Dislokasi Lutut: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Dislokasi Lutut: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Dislokasi lutut adalah kondisi ketika satu atau lebih tulang yang membentuk sendi lutut bergeser dari posisi normalnya. Sendi lutut tersusun atas tiga tulang utama, yaitu femur (tulang paha), tibia (tulang kering), dan patella (tempurung lutut). Dislokasi dapat terjadi akibat cedera, seperti benturan keras atau kecelakaan, meskipun dalam kasus yang jarang, kondisi ini juga dapat berkaitan dengan kelainan bawaan.

Seseorang yang mengalami dislokasi lutut dapat merasakan nyeri hebat hingga sulit menggerakkan kaki. Gejala lainnya meliputi pembengkakan, memar, serta perubahan bentuk lutut yang terlihat tidak seperti biasanya. Kondisi ini perlu segera mendapatkan penanganan medis karena dapat disertai kerusakan pada ligamen, saraf, atau pembuluh darah di sekitar sendi lutut.

Konsultasi dokter

Gejala dislokasi lutut: nyeri hebat hingga bengkak

Dislokasi lutut umumnya menimbulkan gejala yang cukup jelas, terutama setelah seseorang mengalami benturan keras atau cedera. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Nyeri hebat: Nyeri lutut yang kuat di dalam maupun di sekitar sendi lutut.
  • Pembengkakan dan memar: Area lutut dapat membengkak dan mengalami perubahan warna kulit akibat cedera.
  • Lutut sulit digerakkan: Pasien mungkin tidak mampu menekuk atau meluruskan lutut seperti biasanya.
  • Kesulitan menopang berat badan: Kaki yang mengalami cedera terasa sulit digunakan untuk berdiri atau berjalan.
  • Mati rasa atau kelemahan: Sensasi mati rasa atau kelemahan dapat muncul pada tungkai maupun kaki akibat kemungkinan gangguan saraf.
  • Perubahan bentuk lutut: Posisi lutut terlihat tidak normal akibat pergeseran tulang pada sendi.

Dislokasi lutut juga berisiko menimbulkan komplikasi serius, salah satunya acute compartment syndrome. Kondisi ini terjadi ketika pembengkakan atau perdarahan meningkatkan tekanan di dalam jaringan otot sehingga aliran darah dan oksigen ke jaringan di sekitarnya terganggu. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan jaringan permanen.

Pada sebagian kasus, tulang yang bergeser dapat kembali ke posisi semula dengan sendirinya sebelum pasien tiba di rumah sakit. Namun, hal ini tidak berarti cedera telah pulih sepenuhnya karena kerusakan ligamen, saraf, atau pembuluh darah mungkin masih terjadi. Oleh karena itu, dislokasi lutut perlu segera diperiksa di unit gawat darurat (IGD), meskipun bentuk lutut terlihat kembali normal.

Baca juga: 7 Penyebab Lutut Sakit Saat Ditekuk

Penyebab dan faktor risiko dislokasi lutut

Dislokasi lutut umumnya terjadi akibat benturan atau trauma berenergi tinggi pada kaki yang menyebabkan tulang-tulang penyusun sendi lutut bergeser dari posisi normalnya. Beberapa penyebab yang umum meliputi:

  • Cedera olahraga: Olahraga dengan kontak fisik atau gerakan intensitas tinggi, seperti sepak bola, basket, dan olahraga lainnya.
  • Kecelakaan kendaraan bermotor: Benturan keras pada lutut saat kecelakaan dapat menyebabkan pergeseran tulang pada sendi.
  • Terjatuh: Jatuh dari ketinggian atau mengalami benturan keras saat terjatuh dapat memicu dislokasi lutut.

Selain menyebabkan tulang bergeser, dislokasi lutut juga dapat merusak struktur di sekitarnya, termasuk ligamen, tendon, saraf, dan pembuluh darah. Pada beberapa kasus, kondisi ini juga dapat disertai patah tulang.

Risiko dislokasi lutut dapat meningkat pada orang yang memiliki faktor tertentu, seperti:

  • Sering melakukan aktivitas fisik berintensitas tinggi atau olahraga yang memberikan tekanan besar pada lutut.
  • Pernah mengalami cedera lutut atau ligamen sebelumnya.
  • Memiliki sendi yang sangat lentur (hipermobilitas sendi), sehingga kestabilan sendi dapat lebih mudah terganggu.
  • Mengalami obesitas, yang dapat meningkatkan beban dan tekanan pada sendi lutut.

Baca juga: Penyebab Lutut Bengkak dan Cara Mengobatinya

Bagaimana dokter mendiagnosis dan memeriksa kondisi dislokasi lutut?

