dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan, umumnya sekitar 90 hari.
HIFU sendiri sebenarnya telah digunakan secara luas di berbagai negara sebagai alternatif penanganan miom tanpa operasi terbuka. Teknologi ini semakin banyak diminati karena prosedurnya tidak memerlukan sayatan, masa pemulihannya relatif lebih cepat, dan pasien dapat kembali beraktivitas lebih dini dibandingkan operasi konvensional.
Secara global, HIFU telah digunakan di lebih dari 37 negara dan menangani lebih dari 500.000 kasus di seluruh dunia. Teknologi ini juga telah memperoleh pengakuan dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat serta sertifikasi CE Eropa sebagai standar keamanan perangkat medis internasional.
Baca juga: Ciri-ciri Miom pada Wanita dan Penanganannya Tanpa Operasi di RS Mandaya Royal Puri
Apa saja keunggulan HIFU dalam menangani miom?
Sebagai metode penanganan miom modern, HIFU memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi pertimbangan banyak pasien, antara lain:
- Tidak membutuhkan operasi terbuka, sayatan, maupun jahitan
- Keluhan nyeri pascatindakan umumnya lebih ringan
- Menggunakan gelombang ultrasound, bukan radiasi
- Penargetan jaringan miom dapat dilakukan secara lebih presisi
- Membantu mempertahankan rahim sehingga peluang menjaga kesuburan tetap ada
- Risiko perdarahan relatif lebih rendah dibanding operasi terbuka
- Masa pemulihan cenderung lebih singkat
- Pasien biasanya dapat kembali beraktivitas lebih cepat setelah tindakan selesai.
Konsultasi dengan dr. Gracia di RS Mandaya Royal Puri

dr. Gracia Merryane R.G. Rauw, Sp.OG merupakan dokter spesialis obstetri dan ginekologi di RS Mandaya Royal Puri yang menangani berbagai kondisi kesehatan wanita, mulai dari kehamilan hingga gangguan ginekologi. Beliau menempuh pendidikan dokter umum dan pendidikan spesialis obstetri dan ginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.
Dalam praktik sehari-hari, dr. Gracia melayani berbagai layanan kesehatan wanita, seperti konsultasi kehamilan, program hamil, KB dan laktasi, induksi ovulasi, persalinan normal, hingga operasi caesar. Selain itu, beliau juga berpengalaman dalam menangani berbagai tindakan ginekologi, termasuk laparoskopi, histerektomi, Pap smear, saline infusion sonography (SIS), hingga prosedur LEEP.
Tidak hanya itu, dr. Gracia juga telah menjalani pelatihan HIFU secara intensif langsung di pusat HIFU di China dan mengantongi sertifikat HIFU internasional. Kompetensi tersebut mendukung kemampuannya dalam melakukan tindakan HIFU untuk penanganan miom dan adenomiosis tanpa operasi terbuka.
dr. Gracia Merryane R.G Rauw, Sp.OG praktik di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
- Selasa: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
- Rabu: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
- Kamis: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
- Jumat: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB
- Sabtu: 08.00 – 11.00 WIB & 13.00 – 18.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri dan bertemu dengan dr. Gracia, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

