Apakah Frozen Shoulder (Bahu Kaku) Bisa Sembuh? Cek Jawabannya Di Sini

Apakah Frozen Shoulder (Bahu Kaku) Bisa Sembuh? Cek Jawabannya Di Sini

Frozen shoulder atau bahu kaku (adhesive capsulitis) merupakan kondisi yang menyebabkan nyeri, kekakuan, dan berkurangnya rentang gerak normal pada bahu. Kondisi ini dapat membuat penderitanya kesulitan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari karena bahu menjadi sulit digerakkan. Frozen shoulder terutama lebih banyak dialami oleh orang berusia 40–60 tahun dan lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria.

Keluhan frozen shoulder juga cenderung semakin berat seiring waktu jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Kondisi ini tentu dapat menimbulkan pertanyaan, apakah frozen shoulder bisa sembuh? Untuk mengetahui jawabannya, penting memahami bagaimana kondisi ini berkembang serta pilihan penanganan yang dapat membantu mengembalikan fungsi dan pergerakan bahu.

Konsultasi dokter

Apakah frozen shoulder bisa sembuh?

Ya, frozen shoulder bisa sembuh dengan penanganan yang tepat. Sebagian besar kasus dapat membaik seiring waktu, terutama dengan penanganan yang bertujuan mengurangi nyeri dan mempertahankan atau mengembalikan rentang gerak bahu. Pilihan pengobatan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala dan kondisi masing-masing pasien.

Sebagian besar penanganan frozen shoulder berfokus pada mengendalikan nyeri bahu dan mempertahankan sebanyak mungkin rentang gerak bahu. Beberapa pilihan penanganannya meliputi:

1. Obat-obatan

Obat pereda nyeri yang dapat dibeli tanpa resep, seperti aspirin dan ibuprofen dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan akibat frozen shoulder. Pada kondisi tertentu, tenaga kesehatan dapat meresepkan obat pereda nyeri dan antiperadangan yang lebih kuat.

2. Terapi

Fisioterapis dapat mengajarkan latihan rentang gerak untuk membantu meningkatkan kemampuan bahu dalam bergerak. Melakukan latihan secara rutin penting untuk membantu mengembalikan pergerakan bahu semaksimal mungkin.

3. Operasi dan prosedur lainnya

Sebagian besar kasus frozen shoulder dapat membaik dengan sendirinya seiring waktu. Namun, jika gejalanya berat atau tidak kunjung membaik, dokter dapat mempertimbangkan beberapa pilihan penanganan lainnya, seperti:

  • Suntikan steroid: suntikan kortikosteroid ke dalam sendi bahu dapat membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan pergerakan bahu, terutama jika diberikan pada tahap awal frozen shoulder.
  • Hidrodilatasi: prosedur dengan menyuntikkan cairan steril secara perlahan ke dalam sendi bahu untuk meregangkan kapsul sendi yang kaku. Tindakan ini dapat membantu membuat sendi lebih mudah digerakkan dan terkadang dilakukan bersamaan dengan suntikan steroid.
  • Manipulasi bahu dengan anestesi: pasien diberikan anestesi umum sehingga tertidur dan tidak merasakan nyeri. Setelah itu, dokter menggerakkan sendi bahu ke berbagai arah untuk membantu melemaskan jaringan yang mengalami kekakuan.
  • Operasi: operasi frozen shoulder jarang dilakukan. Namun, jika pilihan penanganan lain tidak berhasil, dokter dapat mengangkat jaringan parut dari dalam sendi bahu. Tindakan ini umumnya dilakukan melalui sayatan kecil menggunakan instrumen yang diarahkan dengan kamera kecil di dalam sendi, yang disebut artroskopi bahu.

Baca juga: Cara Mengatasi Frozen Shoulder dan Rekomendasi Dokter yang Ahli Menanganinya

Gejala khas frozen shoulder: kenali tahapannya

Frozen shoulder biasanya berkembang secara perlahan dan berlangsung dalam tiga tahap. Setiap tahap memiliki karakteristik gejala dan durasi yang berbeda, yaitu:

  • Tahap freezing (pembekuan): Setiap gerakan bahu dapat menimbulkan nyeri, sementara kemampuan untuk menggerakkan bahu mulai semakin terbatas. Tahap ini biasanya berlangsung sekitar 2–9 bulan.
  • Tahap frozen (kaku): Nyeri pada bahu mungkin mulai berkurang, tetapi bahu justru menjadi semakin kaku. Menggunakan atau menggerakkan bahu juga menjadi lebih sulit. Tahap ini dapat berlangsung sekitar 4–12 bulan.
  • Tahap thawing (pemulihan): Kemampuan untuk menggerakkan bahu mulai berangsur-angsur membaik. Tahap ini biasanya berlangsung sekitar 5–24 bulan.

