Batu empedu adalah endapan keras yang terbentuk di dalam kantong empedu akibat ketidakseimbangan zat penyusun empedu, seperti kolesterol atau bilirubin. Banyak orang mengira batu empedu tidak berbahaya karena sering kali tidak menimbulkan gejala di awal. Namun, jika batu empedu tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi serius yang berisiko bagi kesehatan.

Mengapa Batu Empedu Tidak Boleh Diabaikan?
Pada tahap awal, batu empedu bisa saja “diam” dan tidak menimbulkan keluhan. Tetapi seiring waktu, batu dapat berpindah dan menyumbat saluran empedu, memicu peradangan hingga infeksi berat. Dampak dan komplikasi jika batu empedu tidak ditangani :
1. Nyeri Hebat Berulang
Batu empedu dapat menyumbat saluran empedu dan menyebabkan nyeri hebat di perut kanan atas atau ulu hati, terutama setelah makan berlemak. Nyeri bisa menjalar ke punggung atau bahu kanan dan berlangsung berjam-jam.
2. Radang Kantong Empedu
Sumbatan yang menetap dapat memicu peradangan kantong empedu. Gejalanya meliputi: Nyeri perut hebat dan menetap, demam, mual dan muntah, perut terasa kembung dan nyeri saat ditekan. Jika tidak ditangani, kolesistitis dapat berkembang menjadi kondisi darurat medis.
3. Infeksi Saluran Empedu
Batu empedu yang menyumbat saluran empedu utama dapat menyebabkan infeksi serius. Kondisi ini ditandai dengan: Demam tinggi dan menggigil, nyeri perut, kulit dan mata menguning (penyakit kuning) Kolangitis adalah kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan segera di rumah sakit.
4. Penyakit Kuning
Sumbatan empedu menyebabkan bilirubin menumpuk dalam darah, sehingga kulit dan mata tampak menguning, urin menjadi gelap, dan feses berwarna pucat.
5. Radang Pankreas
Jika batu empedu menyumbat saluran pankreas, dapat terjadi pankreatitis akut yang berbahaya. Kondisi ini menimbulkan: nyeri perut hebat yang menjalar ke punggung, mual dan muntah berat, risiko komplikasi serius hingga mengancam nyawa
Penyakit batu empedu adalah kondisi di mana terbentuknya batu-batu kecil yang keras di dalam kantong empedu. Kantong empedu adalah organ kecil yang terletak di bawah hati dan berfungsi menyimpan cairan empedu, yang membantu pencernaan lemak. Batu empedu terbentuk ketika ada ketidakseimbangan dalam komposisi empedu, yang menyebabkan komponen seperti kolesterol atau bilirubin mengendap dan membentuk batu.
Gejala
Batu empedu tidak selalu menimbulkan gejala. Namun, jika batu menyumbat saluran empedu, bisa menyebabkan:
- Nyeri hebat di perut bagian kanan atas atau tengah (kolik bilier)
- Mual dan muntah
- Perut kembung
- Demam dan menggigil (jika terjadi infeksi)
- Kulit atau mata menguning (jika terjadi penyumbatan saluran empedu yang parah)
Jika Anda memiliki gejala atau risiko batu empedu, disarankan untuk konsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

1. dr. H. Wuri I. Sp.B., SubSp.Ped (K)
dr. H. Wuri I. adalah seorang ahli bedah yang fokus pada bedah pediatrik, yakni penanganan bedah pada bayi, anak-anak, dan remaja. Dengan pengalaman luas dan sertifikasi konsultan, beliau dikenal karena pendekatannya yang ramah dan humanis terhadap pasien anak-anak. Dr. Wuri telah menangani berbagai kasus bedah mulai dari kelainan bawaan (kongenital), trauma, hingga kondisi urologi dan gastrointestinal pada anak. Pendekatan beliau yang komprehensif, melibatkan kerja sama dengan tim multidisiplin serta komunikasi yang baik dengan keluarga pasien, menjadikannya dokter yang dipercaya oleh banyak orang tua dan sejawat.

Jadwal praktek
Senin : 07.00-08.00
Selasa : 07.00-08.00 & 13.00-14.00
Rabu : 13.00-16.00
Kamis : 07.00-08.00 & 13.00-14.00
Jumat : 07.00-08.00 & 13.00-14.00
dr. Edwin C.T Sp.B., FINACS., FICS
dr. Edwin C.T. adalah dokter spesialis bedah dengan pengakuan internasional, terbukti dari keanggotaannya sebagai Fellow of the International College of Surgeons (FICS) dan Fellow of the International Academy of Clinical Surgery (FINACS). Keahlian dan pengalamannya telah membawanya menangani berbagai kasus bedah tingkat lanjut, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan latar belakang pendidikan kedokteran umum dan spesialisasi bedah dari institusi pendidikan terkemuka, Dr. Edwin telah menangani berbagai kasus bedah umum, mulai dari tindakan elektif hingga kegawatdaruratan bedah.

Jadwal praktek
Senin :16.00-18.00
Selasa : 16.00-18.00
Rabu : 16.00-18.00
Kamis : 16.00-18.00
Jumat : 16.00-18.00
Sabtu : 13.00-18.00

dr. Syamsul Bahri P. Sp.B
dr. Syamsul Bahri adalah dokter spesialis bedah umum dengan pengalaman yang luas di berbagai jenis tindakan bedah, mulai dari bedah minor hingga operasi besar. Beliau dikenal dengan pendekatannya yang komunikatif dan memberikan edukasi menyeluruh kepada pasien sebelum dan sesudah tindakan.
Jadwal praktek
Senin : 18.00 – 20.00
Selasa : 18.00 – 20.00
Rabu : 18.00 – 20.00
Kamis : 18.00 – 20.00
Jumat : 18.00 – 20.00
Metode operasi batu empedu yang menggunakan teknik minim luka dikenal sebagai laparoskopi atau kolesistektomi laparoskopi. Prosedur ini dilakukan dengan membuat beberapa sayatan kecil di perut, yang masing-masing hanya sekitar 0,5-1 cm. Laparoskopi memungkinkan dokter untuk mengangkat kantong empedu atau batu empedu dengan minimal invasi, mengurangi rasa sakit pascaoperasi, dan mempercepat pemulihan.
Manfaat dari metode ini:
- Pemulihan lebih cepat: Pasien biasanya bisa pulang di hari yang sama atau sehari setelah operasi.
- Minim Rasa Nyeri: Nyeri pascaoperasi lebih ringan dibandingkan operasi konvensional.
- Luka yang Minimal: Hanya bekas sayatan kecil yang biasanya tidak terlalu mencolok.
Metode laparoskopi ini sangat populer untuk kasus batu empedu dan sangat direkomendasikan bagi pasien yang memenuhi syarat karena hasilnya yang efektif dan minim risiko.
Cerita Pasien Pasca Penanganan Dengan Tindakan Laparoskopi
MRI di RS Mandaya Karawang dengan Fitur Hiburan (Youtube, Netflix, Spotify). Diagnostik lebih akurat & lebih cepat, penanganan terapi lebih dini. Menariknya sobat sehat bisa nonton film & dengarkan musik, dikelilingi suasana ruangan yang disesuaikan selera.






