Miom adalah pertumbuhan jaringan yang terdiri dari otot dan jaringan ikat yang dapat terbentuk di dalam maupun pada dinding rahim. Kondisi ini sangat umum terjadi pada perempuan dan umumnya bersifat jinak atau bukan kanker. Meski begitu, keberadaan miom dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari nyeri hingga perdarahan menstruasi yang lebih banyak atau tidak teratur. Pada sebagian perempuan, miom bahkan tidak menimbulkan gejala sehingga keberadaannya baru diketahui saat menjalani pemeriksaan medis.
Salah satu pasien yang mengalami kondisi tersebut adalah perempuan berusia 27 tahun yang memiliki dua miom dengan ukuran 4,8×4,3 cm dan 2×2 cm. Baru-baru ini, pasien tersebut menjalani tindakan High Intensity Focused Ultrasound (HIFU) bersama dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG di RS Mandaya Royal Puri sebagai salah satu pilihan penanganan miom. Prosedur ini dilakukan dengan memanfaatkan gelombang ultrasound berintensitas tinggi untuk menargetkan jaringan miom secara terarah, dengan tujuan mengablasi jaringan miom tanpa perlu melakukan pembedahan terbuka.
Contents
Penjelasan kondisi pasien dan prosedur HIFU untuk miom berukuran 4,8×4,3 cm dan 2×2 cm
Pasien berusia 27 tahun tersebut datang dengan keluhan nyeri pada tulang belakang. Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menemukan adanya miom yang berada di dinding belakang (posterior wall) rahim. Hasil pemeriksaan MRI menunjukkan miom tersebut berukuran sekitar 4,8×4,3 cm.
Selain miom pada dinding belakang rahim, pemeriksaan MRI juga menunjukkan adanya miom lain yang berada di bagian depan rahim dengan ukuran sekitar 2×2 cm. Untuk menangani kedua miom tersebut, pasien kemudian menjalani prosedur HIFU.
Selama prosedur, dokter menggunakan panduan MRI dan pemberian zat kontras untuk membantu menentukan lokasi jaringan miom sekaligus mengevaluasi hasil tindakan. Dengan bantuan pencitraan tersebut, energi ultrasound dapat diarahkan ke jaringan miom yang menjadi target. Pada pasien ini, tindakan ablasi HIFU berhasil dilakukan dengan tingkat keberhasilan sekitar 80–90%.
HIFU merupakan metode penanganan miom yang memanfaatkan gelombang ultrasound berintensitas tinggi untuk menghasilkan panas pada jaringan yang ditargetkan. Energi tersebut diarahkan secara terfokus untuk mengablasi jaringan miom tanpa perlu melakukan pembedahan terbuka. Meski demikian, kesesuaian HIFU sebagai pilihan terapi tetap perlu ditentukan berdasarkan kondisi masing-masing pasien melalui pemeriksaan dan evaluasi dokter.
Apa itu HIFU dan perannya dalam penanganan miom?

HIFU merupakan prosedur medis yang memanfaatkan gelombang suara atau ultrasound berintensitas tinggi untuk menargetkan dan mengablasi jaringan yang tidak diinginkan, termasuk jaringan miom. Berbeda dengan USG yang umumnya digunakan untuk membantu melihat kondisi organ dan jaringan di dalam tubuh, HIFU memfokuskan energi ultrasound pada titik tertentu untuk tujuan terapeutik. Karena tidak membutuhkan sayatan pada tubuh, HIFU termasuk metode noninvasif yang dapat menjadi salah satu pilihan penanganan miom pada pasien yang memenuhi kriteria.
Cara kerja HIFU dapat dibayangkan seperti kaca pembesar yang memusatkan sinar matahari pada satu titik. Energi ultrasound diarahkan secara terfokus ke jaringan miom hingga menghasilkan panas yang cukup untuk menyebabkan kerusakan pada jaringan yang ditargetkan. Proses ini dilakukan dengan tetap berupaya mempertahankan jaringan sehat di sekitarnya. Selama tindakan, dokter dapat menggunakan panduan pencitraan seperti MRI atau USG untuk membantu menentukan lokasi miom dan mengarahkan energi secara lebih tepat.
Beberapa keunggulan HIFU dalam penanganan miom antara lain:
- Tidak memerlukan sayatan dan tidak menggunakan radiasi, sehingga dapat menjadi alternatif noninvasif untuk pasien yang sesuai.
- Menargetkan jaringan miom secara terarah, dengan upaya meminimalkan dampak pada jaringan sehat di sekitarnya.
- Pemulihan relatif singkat, sehingga pasien berpotensi kembali menjalani aktivitas sehari-hari lebih cepat dibandingkan prosedur yang membutuhkan pembedahan lebih invasif.
- Tidak membutuhkan rawat inap yang lama pada kondisi dan protokol tertentu, meskipun lama pemulihan dapat berbeda pada setiap pasien.
Keunggulan HIFU untuk miom
Penggunaan HIFU untuk miom menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan metode penanganan yang lebih invasif. Beberapa di antaranya meliputi:
- Tanpa sayatan dan tanpa radiasi, karena energi ultrasound diarahkan dari luar tubuh menuju jaringan miom.
- Penargetan jaringan miom lebih presisi, dengan bantuan pencitraan selama prosedur untuk menentukan area yang akan ditangani.
- Waktu pemulihan relatif singkat, sehingga pasien dapat kembali melakukan aktivitas sehari-hari dalam waktu lebih cepat, sesuai dengan kondisi dan hasil evaluasi dokter.
- Minim trauma pada jaringan di sekitar miom, karena prosedur tidak melibatkan pembedahan terbuka dan energi difokuskan pada area yang menjadi target.
Waspadai gejala-gejala miom yang sering tidak terdeteksi
Miom rahim tidak selalu menimbulkan gejala, sehingga sebagian perempuan mungkin tidak menyadari keberadaannya hingga ditemukan saat pemeriksaan kesehatan. Pada pasien yang mengalami gejala, keluhan yang muncul dapat berbeda-beda, tergantung pada lokasi, ukuran, dan jumlah miom yang tumbuh di dalam atau sekitar rahim.
Beberapa gejala miom yang perlu diwaspadai antara lain:
- Menstruasi lebih banyak atau terasa lebih nyeri dibandingkan biasanya.
- Menstruasi berlangsung lebih lama atau lebih sering dari siklus normal.
- Nyeri atau rasa tertekan pada area panggul.
- Lebih sering buang air kecil atau mengalami kesulitan saat buang air kecil.
- Ukuran perut tampak membesar, terutama jika miom berukuran cukup besar.
- Sembelit, terutama ketika miom memberikan tekanan pada organ di sekitarnya.
- Nyeri pada perut atau punggung bagian bawah.
- Nyeri saat berhubungan seksual.
Pada kondisi yang jarang terjadi, miom juga dapat mengalami pertumbuhan yang melebihi pasokan darah yang diterimanya. Kondisi ini dapat menyebabkan jaringan miom mengalami degenerasi atau kematian jaringan dan memicu nyeri yang muncul secara tiba-tiba dan cukup berat. Jika mengalami keluhan tersebut, terutama nyeri yang tidak biasa atau semakin berat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Apa bahayanya jika miom tidak ditangani?
Dalam beberapa kasus, miom yang tidak ditangani dapat menimbulkan komplikasi, terutama jika ukurannya besar atau menyebabkan perdarahan yang berlebihan. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi meliputi:
- Anemia akibat kekurangan zat besi, yang dapat disebabkan oleh perdarahan menstruasi yang berat.
- Infeksi saluran kemih (ISK), kesulitan buang air kecil, atau inkontinensia urine, terutama jika miom berukuran besar dan menekan kandung kemih.
- Kesulitan untuk memiliki anak atau keguguran, meskipun komplikasi ini tergolong jarang.
Konsultasikan miom Anda dengan dr. Edward Sp.OG di RS Mandaya Royal Puri

dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG adalah dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang memberikan layanan kesehatan perempuan, mulai dari persiapan kehamilan, pemeriksaan selama kehamilan, hingga diagnosis dan penanganan berbagai masalah kesehatan reproduksi dan ginekologi.
Beliau menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Sam Ratulangi dan kemudian melanjutkan pendidikan spesialis Obstetri dan Ginekologi di San Juan de Dios Educational Foundation. Setelah itu, dr. Edward menjalani program adaptasi Obstetri dan Ginekologi di Universitas Udayana sebagai bagian dari proses untuk menunjang praktik medisnya di Indonesia.
Dalam praktiknya, dr. Edward memiliki kompetensi dalam layanan prakonsepsi, diagnosis prenatal, dan pemeriksaan pencitraan janin. Beliau juga melayani konsultasi kontrasepsi, menangani berbagai komplikasi kehamilan, serta memberikan perawatan untuk kondisi ginekologi jinak. Selain itu, dr. Edward berpengalaman dalam melakukan berbagai prosedur minimal invasif yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap pasien.
Pasien yang ingin mendapatkan konsultasi dengan dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG dapat mengunjungi RS Mandaya Royal Puri sesuai jadwal praktik berikut:
- Senin: 14.00–16.30 WIB
- Selasa: 11.00–14.00 WIB
- Rabu: 17.00–20.00 WIB
- Kamis: 17.00–20.00 WIB
- Jumat: 10.00–14.00 WIB
- Sabtu: 09.00–13.00 WIB.
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Uterine Fibroids. (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9130-uterine-fibroids). Diakses pada 27 Agustus 2026.
- Cleveland Clinic. HIFU (High Intensity Focused Ultrasound). (https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/16541-hifu-high-intensity-focused-ultrasound). Diakses pada 27 Agustus 2026.
- Mayo Clinic. Uterine Fibroids – Symptoms and Causes. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-fibroids/symptoms-causes/syc-20354288). Diakses pada 27 Agustus 2026.
- NHS. Fibroids. (https://www.nhs.uk/conditions/fibroids/). Diakses pada 27 Agustus 2026.