Pada sebagian orang, nyeri bahu dapat terasa lebih berat pada malam hari dan bahkan mengganggu

Baca juga: Penanganan Frozen Shoulder Metode Artroskopi Sayatan 1 cm oleh dr. Troydimas di RS Mandaya Puri

Berapa lama frozen shoulder bisa sembuh?

Dengan penanganan yang tepat, frozen shoulder dapat membaik dan fungsi gerak bahu dapat kembali. Penanganan sederhana seperti obat pereda nyeri dan latihan bahu, yang dapat dikombinasikan dengan suntikan kortison, sering kali sudah cukup untuk membantu mengembalikan pergerakan dan fungsi bahu dalam waktu satu tahun atau kurang.

Bahkan tanpa pengobatan, kemampuan untuk menggerakkan dan menggunakan bahu biasanya tetap dapat membaik dengan sendirinya, meskipun prosesnya cenderung lebih lambat. Pemulihan penuh atau hampir penuh umumnya dapat tercapai dalam sekitar dua tahun.

Dokter ortopedi ahli frozen shoulder di RS Mandaya Royal Puri

1. dr. Ameria Pribadi, Sp.OT

dr. Ameria Pribadi, Sp.OT merupakan dokter spesialis ortopedi yang menangani berbagai masalah pada sistem muskuloskeletal, termasuk keluhan nyeri dan keterbatasan gerak pada bahu. Pemeriksaan oleh dokter ortopedi dapat membantu mengetahui penyebab keluhan bahu serta menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.

dr. Ameria Pribadi, Sp.OT bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 18.00 – 20.00 WIB
  • Rabu: 10.00 – 12.00 WIB
  • Sabtu: 10.00 – 12.00 WIB.

2. dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K

dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K merupakan dokter spesialis ortopedi dengan kompetensi konsultan yang menangani berbagai kondisi pada tulang, sendi, otot, dan jaringan penunjang gerak. Beliau dapat membantu mengevaluasi keluhan pada bahu, termasuk nyeri dan kekakuan yang menyebabkan keterbatasan gerak, serta menentukan penanganan berdasarkan kondisi pasien.

dr. Jecky Chandra, M.Kes, Sp.OT (K), CIPS, AIFO-K bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Senin: 08.00 – 12.00 WIB
  • Selasa: 08.00 – 12.00 WIB
  • Rabu: 13.00 – 17.00 WIB
  • Kamis: 13.00 – 17.00 WIB
  • Jumat: 08.00 – 12.00 WIB
  • Sabtu: 17.00 – 20.00 WIB.

3. dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP

dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP

dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP merupakan dokter spesialis ortopedi dengan kompetensi di bidang cedera olahraga. Beliau menangani berbagai masalah muskuloskeletal, termasuk keluhan pada bahu yang dapat berkaitan dengan aktivitas maupun keterbatasan gerak.

Dengan kompetensi di bidang sports injury, dr. Venansius dapat membantu mengevaluasi kondisi bahu dan menentukan penanganan yang sesuai berdasarkan penyebab serta tingkat keparahan keluhan.

dr. Venansius Herry Perdana Suryanta, Sp.OT, CF-Sports Injury, AIFO-K, CIPS, FIPP bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 10.00 – 12.00 WIB
  • Rabu: 16.00 – 20.00 WIB
  • Jumat: 16.00 – 20.00 WIB
  • Sabtu: 16.00 – 20.00 WIB.

4. dr. Troydimas Panjaitan, Sp.OT (K)

dr. Troydimas Panjaitan, Sp.OT (K) merupakan dokter spesialis ortopedi dan traumatologi konsultan yang memiliki fokus pada penanganan masalah dan cedera bahu serta siku. Beliau menempuh pendidikan Ortopedi & Traumatologi di Universitas Indonesia dan melanjutkan pendidikan sebagai Konsultan Shoulder & Elbow di Jepang.

Dengan fokus pada area bahu dan siku, dr. Troydimas dapat membantu mengevaluasi keluhan seperti nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerak pada bahu, termasuk pada kondisi frozen shoulder. Penanganannya mencakup berbagai gangguan dan cedera bahu serta tindakan seperti arthroscopic surgery dan arthroplasty surgery pada bahu dan siku.

dr. Troydimas Panjaitan, Sp.OT (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:

  • Selasa: 17.00 – 20.00 WIB
  • Jumat: 17.00 – 20.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Harvard Health Publishing. How to Release a Frozen Shoulder. (https://www.health.harvard.edu/pain/how-to-release-a-frozen-shoulder). Diakses pada 10 September 2026.
  2. Mayo Clinic. Frozen Shoulder: Diagnosis and Treatment. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/frozen-shoulder/diagnosis-treatment/drc-20372690). Diakses pada 10 September 2026.
  3. Cleveland Clinic. Frozen Shoulder (Adhesive Capsulitis). (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/frozen-shoulder-adhesive-capsulitis). Diakses pada 10 September 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes