fbpx

Aritmia Jantung Bisa Sembuh, Ini Pilihan Pengobatannya

Aritmia gangguan irama jantung

Aritmia atau gangguan irama jantung menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Kondisi ini menyebabkan proses memompa darah ke tubuh jadi terganggu. Akibatnya, seseorang bisa mudah kelelahan, sering pingsan, sesak napas, pusing, bahkan kematian.

Lantas, apakah aritmia jantung bisa sembuh, bahkan tanpa pengobatan?

Apakah aritmia jantung bisa sembuh?

Aritmia jantung disebabkan oleh masalah sinyal listrik yang memerintahkan jantung untuk berdetak. Gangguan sinyal listrik di jantung ini tidak selalu disebabkan oleh kondisi kesehatan serius.

Aritmia sering kali bisa disembuhkan. Bahkan, beberapa kasus mungkin tidak membutuhkan pengobatan khusus. Contohnya, aritmia yang disebabkan oleh aktivitas fisik berlebih akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu cepat begitu Anda beristirahat.

Meski demikian, aritmia yang menyebabkan munculnya gejala atau risiko komplikasi mungkin butuh penanganan lebih serius. Jenis pengobatan yang diberikan akan tergantung dari penyebab dan tingkat keparahan yang muncul.

Pilihan Pengobatan Aritmia

Menurut dr. Dony Yugo Hermanto, Sp.JP (K), FIHA, spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Mandaya Royal Puri, hampir sebagian besar aritmia bisa disembuhkan dengan terapi tertentu.

Beberapa pengobatan aritmia yang umum direkomendasikan dokter, antara lain:

1. Obat-obatan

Obat-obatan adalah terapi pertama yang dipakai untuk seluruh berbagai kondisi. Dokter akan memberikan obat antiaritmia tergantung dari jenis yang dialami. 

Apabila obat-obatan tidak bekerja sesuai harapan dokter akan mencoba melakukan beberapa tindakan.

2. Kardioversi

Kardioversi adalah salah satu terapi non-bedah untuk mengatasi aritmia. Prosedur ini dilakukan dengan cara mengirimkan kejut listrik lewat elektroda yang ditempel pada dada pasien untuk mengembalikan ritme jantung.

3. Kateter Ablasi

Dony Yugo Hermanto, SpJP (K), FIHA menyebutkan kateter ablasi direkomendasikan untuk pasien yang mengalami aritmia jantung tipe takikardia (detak jantung di atas 100 kali/menit).

Tindakan dilakukan dengan cara melukai sedikit jaringan jantung dengan energi panas atau dingin untuk menghalangi sinyal listrik yang mengganggu.

4. Pemasangan pacu jantung

Untuk mengatasi aritmia tipe bradikardia (detak jantung lambat di bawah 60 kali/menit) dokter dapat merekomendasikan pemasangan alat pacu jantung.

Saat ini ada 2 jenis alat pacu jantung yang digunakan, yaitu konvensional dengan kabel atau tanpa kabel (leadless pacemaker). 

Leadless pacemaker merupakan teknologi pacu jantung terkini yang lebih modern dengan alat yang lebih kecil.

“Kedua jenis alat pacu jantung ini memiliki kelebihan masing-masing. Jadi, penggunaannya akan tergantung pada indikasi pasien,” ujar dr. Dony. 

5. Pemasangan Implantable Cardioverter-Defibrillator (ICD)

Prosedur pemasangan ICD dilakukan  di bawah kulit dekat tulang selangka. Fungsi alat ini adalah untuk memeriksa irama jantung dan akan mengirimkan kejut listrik apabila detak jantung tidak teratur.

6. Prosedur MAZE

Prosedur MAZE juga jadi salah satu cara untuk menyembuhkan aritmia. Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil di bagian jantung atas untuk menciptakan pola jaringan parut yang menyerupai labirin.

Jaringan parut ini akan menghalangi sinyal listrik di jantung yang menyebabkan detak jantung terlalu cepat.

