Kanker hati, seperti jenis hepatocellular carcinoma (HCC), merupakan penyakit yang membutuhkan penanganan tepat dan berbasis bukti ilmiah. Dalam dunia medis, setiap teknologi atau metode terapi baru tidak dapat langsung digunakan secara luas tanpa melalui evaluasi ketat. Di sinilah peran studi klinis menjadi sangat penting. Studi klinis dilakukan untuk menilai efektivitas, keamanan, serta dampak jangka panjang suatu terapi sebelum direkomendasikan sebagai pilihan pengobatan bagi pasien.
Salah satu teknologi yang telah melalui berbagai penelitian adalah HIFU (High-Intensity Focused Ultrasound), yaitu terapi non-bedah yang menggunakan gelombang ultrasound berintensitas tinggi untuk menghancurkan jaringan tumor. Berdasarkan hasil studi klinis, penggunaan HIFU pada pasien kanker hati menunjukkan tingkat keberhasilan penghancuran tumor mencapai 69,2%, tanpa ditemukan komplikasi berat selama prosedur. Selain itu, data penelitian juga menunjukkan angka kelangsungan hidup pasien yang tergolong baik, sehingga HIFU dinilai sebagai salah satu terapi yang menjanjikan dalam penanganan kanker hati.
Contents
Terapi HIFU untuk kanker hati: apa kata data dan studi klinis?

Berdasarkan studi bertajuk Extracorporeal High Intensity Focused Ultrasound Ablation in the Treatment of Patients with Large Hepatocellular Carcinoma, terapi HIFU menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan pada pasien dengan HCC berukuran besar yang juga disertai sirosis hati. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai aspek keamanan maupun efektivitas HIFU pada kelompok pasien dengan kondisi yang tergolong kompleks.
1. Tidak ditemukan efek samping berat
Dalam penelitian tersebut, sebanyak 55 pasien dengan tumor hati berukuran besar (rata-rata diameter sekitar 8,14 cm) serta sirosis menjalani prosedur HIFU. Hasil pemantauan menunjukkan tidak adanya komplikasi berat baik selama tindakan maupun setelah prosedur dilakukan. Hal ini menandakan bahwa HIFU relatif aman, bahkan pada pasien dengan fungsi hati yang sudah mengalami gangguan.
2. Mayoritas pasien mengalami penghancuran tumor secara lengkap
Dari 26 pasien yang menjalani evaluasi lanjutan, sekitar 69,2% tercatat mengalami complete ablation atau penghancuran tumor secara menyeluruh. Artinya, pada sebagian besar pasien, jaringan kanker berhasil dihancurkan secara efektif melalui prosedur HIFU.
3. Tingkat kelangsungan hidup yang cukup baik
Studi tersebut juga melaporkan angka kelangsungan hidup sebesar 61,5% pada 12 bulan dan 35,3% pada 18 bulan pasca terapi. Data ini menunjukkan bahwa HIFU tidak hanya berperan dalam mengendalikan tumor, tetapi juga berpotensi membantu memperpanjang harapan hidup pasien kanker hati dengan sirosis.
4. Kombinasi HIFU dan TACE memberikan hasil lebih optimal
Dalam penelitian lain yang dilakukan oleh tim peneliti yang sama, efektivitas kombinasi HIFU dan TACE (Transarterial Chemoembolization) dibandingkan dengan kemoembolisasi saja pada 50 pasien kanker hati stadium lanjut. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok pasien yang mendapatkan terapi kombinasi memiliki angka kelangsungan hidup yang secara signifikan lebih baik dibandingkan dengan pasien yang hanya menjalani TACE.
Secara keseluruhan, temuan ini memperlihatkan bahwa HIFU, baik sebagai terapi tunggal maupun dikombinasikan dengan metode lain, memiliki potensi besar sebagai pilihan penanganan kanker hati, termasuk pada pasien dengan sirosis.
Dokter ahli HIFU untuk terapi kanker hati, dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI

dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (K)RI adalah dokter spesialis radiologi dengan subspesialis radiologi intervensional yang memiliki pengalaman luas dalam menangani berbagai penyakit melalui prosedur minimal invasif, termasuk kanker hati. Dalam praktiknya, beliau memanfaatkan teknologi pencitraan medis seperti USG, CT Scan, MRI, serta fluoroskopi sebagai panduan agar setiap tindakan dapat dilakukan secara presisi, terarah, dan tetap mengutamakan keselamatan pasien.
Sebagai radiolog intervensi, dr. Sugianto berpengalaman melakukan berbagai prosedur penanganan kanker hati, seperti TACE untuk nodul dan tumor hati, serta tindakan ablasi seperti Radiofrequency (RF) Ablasi dan Microwave Ablasi. Metode-metode tersebut bertujuan menghancurkan jaringan tumor tanpa operasi besar, sehingga risiko komplikasi lebih rendah dan proses pemulihan umumnya lebih cepat. Selain itu, beliau juga mengaplikasikan teknologi HIFU sebagai terapi modern yang memungkinkan penghancuran tumor secara lebih akurat dengan pendekatan yang minim risiko.
Untuk latar belakang pendidikan, dr. Sugianto menempuh pendidikan Dokter Umum di Universitas Kristen Maranatha dan melanjutkan program Spesialis Radiologi di Universitas Indonesia. Dengan kombinasi pendidikan yang solid dan pengalaman klinis yang mendalam, beliau berkomitmen menghadirkan solusi terapi minimal invasif terkini demi mendukung harapan hidup dan kualitas hidup pasien kanker hati.
dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad, (K)RI bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 16.00 – 20.00 WIB
- Kamis: 16.00 – 20.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

