Anak 6 Tahun Sering Ngorok & Henti Napas saat Tidur Akibat Radang Amandel, Ditangani dengan Plasma Coblation di RS Mandaya Royal Puri

Anak 6 Tahun Sering Ngorok & Henti Napas saat Tidur Akibat Radang Amandel, Ditangani dengan Plasma Coblation di RS Mandaya Royal Puri

Radang amandel yang menyebabkan pembesaran amandel merupakan salah satu penyebab obstructive sleep apnea (OSA) pada anak. Kondisi ini terjadi ketika ukuran amandel membesar hingga menyumbat sebagian saluran napas, sehingga aliran udara saat tidur menjadi terganggu. Akibatnya, anak dapat mengalami gejala seperti mendengkur setiap malam, tidur gelisah, hingga henti napas sesaat (sleep apnea) yang berulang selama tidur.

dr. Abdillah Hasbi Assadyk, Sp.THT-KL
dr. Abdillah Hasbi Assadyk, Sp.THT-KL

Kondisi inilah yang dialami Jevon, seorang anak berusia 6 tahun. Selama kurang lebih satu tahun, Jevon kerap mendengkur saat tidur dan bahkan beberapa kali mengalami henti napas. Setelah menjalani pemeriksaan di RS Mandaya Royal Puri, diketahui bahwa amandelnya sudah membesar dan menutupi sebagian jalan napas. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Jevon menjalani tindakan plasma coblation bersama dr. Abdillah Hasbi Assadyk, Sp.THT-KL. Hasilnya, hanya beberapa jam setelah operasi, Jevon sudah kembali ceria, dan pada malam pertama setelah tindakan, tidurnya menjadi lebih nyenyak tanpa mendengkur.

“Waktu itu kita sudah beberapa kali ke dokter kan, kenapa tidak berani (operasi amandel)? Karena semua (amandelnya) diangkat. Sedangkan kita lihat, suami saya waktu itu kirim link (informasi plasma coblation), saya baca-baca, ternyata itu (plasma coblation) cuma sebagian (mengangkat amandelnya), makanya kita berani. Itu yang bikin kita yakin mau dioperasi karena (amandelnya) masih disisakan. Semalam tidurnya sudah tidak ada ngorok, tidur pun nyenyak tidak kebangun-bangun, biasanya kebangun,” ujar ibu Jevon. 

Konsultasi dokter

Dikira mendengkur (ngorok) biasa, ternyata amandel menutupi jalan napas

Selama kurang lebih satu tahun, Jevon yang masih berusia 6 tahun mengalami kebiasaan mendengkur setiap kali tidur. Seiring waktu, orang tuanya menyadari bahwa Jevon juga beberapa kali mengalami henti napas sesaat (sleep apnea), sehingga memutuskan untuk memeriksakan kondisinya lebih lanjut.

Setelah berkonsultasi dengan dr. Abdillah, dokter spesialis THT RS Mandaya Royal Puri, diketahui bahwa radang amandel Jevon sudah membesar hingga menutupi sebagian jalan napas. Kondisi tersebut menjadi penyebab utama ngorok dan sleep apnea yang dialaminya, sehingga dokter menyarankan tindakan operasi menggunakan plasma coblation.

Awalnya, orang tua Jevon sempat merasa khawatir karena anaknya masih berusia 6 tahun. Namun, setelah mengetahui bahwa plasma coblation hanya mengangkat jaringan amandel yang bermasalah dan tetap mempertahankan sebagian jaringan amandel yang sehat, mereka akhirnya mantap menjalani prosedur tersebut.

Operasi berjalan lancar dan proses pemulihan berlangsung cepat. Hanya beberapa jam setelah tindakan, Jevon sudah kembali ceria. Bahkan pada malam pertama setelah operasi, ia dapat tidur nyenyak tanpa mendengkur maupun mengalami henti napas seperti sebelumnya.

“Operasi jam 2 siang, jam 4 sudah keluar dari ruang operasi, jam setengah 5 masuk ruang rawat lagi. Jam 6 atau jam 7 malam dia sudah mulai ceria. Hari ini juga sudah boleh pulang,” kata ibu Jevon. 

Apa itu plasma coblation dan keunggulannya?

Plasma coblation merupakan teknik operasi amandel yang memanfaatkan energi radiofrekuensi dan larutan garam steril untuk menghasilkan plasma yang dapat mengangkat jaringan amandel secara presisi. 

Dibandingkan metode konvensional yang menggunakan panas tinggi, plasma coblation bekerja pada suhu yang lebih rendah sehingga kerusakan jaringan di sekitar area operasi dapat diminimalkan. 

Pada prosedur ini, dokter juga dapat mempertahankan sebagian kecil jaringan amandel yang sehat, sehingga membantu mengurangi nyeri dan risiko perdarahan setelah operasi, serta menjaga fungsi alami dari amandel sebagai sistem imun tubuh. 

Hasil studi berjudul Coblation versus cold dissection in paediatric tonsillectomy: a systematic review and meta-analysis menunjukkan bahwa pada pasien anak, plasma coblation memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya:

  • Nyeri pascaoperasi yang lebih rendah
  • Perdarahan selama operasi yang lebih sedikit
  • Waktu operasi yang lebih singkat dibanding teknik konvensional.

Konsultasi dokter

Ciri-ciri radang amandel yang perlu diwaspadai

Gejala radang amandel dapat menyerupai flu atau pilek. Pada kondisi ini, amandel yang terletak di bagian belakang tenggorokan akan tampak merah dan membengkak.

Baik pada anak maupun orang dewasa, radang amandel dapat menimbulkan berbagai gejala, seperti:

  • Sakit tenggorokan
  • Sulit atau nyeri saat menelan
  • Demam
  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Nyeri telinga
  • Tubuh terasa lemas atau mudah lelah.

Pada beberapa kasus, gejalanya dapat menjadi lebih berat, antara lain:

  • Kelenjar getah bening di leher membengkak dan terasa nyeri
  • Muncul bercak putih atau titik-titik berisi nanah pada amandel
  • Bau mulut.

Jika berbagai gejala di atas terjadi pada anak, segera bawa ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. 

Konsultasikan keluhan radang amandel anak dengan dr. Abdillah di RS Mandaya Royal Puri

Apabila Si Kecil sering mengalami radang amandel, mendengkur saat tidur, atau menunjukkan tanda-tanda sleep apnea, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dr. Abdillah Hasbi Assadyk, Sp.THT-KL di RS Mandaya Royal Puri.

dr. Abdillah memiliki keahlian dalam penanganan berbagai penyakit THT, termasuk tindakan Plasma Coblation untuk radang amandel (tonsilitis) dan pembesaran adenoid. Teknik ini bekerja secara presisi dengan paparan panas yang lebih rendah sehingga dapat membantu meminimalkan kerusakan jaringan di sekitar area operasi.

Selain itu, dr. Abdillah juga menangani berbagai gangguan THT lainnya, seperti sinusitis menggunakan Balloon Sinuplasty serta sleep apnea dengan teknologi Quantum Molecular Resonance (QMR).

Keahliannya didukung oleh pelatihan intensif di Italia bersama Prof. Lino Businco, pakar THT yang dikenal berpengalaman menangani berbagai kasus kompleks. Berbekal pengalaman tersebut, dr. Abdillah menghadirkan layanan THT modern dengan pendekatan yang komprehensif bagi pasien anak maupun dewasa.

dr. Abdillah Hasbi Assadyk, Sp.THT-KL praktik di RS Mandaya Royal Puri dengan jadwal sebagai berikut:

  • Senin: 08.00–12.00 WIB & 17.00–20.00 WIB
  • Selasa: 08.00–12.00 WIB & 17.00–20.00 WIB
  • Rabu: 08.00–12.00 WIB & 17.00–20.00 WIB
  • Kamis: 08.00–12.00 WIB & 17.00–20.00 WIB
  • Jumat: 08.00–12.00 WIB & 17.00–20.00 WIB
  • Sabtu: 10.00–20.00 WIB.

Untuk mempermudah kunjungan Anda ke Mandaya Royal Hospital Puri, gunakan fitur Chat melalui Whatsapp, Book Appointment, atau aplikasi Care Dokter yang bisa di-download di Google Play dan App Store untuk mempermudah kunjungan, melihat nomor antrian, dan mendapatkan informasi lengkap lainnya.

*Informasi yang tersedia pada halaman ini disusun untuk tujuan edukasi dan gambaran umum, sehingga tidak mencerminkan seluruh jenis layanan medis yang dapat dilakukan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, disarankan melakukan konsultasi langsung dengan dokter terkait.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, saran, atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi call center kami di 0811-1900-2000.

Konsultasi dokter

Referensi:

  1. Cleveland Clinic. Enlarged Tonsils (Tonsillar Hypertrophy). (https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/enlarged-tonsils). Direvisi terakhir 27 Agustus 2024. Diakses pada 15 Juli 2026.
  2. National Institute for Health and Care Excellence (NICE). The procedure | Coblation for tonsillectomy. (https://www.nice.org.uk/guidance/HTG96/chapter/2-the-procedure). Dipublikasikan 16 Juli 2025. Diakses pada 15 Juli 2026.
  3. Abdelhamid AO, ElAnwar MW, Madney YM, et al. Coblation versus cold dissection in paediatric tonsillectomy: A systematic review and meta-analysis. International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32114992/). Dipublikasikan Juni 2020. Diakses pada 15 Juli 2026.
  4. NHS. Tonsillitis. (https://www.nhs.uk/conditions/tonsillitis/). Direvisi terakhir 20 Februari 2025. Diakses pada 15 Juli 2026.
Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp
We usually reply in a few minutes