Tangan mungkin terlihat seperti bagian tubuh yang sederhana, tetapi perannya begitu besar dalam setiap aspek kehidupan. Mulai dari menyuapkan makanan, mengancingkan baju, membuka botol, hingga bekerja dan menggunakan ponsel, hampir semua aktivitas sehari-hari ini membutuhkan fungsi tangan yang optimal. Ketika nyeri, kaku, kesemutan, atau cedera mengganggu fungsinya, gerakan yang sebelumnya mudah dilakukan bisa berubah menjadi tantangan yang membatasi gerak, produktivitas, bahkan kemandirian seseorang.

Untuk membantu mengatasi berbagai gangguan tersebut, Pusat Ortopedi RS Mandaya Royal Puri menghadirkan layanan bedah tangan modern yang memadukan keahlian dokter berpengalaman dengan teknologi medis canggih. Layanan ini mencakup operasi dengan teknik WALANT (Wide Awake Local Anesthesia No Tourniquet) yang memungkinkan pasien tetap sadar selama tindakan, bedah endoskopi dengan pendekatan minimal invasif, pemanfaatan teknologi stem cell di bidang ortopedi, hingga microsurgery untuk menangani cedera kompleks yang membutuhkan ketelitian tinggi, seperti prosedur penyambungan kembali jari yang terputus
Salah satu inovasi layanan bedah tangan Mandaya adalah teknik WALANT. Melalui teknik ini, dokter tidak menggunakan bius total karena operasi dapat dilakukan dengan anestesi lokal dalam kondisi pasien tetap sadar. Teknik ini dapat digunakan untuk menangani berbagai gangguan pada tangan, seperti carpal tunnel syndrome yang menyebabkan kesemutan dan mati rasa hingga trigger finger yang membuat jari terasa kaku atau terkunci. Bahkan, dokter dapat meminta pasien menggerakkan tangannya selama prosedur untuk menilai fungsi tangan dan menyesuaikan tindakan secara langsung. Pendekatan ini memungkinkan dokter memeriksa kemampuan gerak tangan pasien selama operasi, sehingga tindakan dapat disesuaikan dengan kondisi yang terlihat. Karena tidak menjalani pembiusan total, pasien pun dapat terhindar dari efek samping seperti mual dan muntah setelah operasi. Dengan demikian, proses pemulihan berpotensi berlangsung lebih cepat.
Selain WALANT, Pusat Ortopedi Mandaya juga memiliki kemampuan melakukan microsurgery atau bedah mikro. Teknik ini menggunakan mikroskop dengan kemampuan pembesaran tinggi untuk menangani struktur tubuh berukuran sangat kecil, seperti pembuluh darah dan saraf. Salah satu penerapannya adalah operasi penyambungan kembali jari yang terputus akibat kecelakaan atau cedera berat. Dalam prosedur ini, dokter menyambungkan kembali tulang, tendon, pembuluh darah arteri dan vena, serta saraf. Teknik microsurgery dibutuhkan agar proses penyambungan jari dapat dilakukan dengan lebih presisi dan membantu memulihkan aliran darah, gerakan, serta sensasi pada jari.
Layanan bedah tangan Mandaya juga mencakup teknik bedah minimal invasif yang memungkinkan dokter melakukan tindakan melalui sayatan lebih kecil dengan bantuan teknologi medis khusus. Selain itu, tersedia pendekatan penanganan modern lainnya, seperti pemanfaatan teknologi stem cell di bidang ortopedi serta intervensi nyeri berupa injeksi kortikosteroid dengan panduan USG untuk membantu meredakan peradangan dan nyeri pada area tangan maupun persendian.
Layanan bedah tangan di Pusat Ortopedi Mandaya ditangani oleh dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K, selaku dokter spesialis ortopedi dan traumatologi dengan keahlian bedah ortopedi jari tangan dan microsurgery serta dr. Ameria Pribadi, Sp.OT, CF HULMS, yang merupakan dokter spesialis ortopedi dengan Clinical Fellowship di bidang hand, upper limb, dan microsurgery.
Pengembangan layanan bedah tangan dan microsurgery di Pusat Ortopedi Mandaya juga diperkuat melalui kolaborasi, pendampingan dan transfer ilmu dari Prof. Katsuyasu Fukusawa, MD, pakar bedah tangan dan mikro dari Kanto Rosai Hospital, Jepang. Bahkan, dr. Jecky Chandra telah melakukan kunjungan ke Kanto Rosai Hospital untuk mempelajari teknik bedah tangan dari Prof. Fukusawa secara langsung. Pendampingan ini menjadi langkah untuk membawa keahlian dan teknik bedah tangan berstandar internasional ke Indonesia, semata-mata demi meningkatkan kualitas layanan bagi pasien di Tanah Air.
Contents
Hadirkan Pakar Bedah Tangan dari Jepang Melalui Seminar Publik Internasional

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan edukasi masyarakat sekaligus memperkuat kompetensi layanan bedah tangan, RS Mandaya Royal Puri mengadakan seminar publik internasional bertajuk Solusi Tangan Nyeri, Kaku, & Kesemutan pada Jumat (23/10) yang dihadiri langsung oleh Prof. Fukusawa, MD sebagai narasumber internasional.
Prof. Fukusawa merupakan pakar bedah tangan dan microsurgery dari Jepang yang menjabat sebagai Director of the Hand and Microsurgery Center di Kanto Rosai Hospital, Jepang. Dengan pengalaman dan keahliannya di bidang bedah tangan, Prof. Fukusawa turut berbagi pengetahuan mengenai perkembangan teknik penanganan berbagai gangguan dan cedera tangan. Kehadirannya dalam seminar internasional di RS Mandaya Royal Puri menjadi bagian dari kolaborasi transfer ilmu untuk memperkuat kompetensi dokter Indonesia sekaligus mendorong penerapan teknik bedah tangan berstandar internasional di Tanah Air.
Dalam seminar ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai berbagai kondisi yang dapat menyebabkan tangan terasa nyeri, kaku, atau kesemutan, mulai dari gejala yang perlu diwaspadai hingga pilihan penanganannya. Beberapa kondisi yang dibahas antara lain carpal tunnel syndrome, trigger finger, hingga artritis atau radang sendi yang dapat menimbulkan nyeri, kaku, dan pembengkakan pada persendian tangan.
Melalui seminar ini, RS Mandaya Royal Puri tidak hanya memperluas pemahaman masyarakat mengenai berbagai masalah kesehatan tangan, tetapi juga memperkuat komitmennya dalam mengembangkan layanan ortopedi melalui peningkatan kompetensi dokter, pemanfaatan teknologi medis, serta pertukaran ilmu dengan pakar internasional.