Baca juga: Operasi Bypass Jantung, Ini Prosedur, Manfaat, dan Risikonya

Penyebab dan  Gejala Aritmia

Aritmia terjadi karena impuls listrik yang mengatur denyut jantung tidak bekerja dengan semestinya. Tidak selalu karena masalah kesehatan, berikut ini adalah penyebab aritmia:

  • Stres berlebihan
  • Aktivitas fisik yang berat
  • Kurang tidur
  • Diabetes
  • Hipertensi
  • Gangguan tiroid
  • Ketidakseimbangan elektrolit
  • Penyakit jantung bawaan
  • Kelainan katup jantung
  • Kebiasaan merokok
  • Konsumsi obat-obatan tertentu

Aritmia sendiri sering kali dikelompokkan menjadi dua jenis berdasarkan cepat atau lambatnya detak jantung, yaitu takikardia (detak jantung di atas 100 kali/menit) dan bradikardia (detak jantung di bawah 60 kali per menit).

Beberapa gejala yang bisa Anda rasakan saat memiliki aritmia, antara lain:

  • Detak jantung terlalu cepat atau terlalu lambat
  • Sering pusing
  • Tiba-tiba pingsan
  • Merasa cepat lelah saat beraktivitas
  • Mengalami sesak napas
  • Nyeri dada

Gejala tersebut belum sepenuhnya menjadi gejala dari aritmia. Maka dari itu, pemeriksaan lebih lengkap oleh Dokter Spesialis Jantung sangatlah penting dilakukan.

Prosedur Pemasangan Alat Pacu Jantung Permanen tanpa Kabel

Sebelumnya, pemasangan alat pacu jantung mungkin akan membuat pasien khawatir karena alatnya yang cukup besar dan menggunakan kabel di dalam pembuluh darah.

Namun, kehadiran alat pacu jantung permanen tanpa kabel (leadless pacemaker) memberikan kemudahan dan kenyamanan pada pasien. 

Alat Pacu Jantung Tanpa Kabel (Leadless Pacemaker)

 

Alat pacu jantung permanen tanpa kabel (leadless pacemaker) mempunyai ukuran yang sangat kecil, yaitu 25,9mm dan berat hanya 2 gram. Lebih ringkas dan dapat dipasang di dalam jantung. 

Alat ini berbentuk seperti peluru yang berfungsi sebagai generator yang menghantarkan listrik ke otot jantung. 

Kelebihan lain dari alat pacu jantung tanpa kabel adalah pemasangannya yang sederhana, melalui pembuluh darah vena di pangkal paha dengan transkateter tanpa pembedahan. Dengan cara ini, pasien tidak akan memiliki luka besar ataupun benjolan pada dada seperti yang terjadi pada pemasangan alat pacu jantung konvensional.

Seperti alat pacu jantung konvensional, baterai alat pacu jantung tanpa kabel dapat bertahan 10-12 tahun.

Selain itu, beberapa kelebihan dari pemasangan alat pacu jantung tanpa kabel meliputi:

  • Hanya membutuhkan waktu yang singkat dibandingkan pemasangan alat pacu jantung konvensional (sekitar 30 menit atau tergantung kondisi pasien)
  • Bekas luka kecil
  • Risiko komplikasi rendah
  • Waktu rawat inap yang singkat (hanya 1 hari)
  • Dapat kembali beraktivitas dengan lebih cepat tanpa keterbatasan gerak di sekitar dada

Tentang Pusat Jantung  Pembuluh Darah Anak & Dewasa Mandaya Royal Hospital Puri

Pusat Jantung & Pembuluh Darah Rumah Sakit Mandaya Royal Puri terdiri atas ahli jantung terkemuka di Indonesia. Dengan peralatan medis lengkap dan didukung oleh 15 Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang masing-masing memiliki keahlian khusus akan menangani Anda dalam satu tim. Pemeriksaan Jantung secara komprehensif akan dilakukan untuk mendapatkan akar dari masalah kesehatan jantung Anda.

Jika mengalami gejala gangguan irama jantung (Aritmia) dengan gejala diatas, segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan menyeluruh ke  Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Konsultan Arrhythmia dr. Dony Yugo Hermanto, SpJP (K), FIHA, di Pusat Jantung  Pembuluh Darah Anak & Dewasa Mandaya Royal Hospital Puri.

Anda dapat melakukan booking dokter lewat Chat Whatsapp, halaman Book Appointment, atau melalui aplikasi Care Dokter. Anda bisa men-download di Google Play dan App Store. Selain janji temu, Anda juga bisa memantau nomor antrian dan mendapatkan informasi lengkap lainnya di sana.

Tinggalkan Balasan

Please rate*

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes