Fungsi Ginjal Tinggal 15%, Ini Pilihan Pengobatan yang Mungkin Dilakukan

Fungsi Ginjal Tinggal 15%, Ini Pilihan Pengobatan yang Mungkin Dilakukan

Ketika fungsi ginjal menurun hingga di bawah 15% dari normal, kondisi ini disebut sebagai gagal ginjal stadium akhir (end-stage kidney disease). Pada tahap ini, ginjal sudah tidak lagi mampu menyaring limbah, racun, dan kelebihan cairan dari dalam tubuh secara optimal sehingga zat-zat tersebut menumpuk di dalam tubuh dan dapat menimbulkan berbagai keluhan maupun komplikasi serius. Untuk menggantikan fungsi ginjal yang hilang, dokter akan merekomendasikan pilihan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi pasien, mulai dari cuci darah (hemodialisa) hingga transplantasi ginjal.

Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan layanan penanganan gagal ginjal yang komprehensif, mulai dari hemodialisa hingga transplantasi ginjal. Seluruh layanan didukung oleh tim dokter spesialis yang lengkap dan berpengalaman, terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi, dokter spesialis urologi, hingga tim multidisiplin lainnya untuk memberikan penanganan yang optimal bagi setiap pasien. 

Konsultasi dokter

Fungsi ginjal tinggal 15%, apa saja pilihan pengobatannya?

Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan yang dapat direkomendasikan dokter jika fungsi ginjal Anda berada di angka 15%:

1. Hemodialisa 

Hemodialisa atau cuci darah adalah prosedur yang dapat menyelamatkan nyawa pada pasien gagal ginjal. Tindakan ini berfungsi untuk membuang zat sisa metabolisme dan kelebihan cairan dari dalam darah ketika ginjal sudah tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Selain itu, hemodialisis juga membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

Bagaimana cara kerja hemodialisis?

Mesin hemodialisis bekerja sebagai ginjal buatan dengan cara:

  • Membuang zat sisa metabolisme dan kelebihan cairan dari dalam tubuh agar tidak menumpuk.
  • Menjaga kadar mineral dalam darah, seperti kalium, natrium, kalsium, dan bikarbonat, tetap berada pada tingkat yang aman.
  • Membantu mengontrol tekanan darah.

Untuk membersihkan darah, mesin hemodialisis menggunakan alat penyaring khusus yang disebut dialyzer. Agar darah dapat mengalir menuju dialyzer, dokter bedah akan membuat akses khusus pada salah satu pembuluh darah pasien melalui prosedur operasi kecil. Akses ini disebut akses vaskular dan biasanya dibuat pada lengan.

Di dalam dialyzer terdapat dua ruang yang dipisahkan oleh selaput tipis (membran). Satu ruang dialiri darah pasien, sedangkan ruang lainnya berisi cairan khusus yang disebut dialysate.

Sel darah, protein, dan komponen penting lainnya tetap berada di dalam darah karena ukurannya terlalu besar untuk melewati membran. Sementara itu, zat sisa seperti urea dan kreatinin, serta kelebihan cairan, dapat melewati membran dan berpindah ke cairan dialysate sehingga akhirnya dikeluarkan dari tubuh. Dengan cara ini, darah menjadi lebih bersih sebelum dialirkan kembali ke tubuh pasien.

2. Transplantasi ginjal

Transplantasi ginjal adalah prosedur operasi untuk menggantikan ginjal yang sudah tidak berfungsi dengan baik menggunakan ginjal sehat dari seorang donor.

Melalui transplantasi ginjal, ginjal donor akan ditempatkan di dalam tubuh pasien agar dapat mengambil alih seluruh fungsi ginjal yang sudah mengalami kerusakan, seperti menyaring limbah dan racun dari darah, menjaga keseimbangan cairan dan mineral dalam tubuh, serta memproduksi urine.

Pada saat operasi, ginjal donor biasanya ditempatkan di bagian kanan atau kiri bawah perut pasien. Posisi ini dipilih karena memudahkan dokter untuk menghubungkan ginjal baru dengan pembuluh darah dan kandung kemih. Pembuluh darah pada ginjal donor akan disambungkan ke pembuluh darah pasien agar darah dapat mengalir ke ginjal baru. Sementara itu, saluran urine (ureter) dari ginjal donor akan dihubungkan ke kandung kemih sehingga urine yang diproduksi dapat dikeluarkan dari tubuh secara normal.

Dengan ginjal baru yang berfungsi dengan baik, banyak pasien dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan saat harus menjalani cuci darah secara rutin.

Konsultasi dokter

Baca juga: Tim Dokter di Balik Keberhasilan Transplantasi Ginjal Pertama di RS Mandaya Royal Puri

Cuci darah atau transplantasi ginjal, mana yang paling cocok untuk saya?

Transplantasi ginjal merupakan pilihan pengobatan yang direkomendasikan bagi sebagian besar pasien yang memenuhi syarat untuk menjalani prosedur ini. Namun, bagi pasien yang belum memenuhi syarat atau masih menunggu donor ginjal, pengobatan umumnya dapat dilakukan melalui hemodialisis atau dialisis peritoneal (cuci darah melalui rongga perut).

Memilih antara dialisis peritoneal dan hemodialisis merupakan keputusan yang cukup kompleks. Karena itu, keputusan ini sebaiknya dibuat setelah berdiskusi dengan dokter, serta bila perlu melibatkan anggota keluarga atau pendamping yang merawat pasien. Hingga saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa salah satu metode dialisis secara jelas lebih unggul dibandingkan yang lain dalam hal angka harapan hidup.

Pemilihan jenis dialisis biasanya didasarkan pada berbagai faktor, seperti preferensi pasien, dukungan yang tersedia di rumah, serta kondisi kesehatan lainnya yang dimiliki pasien. Jika kebutuhan atau kondisi pasien berubah seiring waktu, jenis dialisis juga dapat disesuaikan dengan beralih dari satu metode ke metode lainnya.

Layanan cuci darah dan transplantasi ginjal di Mandaya Royal Hospital Puri

Mandaya Royal Hospital Puri menghadirkan layanan cuci darah yang dirancang dengan mengutamakan kenyamanan pasien. Unit Hemodialisis Mandaya dilengkapi dengan sistem hemofiltrasi Hi-Flux yang menyaring darah secara lebih efektif, sehingga memberikan efek positif yang dapat dirasakan pasien setelah menyelesaikan perawatan hemodialisis. Untuk pengalaman yang lebih privat, tersedia pula ruang hemodialisis VIP, lengkap dengan ruang tunggu yang nyaman bagi keluarga pasien yang menunggu. 

Selain cuci darah, Mandaya Royal Hospital Puri juga telah mendapatkan izin atau lisensi untuk transplantasi ginjal. Pada awal tahun 2026, Mandaya Royal Hospital Puri berhasil melakukan transplantasi ginjal pertamanya yang berjalan sukses berkat kolaborasi tim medis multidisiplin serta dukungan fasilitas dan teknologi canggih. 

Rumah sakit ini memiliki ruang operasi khusus yang dirancang untuk prosedur transplantasi ginjal, baik bagi donor maupun resipien, di mana kedua ruang operasi tersebut diposisikan bersebelahan agar proses pemindahan organ dapat dilakukan dengan cepat dan aman sehingga kualitas serta fungsi ginjal tetap optimal. Pengambilan ginjal donor dilakukan dengan teknik laparoskopi melalui sayatan kecil via pendekatan retroperitoneal, sehingga prosedur menjadi lebih minimal invasif dan mendukung pemulihan pasien yang lebih cepat.

Transplantasi ginjal di Mandaya Royal Hospital Puri ditangani oleh tim dokter multidisiplin yang berpengalaman, terdiri dari Dr. dr. Maruhum Bonar H. Marbun, Sp.PD-KGH, FINASIM, Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar, Sp.U(K), PhD, Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), PhD, dr. Sigit Sholichin, Sp.U, FICRS, hingga dr. Vidhia Umami, Sp.PD-KGH. Kolaborasi antara dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi (nefrolog) serta dokter spesialis urologi ini memungkinkan pasien mendapatkan penanganan transplantasi ginjal secara menyeluruh, mulai dari evaluasi sebelum operasi, tindakan transplantasi, hingga pemantauan dan perawatan setelah transplantasi. 

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

Konsultasi dokter

 

Referensi:

  1. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). What Is Kidney Failure? (https://www.niddk.nih.gov/health-information/kidney-disease/kidney-failure/what-is-kidney-failure). Direvisi terakhir Januari 2018. Diakses pada 26 Juni 2026.
  2. National Kidney Foundation. Hemodialysis. (https://www.kidney.org/kidney-topics/hemodialysis). Diakses pada 26 Juni 2026.
  3. Cleveland Clinic. Kidney Transplant. (https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/22537-kidney-transplant). Direvisi terakhir 18 Oktober 2023. Diakses pada 26 Juni 2026.
  4. Harian Sentana. Ulang Tahun ke-4, RS Mandaya Royal Puri Hadirkan Layanan Transplantasi Ginjal dan Hati. (https://www.hariansentana.com/ulang-tahun-ke-4-rs-mandaya-royal-puri-hadirkan-layanan-transplantasi-ginjal-dan-hati/). Diakses pada 26 Juni 2026.
  5. UpToDate. Patient education: Dialysis or kidney transplantation — which is right for me? (Beyond the Basics). (https://www.uptodate.com/contents/dialysis-or-kidney-transplantation-which-is-right-for-me-beyond-the-basics/print). Direvisi terakhir 3 Maret 2026. Diakses pada 26 Juni 2026. 
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes