Anemia pada anak adalah kondisi ketika tubuh memiliki jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin yang lebih rendah dari normal. Hemoglobin merupakan protein dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin tidak mencukupi, pasokan oksigen ke jaringan tubuh dapat terganggu.
Anemia bukan selalu merupakan penyakit itu sendiri, melainkan dapat menjadi tanda adanya kondisi kesehatan tertentu. Pada anak, anemia dapat terjadi sementara akibat kekurangan zat gizi atau kehilangan darah. Namun, kondisi ini juga bisa berkaitan dengan penyakit kronis, kelainan genetik, gangguan autoimun, hingga kanker. Tingkat keparahan anemia pun bervariasi, mulai dari ringan dan mudah ditangani hingga kondisi serius yang memerlukan penanganan medis.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar seperempat populasi dunia mengalami anemia, termasuk hampir setengah dari seluruh anak usia prasekolah. Secara global, anemia defisiensi zat besi merupakan penyebab anemia yang paling umum. Selain itu, anemia pada anak juga dapat disebabkan oleh kelainan hemoglobin, infeksi, dan penyakit kronis lainnya.
Contents
Jenis-jenis anemia pada anak
Anemia pada anak terdiri dari beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan penyebab dan mekanisme terjadinya. Ada anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat gizi, seperti zat besi, serta anemia yang berkaitan dengan kelainan genetik atau gangguan produksi dan penghancuran sel darah merah. Berikut beberapa jenis anemia yang dapat terjadi pada anak:
- Anemia defisiensi zat besi. Kondisi ini terjadi ketika tubuh anak kekurangan zat besi dalam darah. Zat besi diperlukan untuk membentuk hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen. Kekurangan zat besi merupakan penyebab anemia yang paling umum.
- Anemia megaloblastik. Kondisi ini ditandai dengan ukuran sel darah merah yang lebih besar dari normal akibat kekurangan asam folat atau vitamin B12. Salah satu jenisnya adalah anemia pernisiosa, yaitu kondisi ketika tubuh mengalami gangguan dalam menyerap vitamin B12 yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah.
- Anemia hemolitik. Anemia ini terjadi ketika sel darah merah dihancurkan lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk menggantinya. Penyebabnya beragam, termasuk infeksi berat atau penggunaan obat-obatan tertentu.
- Anemia sel sabit. Jenis anemia bawaan ini termasuk kelompok hemoglobinopati, yaitu kelainan yang memengaruhi hemoglobin. Kondisi ini menyebabkan sel darah merah berbentuk seperti bulan sabit dan tidak normal.
- Anemia Cooley (talasemia). Talasemia merupakan jenis anemia bawaan yang menyebabkan pembentukan hemoglobin terganggu sehingga sel darah merah tidak berfungsi secara normal.
- Anemia aplastik. Kondisi ini terjadi ketika sumsum tulang gagal memproduksi sel darah dalam jumlah yang cukup, termasuk sel darah merah. Akibatnya, anak dapat mengalami anemia dan gangguan pada jenis sel darah lainnya.
Apa saja gejala anemia pada anak?
Gejala anemia pada setiap anak dapat berbeda-beda, bergantung pada jenis dan penyebabnya. Beberapa gejala bersifat khas pada jenis anemia tertentu, tetapi sebagian besar tidak spesifik dan dapat menyerupai gejala penyakit lain. Anemia juga dapat menjadi tanda adanya kondisi medis yang mendasari. Berikut beberapa gejala anemia yang umum ditemukan pada anak:
- Kulit, bibir, telapak tangan, atau bagian dalam kelopak mata tampak pucat.
- Detak jantung meningkat atau lebih cepat dari normal (takikardia).
- Sesak napas atau kesulitan bernapas.
- Tubuh kekurangan energi, mudah lelah, atau terasa lemas.
- Pusing atau sensasi berputar, terutama saat berdiri.
- Sakit kepala.
- Mudah marah atau lebih rewel.
- Siklus menstruasi tidak teratur.
- Tidak mengalami menstruasi atau mengalami keterlambatan menstruasi (amenore).
- Lidah terasa nyeri atau mengalami pembengkakan (glositis).
- Kulit, mata, dan bagian dalam mulut menguning (jaundice).
- Pembesaran limpa atau hati.
- Pertumbuhan dan perkembangan anak melambat atau mengalami keterlambatan.
- Proses penyembuhan luka dan perbaikan jaringan tubuh terganggu.
Beberapa gejala anemia dapat menyerupai gejala gangguan kesehatan lain, termasuk kelainan darah. Oleh karena itu, jika anak menunjukkan gejala yang mengarah pada anemia, pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang sesuai.
Kenali penyebab anemia pada anak
Penyebab anemia pada anak bergantung pada jenis anemia yang dialami. Beberapa penyebab yang umum meliputi:
- Kekurangan zat gizi, seperti zat besi, asam folat, atau vitamin B12.
- Penyakit keturunan, seperti anemia Fanconi, talasemia, dan anemia sel sabit.
- Penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel atau jaringan tubuh sendiri.
- Perdarahan, yang dapat menyebabkan tubuh kehilangan sel darah merah.
- Kondisi kanker tertentu, yang dapat memengaruhi produksi atau fungsi sel darah.
- Penggunaan obat-obatan tertentu, yang dapat memengaruhi sel darah merah atau proses pembentukannya.
- Infeksi, yang dapat mengganggu produksi sel darah merah atau meningkatkan penghancurannya.
Bagaimana dokter memastikan diagnosis anemia pada anak?
Diagnosis anemia pada anak diawali dengan pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi sekaligus mencari tahu penyebabnya. Anemia umumnya terdeteksi melalui pemeriksaan darah sederhana yang mengukur kadar hemoglobin dan jumlah sel darah merah. Untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan berikut:
- Riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik: Dokter menanyakan riwayat kesehatan anak dan memeriksa kondisi fisiknya.
- Pemeriksaan hematokrit: Mengukur persentase sel darah merah dalam volume darah tertentu.
- Elektroforesis hemoglobin: Memeriksa jumlah dan jenis hemoglobin dalam darah untuk membantu mengidentifikasi kelainan hemoglobin.
- Pemeriksaan darah tambahan: Dilakukan sesuai kebutuhan untuk menelusuri penyebab anemia.
- Aspirasi dan biopsi sumsum tulang: Dilakukan jika diperlukan untuk mengevaluasi proses pembentukan sel darah.
Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan tambahan sesuai kondisi masing-masing anak. Setelah seluruh pemeriksaan yang diperlukan selesai, hasilnya akan dievaluasi untuk menentukan diagnosis dan memilih penanganan yang sesuai.
Penanganan anemia pada anak disesuaikan dengan penyebabnya
Pengobatan anemia pada anak bergantung pada jenis anemia, penyebab, serta kondisi kesehatan anak secara keseluruhan. Dokter dapat merekomendasikan beberapa pilihan penanganan berikut:
- Suplemen vitamin dan mineral, misalnya zat besi, asam folat, atau vitamin B12 jika anak mengalami kekurangan zat gizi tersebut.
- Perubahan pola makan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak.
- Pemberian atau penghentian obat tertentu, sesuai penyebab anemia dan evaluasi dokter.
- Penanganan penyakit yang mendasari, terutama jika anemia berkaitan dengan penyakit kronis atau kondisi medis lainnya.
- Operasi pengangkatan limpa, pada kasus anemia hemolitik tertentu jika memang diperlukan.
- Transfusi darah, jika anak mengalami kehilangan darah yang signifikan atau memiliki indikasi medis lainnya.
- Antibiotik, jika anemia berkaitan dengan infeksi bakteri yang memerlukan pengobatan tersebut.
- Transplantasi sel punca, untuk kondisi tertentu yang menyebabkan kegagalan sumsum tulang, seperti anemia aplastik, anemia Fanconi, atau anemia Diamond-Blackfan.
Dokter akan menentukan pendekatan pengobatan yang paling sesuai dengan mempertimbangkan usia anak, kondisi kesehatan secara keseluruhan, tingkat keparahan anemia, serta respons dan toleransi anak terhadap obat atau terapi yang diberikan.
Dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi medik di RS Mandaya Royal Puri
Anemia pada anak dapat berkaitan dengan berbagai kondisi, mulai dari kekurangan zat besi hingga kelainan darah dan penyakit yang memengaruhi produksi sel darah merah. Untuk memastikan penyebabnya, anak mungkin memerlukan pemeriksaan dan penanganan dari dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi. Di RS Mandaya Royal Puri, terdapat dokter dengan keahlian dalam menangani berbagai gangguan darah dan kanker pada anak, termasuk anemia, talasemia, leukemia, serta tumor padat.
1. dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp. H.Onk (K)

dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp. H.Onk (K) merupakan dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi di RS Mandaya Royal Puri yang menangani berbagai kelainan darah dan kanker pada anak. Keahliannya mencakup penanganan leukemia, talasemia, tumor otak, serta jenis kanker anak lainnya. Beliau juga memberikan penanganan yang meliputi proses diagnosis, perencanaan terapi, hingga pemantauan kondisi anak selama menjalani pengobatan.
Dalam perjalanan pendidikannya, dr. Ludi meraih gelar Dokter Umum dari Universitas Indonesia pada 2002. Beliau kemudian menyelesaikan pendidikan Spesialis Ilmu Kesehatan Anak di universitas yang sama pada 2015, sebelum melanjutkan pendidikan subspesialis Hematologi-Onkologi Anak hingga lulus pada 2021.
Beberapa kondisi dan tindakan medis yang menjadi bagian dari keahlian dr. Ludi meliputi:
- Penanganan leukemia pada anak, termasuk kemoterapi dan terapi yang disesuaikan dengan jenis leukemia.
- Penanganan talasemia dan berbagai kelainan darah pada anak.
- Penanganan tumor otak serta berbagai jenis kanker pada anak.
- Pemberian kemoterapi, terapi target, dan imunoterapi untuk kanker anak.
- Transplantasi sumsum tulang (bone marrow transplant).
dr. Ludi Dhyani Rahmartani, Sp.A, Subsp. H.Onk (K) bisa ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Kamis: 17.30 – 19.30 WIB.
2. dr. Fatimah Saidah, Sp.A, Subsp.H.Onk.(K)

dr. Fatimah Saidah, Sp.A, Subsp.H.Onk.(K) merupakan dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi di RS Mandaya Royal Puri yang memiliki keahlian dalam menangani gangguan darah dan kanker pada anak. Cakupan penanganannya meliputi berbagai kondisi, mulai dari anemia dan talasemia hingga kanker darah serta tumor padat, termasuk tumor otak.
Dalam menangani kanker pada anak, dr. Fatimah memiliki keahlian dalam terapi sistemik, seperti kemoterapi, serta transplantasi sumsum tulang sesuai indikasi medis. Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan jenis penyakit dan kondisi masing-masing pasien.
Beberapa bidang penanganan dr. Fatimah meliputi:
- Penanganan penyakit darah pada anak, seperti anemia, talasemia, dan kanker darah.
- Terapi kanker darah menggunakan kemoterapi dan transplantasi sumsum tulang sesuai kebutuhan medis.
- Penanganan kanker dan tumor padat pada anak, termasuk tumor otak.
dr. Fatimah Saidah, Sp.A, Subsp.H.Onk.(K) dapat ditemui di RS Mandaya Royal Puri pada:
- Senin: 17.00-19.00 WIB
- Rabu: 17.00-19.00 WIB
- Jumat: 17.00-19.00 WIB.
Fasilitas pasien luar kota dan internasional di RS Mandaya Royal Puri


Mandaya Royal Hospital Puri menyediakan berbagai fasilitas penunjang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pasien yang berasal dari luar kota maupun luar negeri:
- Penjemputan VIP (VIP transport): Layanan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta, stasiun, atau pelabuhan menuju rumah sakit menggunakan kendaraan nyaman yang didampingi oleh tim Patient Experience Officer (PEO).
- Penjemputan ambulans medis: Penjemputan khusus bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu dari titik kedatangan (bandara/stasiun/pelabuhan) yang dilengkapi peralatan medis dan pendampingan tenaga kesehatan profesional.
- Akomodasi penginapan (Sleep Hub & apartemen): Fasilitas penginapan nyaman bagi keluarga yang mendampingi pasien, terletak langsung di lantai 8 gedung Mandaya Royal Puri serta opsi apartemen terdekat.
- Layanan pasien internasional (International Patient Relation): Pendampingan khusus bagi pasien luar negeri untuk pengurusan koordinasi medis, penerjemah, hingga administrasi. Untuk informasi dan bantuan International Patient Relation, Anda dapat menghubungi 021 5092 8888 atau email ke [email protected].
Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.
*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.
Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.
Referensi:
- Gallagher, Patrick G. Anemia in the Pediatric Patient. (https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9373018/). Diakses pada 26 Oktober 2026.
- Boston Children’s Hospital. Anemia. (https://www.childrenshospital.org/conditions-treatments/anemia). Diakses pada 26 Oktober 2026.
- Cedars-Sinai. Anemia in Children. (https://www.cedars-sinai.org/health-topics/anemia-in-children). Diakses pada 26 Oktober 2026.

