Batu ginjal terjadi ketika zat sisa dalam urine mengendap dan mengeras di dalam ginjal hingga membentuk batu. Kondisi ini bisa menimbulkan nyeri hebat di bagian pinggang yang terasa menjalar ke perut atau selangkangan, disertai mual, muntah, atau rasa perih saat buang air kecil. Pada beberapa kasus, urine juga bisa tampak kemerahan karena bercampur darah. Jika dibiarkan tanpa penanganan, batu ginjal dapat menyumbat saluran kemih, menyebabkan infeksi, pembengkakan ginjal, hingga merusak fungsi ginjal secara permanen. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami cara mencegah batu ginjal.
Bagi Anda yang sudah mengidap batu ginjal, RS Mandaya Royal Puri menghadirkan lengan robotik bernama Zamenix, yang bisa menghancurkan batu ginjal secara akurat, presisi, dan aman. Tindakannya juga dilakukan oleh seorang profesor urologi yang ahli dan berpengalaman dalam mengoperasikan teknologi robotik, yaitu Prof. dr. Ponco Birowo Sp.U.(K), Ph.D.
Contents
Cara mencegah batu ginjal yang bisa Anda lakukan
Berikut ini adalah sejumlah cara mencegah batu ginjal yang bisa Anda lakukan:
1. Perbanyak minum air putih
Minum air yang cukup membantu mengencerkan zat-zat dalam urine yang dapat membentuk batu ginjal. Usahakan minum cairan yang cukup untuk menghasilkan sekitar 2 liter urine per hari, setara dengan kurang lebih delapan gelas ukuran 240 ml. Minuman yang mengandung sitrat seperti air lemon dan jus jeruk juga dapat membantu, karena sitrat berperan dalam menghambat pembentukan batu.
2. Penuhi kebutuhan kalsium harian
Kekurangan kalsium justru dapat meningkatkan kadar oksalat dalam tubuh, yang berisiko memicu batu ginjal. Untuk itu, pastikan asupan kalsium sesuai dengan kebutuhan usia Anda. Sebaiknya kalsium diperoleh dari makanan alami, karena beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi suplemen kalsium berlebihan dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko batu ginjal.
3. Batasi konsumsi garam (natrium)
Pola makan tinggi natrium dapat meningkatkan kadar kalsium dalam urine, sehingga memicu terbentuknya batu ginjal. Disarankan untuk membatasi asupan natrium maksimal 2.300 mg per hari. Jika sebelumnya natrium menjadi pemicu batu ginjal, sebaiknya kurangi hingga 1.500 mg per hari.
4. Kurangi protein hewani berlebihan
Konsumsi protein hewani secara berlebihan seperti daging merah, telur, dan makanan laut dapat meningkatkan kadar asam urat, yang berkontribusi terhadap pembentukan batu ginjal. Diet tinggi protein juga dapat menurunkan kadar sitrat dalam urine, yaitu zat yang membantu mencegah pembentukan batu. Jika Anda rentan mengalami batu ginjal, batasi porsi daging harian tidak lebih besar dari ukuran satu pak kartu.
5. Hindari makanan pemicu batu ginjal
Beberapa makanan tinggi oksalat seperti bit, cokelat, bayam, rhubarb, teh, dan sebagian besar kacang-kacangan dapat meningkatkan risiko batu ginjal. Minuman bersoda (cola) juga mengandung fosfat yang berkontribusi pada pembentukan batu. Bila Anda memiliki riwayat batu ginjal, dokter mungkin akan menyarankan untuk membatasi atau menghindari konsumsi makanan tersebut.
6. Pertahankan berat badan ideal
Obesitas (ketika Indeks Massa Tubuh atau IMT lebih dari 30) dapat meningkatkan risiko kekambuhan batu ginjal hingga dua kali lipat pada wanita dan sekitar 30% pada pria. Upayakan penurunan berat badan secara bertahap dengan menerapkan pola makan yang lebih sehat, rutin melakukan aktivitas fisik seperti jalan cepat, mengikuti program penurunan berat badan yang terarah, atau berkonsultasi dengan dokter.
7. Kurangi konsumsi minuman manis
Hindari minuman tinggi gula yang mengandung sirup fruktosa dalam jumlah besar, seperti minuman bersoda, minuman energi, minuman berperisa, atau milkshake. Asupan fruktosa berlebih dalam makanan dan minuman berkaitan erat dengan peningkatan risiko terbentuknya batu ginjal jenis kalsium oksalat. Pilihan minuman bersoda rendah kalori atau tanpa gula umumnya lebih aman dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Mengenal penanganan batu ginjal dengan lengan robot Zamenix di RS Mandaya Puri



Zamenix merupakan lengan robotik multifungsi yang dirancang untuk membantu dokter dalam mendeteksi, menghancurkan, sekaligus mengangkat batu ginjal dengan tingkat presisi tinggi. Teknologi ini bertujuan meningkatkan akurasi tindakan medis sekaligus menjaga keselamatan pasien selama prosedur berlangsung.
Dalam satu sistem terintegrasi, lengan robot Zamenix memiliki beberapa fitur unggulan sebagai berikut:
- Kamera berdefinisi tinggi (high-definition camera): Menampilkan lokasi dan kondisi batu ginjal secara jelas serta detail, termasuk pada saluran kemih yang sempit dan sulit dijangkau.
- Laser berteknologi modern: Digunakan untuk memecah batu ginjal, termasuk batu yang keras, menjadi fragmen-fragmen kecil sehingga lebih mudah dikeluarkan dari tubuh.
- Alat penjepit khusus (stone retrieval device): Berfungsi untuk mengambil serta membersihkan sisa pecahan batu setelah proses penghancuran selesai.
Seluruh sistem robotik ini dikendalikan langsung oleh dokter spesialis urologi melalui perangkat kontrol khusus. Dengan kendali tersebut, setiap pergerakan lengan robot dapat dilakukan secara stabil, terarah, dan akurat sehingga prosedur menjadi lebih aman. Kombinasi kamera, laser, dan alat penjepit dalam satu teknologi terpadu menjadikan penanganan batu ginjal lebih efektif, minim risiko, serta mendukung proses pemulihan yang lebih cepat bagi pasien.
Keunggulan lengan robot batu ginjal Zamenix di RS Mandaya Royal Puri
Berikut beberapa kelebihan teknologi Zamenix dalam penanganan batu ginjal:
1. Tanpa sayatan dengan risiko perdarahan minimal
Prosedur dilakukan menggunakan selang berdiameter kecil yang dimasukkan melalui saluran kemih tanpa operasi terbuka. Teknik ini membantu mengurangi risiko perdarahan dan infeksi, serta memberikan kenyamanan lebih bagi pasien.
2. Teknologi sinkronisasi pernapasan
Zamenix dilengkapi fitur respiratory synchronization, yaitu sistem yang membuat gerakan laser mengikuti ritme napas pasien. Teknologi ini membantu menjaga kestabilan saat penghancuran batu, meningkatkan ketepatan tindakan, serta mengurangi risiko cedera pada jaringan sehat di sekitarnya.
3. Navigasi cerdas dengan penyimpanan posisi otomatis
Sistem navigasi pintar pada Zamenix mampu merekam lokasi batu ginjal. Jika instrumen perlu ditarik sementara, sistem dapat kembali ke titik sebelumnya secara otomatis. Fitur ini membantu mempercepat prosedur sekaligus meningkatkan keberhasilan tindakan.
4. Pemulihan lebih cepat dengan risiko komplikasi lebih rendah
Karena dilakukan tanpa sayatan dan dengan perdarahan minimal, masa pemulihan cenderung lebih singkat. Pasien umumnya dapat pulang lebih cepat serta memiliki risiko komplikasi pascaoperasi yang lebih rendah dibandingkan metode konvensional.
Profesor ahli batu ginjal dan teknologi robotik di RS Mandaya Puri

Penanganan batu ginjal menggunakan lengan robotik Zamenix di RS Mandaya Royal Puri ditangani oleh Prof. Ponco, dokter spesialis urologi konsultan yang dikenal luas dalam bidang urologi. Beliau berpengalaman menangani berbagai kasus batu ginjal, termasuk kasus kompleks pada saluran kemih.
Prof. Ponco menyelesaikan pendidikan dokter hingga spesialis urologi di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan pendidikan sebagai Konsultan Andro-Urologi. Gelar Ph.D diraih dari Hannover Medical School, Jerman, dengan predikat Magna Cum Laude pada tahun 2009. Selain aktif melayani pasien, beliau juga merupakan Guru Besar di Universitas Indonesia dan turut berkontribusi dalam pengembangan ilmu urologi di Indonesia.
Beberapa kondisi yang dapat ditangani meliputi:
- Batu ginjal, termasuk tindakan robot batu ginjal dan prosedur PCNL
- Gangguan kandung kemih
- Pembesaran maupun kelainan prostat
- Berbagai kelainan pada ginjal.
Jadwal praktek Prof. Ponco di RS Mandaya Royal Puri
Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U(K), Ph.D praktik di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Selasa: 16.00 – 18.00 WIB
- Kamis: 16.00 – 18.00 WIB
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke RS Mandaya Royal Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