Diagnosis dislokasi lutut perlu dilakukan sedini mungkin untuk menentukan penanganan yang tepat dan mengurangi risiko kerusakan permanen. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai kondisi sendi lutut, termasuk perubahan bentuk, pembengkakan, dan kemampuan gerak. Dokter juga akan memeriksa denyut nadi di belakang lutut untuk mengevaluasi aliran darah ke tungkai dan kaki.

Untuk memastikan diagnosis serta mengetahui tingkat keparahan cedera, dokter dapat merekomendasikan beberapa pemeriksaan penunjang, antara lain:

  • Rontgen (X-ray): Membantu melihat posisi tulang, memastikan adanya pergeseran sendi, serta mendeteksi kemungkinan patah tulang.
  • MRI: Menghasilkan gambaran jaringan lunak secara detail untuk mengevaluasi kerusakan ligamen, tendon, dan struktur lain di sekitar lutut.
  • Elektromiografi (EMG): Dapat digunakan untuk menilai fungsi saraf dan otot jika terdapat dugaan kerusakan saraf akibat dislokasi.

Pemeriksaan aliran darah dan fungsi saraf sangat penting karena dislokasi lutut dapat menyebabkan cedera pada pembuluh darah maupun saraf di sekitarnya. Jika dicurigai terdapat gangguan aliran darah, dokter akan melakukan evaluasi lebih lanjut dan menentukan tindakan yang diperlukan sesegera mungkin.

Baca juga: Lutut Sering Terasa Nyeri atau Berbunyi? Ini Penyebab dan Pengobatannya di RS Mandaya Puri

Penanganan dislokasi lutut

Penanganan dislokasi lutut bergantung pada penyebab, tingkat keparahan cedera, serta kondisi jaringan di sekitar sendi. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan posisi tulang dan menilai kemungkinan kerusakan ligamen, saraf, maupun pembuluh darah. Jika tulang bergeser dari posisi normalnya, dokter dapat melakukan tindakan reposisi untuk mengembalikan tulang ke posisi yang tepat. Prosedur ini harus dilakukan oleh tenaga medis terlatih dan tidak boleh dicoba sendiri karena berisiko memperparah cedera.

Setelah posisi tulang kembali normal, pasien mungkin memerlukan penyangga atau alat imobilisasi untuk menjaga kestabilan lutut selama masa pemulihan. Dokter juga dapat merekomendasikan fisioterapi dan latihan khusus untuk memperkuat otot di sekitar lutut, termasuk otot yang membantu menjaga kestabilan tempurung lutut. Program latihan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi pasien untuk membantu memulihkan kekuatan, kelenturan, dan kemampuan gerak sendi.

Namun, jika dislokasi lutut disertai kerusakan serius pada ligamen, saraf, atau pembuluh darah, tindakan operasi mungkin diperlukan. Jenis operasi akan disesuaikan dengan struktur yang mengalami kerusakan dan hasil pemeriksaan medis. Penanganan yang cepat sangat penting, terutama jika terdapat gangguan aliran darah ke tungkai, untuk mengurangi risiko komplikasi dan kerusakan jaringan permanen.

Dokter ortopedi ahli tangani dislokasi lutut di RS Mandaya Royal Puri

RS Mandaya Royal Puri memiliki dokter spesialis ortopedi yang dapat membantu menangani berbagai kondisi pada lutut, termasuk cedera dan gangguan sendi. Berikut beberapa dokter ortopedi yang dapat menjadi pilihan untuk konsultasi:

Jika mengalami dislokasi lutut atau cedera lutut akibat aktivitas olahraga, Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter ortopedi yang memiliki keahlian khusus di bidang cedera olahraga, yaitu:

Fasilitas pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri

Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pasien yang berasal dari luar kota maupun luar negeri:

  • Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan nyaman yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
  • Penjemputan ambulans medis: Penjemputan khusus bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari titik kedatangan (bandara/stasiun/pelabuhan) yang dilengkapi peralatan medis dan pendampingan tenaga kesehatan profesional.
  • Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Fasilitas penginapan nyaman bagi keluarga yang mendampingi pasien, terletak langsung di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta opsi apartemen terdekat.
  • Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan khusus bagi pasien luar negeri untuk pengurusan koordinasi medis, penerjemah, hingga administrasi. Untuk informasi dan bantuan International Patient Relation, Anda dapat menghubungi 021 5092 8888 atau email ke [email protected].

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Midwest Orthopaedics at Rush. Common Causes of Knee Dislocation. https://www.maorthos.com/common-causes-of-knee-dislocation/
  2. Boston Children’s Hospital. Knee Dislocation. https://www.childrenshospital.org/conditions-treatments/knee-dislocation
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes